
"tretetetet..tretetet" Ken yang baru saja melihat aksi penodongan masal itu, segera ditembaki oleh Yorgi dan yang lainnya. Ken terpaksa harus berlari sambil menunduk kemudian bersembunyi dibalik tiang besar di tengah ruangan utama itu.
"KEN" Teriak Luke
Yorgi dan anak buahnya menurunkan senjata api yang mereka todongkan kepada senator dan yang lainnya. Sekarang senjata api menjadi penghias yang tergantung di tubuh Yorgi dan anak buahnya.
"kupikir siapa yang akan masuk, ternyata pengawal dari rivalku Luke Vargas yang hebat " ucap Yorgi
"Sebaiknya kau lepaskan mereka, para pengawal dan CIA yang ada dibawah akan segera menangkap mu " teriak Ken dari balik tiang
"Menangkap ku ? siapa yang akan menangkap ku ? bahkan pasukan dibawah sana tidak akan bisa mengatasi pasukan NOZ. Selain itu, aku akan diberitakan sebagai korban perampokan, sama dengan orang-orang bodoh ini. Jadi tidak ada alasan untuk menangkap ku " ucap Yorgi
Kenyataannya memang saat ini CIA dan para pengawal sudah mulai kehabisan amunisi. Mereka tidak akan bertahan lebih lama lagi untuk menghadapi pasukan NOZ.
Agen no 3 membuka pintu berpita yang belum dipotong senator, dia memutuskan mengamankan tamu yang masih terjebak disana dengan membawa mereka keruangan dibalik pintu itu. Itu adalah ruang kasino besar yang dilengkapi dengan peralatan judi, segera semua orang dibawa kesana.
"Tretetetet" tiang tempat Ken bersembunyi kembali di tembaki oleh James. Serpihan dari tiang beton itu berhamburan akibat hantaman peluru senjata api.
Ken kebingungan menghadapi situasi dihadapannya. Dia mengeluarkan amunisi dari pistolnya untuk melihat jumlah sisa peluru yang ada. Hanya ada sedikit peluru yang tersisa, sedang katana miliknya tertinggal di kursi belakang mobil.
"Keluarlah, atau tuan mu akan ku tembak " teriak Yorgi kepada Ken
Yorgi memberikan isyarat kepada Rinko dan Dasan, kedua orang itu kemudian melepaskan ikatan para tawanan di sana dari kursi mereka. Kecuali Luke dan Senator Joseph, semua orang kaya penguasa kasino yang menjadi tawanan dibawa oleh Rinko dan Dasan masuk kedalam kantor Yorgi.
"Kau beruntung waktu terakhir kali kita bertemu di kereta api cepat, tapi kurasa sekarang keberuntungan mu sudah habis " ucap kepada Luke
Dengan senjata api yang mengarah kepada mereka, Luke dan senator Joseph hanya bisa mengikuti perkataan para penjahat itu.
Ken semakin merasa tidak tau apa yang harus dia lakukan. Dengan situasi terpojok seperti itu, dimana dia tidak bisa lari dan sekarang ditambah dengan ancaman dari Yorgi yang akan membunuh orang yang sudah merawat dan menyelamatkan hidupnya.
Saat itu situasinya Luke berada dibawah ancaman todongan senjata Philip, dan senator Joseph ditodong oleh James dengan jarak dekat.
"Keluarlah ! Akan ku hitung sampai tiga. Jika tidak keluar, aku akan membunuh majikan mu " ucap Yorgi
Ken terpaksa keluar dari balik tiang besar itu dengan mengangkat kedua tangannya. Kemudian menjatuhkan pistol ditangannya atas perintah dari Yorgi. Disaat itu Luke ingin menuntaskan rasa penasarannya dan menanyakan beberapa hal kepada Yorgi.
"Aku bisa mengerti jika kau mengincar ku? tapi kenapa kau juga mengincar senator Joseph ? " tanya Luke
"Siapa yang mengatakan aku mengincarnya ? " Balas Yorgi
"Lalu kenapa kau mengundang ku jika tidak mengincar ku ? " Teriak senator Joseph
"Karena kalian segera mati, aku akan mengatakan jawabannya. Itu karena seseorang dari NOZ ingin menggantikan posisimu " jawab Yorgi
James sedikit maju dan mengacungkan senjata kearah Ken dengan keinginan membunuhnya, namun Yorgi menghalau senjata itu dan meminta James untuk menahan tembakannya.
