
"Klink...klink"
"Boom"
Dentingan hantaman pedang dan pisau beradu milik Riyan dan Wanita pengawal itu mengisi suara pada lantai dasar yang sudah berantakan, sinar laser yang terbang kesana kemari menghancurkan dinding, lantai dan benda apapun yang dikenainya.
"Wanitamu itu boleh juga" ucap Afri menyaksikan pertarungan di depannya
"Namanya Ratih, dia memang seorang petarung yang tangguh. Dia bisa mengalahkan 20 orang pengawal dengan pisaunya" balas pemuda itu
Melihat pertarungan yang memunculkan sinar laser itu, Afri dan putra dari Tadoki pun memustuskan kembali kedalam ruangan untuk berlindung dan menyaksikan pertarungan itu dari cctv.
"aku tau semua gerakan silatmu itu, dari mana kau mempelajari silat itu?" ucap Ratih penasaran
"untuk apa aku memberitahumu" sahut Riyan yang kemudian terus melancarkan serangannya
[Tuan kalau anda terus menggunakan beam attack, bangunan ini mungkin akan runtuh]
"Kalau begitu 'Oriental Sword' " ucap Riyan
Pedang oriental pun kembali seperti semula. Dengan kemampuan yang sama-sama menggunakan jurus silat Sundang Majapahit, mereka bertarung imbang.
"Aku tidak menyangka kalau dia bahkan sampai menguasai sundang laut dan angin, ku pikir orang yang menguasai silat ini hanya tersisa kami bertiga" pikir Ratih
"Klink"
"Klink"
Beberapa kali Ratih menebas tubuh dan leher Riyan, serangan itu hanya membuat goresan dan beberapa kerusakan pada armor hitam Riyan. Sedang Ratih harus susah payah bertahan dengan jurus silat sundang gunungnya.
[Perbaikan dilakukan]
Armor hitam Riyan kembali seperti semula, goresan dan kerusakan yang disebabkan oleh pertarungan sebelumnya hilang seketika. Ratih yang melihat hal itu menjadi bingung untuk mengalahkan Riyan dan armor hitamnya.
Keunggulan Riyan ada pada armor hitam yang terbuat dari baja material nano dan stamina yang tidak terbatas karena pemulihan material nano.
Pertarungan terus berlanjut hingga 15 menit, kelelahan terlihat jelas pada wanita berambut pendek itu. Afri dan anak dari Tadoki mulai cemas, dan berfikir untuk melarikan diri.
"Sebaiknya kita kabur selagi orang berpakaian hitam itu sibuk bertarung dengan Ratna!" ucap Afri
Mereka berdua keluar dari ruangan tersebut dan kembali ke tempat pertarungan Riyan dan Ratih. Saat itu Riyan dan Ratih masih terus saling menyerang dan bertahan.
"Kau pergi saja, aku akan membantu Ratih" balas anak dari Tadoki
Serangan yang datang secara tiba-tiba oleh tuan muda Kurassha itu memisahkan keduanya dan membuat Riyan menjauh.
"Tuan. Saya bisa menanganinya seorang diri, anda silahkan pergi dengan Afri" ucap Ratih
"Aku juga ingin sedikit bersenang-senang" balas pemuda itu sambil melepaskan jas yang dikenakannya, kemudian melepas dua kancing yang berada paling atas dan menggulung lengan bajunya.
Disaat yang sama, Afri berlari menuju pintu keluar diskotik. Riyan yang melihat Afri dengan cepat mengejarnya, namun kecepatan Ratih yang menggunakan sundang angin dapat mengimbangi Riyan dan menahannya.
Riyan terpaksa harus melawan Ratih terlebih dahulu, Riyan menggunakan nano material untuk membuat kunai dan mencoba melemparkan ke arah kaki Afri agar tidak bisa lari.
"Wussh"
Tiba-tiba tebasan sebuah katana panjang hampir memotong lengan Riyan yang ingin melemparkan kunai. Jika dia terlambat sedetik saja untuk menarik tangannya, lengan itu pasti sudah terpisah dari tubuh Riyan.
Tentu saja serangan itu membuat Riyan gagal melemparkan kunainya karena harus mundur untuk menghindari tebasan katana itu dan serangan pisau Ratna.
