NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 9 Lawan Baru



*disekolah*


7 hari tersisa sebelum Liga Olimpiade dan Olahraga Pelajar dimulai, para siswa peserta liga mendapatkan tambahan pelajaran yang lebih intens, begitu juga dengan peserta lomba olahraga. Mereka sangat giat dilatih untuk menyiapkan diri mereka.


Meja berukuran 2 meter dan lebar 70 cm di sana Riyan sedang duduk sendirian menikmati jam istirahat di kantin sekolah dengan memainkan HP sambil menikmati segelas jus Apel. Perlahan seorang siswi mendekat di kursi kosong yang berhadapan dengan Riyan.


"Permisi, maaf apa kursi ini tidak ada yang akan duduk?karena kursi lain penuh " tanya gadis itu.


Riyan melihat gadis itu, ternyata itu adalah siswi manis yang pernah dia tabrak sewaktu keluar dari ruang kepala sekolah waktu itu.


"Iya..kosong..duduk saja " kata Riyan


"dilihat dari dekat malah lebih manis cewek ini" pikir Riyan


Apalagi sekarang dia mengenakan Bando dan kacamata membuatnya terlihat lebih manis.


"Eh maaf kemarin nabrak kamu, Kamu dari kelas berapa? " Tanya Riyan ingin mencairkan suasana.


"Iya gapapa, aku kelas 1-3. kalau kamu? " kata gadis itu sambil menikmati minumannya.


"Kalau aku kelas 1-2 namaku Riyan, Nama kamu siapa? " Tanya Riyan


"Cindy " jawab gadis itu


Obrolan mereka membuat suasana semakin asik karena ternyata Cindy juga menjadi peserta Olimpiade untuk pelajaran Kimia. Riyan tidak tau karena sewaktu dikumpulkan kepala sekolah dia tidak hadir karena memang tidak masuk sekolah hari itu.


Sampai jam istirahat berakhir merekapun akhirnya bertukar Nomer Hp dan menuju kelas masing-masing.


[Apa anda menyukainya tuan]


"Siapa yang tidak suka gadis seperti itu..tapi dia pasti sudah punya pacar,jadi tidak usah aneh-aneh "


[Memang benar banyak yang menyukainya tapi dia belum punya pacar Tuan]


"Apa sekarang kau juga bisa meretas kehidupan orang? " tanya Riyan


[Tidak. Saya hanya melihat isi HP nya dan tidak ada pesan atau kontak yang menandakan seorang kekasih]


"Jadi kau bahkan bisa melakukan itu juga ya,hebat sekali " kata Riyan


[Tentu saja, saya sarankan Anda membeli sebuah kendaraan jika ingin mencoba berkencan dengannya]


"Soal itu kau tidak perlu memberitahuku " kata Riyan


Sepulang sekolah selepas berganti pakaian dengan kemeja biru dan celana jeans panjang, Riyan pamit kepada Neneknya untuk pergi ke pusat kota.


Riyan pergi dengan menggunakan angkutan umum karena berencana membeli sebuah sepeda motor dengan uang yang cukup banyak dari hasil Penjualan Rusa kepada pak Surya.


Atas saran Alpha dia membeli sebuah sepeda motor model balap berwarna hitam bertenaga 250CC, Riyan memakainya untuk pulang.Suara motor besar terdengar di halaman rumah Riyan membuat adiknya terkejut melihat kakaknya yang turun dari kendaraan balap itu.


Tentu saja itu membuat Mila heran karena jangankan mengendarainya,


menyentuh motor saja kakaknya hampir tidak pernah.


"Akhir-akhir ini kakak sering membuat kejutan ya " kata Mila


"Biasa saja, oh iya ini ada sesuatu untuk kamu " ucap Riyan sambil memberikan kantong plastik belanja.


"Apa ini kak? "sambil membuka kantong belanja, sebuah Handphone dan Baju baru untuk Mila membuatnya sangat senang dan memeluk kakaknya.


