
Riyan menyusuri kota Las Vegas yang besar dengan berjalan kaki ditepi jalan besar kota. Dia berencana mencari pakaian dan beberapa benda menarik untuk dijadikan oleh - oleh.
Beragam manusia terlihat sangat ramai sejauh mata memandang. Semua lampu hias warna warni yang ada di depan gedung besar, toko, dan kasino menambah kesan mewah kota ini.
Langkah kakinya terhenti, pandangan matanya teralihkan kepada sebuah laptop yang berada di etalase toko elektronik di tepi jalan yang dilewatinya. Itu adalah laptop terbaru yang masih belum ada di Indonesia. Riyan berencana untuk membelinya.
Riyan memasuki toko elektronik itu, semua peralatan elektronik ada disitu. Diarea TV yang memang sengaja dinyalakan saat ini disiarkan breaking news sedang terjadi penyerangan kepada pengusaha kaya Peter March yang diduga adalah kelompok yang diburu pemerintah Amerika saat ini yaitu NOZ.
Disana Riyan mendengar percakapan dua orang yang melihat berita itu mengatakan kalau sekarang NOZ sudah semakin terang - terangan membuat rusuh di setiap daerah.
"tapi incaran mereka hanya para pejabat dan pengusaha kaya kan" kata salah seorang disitu berbicara dalam bahasa inggris
"Targetnya memang mereka, tapi imbasnya tetap akan kena masyarakat kecil. Dan kelompok itu kudengar sangat brutal" kata orang satunya dalam bahasa inggris
Riyan yang mempunyai Nano System dengan program penterjemah membuat dia mengerti apa yang mereka katakan. Riyan kemudian mengambil dan membawa laptop yang dia inginkan ke kasir. Kasir toko itu merupakan seorang pria amerika setengah baya dengan rambut gondrong.
"kau dari asia?" tanya kasir itu menggunakan bahasa inggris
"ya, dari Indonesia" jawab Riyan dalam bahasa inggris
Karena Riyan merupakan orang asing, kasir itu mengatakan kepada Riyan untuk tidak usah khawatir dengan berita di TV itu. Kelompok NOZ tidak akan berulah di kota ini karena disini lebih banyak kelompok yang lebih kuat.
Sayangnya tidak semua orang mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Dengan pergerakan bawah tanah kelompok NOZ, sekarang 80% kelompok penjahat yang ada di Las Vegas sudah bergabung dengan mereka.
Setelah membeli laptop yang diinginkannya, Riyan kemudian pergi menuju toko pakaian. Disana dia membeli beberapa pakaian unik amerika untuk dirinya dan sebagai oleh - oleh.
Riyan membeli jaket tebal warna biru yang langsung dikenakannya. Diperjalanan menuju hotel, tiga buah mobil patroli polisi dengan sirene aktif mendahului Riyan. Sepuluh menit kemudian suara baku tembak terdengar dari arah depan Riyan.
"Negara ini ternyata benar - benar rusuh. Alpha tampilkan jalan lain menuju hotel" kata Riyan
Tidak ingin terlibat masalah, maka Riyan memutuskan menghindari baku tembak itu dengan melewati sebuah gang yang agak sepi untuk menuju ke hotel. Tidak disangka ketika setengah jalan di gang tersebut, ada seorang pria berusia sekitar 47 tahun sedang berlari ke arah Riyan dan dikejar oleh 3 orang pria lain yang memakai jaket kulit hitam.
Pria itu meminta pertolongan kepada Riyan dan bersembunyi dibelakangnya. Riyan bingung dan kaget dengan tingkah orang itu. Ketiga orang yang mengejarnya sekarang sudah dekat dan terlihat seperti pemuda kulit hitam, tanpa bicara mereka langsung menembakkan peluru dari senjatanya kearah Riyan dan pria itu.
Namun ketika melihat tangan ketiga orang itu mengacungkan pistol kearahnya, Riyan reflek melepas belanjaannya dan membuat pisau katana dari nano material dikedua tangannya.
"Dor... dor.. dor" suara tembakan dari ketiga orang itu menghujani Riyan berkali - kali hingga peluru mereka habis
"klink... klink.. klink" semua peluru yang dimuntahkan dari pistol ketiga pria itu ditangkis Riyan dengan dua katana ditangannya. Sedangkan pria yang dibelakang Riyan sekarang menunduk dibelakang kaki Riyan menutupi kepalanya dengan tangan.