[Tuan, katana itu terbuat dari bahan Boron Nitride. Dengan tenaga yang kuat, katana itu bisa menembus armor baja anda]
"Hampir saja lenganku putus, dari mana dia mengeluarkan pedang itu" gumam Riyan
[Pedang itu adalah Wechas]
Sekarang mereka bertiga berdiri saling berhadapan dengan senjata di tangan masing-masing.
"Kau hebat bisa menghindari pedang cepat ku, namaku Seichi putra dari Tadoki pemimpin Kurassha. Dari pada kau mati sia-sia disini, bagaimana jika kau bergabung denganku" ucap pemuda itu
"Aku kemari untuk mencari adikku dan tidak ada niat untuk bergabung dengan kalian" ucap Riyan
Pria itu memindahkan katananya ke tangan kiri, kemudian mengambil handphone dari kantongnya dan menunjukkan kearah Riyan. Tanpa mengucapkan sepatah katapun dia berjalan menuju dinding dan meletakkan handphonenya pada sebuah rak hiasan dinding dengan tanaman.
"Jika kau bisa mengalahkan kami, aku akan menelpon Julia dan memintanya membawa adikmu kemari" ucap Seichi
Riyan yang melihat handphone milik Seichi terlihat sedikit gembira seolah menemukan secercah cahaya harapan.
"Alpha, kau bisa melakukannya?" gumam Riyan
[Tentu tuan, prosesnya sudah berjalan]
"berapa lama?"
[10 menit]
"bagus"
"Apa yang kau gumamkan?mantra?" ucap Ratna mengambil posisi sundang Laut.
Seichi mengangkat tegas lurus katana miliknya kearah langit-langit dengan menggunakan kedua tangannya.
Riyan melakukan gerakan menusuk dengan katana pendek di tangan kirinya dari tempat dia berdiri.
"Shuuut" katana itu menjadi panjang hingga mencapai Ratna.
"Klink..klink" Ratna menangkis serangan Riyan yang dirasanya semakin aneh karena katana itu sekarang berusaha menusuknya seperti tentakel gurita.
Seichi melesat kearah Riyan dan kembali melakukan tebasan. Kedua pedang mereka beradu di hadapan wajah masing-masing.
"Biasanya pedang apapun akan langsung terpotong ketika kulakukan serangan ini. Ternyata pedang mu juga istimewa ya" ucap Seichi
Tentu saja, itu karena pedang oriental adalah karya seorang ilmuwan dunia. Dibuat dari campuran berbagai bahan terkeras di dunia untuk melindungi komponen mesin mikro dan program di dalam pedangnya.
Dengan tangan kirinya, Riyan menggerakkan material nano untuk terus menyerang Ratna. Sedang tangan kanannya menangkis dan bertarung melawan Seichi.
Sesaat kemudian Seichi menjauh dari Riyan dan membantu Ratna, dia memotong tentakel hitam yang terus menyerang dan menyulitkan Ratna. Riyan pun menyerap kembali nano material yang terpotong.
"Aku harus mencari cara lain"
Tiba-tiba suara Alpha terdengar di telinga Riyan.
[Lokasi sudah di temukan tuan]
"Eh, cepat sekali, ini baru tiga menit"
Dalam sekejap kedua orang di depannya melakukan serangan bersamaan. Riyan menahan serangan mereka dan mengeluarkan katana dengan ukuran panjang untuk menusuk Ratna. Pertarungan mereka bertiga menjadi sangat sengit.
Ratna yang sudah sejak awal bertarung maksimal melawan Riyan dan sangat lelah, bahunya naik turun pertanda nafas yang sudah berat. Dalam kondisi seperti itu dia tidak bisa menghindari tusukan tentakel yang muncul tiba-tiba dari Riyan hingga akhirnya menembus perutnya.
Seichi menebas tentakel yang menancap di perut Ratna, kemudian kembali menyerang Riyan. Ratna yang terluka melepaskan pisaunya dan meletakkan kedua tangannya di atas perut untuk menutupi lukanya.
Disaat itu Ratna hanya bisa duduk dan melihat dengan pandangannya yang mulai kabur, saat dimana bosnya yang terus bertarung melawan Riyan.
*Pabrik Kertas*
Mobil sedan silver tiba di depan pintu gerbang, bunyi klakson berkali-kali terdengar namun tidak seorang pun membukakan pagar. Kevin akhirnya turun dari mobil itu dan menengok kearah dalam, namun tidak terlihat satupun petugas berjaga disana.