"Luke Vargas temanku, tandatangani dokumen itu dan mungkin aku akan membiarkan pengawal mu hidup" ucap Yorgi berjalan kearah Ken, sehingga sekarang dia berada di antara Ken dan Luke.
Philip mendorong Luke dari belakang menggunakan moncong senjata apinya. Akan tetapi Luke tetap tidak melangkahkan kakinya.
"Apa kau pikir aku bodoh ? Walau ku tandatangani sekalipun, kau pasti akan membunuh kami semua " jawab Luke
"hahaha...kau hebat " balas Yorgi
James mundur kembali untuk menjaga senator. Namun satu hal kejadian yang tidak di sangka oleh Yorgi dan anak buahnya, Senator Joseph tiba-tiba memukul wajah James dan merebut senjata miliknya dengan sangat sigap.
James adalah seorang pembunuh pengguna bom yang tidak punya kemampuan beladiri. Sehingga dapat dengan mudah merebut senjata api darinya. Dengan senjata itu, senator Joseph menembak James beberapa kali hingga tewas.
"Tar..tar..tar"
Seketika itu perhatian Yorgi dan Philip teralihkan kepada senator Joseph. Tembakan dari senator Joseph berlanjut menembaki Philip. Meskipun Philip sempat menghindar dan bersembunyi, tembakan itu membuat Luke terbebas dari ancaman Philip.
Sedang Yorgi yang ingin menembak senator Joseph, sempat di terjang oleh Ken sebelum sempat melakukannya. Terjangan dari Ken membuat senjata api milik Ken terlepas, terjadilah baku hantam antara keduanya.
"Tuan cepat pergi !" ucap Ken kepada Luke
Melihat pintu kantor Yorgi terbuka, Rinko dan Dasan muncul. Ken dengan refleknya langsung berguling salto menuju tiang terdekat untuk berlindung. Benar saja, rentetan tembakan segera menuju Ken dan salah satu peluru membuatnya terluka pada bagian bahu kiri.
Ken memegang lukanya, menekannya, berusaha meringankan pendarahan sambil menahan rasa sakitnya.
Luke Vargas berlari ke balik tiang besar bersama senator Joseph, mereka masih saling adu tembak dengan Philip. Yorgi kembali berdiri dan bergerak mendekati Dasan ditengah tembakan senator.
"Jleb" tiba-tiba sebuah jarum menancap di leher senator Joseph ketika berusaha menembak Yorgi. Itu adalah jarum beracun milik Rinko yang ditembakkannya dengan sebuah sumpit.
Senator Joseph bersandar pada tiang besar tempat dia berlindung. Seketika keringat dingin mengucur dari leher dan wajah Senator Joseph, tubuhnya lemah dan tidak mampu berdiri.
"Senator, bertahanlah" ucap Luke
Luke Vargas mengambil senjata dari tangan senator, dan menembak kearah Philip. Dia terus menembak hingga peluru di senjata yang berada di tangan Luke habis. Sedang Yorgi, Rinko dan Dasan masuk kedalam kantor Yorgi.
"Tretetet...tretetet" Keluar sedikit saja dari balik tiang, Philip menghujani mereka dengan tembakan.
"Ken..kita harus membawa senator keluar dari sini " teriak Luke
"Bagaimana caranya " teriak Ken
"Entahlah" jawab Luke
Kemudian listrik di wallin palace padam dan membuat semua lampu menjadi mati. Seketika bangunan itu gelap total, hanya percikan api dari ujung senjata yang terlihat.
Seluruh orang menjadi panik, kedua belah pihak mengira itu adalah perbuatan lawannya.
"Ada apa lagi ini? Rencananya jadi kacau sekali. Tapi kegelapan ini, akan jadi panggung permainan Yoshinori " gumam Philip tersenyum
--15 menit sebelumnya--
Di tangga menuju lantai 2, Riyan sedang menghadapi Yoshinori.