"Terimakasih kakak " kata Mila


"Ingat kalau ada apa-apa kau harus menghubungi kakak" kata Riyan


Riyan pun masuk kedalam rumahnya diikuti mila yang masih terbawa suasana gembira. Riyan mendatangi neneknya yang sedang menyiapkan makan malam.


"Nek ini Riyan belikan Kacamata baru untuk nenek biar lebih jelas lihatnya " Riyan memberikan Kotak yang berisi kacamata kepada neneknya.


Nenek melepas kacamata lamanya yang sudah nampak kotor lensanya, dan memakai yang baru diberikan oleh Riyan.


"Ternyata memang lebih jelas, terima kasih Riyan, sekarang Nenek bisa menerima jahitan lagi " ucap nenek


"Soal itu nenek tidak perlu bekerja lagi, Riyan punya pelanggan tetap untuk menjual rusa buruan Riyan, jadi soal uang, kita aman nek " jelas Riyan


Malam ini mereka semua berbahagia,


terutama Riyan yang bisa berperan membantu keluarganya.


*Disebuah Rumah besar di kota Jakarta*


Sejumlah orang mengenakan setelan resmi berkumpul didalam sebuah ruangan, dimana satu buah meja besar berbentuk persegi panjang dikelilingi kursi mewah yang sudah disiapkan untuk masing - masing orang.


Kursi didalam berjumlah 25 buah dengan posisi berhadapan yaitu 12 disisi kiri meja dan 12 di sebelah kanan,dan satu lainnya mengisi di sisi lainnya dari meja besar itu.


Setiap dari mereka duduk di kursi masing-masing dengan membawa pengawalnya sendiri siaga berdiri di tembok belakang bos mereka. Hanya satu kursi kosong di satu sisi yang belum terisi.


Tidak begitu lama tiga orang datang dari arah pintu samping ruangan tersebut, kemudian satu orang menduduki kursi kosong dan dua lainnya berdiri di sampingnya.


Satu orang itu adalah Tadoki Rinjana seorang blesteran Amerika jepang yang tinggal di Indonesia, dia merupakan Bos besar dan salah satu pemimpin dunia bawah di Indonesia.


Sebagai tuan rumah sekaligus pemimpin dari organisasi ini, yaitu organisasi yang menamakan dirinya Kurassha dengan seluruh anggota berjumlah 50.000 orang, dia memanggil seluruh para pemimpin dibawahnya kekediamannya untuk mengadakan rapat.


Berbagai pembahasan dibicarakan terlebih mengenai pertanggung jawaban tugas masing-masing. hingga akhirnya sampai pada pembahasan akhir.


"Kita akan bekerja sama dengan Noz untuk menyebarkan chaos dinegara ini "ucap Tadoki dengan logat jepangnya


"NOZ?apa mereka kelompok berbahaya dari Amerika itu?" tanya salah seorang peserta


"Benar..kemungkinan tiga bulan lagi anggota mereka akan datang kesini menemui kita untuk melakukan kerjasama " jawab Tadoki


"Tapi apa mereka bisa kita percaya bos? " balas peserta yang bertanya


"Tidak perlu percaya, kalian lakukan saja tugas kalian. Kali ini NOZ akan membantu kita, mereka mempunyai tekhnologi hebat yang akan berguna bagi kita " kata Tadoki


"Kalau untuk membuat rusuh tidak masalah, kita sudah menguatkan ranting kita secara diam-diam di tiap daerah selama ini. Hanya perlu sedikit waktu membuat kekacauan " sahut peserta yang lain.


"Itu bagus..tapi tidak perlu terburu buru. Kita akan memanfaatkan kedatangan NOZ. Kalian semua adalah Pemimpin organisasi di daerah kalian, jadi kerjakanlah dengan baik " ucap Tadoki.


Setelah Rapat selesai,satu persatu orang-orang itu pergi dengan mobil mewah dan pengawal mereka masing-masing.