"Kemana para satpam" ucap Kevin
Kemudian dia melihat lampu pabrik yang menyala dengan terang namun pintu pabrik itu masih tertutup. karena penasaran, Kevin melompati pagar itu untuk masuk kedalam pabrik.
Dia berjalan menuju pintu depan dan mencoba membukanya untuk memastikan pintu itu terkunci. Setelah yakin, Kevin kemudian berjalan menuju pintu belakang.
Dari kejauhan terlihat pintu itu terbuka, dia pun segera kesana. Wajahnya kaget melihat dua orang satpam tergeletak berdekatan di sana. Kevin memegang pergelangan tangan kedua satpam itu untuk merasakan nadi mereka. Setelah mengetahui kalau mereka hanya pingsan, dia segera menyadarkan keduanya dengan menggoncang kan tubuh mereka.
Beberapa saat kemudian keduanya terbangun, dengan berat mereka perlahan membuka mata.
"Apa yang terjadi?" tanya Kevin
"ada yang masuk dan membawa para gadis pergi dari sini" jawab salah satu satpam
"Polisi?"
"Entahlah, orang itu mengenakan pakaian hitam hingga kepala"
Kevin kemudian berlari menuju ruangan yang ada di sana untuk memasuki ruang bawah tanah. Dia semakin kaget dengan mayat penjaga di ruangan itu.
Perasaannya semakin menjadi ketika sampai pada lorong ruang bawah tanah, dimana mayat anak buah mereka memenuhi lantai lorong. Satpam yang mengikuti Kevin dan baru saja tiba di lorong, terdiam tidak bisa bicara melihat banyaknya mayat disana.
Kevin langsung menuju ruang pembuatan narkotik, di ruangan itu dia melihat semua peralatan mereka telah di hancurkan. Begitu pula narkotika yang sudah siap untuk di edarkan juga telah hancur dan berhamburan.
Kevin mengambil Handphonenya untuk memberitahukan apa yang dilihatnya di sana kepada Julia. Pada handphonenya terlihat ada bekas panggilan dari Afri 15 menit yang lalu.
Kevin tidak memperdulikan bekas panggilan itu dan lanjut melakukan panggilan kepada bosnya. Beberapa kali Kevin melakukan panggilan namun tidak terhubung sekalipun.
"Apa yang sedang dilakukan bos?apa dia sudah tidur?" gumam Kevin menutup telponnya.
Kevin pun memutuskan untuk kembali ke kediaman Julia dan memberikan informasi itu secara langsung. Sesaat kemudian handphonenya berdering, Kevin mengira itu adalah panggilan dari Julia, namun itu berasal dari Afri.
"Halo" sapa Kevin
"Kevin, kau kembalilah ke Diskotik!"
"Ada apa?"
"Kakak dari gadis yang kalian bawa, dia mengamuk di sana. Aku sudah mencoba menghubungi Julia namun tidak di angkat"
"Baiklah, aku akan pergi ke sana sekarang"
Kevin bergegas keluar dari pabrik dan meminta satpam yang sudah sadar membukakan pagar.
"Bagaimana sekarang pak?" tanya seorang satpam
"Kalian bereskan mayat yang ada disini!" ucap Kevin
Kevin kemudian memasuki mobilnya dan bergegas menuju diskotik Xforu. 10 menit kemudian dia tiba di diskotik yang sudah tertutup rapat.
Kevin menuju pintu samping diskotik dan masuk kedalam tempat itu. Kali ini dia lebih kaget lagi melihat lantai dasar yang porak poranda dan lagi-lagi dengan mayat anggota mereka.
"Ratna juga tewas, siapa lawannya" ucap Kevin heran
Ratna adalah orang yang tidak bisa di kalahkan Kevin dalam perebutan untuk menjadi pengawal anak dari bos Tadoki yaitu Seichi.
Terlebih saat melihat mayat Seichi yang penuh dengan tusukan dan sabetan pedang, Kevin menjadi semakin panik.
"ini akan jadi masalah besar saat bos Tadoki kembali" gumam Kevin
Kevin menuju ke lantai atas untuk memeriksa keadaan, dan hal yang sama ditemuinya pada setiap lantai yang di datanginya.
