NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 7 Pilihan dan Keputusan



*Di sekolah*


Suara Bel terdengar memenuhi sekolah membuat para siswa bergegas memasuki kelas masing-masing. Benny hanya bisa tertunduk dan diam saat Riyan melewatinya.


Tidak berapa lama kemudian guru datang,


Kelas-kelas riuh oleh suara para siswa yang mengucapkan selamat pagi kepada guru mereka, dan akhirnya pelajaran dimulai.


Dengan tangan menopang dagu dan mata menatap kearah lapangan sekolah, Riyan melihat banyak siswa yang berlatih untuk liga antar pelajar tersebut. Hal itu membuatnya berkata dalam hatinya


"Huuuh sebenarnya aku malas sekali ikut liga itu..mereka berlatih karena ingin menang, kalau sudah tau akan menang lalu dimana menariknya suatu perlombaan"


Tapi dia tetap akan mengikuti liga itu untuk memenuhi keinginan adik dan Neneknya, sekaligus membuat bangga Almarhum kedua orangtuanya.


Jam istirahat Riyan berjalan menuju kantor guru untuk menemui Pak Wira dan memberitahukan keputusannya mengikuti Liga itu bulan depan, namun hal tidak terduga terjadi di kantor guru saat dia tiba di sana.


Bu shinta yang merupakan guru Biologi berumur 29 Tahun juga menginginkan Riyan sebagai perwakilan liga olimpiade dalam pelajaran Biologi, begitu juga dengan guru Matematika Bu Rina dan kimia pak Sulis.


Hal itu wajar jika Riyan jadi rebutan, karena pelajaran yang dimenangkan oleh siswa di liga akan mencerminkan bahwa guru tersebut sukses mengajar muridnya.


Perdebatan ini akhirnya membawa keempat guru tersebut ke ruang kepala sekolah untuk mengambil keputusan, berbagai argumen dari para guru memenuhi ruangan kepala sekolah.


akhirnya kepala sekolah angkat bicara.


"Pa Wira sudah mengajukan Riyan pertama kali, apa Bu Rina, Bu Shinta dan Pak Sulis tidak ada calon lain? " tanya kepala sekolah


"Sebenarnya ada, tapi tidak sebagus Riyan" kata mereka.


"Jadi begitu...karena nilai Riyan sempurna seluruhnya sebaiknya jika kita serahkan kepadanya untuk memilih mewakili mata pelajaran apa" usul kepala sekolah.


Para guru akhirnya setuju untuk menyerahkan keputusannya kepada Riyan dan harus menerima apapun keputusannya. Riyan kemudian dipanggil ke Ruangan Kepala Sekolah.Setelah mengetahui perkaranya, hal ini malah membuat Riyan bingung.


"Apa tidak bisa aku ikut semua mata pelajaran itu?" tanya Riyan kepada para guru dan kepala sekolah yang ada diruangan itu.


"Tidak bisa, masalahnya adalah waktu pelaksanaan yang bersamaan dan tempatnya yang juga berbeda sehingga tidak mungkin satu orang bisa ikut lomba lain" jawab Bu Shinta


"Mau bagaimana lagi, itu memang strategi pemerintah agar satu anak fokus pada satu pelajaran, karena pada dasarnya memang tidak mungkin satu orang ahli dalam semua hal kan" Tambah kepala sekolah.


"Jadi mata pelajaran apa yang akan kau wakilkan Riyan? " Tanya Bu Rina


Setelah beberapa menit akhirnya Riyan memberikan keputusannya.


"Kalau begitu saya akan ikut liga pelajaran fisika" jawab Riyan


"Baiklah, pak Wira tolong bimbing dan latih Riyan ya pak!" pinta kepala sekolah


"Baik pak akan saya lakukan" sahut Pak Wira


"Semua hal yang pertama kali dilakukan memang selalu sulit dan mendebarkan, tapi Bapak akan membantumu sebisa mungkin" kata pak Wira kepada Riyan


"Terima kasih pak" ucap Riyan, diapun kemudian pamit meninggalkan ruang kepala Sekolah.


"Masalah ini sudah selesai, sekarang persiapkan calon peserta kalian untuk menghadapi Liga Olimpiade dan Olahraga pelajar " kata kepala sekolah.


Para guru pun pergi meninggalkan ruangan itu. Riyan masih tidak enak dengan guru-guru yang lain dan masih memikirkannya. Ditengah lamunannya dia menabrak seorang Siswi dengan Rambut sebahu berwajah oriental berkulit putih.