Dalam sebuah mobil mewah berwarna silver yang baru saja keluar meninggalkan Rumah besar itu terjadi percakapan.


"Aku tidak menyangka akan melibatkan NOZ, aku tidak mempercayai mereka " Kata seorang dengan perawakan gemuk di dalamnya sambil merokok.


Dia adalah Tirta yuda pemimpin cabang dari kelompok Kurassha untuk wilayah Kalimantan Tengah.


"Saya juga merasa begitu bos, tapi itu sudah menjadi keputusan atasan, lebih baik kita percayakan saja. Lagipula bos Tadoki bukan orang Bodoh " jawab seorang disamping Tirta bernama David, dia merupakan Ketua dari cabang di bawah Tirta untuk memimpin wilayah Kota Muriya.


"Kau benar, tapi orang jepang itu akan mati kalau terlalu mempercayai mereka " sambung Tirta


"Satu lagi bos, sebaiknya saya segera kembali ke Muriya, salah satu kelompok dibawah saya di serang orang " kata David


"Mereka kalah? " tanya bos Tirta


"Benar...bahkan katanya salah satu anak buah saya Alex, salah satu tangannya dipatahkan " jawab David


"Kelompok mana yang berani melakukannya? " Tanya Bos Tirta


"Saya juga tidak tau, padahal Alex seorang sabuk Hitam tapi masih kalah " kata David


"Bahkan seorang sabuk Hitam bisa kalah, apa kau perlu membawa Mike dan Joni untuk berjaga jaga " kata Bos Tirta


"Saya rasa tidak perlu, walaupun Alex merupakan sabuk Hitam seperti saya tapi dia hanya berada di tingkat I sedang saya tingkat III " Kata David


"Baiklah kupercayakan padamu. Sebaiknya kau bereskan. Kalau wilayahmu terganggu, kita juga akan kerepotan mengurus rencananya nanti, dan akibatnya bos besar akan marah" Kata Bos Tirta


"Baik..setibanya di sana akan saya cari informasinya yang menyerang mereka dan membereskannya" kata David


"Kalau begitu pesanlah tiket pesawat malam ini, kau kembalilah ke Muriya besok " Kata Tirta


"Apa anda tidak ikut pulang?" tanya David


"Tidak, aku harus melakukan sesuatu dulu disini" Ucap Bos Tirta


mobil itupun melaju menuju hotel dimana mereka menginap.


Ditempat itu Alex dan anak buahnya yang sudah dikabari akan kedatangan David, menyambut mereka dengan satu tangan di gips kemudian mempersilahkan mereka masuk.


David duduk bersandar disofa dengan satu kaki diletakkan diatas lutut kaki lainnya sambil menghisap Rokok. Mengenakan Jas merah dan celana jeans hitam dengan kancing terbuka memperlihatkan rantai kalung emas dilehernya .


Alex duduk disampingnya dan suatu kebohongan keluar dari mulutnya. Alex menceritakan kalau mereka diserang sekitar tiga puluh anak SMA setelah ketahuan menjual sabu kepada salah satu teman mereka.


Mendengar itu David menurunkan kakinya dan berkata "jadi kalian dikalahkan anak sekolahan? "


"Kita kalah jumlah saat itu bos, dan ada tiga orang dari mereka yang hebat dalam berkelahi " kata Alex


"Sehebat apa? " Tanya David


"Pertama ada Andre, orang berbadan besar dan dia juga Karateka sabuk Hitam tingkat I, yang kedua Tony seorang Taekwondo sabuk Merah namun kemampuannya diatas itu. Dan yang terakhir kudengar namanya Riyan, dia yang membuat tanganku jadi begini " Kata Alex


"Tingkat apa dia? " Tanya David


"Saya tidak tau, saya baru bertemu dengannya dua kali, kalau melihat gerakannya waktu bertarung, itu seperti kuda-kuda semacam wing chun namun agak berbeda " jelas Alex


"Seperti wing chun kemungkinan itu Jeet Kune Do, bisa mengalahkan Alex yang sabuk hitam, paling tidak dia pasti kelas Master Jeet Kune Do, kalau begini tidak bisa menyerang sembarangan" pikir David


"Kalau begitu suruh satu orang ikuti anak SMA bernama Riyan itu dan segera informasikan jika dia sedang sendirian, Kita akan mengurusnya lebih dulu sebelum yang lain " Perintah David.


