NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 53 Pesta III (Sandera)



Philip yang melihat kedatangan pasukan NOZ dari ruang pengawas cctv, segera menghubungi Yorgi melalui handphonenya untuk memberitahukan kehadiran pasukan NOZ. Yorgi yang tengah berada dengan senator pamit sejenak untuk menerima panggilan.


"baiklah, kalau begitu kita Mulai " perintah Yorgi


"Tentu saja, Rinko sudah mulai lebih dulu " balas Philip dari ruang pengawas.


Di ruang pengawas, di sana terdapat agen no 1 yang di tangkap oleh Philip. Agen CIA itu berada dengan kondisi kaki dan tangan terikat pada sebuah kursi, serta mulut yang tertutup lakban hitam.


"kreek " Pintu ruangan itu terbuka dan James Murdock masuk ke ruangan itu mengenakan Hoodie berwarna hitam.


"Bagaimana ? " Tanya Philip


James hanya mengacungkan jempolnya untuk menjawab pertanyaan dari Philip, kemudian menyerahkan sebuah detonator kepada Philip.


"Kita akan tunggu sebentar lagi " ucap Philip


*****


Pasukan NOZ turun satu persatu dari mobil-mobil itu, mereka membawa senjata api di tangan masing-masing. Sebagian pasukan NOZ yang turun dari mobil Van di depan gedung mulai menembak dua orang penjaga menggunakan senjata dengan peredam suara. Sisa pasukan masuk melalui gerbang belakang secara perlahan dan membunuh penjaga di sana.


Disaat tamu masih berdansa dan menikmati lagu, tiba-tiba Alpha memberikan informasi kepada Riyan mengenai nano material yang mendekat dalam jumlah besar.


[Tuan, saya mendeteksi adanya banyak nano material baru tiba dari luar gedung]


"Benarkah? Wah ternyata keberuntungan ku tidak seburuk yang kuduga, kita akan menyerap material nano lagi " kata Riyan


"Kau bicara apa? Aku tidak mendengar mu dengan jelas " ucap Ken


"Tidak ada " jawab Riyan


Dengan rasa penasaran, Riyan pun meminta Alpha memindai jumlah orang yang baru tiba di luar. 10 detik kemudian hasil pindaian dari Alpha selesai.


"Berapa banyak ? " Tanya Riyan Sambil meminum segelas minuman beracun yang diberikan Rinko.


[70 orang]


"Prrrrrrrt " Riyan menyemburkan air yang diminumnya ketika mendengar jumlah yang disebutkan Alpha hingga mengenai Ken.


"Astaga...ada apa denganmu? " ucap Ken kesal karena semburan Riyan mengenai tuksedo nya.


"Siapkan senjata mu, kita lindungi tuan Luke " ucap Riyan berdiri dan berjalan menuju meja Luke


"70 orang, apa mereka mau memulai perang" ucap Riyan dalam hati


"Ada apa dengan anak itu? " tanya Ken sambil membersihkan bajunya dengan tangan.


Tiba-tiba Ken berhenti membersihkan bajunya, dia mencium sesuatu yang terasa familiar baginya ketika membersihkan noda air itu. Dia mencium tangan yang basah karena membersihkan pakaiannya,


"Ini racun Mandara dari jepang " gumam Ken


"Bruk..bruk " beberapa pengawal yang meminum air yang dibawa Rinko tumbang.


Ken yang melihat pengawal yang jatuh, segera menyusul Riyan untuk menjaga Luke. Sementara itu, agen nomor 3 yang berada di depan pemicu mengaktifkan alarm kebakaran wallain palace.


"kriririririririrng" suara alarm kebakaran berbunyi.


Ketika semua orang di sana panik melihat separuh pengawal telah jatuh. Bunyi Alarm kebakaran membuat situasi menjadi semakin kacau. Agen 03 yang kembali ke ruang tengah, memandu semua orang pergi keluar dari gedung.