"Ini benar-benar sudah sangat kacau. Pabrik dan diskotik hancur, dan semua tawanan kabur" gumam Kevin
Dia kembali mencoba menelpon Julia namun tetap tidak ada jawaban. Kevin pun memutuskan kembali ke kediaman Julia.
*Flashback 30 menit yang lalu*
Riyan sedang bertarung dengan Seichi, dentingan pedang oriental yang berbenturan dengan katana Seichi semakin sering terdengar.
"Orang ini sangat kuat, setelah yang kulihat dari cctv dan melawannya langsung, sama sekali tidak terdengar nafas berat kelelahan darinya. Orang ini tidak boleh menjadi musuh Kurassha" pikir Seichi
"Kau boleh juga, bagaimana kalau kita hentikan saja pertarungan ini?aku akan menelepon Julia dan menyuruhnya mengembalikan adikmu" ucap Seichi
"Aku akan menghancurkan kalian" ucap Riyan
"Jika kau membunuhku, kau tidak akan tau dimana Julia. Lagipula aku tidak akan memberitahukan apapun kepadamu" ucap Seichi
"Tidak perlu, aku sudah tau lokasinya" balas Riyan
Sebenarnya Alpha melakukan pemindaian kepada Handphone milik Seichi untuk mencari daftar nama pada kontaknya. Setelah menemukan nama Julia, Alpha kembali melakukan pelacakan lokasi menggunakan nomor tersebut.
Pada akhirnya Riyan terpaksa menggunakan amukan pedang untuk menghadapi Seichi yang bingung dengan perkataan Riyan. Dua menit kemudian Riyan membuat tubuh Seichi tumbang dengan puluhan tusukan dan sayatan.
Ratna yang sudah kehilangan banyak darah dan lemah, melihat kejadian di hadapan matanya. Dia terkagum melihat gerakan Riyan menghabisi bosnya.
"Gerakan itu, itu teknik tertinggi Sundang Majapahit. Jadi selain guru, orang ini juga menguasai hingga jurus itu. Aku tidak akan menang melawannya jika dia menggunakan jurus itu sejak awal" gumam Ratna dalam hati
Setelah menghabisi Seichi dan mengambil katana miliknya, Riyan mendekati Ratna yang sudah sekarat dipenuhi dengan darah yang mengalir dari perutnya.
"Bagaimana kau bisa mempelajari Sundang Majapahit hingga jurus tingkat akhir?bahkan aku tidak bisa mempelajarinya" tanya Ratna lirik saat Riyan berdiri dihadapannya
"Anggap saja aku punya guru yang hebat" jawab Riyan
Sesaat kemudian Ratna tewas karena kehabisan darah.
"apa yang menyebabkan wanita ini mau bekerja dengan Kurassha untuk menghancurkan negeri ini" pikir Riyan
Riyan kemudian kembali ke lantai atas untuk membebaskan ketiga wanita yang di kunci di kamar lantai 4. Ketiga wanita itu tidak menduga kalau yang membuka pintu mereka adalah sosok hitam yang merupakan kakak dari Mila.
Perasaan mereka semakin tidak karuan melihat banyaknya mayat di tempat itu. Sepanjang keluar diskotik, Dian, Iren dan Gita dipenuhi dengan perasaan yang tidak karuan melihat situasi yang terjadi dalam diskotik.
Mereka dipersilahkan Riyan untuk pergi saat sudah berada di luar bangunan dan diberikan uang yang dikumpulkan dari penyimpanan uang di lantai dua. Ketiga wanita itu mengucapkan terima kasih dan pergi menjauhi tempat itu.
"Tempat itu lumayan jauh, apa ada taksi yang menuju kesana?" gumam Riyan
Tiba-tiba Riyan tersenyum melihat sebuah mobil sport yang parkir di depan diskotik. Pikirannya tertuju kepada orang paling kaya dan berpengaruh di dalam diskotik.
Dia kembali masuk ke dalam diskotik dan menggeledah saku milik Seichi. Benar saja, Riyan menemukan sebuah kunci mobil yang memang adalah kunci mobil sport yang dilihatnya.
Malam saat itu sudah sangat larut, Riyan segera keluar diskotik dan menaiki mobil sport warna biru gelap. Dengan kencang Riyan mengendarai mobil itu menuju tempat yang ditunjukkan Alpha, yaitu lokasi ponsel milik Julia.