The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Demam



"Bos, Kamar utama." Ucap Chu Yue.


"Kamar utama sudah tidak ada lagi, hanya tinggal kamar kelas 3 dan kelas 7." Ucap Bos penginapan itu sambil membuka buku.


"Kamar kelas 3 untuk 2 hari."


"5 batu roh sedang."


Chu Yue terdiam bingung, 5 batu roh sedang? Dia sama sekali tidak tau batu apa itu.


"Bos batu roh sedang itu apa?." Tanya Chu Yue pelan.


"Nona, kau dari daratan lain?."


Chu Yue mengangguk mengiyakan, jika dia berasal dari sini, dia tidak akan bingung.


"Jika kau tidak memiliki batu roh, maka berikan padaku 20 koin emas." Ucap bos itu.


Kali ini Chu Yue terperangah kaget, 20 koin emas? Begitu mahal hanya untuk menginap 2 hari.


Namun sekarang Chu Yue harus bisa memaklumi dan menerima hal itu, Daratan atas itu berbeda dengan daratan rendah.


Dengan sedikit enggan Chu Yue mengambil kantong nya dan membayar.


Tapi setelah membayar tiba-tiba dua orang pria menarik nya kedalam sebuah kamar dengan cepat.


"Hei Apa-apaan ini?." Chu Yue berucap dengan kesal dan melepas kan tangan nya dari orang tidak dikenal itu.


"Yang Mulia, dia wanita yang membawa Kantong uang Pangeran Qing." Ucap salah satu pria.


Chu Yue mengerutkan alis ketika melihat seorang Pria yang membelakanginya duduk dengan posisi malas, aura keagungan dan kekuatan yang luar biasa terpancar dari tubuh nya.


Hal itu bahkan membuat siapapun tidak bisa tidak hormat pada nya, namun ini tidak berlaku untuk Chu Yue.


Menjadi seorang Permaisuri bertahun-tahun lama nya, tentu saja dia juga memiliki aura keagungan yang kuat bahkan membuat B*j*ngan itu menatap benci pada nya.


"Kantong uang itu darimana kau mendapatkan nya?." Tanya Pria itu tanpa melihat Chu Yue.


"Darimana aku mendapatkan nya, tidak ada urusan dengan mu."


"Ouh benarkah? Kau memilih mati atau menjawab pertanyaan ku?." Ucap nya dengan nada mengancam.


Sudut bibir Chu Yue naik keatas, dengan cepat ia memukul dua orang yang membawa nya hingga pingsan.


"Raja bela diri menengah? Huh mereka bahkan tidak memiliki kewaspadaan yang baik." Chu Yue memandang rendah kedua orang itu dan melangkah pelan ke pria itu, "Jadi kau Raja Yi atau dari menara pembunuhan?."


Pria itu tak menjawab membuat Chu Yue harus menebak lagi, "Maka kau Raja Yi."


Tok tok tok


"Masuk." Ucap Pria itu, ia membuka pintu dengan lebar menggunakan kekuatan nya.


Dua orang yang tidak asing bagi Chu Yue masuk dan berlutut pada Pria itu.


"Raja Yi kami tidak dapat menemukan Tuan kami." Ucap Hong Li, yang Chu Yue lihat bersama Pangeran Qing sebelum nya.


"Benar, Raja Yi. Kami tidak dapat menemukan nya." Ucap Jie Ru cemas kemudian berucap dengan takut, "Raja Yi, kenapa tidak menanyakan nya ke Menara pembunuhan?."


"Menara pembunuhan tidak akan menangkap Pangeran Qing, jika kau ingin tau sebaik nya kau bertanya dengan orang yang berada disamping mu."


Jie Ru mengangkat kepala nya dan menoleh kesamping, mata nya tepat menangkap Kantong Uang yang tergantung di pinggang Chu Yue.


Dengan cepat ia ingin mengambil nya, namun segera ditahan oleh Chu Yue.