"Sial ada apa ini " ucap Yorgi geram


Para tamu yang panik bergegas ingin meninggalkan ruangan itu, namun begitu sampai di pintu keluar tembakan dari pasukan NOZ menyambut orang-orang itu.


pasukan NOZ yang seharusnya masuk secara perlahan, terkejut dengan suara alarm. Merekapun terpaksa mempercepat langkahnya hingga berhadapan dengan anggota CIA dan pengawal pribadi.


"Crep..crep" tembakan berperedam membuat beberapa pengawal pribadi terbunuh.


Reflek anggota CIA langsung menghalau pasukan NOZ hingga terjadi adu tembak di depan gedung Wallin Palace. Mereka kalah jumlah sangat jauh dengan pasukan NOZ akibat separuh pengawal sebelumnya telah tewas akibat racun dari Rinko.


Karena informasi kedatangan pasukan NOZ bocor, serangan pasukan NOZ dari arah belakang juga bisa ditahan oleh beberapa anggota CIA. Meski tidak banyak, namun anggota CIA mampu menahan dengan menjadikan beberapa meja sebagai pelindung.


Agen no 3 mengambil senjata yang terletak di bagian paha dari balik gaunnya.


"Dor..dor" tembakan dari senjata agen no 3 ikut menghalau pasukan NOZ


"Kalau begini, sia-sia saja membunyikan alarm kebakaran " ucap agen no 3 sambil berlindung di tembok


*******


"Kenapa jadi kacau begini " ucap Philip


---Flashback---


Ruang rapat rumah Yorgi dimana kelima pembunuh bersama dengan Yorgi dan Philip berkumpul.


"Jadi rencana kita, pasukan NOZ masuk secara perlahan dan membunuh beberapa penjaga dan pengawal pribadi dengan menggunakan peredam. Don Larry, setelah semua orang masuk, kau naiklah ke tembok kiri untuk berjaga apabila ada yang lolos " jelas Yorgi


"Untuk para pengawal atau CIA yang berada di dalam, Rinko akan meracuni mereka. Jika masih ada yang selamat, tugas Dasan dan Yoshinori untuk menghabisi sisanya, aku akan mengawasi dan menunggu di ruang pengawas " tambah Philip


"Ketika semua orang ketakutan, mereka akan menawan semua tamu di sana. Philip akan datang seperti pemimpin pasukan itu dan merampas semua harta. Memanggil Luke Vargas, senator dan beberapa orang dan memaksa mereka menandatangani dokumen penyerahan harta dan wilayah mereka, termasuk diriku. James, kau buatlah bom dengan ledakan kecil untuk mengancam target kita " sambung Yorgi


"Licik sekali, jadi dengan begitu kau hanya akan dikira sebagai korban " ucap Rinko


---saat ini---


Philip melihat raut wajah tersenyum agen no 1 dibalik lakban di mulutnya. Hal itu membuatnya kesal hingga Philip mendekatkan wajahnya kepada agen no 1.


"Jadi kau yang membocorkan kedatangan pasukan NOZ "ucap Philip,


kemudian dia mengarahkan wajah agen no 1 ke layar yang menampilkan gambar halaman depan wallin palace, di sana terlihat sebuah mobil yang dikenali agen no 1.


"perhatikan mainan mobil itu ! " ucap Philip, kemudian dia menekan detonator di tangannya


"Buuum " suara ledakan besar hingga membuat mobil tempat agen no 2 berada itu melambung hingga 3 meter.


Melihat itu, agen no 1 berontak berusaha membebaskan diri dari ikatannya. Philip tertawa dihadapan agen no 1, tatapan kebencian pun diarahkan kepada Philip oleh agen no 1.


"Apa? mau balas dendam?" tanya Philip dengan angkuh


"dor" suara tembakan dari sebuah pistol di tangan Philip tepat diantara dua mata agen no 1 mengakhiri hidupnya.