Penambahan nano material ditubuhnya yang didapat dari hutan, dimana pernah ditransfer Alpha ke mata Riyan membuatnya bisa melihat peluru. Sedang kecepatan untuk menangkis, Riyan menggunakan jurus sundang gunungnya.
"Dor...dor...dor..dor" suara tembakan terdengar kembali.
Kemudian tiga orang didepan Riyan jatuh bersimbah darah. Kemudian dari arah belakang tiga orang yang tewas itu, terlihat satu orang sedang mengacungkan senjata. Riyan menyerap kembali dua katana ditangannya.
'sepertinya tembakan tadi dari dia' pikir Riyan
Orang itu kemudian berlari kearah Riyan dan mendekati pria yang ada dibelakang kaki Riyan.
'ternyata aku masih membutuhkan pembentukan senjata dari nano material dalam keadaan darurat' kata riyan dipikirannya
"kau tidak apa - apa?" tanya orang itu dalam bahasa inggris
"Jack...syukurlah" kata pria itu dalam bahasa inggris
Riyan mengambil kembali kantong belanjanya dan melangkah meninggalkan kedua pria itu, tetapi pria itu memanggil Riyan setelah beberapa langkah.
"Hei... siapa namamu?" tanya pria itu dalam bahasa inggris
"Riyan" jawab Riyan
Pria itu kemudian mengucapkan terima kasih dan Riyan melanjutkan langkahnya. Setibanya di kamar hotel, Riyan mencoba menyalakan Laptopnya karena takut rusak ketika dijatuhkannya tadi.Tapi ternyata tidak apa dan berfungsi dengan baik.
"barang mahal memang berbeda, harga tidak akan membohongi kualitas" kata Riyan
Karena sudah dinyalakan, maka Riyan mencoba membuka aplikasi browser di laptop barunya. Ketika itu langsung muncul Trending News dari Amerika bahwa penyerangan kembali terjadi terhadap pemilik kasino terbesar di Las Vegas yaitu Luke Vargas namun dapat digagalkan.
Riyan penasaran dan mengklik berita itu, di sana terdapat photo seperti orang yang telah diselamatkannya. Riyan sekarang mengetahui kalau orang yang baru saja ditolongnya adalah pemilik kasino terbesar di kota ini.
"kalau dia orang kaya, berarti yang bernama Jack itu pengawalnya" gumam Riyan
*Dirumah Luke Vargas*
Luke diantar oleh Jack kerumahnya, Jack adalah seorang petugas polisi dikota ini sekaligus sahabat baik Luke sejak kecil.
Rumah besar bertingkat dua dengan taman dan air mancur dihalamannya. Sedangkan didepan terdapat sebuah gerbang lengkap dengan 3 orang penjaga.
Tembok yang tinggi dilengkapi dengan CCTV disetiap sudutnya menambah pertahanan keamanan dirumah ini. Luke sangat serius untuk melindungi keluarganya yang ada didalam rumah.
Begitu sampai didepan pintu rumahnya, istri cantiknya Carmel menyambut kedatangan mereka dan memeluk Luke.
"kau tidak apa - apa sayang?aku melihat berita tentangmu" kata istrinya dalam bahasa inggris
"tidak apa, ada seorang pria yang menyelamatkanku tadi" kata Luke dalam bahasa inggris
Mereka kemudian masuk kedalam rumah besar itu dan Luke juga mengajak Jack untuk berbicara. Mereka duduk di meja bar yang ada di rumah Luke dan berbincang dalam bahasa inggris sepenuhnya.