"Maaf " ucap Riyan.


"Tidak apa-apa " gadis itu langsung meninggalkan Riyan.


"Siapa dia?gadis cantik yang manis, gara-gara dulu sering disuruh-suruh aku tidak pernah memperhatikan para gadis" pikir Riyan.


Diapun melanjutkan pergi ke kantin dan teringat latihan harian yang diberikan Alpha.


"Alpha perlihatkan latihan harian ku !"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Lari 50 Km


Push up 1000 kali √


Sit Up 1000 kali √


Skipping 1000 kali √


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Untuk hari ini harusnya tersisa Lari 20 km lagi, karena tadi pagi aku sudah berlari di taman ditambah ke sekolah. Kalau begitu aku pulang dengan lari saja. Sebaiknya lewat jalur belakang melewati hutan supaya agak jauh " kata Riyan


Siang itu Lapangan olahraga sekolah ramai dengan siswa-siswi yang berlatih untuk berpartisipasi dalam liga, sepak bola, basket dan voli.


Riyan berjalan menuju jalur belakang sekolah untuk memulai berlari menyelesaikan latihan hariannya. Melewati hutan dengan pepohonan di kanan kiri yang membuat jalanan menjadi teduh dari teriknya matahari.


Dia memperlambat larinya untuk menikmati sekitar, dari kejauhan suara teriakan penyemangat dari arah depan terdengar keras diikuti beberapa orang dibelakangnya.


Gambar kepala macan berwarna putih dalam lingkaran berwarna biru terlihat jelas dibelakang Pakaian Silat Hitam yang dikenakan orang-orang yang berlari di depan Riyan. Mereka adalah murid-murid perguruan silat Macan Putih dari SMK yang berada di sebelah utara Kota ini.


Riyan hanya berlari melewati mereka, "mungkin mereka siswa yang sedang latihan untuk mengikuti liga olahraga pelajar" pikirnya.


Dengan berlari disini udara yang dihirup bagus untuk tubuh, tidak banyak di kota ini yang ada hutan luas dan bukit jaman sekarang. Daerah ini salah satunya yang masih memiliki Hutan dan Gunung yang asli, membuat tempat ini cocok untuk latihan beladiri. Hanya saja sangat disayangkan SMA Fajar Harapan tidak memiliki ekskul Silat.


"Aku pulaang " teriak Rian sesampainya di rumah. Riyan masuk dan tidak ada siapapun di rumah, diapun menuju kamarnya mengambil handuk bersiap mandi, ketika menuju kamar mandi terlihat pintu kamar Neneknya yang sedikit terbuka membuatnya penasaran.


Riyan melihat neneknya duduk dengan wajah terlihat bingung sedang memegang sebuah amplop berisi sedikit uang, diapun masuk menghampiri neneknya itu.


"Ada apa nek? " tanya Riyan


"Ah..Riyan..nenek tidak mendengar kamu datang " kata nenek


"Iya..nenek belum jawab, nenek kenapa? " Riyan kembali bertanya.


"Nenek bingung, uang simpanan nenek tinggal sedikit yan, nenek juga sudah tidak bisa menjahit lagi dengan mata tua seperti begini. Bagaimana bayar listrik dan lainnya?andai saja nenek masih muda jadi bisa cari kerja" ucap Nenek


"Yasudah...kau mandi dulu sana! jangan beritahu Mila tentang ini ya! " kata nenek


"Baik nek " Riyan pun pergi mandi dan tidak lama kemudian Mila pulang.


"Tapi bagaimana caranya anak SMA mendapatkan uang, kalau juara liga memang bisa mendapatkan uang tapi bagaimana selanjutnya nanti" pikir Riyan di atas tempat tidurnya sambil memandang langit-langit kamarnya.


"Lebih baik tidur dulu, besok kan libur jadi ku coba cari kerjaan saja "


Pagi hari minggu setelah selesai mengerjakan latihan hariannya di taman Riyan memutuskan pergi ke beberapa toko dan rumah makan untuk mencari pekerjaan. karena menurutnya yang cocok untuk anak SMA adalah kerja lepas ataupun part time.


Hari sudah mulai senja, terik matahari sudah berubah menjadi redup namun Riyan tidak mendapatkan kerjaan satupun, akhirnya dia kembali dan duduk dikursi taman karena lelah.