"Aku akan ikut main sekarang, James beritahu yang lain " ucap Philip


Di tempat lain, ledakan itu membuat pasukan NOZ yang berada di depan gedung terkejut. Seketika perhatian mereka teralihkan oleh ledakan mobil di belakang mereka.


"Tretetet...tretetet" tembakan balasan dari anggota CIA yang berlindung di pintu depan menembaki pasukan NOZ. Beberapa dari pasukan itu terkena tembakan, dan yang lainnya berlindung di balik mobil mereka.


Melihat pasukan NOZ berlindung, anggota CIA tidak mau menyia-nyiakan kesempan. Tiga orang anggota CIA terus menembaki pasukan NOZ, 2 orang lainnya membantu para tamu keluar melewati pintu depan itu dan membawa mereka keluar kearah kanan gedung menuju parkiran belakang .


"Dar..sreksrek..dar" dua kali tembakan berasal dari senjata sniper seorang bernama Don Larry yang berada atas tembok samping kiri wallin palace. Tembakan itu menghabisi anggota CIA yang menembaki pasukan NOZ di depan pintu masuk. Begitu hendak melakukan tembakan ketiga, targetnya menghilang. Anggota CIA itu kembali mundur untuk berlindung.


"Sayang sekali lolos satu ekor " ucap Don Larry


*******


Di ruang pesta, agen no 3 bersama dengan beberapa anggota CIA dan pengawal pribadi masih adu tembak menghalau NOZ. Bahkan sekarang Jack, Ken dan Riyan juga ikut membantu bertahan menggunakan pistol yang diberikan sebelumnya.


"Sial, ini tidak seperti yang aku rencanakan " gumam Riyan


Rencana Riyan adalah dia menyuruh Ken dan Jack membawa Luke berlindung ke ruang peralatan kebersihan yang ada di ruang tengah, kemudian mengunci mereka di sana dan menghabisi seluruh pasukan NOZ yang diperkirakan berjumlah 10 orang dalam waktu kurang dari semenit.


Ditengah kekacauan itu, beberapa anak buah Yorgi termasuk Rinko, meminta Luke dan senator bersama beberapa orang kaya yang gagal diculik Philip untuk berlindung ke lantai atas.


Jack yang melihat Luke dibawa naik ke lantai atas, menyuruh Riyan dan Ken mengikuti Luke dan pergi ke lantai atas. Mereka berdua segera pergi ke lantai atas, namun di tengah tangga Yoshinori menghalangi mereka dengan katana ditangannya.


"Ken, kau duluan saja, aku akan menahan orang ini " ucap Riyan


Yoshinori menggerakkan pedangnya secara perlahan, kemudian gerakan perlahan itu berubah menjadi tebasan yang sangat cepat ke arah Riyan.


Riyan menahan tebasan itu dengan kedua telapak tangannya, dia menangkap katana Yoshinori seperti menepuk seekor nyamuk. Gerakan itu bisa menahan Yoshinori hingga Ken bisa meraih pintu dan masuk ke ruang utama lantai dua.


Yoshinori berusaha melepaskan katana miliknya dari tangan Riyan dengan menendangnya. Karena kesal Ken bisa melewatinya, Yoshinori menyerang Riyan dengan tebasan berkali-kali yang sangat cepat. Tetapi Riyan selalu bisa menghindari tebasan itu dan melakukan serangan balik.


"Selain masterku, tidak ada orang yang bisa menghindari tebasan 7 unsur milikku, kau bukan orang biasa " ucap Yoshinori


"Kalau bisa dilihat, serangan seperti apapun bisa dihindari kan " ucap Riyan


"Bisa dilihat ya? kalau begitu, cobalah melihat serangan ku kali ini " ucap Yoshinori


Sementara itu, Ken berhasil masuk ke ruanh utama lantai dua. Di ruangan itu dia kaget melihat semua tokoh terkenal menjadi sandera. Rinko, Dasan, Philip, Yorgi dan James masing-masing menodongkan sebuah senjata api ke kepala setiap orang kaya dan berkuasa yang terikat pada kursi termasuk senator.