"yang menyerang mu hari ini, apa kau tau siapa mereka?" tanya Jack sambil minum segelas wiski
"mereka anak buah yorgi, akhir - akhir ini mereka semakin kuat, bahkan kali ini mereka mengerahkan banyak anak buahnya" kata Luke
"saat ini 80% kelompok di Las Vegas sudah menjadi bawahan Yorgi, sepertinya dia ingin mengambil alih kota ini dengan membunuhmu" kata Jack
"ya.. untung saja aku bisa melarikan diri dari baku tembak itu karena kedatangan polisi, kemudian bertemu pemuda itu dijalan" kata Luke
"anak itu tidak biasa, itu memang keberuntungan mu bertemu dengannya. Kudengar kelompok Yorgi mendapat dukungan dari NOZ, mungkin saja lain kali mereka yang akan mendatangimu" kata Jack
"itu karena yang muncul dipermukaan hanyalah anak buah dan para pengikut mereka, kami kesulitan menangkap dalang dari kelompok itu" kata Jack
Luke kemudian merencanakan memperketat perlindungannya dan berniat membentuk kesatuan dengan kelompok yang tersisa untuk melawan yorgi.
*******
Keesokan paginya pak Topan memberikan tiket kepulangan Riyan yang dijadwalkan jam 8 nanti malam. Setelah menyimpan tiket dari pak Topan, Riyan kembali berjalan jalan memanfaatkan sisa waktunya, namun kali ini dia tidak menikmati diperkotaan.
Riyan menuju ke Red rock canyon dan Grand canyon, karena ingin melihat langsung tempat itu yang sebelumnya hanya diketahuinya dari pelajaran di sekolah.
Puas melihat pemandangan bebatuan, berfoto dan berjalan di sana, selanjutnya Riyan menuju Lake Mead yang terletak di tenggara sekitar 30 mill dari Las Vegas. Lake mead adalah tempat yang tepat untuk menikmati keheningan. Suasana alam yang tenang yang bisa digunakan sebagai tempat rekreasi dengan pemandangan sungai yang indah.
Tidak sedikit turis yang berada disana, turis luar maupun lokal. Walau Ramai, namun luasnya tempat itu membuat selalu ada tempat sepi. Setelah 30 menit disana, Riyan mencari tempat yang sedikit orang, kemudian berbaring dengan tangannya sebagai bantal dibawah sebuah pohon sambil memejamkan mata.
Tidak jauh dari tempat Riyan tidur, suara langkah kaki menginjak dedaunan disertai para gadis yang diganggu terdengar di telinga Riyan. Semakin lama suara itu semakin mendekat dan suara langkah kaki juga semakin jelas.
Riyan membuka matanya, Dia melihat 5 pria sedang mengganggu dan mengikuti 2 orang gadis seksi berambut pirang yang mengenakan hot pant berjalan kearahnya.
"pergilah, jangan ganggu kami" bentak seorang gadis itu dalam bahasa inggris
Sambil terus berjalan para gadis itu memutar arah langkah kakinya dan berlari untuk menghindari para pria itu. Akan tetapi hal itu hanya mengulur waktu sejenak, dengan segera kelima laki - laki itu mengepung para gadis.
Sekarang jarak mereka hanya 5 meter dari Riyan yang berbaring diantara pepohonan di tepi sungai. Lima pria berkulit putih memojokkan para gadis, dua diantaranya berambut pirang lurus menggunakan jaket tebal hitam dan tiga orang lainnya berambut hitam hanya mengenakan kaos lengan panjang.
"Toloong" teriak seorang gadis dalam bahasa inggris
Seperti sudah menjadi darah daging yang menyatu dengan dirinya, pemandangan pembulian terhadap yang lemah selalu mengingatkan Riyan pada dirinya yang dulu. Riyan kemudian bangun dari posisi tidurnya dan berniat membantu para gadis itu.
"bahkan disini juga bertemu preman" gumam Riyan
Saat Riyan sudah bangun dari posisi tidurnya, 4 orang pemuda datang dengan tergesa mendekati para pria itu. Riyan menunda niatnya dan memperhatikan yang terjadi.
"biarkan mereka pergi, kalian tidak tau siapa dia" kata Pemuda Amerika itu dalam bahasa inggris
"Jimmy" teriak salah seorang gadis hendak berlari namun ditahan oleh salah seorang pria disana.
Keempat pemuda itu adalah teman dari dua orang gadis yang diganggu para pria. Mereka memang sedang mencari kedua gadis itu yang terpisah dari rombongan, dan suara teriakan minta tolong membuat mereka bergegas menghampiri.