"Selain masterku, tidak ada orang yang bisa menghindari tebasan 7 unsur milikku, kau bukan orang biasa " ucap Yoshinori
"Kalau bisa dilihat, serangan seperti apapun bisa dihindari kan " ucap Riyan
"Bisa dilihat ya? kalau begitu, cobalah melihat serangan ku kali ini " ucap Yoshinori
Yoshinori memundurkan kaki kanannya dan mengangkat pedangnya ke atas kepala. Dia mengarahkan ujung katana yang tajam kearah Riyan, seakan ingin menusuk dengan sekuat tenaga.
"Apa dia akan menusukku " pikir Riyan
“HIYAAA!!”
Dorongan kuat dari kaki kanan Yoshinori membuatnya tiba dihadapan Riyan dengan cepat.
"Slash" serangan tusukan yang diperkirakan oleh Riyan ternyata adalah sebuah sabetan.
Menghadapi tebasan diagonal seperti itu membuat Riyan terpaksa melompat mundur untuk menghindarinya.
Serangan Yoshinori tidak berhenti sampai disitu, dia berulang kali berusaha menebas Riyan. Katana milik Yoshinori itu sering kali berpindah tangan melintasi belakangnya, sehingga menyulitkan Riyan melihat ditangan mana katana itu akan berada.
"Cara bertarungmu menarik" ucap Riyan
"Kali ini akan ku tebas kepalamu " ucap Yoshinori dengan kuda-kuda seperti sebelumnya.
Tiba-tiba suara tembakan senjata api kembali terdengar untuk yang ketiga kalinya dari balik pintu lantai dua.
"Maaf, tapi aku tidak punya waktu lebih lama" ucap Riyan
Riyan membuat dua katana pendek di kedua tangannya. Yoshinori mengira katana itu disembunyikan dibalik lengan tuksedo Riyan.
Kali ini Riyan menggunakan tekhnik silat sundang majapahit yaitu jurus sundang laut, jurus yang digunakan untuk penaklukan tunggal. Dengan posisi tangan kiri lurus kedepan sebagai perisai, diikuti tangan kanan di depan dada sebagai eksekutor.
Seperti sebelumnya, Yoshinori memulai serangannya dengan gerakan dorongan kuat dari kaki kanan untuk muncul dihadapan Riyan.
"Wosh" Yoshinori memulai serangannya kembali.
Akan tetapi selangkah sebelum sampai kedepan Riyan, Yoshinori malah mundur menjauh.
"Ada apa? " ucap Riyan
Keringat keluar dari wajah ketakutan Yoshinori.
"Dia berbahaya, sangat berbahaya. Aku seperti melihat dewa kematian sedetik lalu. Aku harus pergi dari sini " ucap Yoshinori dalam hati
Yoshi berniat mengambil 3 buah bom asap dari kantong bajunya. Belum sempat mengambil bom itu, katana dari tangan kiri Riyan sudah berada sangat dekat dengan leher Yoshinori.
"Klink" reflek Yoshi yang sudah terlatih membuatnya bisa menahan tebasan itu dengan pedangnya.
"Sreet" tebasan dari katana di tangan kanan Riyan menyobek perut Yoshi.
"Aaargh" teriakan kesakitan keluar dari mulut seorang pembunuh bayaran
Dengan ramainya suara adu tembak di lantai satu, teriakan Yoshinori seolah hanya seperti angin lalu bagi mereka.
Riyan melanjutkan serangannya, menebas dan menusuk paha Yoshi kanan kiri sehingga dia tidak bisa menjauh. Yohsi mencoba membalas dengan mengangkat katana panjangnya mencoba menusuk Riyan.
"Sreet...sret..sret" tebasan beruntun ke tangan dan badan Yoshi memutuskan urat tendonnya hingga sama sekali membuatnya tidak berdaya sampai menjatuhkan pedangnya.
"Sreet..sreet...Jleb" dua kali sayatan di dada dan tusukan ke leher Yoshi mengakhiri hidupnya.
"Bakemon" ucap Yoshi sebelum tewas, yang artinya monster dalam bahasa jepang
Darah membasahi lantai tangga itu, menambah warna aslinya yang berwarna biru menjadi merah.
Riyan melihat CIA dan pengawal mulai panik kehabisan amunisi. Dia ingin membantu tapi tanpa armor hitamnya, akan sedikit sulit mengalahkan semua pasukan NOZ itu.
"Andai aku bisa tidak terlihat " gumam Riyan
Tiba-tiba pikirannya terbuka, dia menemukan ide lain untuk menghabisi pasukan NOZ tanpa ada yang tau identitasnya.