*Disekolah*


Kelompok Andre sedang berkumpul menyantap makanan yang ada di kantin untuk merayakan kedatangan Andre ke sekolah.


"Akhirnya kau keluar juga dari RS itu " Kata Tony yang duduk disebelah andre


"Kau sendiri tumben ke sekolah " balas Andre


"Kan untuk menyambut temanku ini " Kata Tony sambil merangkul pundak Andre


"Itu benar ndre, kami senang kamu sudah pulih " kata teman-temannya


"Apa kalian akan ikut liga olahraga basket? " tanya seorang teman lainnya


"Apa masih sempat?bukannya tinggal 6 hari lagi? " Tanya Andre


"Kurasa tim basket tidak akan keberatan dengan kalian berdua " kata mereka


"Bagaimana? " tanya Tony ke Andre


"Terserah kamu saja " kata Andre


"Ikut saja, dengan kalian ikut maka kelompok kita jadi tiga orang yang berpartisipasi "


"Benar, dengan begitu kelompok kita akan terlihat keren kan" Kata mereka


" Tiga orang?siapa? " tanya Andre


"Aku belum pernah bilang ya kalau Riyan juga ikut liga ? " Kata Tony


"Kau tidak bilang apa-apa tentang itu, aku tidak tau kalau dia juga bisa basket " kata Andre


"Bukan, dia ikut Olimpiade ilmu pengetahuan untuk pelajaran fisika " kata teman yang lain


"Anak itu pintar? " Andre terkejut mendengar penjelasan mereka dan tatapan mereka semua kearah Andre seakan berkata kalau dia bodoh(lol).


Tidak berapa lama Riyan datang menuju kearah mereka berkumpul.


"Selamat ya sudah bisa langsung kembali sekolah setelah sakit, tidak seperti seniorku yang lain sudah sembuh tapi tidak kelihatan di sekolah " kata Riyan


"Tidak usah meledek " kata Tony


"Hahahaha, maaf kakak senior yang baik " kata Riyan


Merekapun bergembira dikantin tersebut, Andre dan Tony memutuskan akan bertanya ke tim basket apakah diperbolehkan ikut liga atau tidak.


6 hari sebelum Liga olimpiade olahraga pelajar dimulai, para peserta yang mengikuti Liga bidang olahraga semuanya libur untuk istirahat. Hal itu membuat sekolah menjadi sepi setelah jam pulang.


Karena pelajaran tambahan yang diberikan membuat Riyan pulang lebih lama dari murid yang lain, diparkiran hanya tersisa motor Hitam miliknya sendiri.


Sampai di gerbang seorang gadis yang dikenalnya berdiri seperti menunggu seseorang. Riyan menghampirinya dengan motornya yang kemudian dimatikannya.


"Lagi nunggu siapa Cin? " tanya Riyan


"Owh Riyan, kirain siapa..lagi nunggu jemputan nih "


"bagaimana kalau ku antar? " tanya Riyan


"Tidak usah yan..soalnya sudah janji di jemput sama papa " kata cindy


"Kalau begitu kutemani saja sampai papa mu datang " kata Riyan


15 menit kemudian ayah cindy datang menjemputnya dengan mobil, cindy memperkenalkannya dengan Riyan. Akhirnya Cindy dan Ayahnya pergi,Riyan menaiki kembali motornya.


[Ada yang mengintai tuan]


"Siapa? " tanya Riyan


[anak buah Alex]


"Alex sudah kuperingatkan jangan berurusan denganku lagi, jadi untuk apa dia mengintaiku "pikir Riyan


"Biarkan saja, lebih baik pulang soalnya aku ada janji bertemu pak surya nanti malam " kata Riyan sambil menjalankan motornya.