[Pemulihan tenaga fisik dilakukan]


"Bahkan aku tidak bisa menikmati lelahku " ucap Riyan


[Apa anda ingin membatalkan pemulihan otomatis]


"Tidak, itu akan merepotkan jika aku terluka tanpa sengaja atau diserang mendadak " kata Riyan


[Dengan kemampuan beladiri anda, saya rasa itu mustahil]


Mendengar kata-kata Aplha, Riyan pun terpikirkan satu Ide.


" Alpha, bagaimana kalau aku ikut tinju saja "


[apa anda ingin mencari uang lewat bertarung]


"Ya..kau benar " jawab Riyan menggenggam kepalan tangan kanannya dengan tangan kiri di depan dadanya.


[saya sudah memindai kota ini dan tidak ada sasana tinju di kota ini]


"Aku juga tidak pernah dengar ada sasana tinju disini, bagaimana kalau kota Sebelah" ucap Riyan


[ada beberapa di kota sebelah]


Kemudian hologram peta muncul dengan 4 titik merah dengan jarak yang sangat jauh.


"Apa kita perlu ke sana, tapi itu sangat jauh. Sepertinya harus mengurungkan niat " kata Riyan


"Lagipula hari ini sudah seharian diluar, nenek dan mila pasti khawatir, mungkin nanti saja ke sana" pikir Riyan


"Alpha, hilangkan peta ini, kita pergi nanti kalau ada waktu saja"


[Baik Tuan]


Hologram peta pun menghilang dan Riyan pulang tanpa membawa kabar apapun.


"Aku pulaang " ucap Riyan


"Kakak kemana saja seharian ini, biasanya kalau hari minggu kakak hibernasi seharian di kamar kan " sahut Mila


"Kakak habis jalan-jalan, nenek mana? " tanya Riyan


"Tadi keluar katanya mau beli Tepung atau apa ya..lupa" jawab Mila


"Kamu sedang nonton apa? " tanya Riyan


"Chronicle kak" jawab Mila


"Apa itu?" tanya Riyan lagi


"Ini Film jadul, tentang orang yang punya kekuatan telekinesis " jawab Mila lagi


"Owh yasudah selamat menonton, kakak lelah sekali mau istirahat dulu, jangan ganggu ya" kata Riyan.


"Akan aneh jika bilang tidak lelah setelah pergi seharian" pikirnya.


Dikamar Riyan terpikirkan kemampuan di film yang dibicarakan Mila.


"Alpha, apa aku bisa mempelajari telekinesis?"


[saya tidak memiliki data mengenai kekuatan itu Tuan]


[ Menurut informasi, dengan latihan konsentrasi yang cukup rumit, seseorang disebut mampu membangkitkan kekuatan itu, mulai dari menggerakkan hal-hal yang kecil seperti atom]


"Jadi aku harus benar-benar melatihnya dari awal kalau menginginkan hal itu" kata Riyan


[Namun tidak pernah ada catatan orang berhasil membangkitkan kemampuan ini dengan berlatih]


"Jadi itu hanya fiksi ya, sayang sekali, akan keren kalau bisa menggerakkan benda tanpa menyentuhnya " ucap Riyan sambil berbaring dikasurnya dan terpikir kalau dia bisa membentuk nano material yang secara tidak langsung itu adalah materi dasar seperti atom.


"Alpha, aku bisa membentuk nano material artinya aku bisa menggerakkannya kan" kata Riyan.


[Anda bisa menggerakkan nano material karena inti nano yang disuntikkan kedalam tubuh anda]


[Anda bisa bebas membentuknya dengan pikiran namun tidak bisa menggerakknya apabila sudah terlepas dari tubuh anda]


"Tetap tidak bisa menggerakkan dari jauh ya "


[Anda bisa melakukannya dengan nano material yang berada di luar tubuh anda]


Alpha pun menjelaskan pada dasarnya nano material tidak bisa menyatu dengan tubuh manusia sehingga hanya bisa dibuat berupa benda dan tidak bisa dirubah ke benda lain.


Untuk menyatukan nano material dengan manusia diperlukan Nano System yang tertanam di otak manusia tersebut(dalam kasus Riyan itu adalah Alpha).Nano System yang ada di tubuh Riyan merupakan hasil penelitian dari Dr.Albert yang rumusnya hanya diketahui oleh beliau.


"Kalau begitu aku bisa menggerakkan nano material dengan adanya kamu" kata Riyan


[Benar, tapi saya harus melakukan penyesuaian kepada nano material yang bukan berasal dari inti nano di tubuh anda]


"Sepertinya menarik, dan senjata nano hanya dimiliki NOZ, apa akhirnya aku akan berurusan dengan mereka" pikir Riyan