"Alpha, tunjukkan panel listrik bangunan ini? " pinta Riyan
[Ruang kasino lantai 1 sebelah kiri, dibawah anda]
Riyan kemudian turun dan menuju ruangan panel listrik wallin pallace sesuai arahan Alpha. Disana Riyan mematikan semua aliran Listrik bangunan wallin palace, hingga membuat semua lampu padam.
"Alpha, bisakah nanti kau nyalakan sekitar 15 menit lagi? " tanya Riyan
[baiklah]
Riyan mengaktifkan pedang oriental dan armor hitamnya, serta meminta Alpha untuk memasang night vision pada armor bagian mata di kepala. Di aula kasino lantai satu, handphone dari para tamu menjadi satu-satunya sumber cahaya.
"Sekarang perampokan ini malah terlihat seperti sebuah konser " ucap Riyan
Riyan dengan cepat menuju ruang tengah lantai satu dimana suara tembakan tidak pernah berhenti terdengar.
"Sekarang yang mana dulu harus kita bereskan ? " ucap Riyan
Riyan memutuskan mengamankan tuan Luke terlebih dahulu, karena itu Riyan langsung melompat ke lantai dua.
"kreeek" pintu masuk ruang utama lantai dua berbunyi.
Di dalam kegelapan itu, semua orang menjadi waspada dan berdiam diri tanpa suara. Riyan dengan night vision nya mendekat ke arah Philip.
"Yoshinori" teriak Philip
"Kenapa kau mencarinya " ucap Riyan dari samping Philip membuatnya kaget dan menembak seketika.
"Tretetet...tretetet" Philip langsung menembaki Riyan yang ada di sampingnya.
percikan cahaya dari senjata api Philip menampakkan sosok hitam yang pernah dilawannya saat di kereta api cepat.
"Klink..klink...klink" peluru berjatuhan kelantai karena tidak berhasil menembus armor hitam Riyan.
"kkkkaaauuu" ucap Philip gemetar
Philip sangat ketakutan saat itu, dia mencoba melarikan diri dari Riyan dalam gelap seolah dikejar oleh dewa kematian.
"Brunk" philip menabrak sesuatu, dia mengambil handphonenya sebagai senter. Ternyata yang ditabraknya adalah sosok Riyan dengan armor hitam.
"Slaash" "Jleb" sekali ayunan pedang oriental secara diagonal yang diakhiri dengan tusukan ke jantung membuat Philip terbunuh.
Riyan mengambil wechas senjata tombak miliknya, kemudian menyimpannya. Dia melihat Luke dan Ken dengan menggunakan night vision sedang bersembunyi di balik tiang besar. Disebelah Luke terdapat senator yang terkena racun sedang sekarat.
"kalian tunggulah disini sebentar lagi " kata Riyan dalam hati kemudian meninggalkan ruangan itu.
Sementara itu, agen 03 dan Jack masih bertahan di ruang tengah. Meskipun suara senjata api berhenti perlahan, mereka masih siaga dan meminta prajurit lain juga seperti itu.
"tingkatkan kemampuan maksimal " ucap Riyan
Dengan katana pendek di tangan kiri dan pedang oriental di tangan kanan. Riyan menerobos ke tengah lorong dimana pasukan NOZ berada, ditengah-tengah mereka Riyan mulai melakukan aksinya.
"slash..slash"
"aaaarg"
Sabetan pedang dan suara teriakan pasukan NOZ beriringan terdengar. Pasukan yang lain tidak berani menembak karena takut terkena teman sendiri. Perlahan Riyan mendekati satu persatu dari mereka dan menghabisinya.
Semenit kemudian beberapa pasukan NOZ masuk dari pintu belakang membawa beberapa senter terpasang di ujung senjata mereka. Akan tetapi itu tidak begitu membantu dalam menghadapi Riyan yang sudah meningkatkan kemampuannya.
Setiap kali Riyan berhasil membunuh lawannya, dia menghilang ketika disorot oleh senter musuh. Hanya dalam waktu 5 menit, lorong bagian belakang sudah bersih.
Sementara itu diluar gedung, pasukan NOZ yang melihat lampu seluruh gedung padam bersiap memeriksa dan melihat apa yang terjadi di dalam sana.