Malam hari pukul 19.00 Riyan berangkat dari rumah untuk menemui pak Surya di kantornya. Namun begitu mendekati jalan utama, dijalan yang lebih kecil dari jalan utama dan tanpa lampu penerangan sebuah mobil minibus parkir menghalangi jalan itu.


Pintu minibus bergeser terbuka, 6 Orang keluar dari minibus itu dan 12 lainnya dari arah belakang mobil itu dan muncul dari samping bangunan yang ada di pinggiran jalan itu.


Dengan masih diatas motornya dia mencoba memutar balik dan ternyata dibelakangnya muncul dua mobil lain yang menyorot lampu kearahnya membuat Riyan Silau.


Orang dari mobil-mobil itu turun dan sekarang Riyan dikepung oleh mereka yang berjumlah 26 orang. Beberapa dari mereka membawa pukulan bisbol dan lainnya tangan kosong.


"Apa mereka suruhan alex " Riyan bergumam


[Beberapa dari mereka memang anakbuah Alex Tuan]


Lampu sorot mobil dimatikan, sekarang hanya lampu mobil yang menerangi jalan. David duduk di kap mobilnya dan menyalakan sebatang Rokok, Riyan melepaskan helm dan turun dari motornya.


"Mau apa kalian " tanya Riyan


"Kami hanya ingin memberimu pelajaran agar tidak ikut campur urusan kami " kata David


"Apa Alex yang menyuruhmu? " Tanya Riyan


"Bukan, ini untuk diriku dan bisnisku sendiri " kata David melambaikan tangan ke arah depan pertanda perintah untuk menyuruh anak buahnya maju. Semuanya menyerang kecuali tiga orang didekat David.


Material nano melapisi tubuh Riyan dari balik pakaiannya, dan siap untuk bertarung.


"dengan orang sebanyak ini, bahkan jika kau master Jeet Kune Do akan kewalahan, walau bisapun kau masih harus menghadapi ku dan 3 orang disini, 1 orang ahli silat dan 2 orang Sabuk Hitam Tingkat I " Pikir David sambil melihat pemandangan pertarungan di depannya.


Menggunakan Jeet Kune Do Riyan menghindar sambil menyerang, dengan banyaknya orang yang menyerang membuatnya sedikit kewalahan. Beberapa pukulan mereka mengenainya hingga terpaksa bergerak mundur untuk menghindar.


Setelah 15 menit berlalu "Buuuuk" serangan pemukul bisbol dari arah belakang memukul punggung Riyan membuat satu kakinya berlutut.


Riyan kemudian dikelilingi orang-orang itu yang dari arah David terlihat melancarkan serangan kearah bawah tertuju kepada Riyan.


David tertawa melihat pemandangan itu, namun tidak berapa lama satu persatu anak buahnya yang mengepung Riyan berjatuhan dan ada beberapa yang terlempar sejauh 3 meter.


Suara tawa David menjadi sunyi, 13 orang yang mengelilingi Riyan tumbang dan sekarang terlihat Riyan menggunakan kuda-kuda silat, itu adalah jurus Sundang Sungai dari sundang majapahit yang digunakan untuk penyerangan dalam perang.


10 orang disekitar Riyan tampak takut dan ragu untuk maju, saat itu juga Riyan menyerang mereka dengan cepat, pukulan mereka sudah tidak bisa mengenai Riyan lagi.


Setelah pasukannya habis,kini hanya tersisa David dan 3 orang lainnya. Riyan sekarang berjalan mendekati mereka, David heran dengan perkelahian seperti itu tidak tampak kelelahan diwajah Riyan.Tentu saja David tidak mengetahui itu karena pemulihan oleh Nano System.


"Majulah!" kata Riyan kepada empat orang didepannya


David tersenyum dan turun dari kap mobil diikuti 3 orang lainnya.


"ini akan menyenangkan " Ucap David