"Ini milik Tuan ku." Ucap Jie Ru berusaha menyingkirkan tangan Chu Yue.


Chu Yue menatap nya tajam dan mundur beberapa langkah, "Ini bayaran ku."


"Dia hanya membayar ku untuk memberikan mu ini, karena sudah selesai maka aku akan pergi." Chu Yue berbalik dan melangkah keluar.


"Tahan."


Chu Yue menghentikan langkah nya dan berucap, "Terakhir kali aku meninggalkan nya di Hutan bagian timur, setelah itu aku tidak tau lagi dimana dia. Ouh benar, dia juga terkena racun Sutra."


Setelah menyampaikan hal itu Chu Yue bergegas pergi mencari Bos penginapan, Dia sudah membayar kamar dan dia juga harus berlatih lagi.


...&_&_&...


"Raja Yi bisakah kita mempercayainya?." Tanya Jie Ru meragukan Chu Yue.


Pria itu berbalik, setengah wajah nya ditutupi topeng namun bahkan walau setengah wajah nya tertutupi ketampanan nya tetap terpancar.


"Pangeran Qing bersembunyi untuk pemulihan, beberapa saat yang lalu dia mengirim pesan padaku. Dan Wanita itu selagi kita memberi nya bayaran dia dapat dipercayai." Ucap Raja Yi.


"Tapi Raja Yi, wajah nya..." Hong Li berucap dengan hati-hati takut membuat marah orang didepan nya.


"Dia hanya mirip dengan nya. Ini sudah puluhan tahun berlalu, tidak mungkin dia adalah..." Raja Yi menghentikan ucapan nya dan melambaikan tangan mengusir kedua orang itu.


Ia menutup mata nya dalam dan membayangkan sosok wanita yang sangat mirip dengan Chu Yue.


..._&_&_...


Chu Yue memegang kepala nya yang sangat pusing, tubuh nya lemah hingga ia malas berdiri.


Chu Yue meletakkan tangan nya ke dahi, begitu hangat.


"Aisshh kenapa aku harus demam disaat seperti ini."


Chu Yue menghela nafas kesal, Pil level satu sampai tiga yang ia buat semua nya sudah diberikan pada teman-teman nya, Pil Roh yang ia buat tidak ada untuk menyembuhkan demam.


Kali ini Chu Yue hanya berharap bahwa suhu tubuh nya akan menurun dengan cepat.


Ia kemudian menutup mata nya, sebuah kenangan muncul kedalam pikiran nya.


....


"Ibunda Yue'er hanya demam. Perjamuan ini tetap harus diadakan."


Ibunda nya yang duduk menyuapinya di samping meletakkan mangkuk dengan kesal, "Yue'er jangan bahas perjamuan. Lagi pula ini hanya perjamuan biasa."


"Tapi ibunda ini untuk menyambut Jenderal perang, mereka bersusah payah berjuang dan jika aku tidak datang mereka akan mengira aku tidak menghargai nya."


Permaisuri mengelus kepala Chu Yue pelan, "Tubuh mu masih panas, mereka akan memaklumi mu sayang."


"Tapi ibun.."


"Apa Yue'er menjadi tidak berbakti." Ucap Kaisar Chu yang menyela ucapan Chu Yue.


"Salam Ayahanda."


"Yue'er Jenderal Han tidak akan keberatan jika kau tidak datang. Benar kan Jenderal?." Kaisar Chu menoleh kesamping nya, Jenderal Han segera membungkuk menyetujui.


"Yue'er jangan memaksakan dirimu." Ucap Ayahanda nya lembut.


..........


Chu Yue menggigit bibir nya ketika sebuah rasa sakit menyerang tubuh nya, setetes air mata nya terjatuh tanda bahwa tubuh nya sangat sakit.


Pergolakan energi batin, aku sudah berada diambang batas untuk menjadi Raja bela diri tinggi.


Chu Yue mengerutkan kening nya, ia berusaha untuk duduk dan bersemedi.


Tak lama kemudian tubuh nya menghilang di kamar itu.