"kalian sebaiknya pergi saja bocah" kata pria berjaket tebal kepada para pemuda dalam bahasa inggris
"mereka teman kami" balas pemuda lain dalam bahasa inggris
"kalau begitu akan kami antar kepada kalian saat kami selesai" balas pria berjaket tebal lainnya dalam bahasa inggris
Mendengar itu, Jimmy menjadi emosi dan maju hendak menyerang pria yang mengenakan jaket tebal itu. Namun sebelum menyentuh pria itu, langkah Jimmy terhenti dan tubuhnya terjatuh oleh pukulan seorang pria berkaos panjang didepannya.
Melihat Jimmy jatuh, 3 pemuda lainnya akhirnya ikut maju melawan para pria itu.
*Rumah Luke Vargas*
Dua orang agen CIA sedang duduk dan berbincang di ruang tamu bersama luke dan Jack. Mereka ingin mengetahui kejadian tadi malam tentang bagaimana tuan Luke selamat.
Luke menceritakan detailnya termasuk waktu melarikan diri dari baku tembak dan berlari ke sebuah gang hingga bertemu Riyan. Agen CIA menanyakan bagaimana Riyan menyelamatkan Luke dari tembakan ketiga orang yang mengejarnya.
"saya tidak melihatnya karena saat itu sedang menunduk berlindung dibelakang pemuda itu" kata Luke dalam bahasa inggris
Mereka fokus menanyakan mengenai apakah Luke melihat alat atau perisai saat menyelamatkannya dari tembakan. Kemudian Luke dan Jack menanyakan maksud dari pertanyaan para agen CIA itu.
Para Agen itu kemudian memperlihatkan foto jalan dimana Luke diselamatkan Riyan. Terdapat hampir 40 peluru disana, itu membuat Luke dan Jake kaget.
"untuk menahan peluru sebanyak ini dari jarak dekat diperlukan sebuah perisai, tapi aku tidak melihat anak itu membawa perisai" kata Luke dalam bahasa inggris
"aku juga tidak memperhatikan jumlah peluru ini karena saat itu gelap" tambah Jack dalam bahasa inggris
"kami pernah menjumpai seorang yang bisa menahan sejumlah peluru tanpa menggunakan perisai" kata salah seorang agen CIA dalam bahasa inggris
"Benarkah?siapa?" tanya Jack dalam Bahasa inggris
"salah satu kelompok NOZ, namanya Brian. Dia membunuh beberapa agen kami, kemudian kami menembakinya namun dia dapat menangkis semua peluru itu dengan senjatanya saat kehabisan peluru" Jawab agen satunya dalam bahasa inggris
Mereka kemudian mengatakan kalau benar Riyan bisa menahan peluru tanpa menggunakan perisai. Para agen menduga kalau Riyan mungkin saja salah satu kelompok NOZ.
*Lake mead *
Jimmy dan tiga temannya dikalahkan dengan mudah oleh para pria itu. Hanya dengan 2 orang saja sudah bisa mempermainkan dan membuat 4 pemuda itu babak belur. Kedua gadis itu sekarang histeris dan yang satu lagi menangis berteriak memanggil nama Jimmy.
"apa dia pacarmu?" tanya pria berjaket tebal kepada gadis yang memanggil Jimmy
Jimmy kembali berdiri dengan susah payah disertai darah dihidung dan dahinya. Kelima pria itu tertawa melihat Jimmy yang sempoyongan berusaha menyelamatkan pacarnya. Dua orang pria berjaket tebal sekarang memegang kedua gadis itu, dan tiga orang mengelilingi Jimmy.
Mereka menghindari pukulan lemah Jimmy dan kemudian membuatnya terjatuh, kadang mendorong Jimmy kearah pria lain dan disambut dengan pukulan. Gadis yang menangis memohon untuk menghentikan perlakuan mereka kepada Jimmy.
"ayolah Romeo, selamatkan pacarmu" kata ketiga pria itu dalam bahasa inggris
Jimmy kemudian kembali berdiri lagi, tubuhnya kemudian didorong oleh pria dibelakangnya. Kepalan tangan besar kembali menghadangnya dari sisi lain, siap menjatuhkannya untuk kesekian kalinya.
Begitu tinju itu mau meluncur, tubuh pria itu tiba - tiba berlutut karena tendangan Riyan kearah belakang lutut pria itu. Dilanjutkan hantaman kuat dari siku Riyan lurus ke kepala pria itu membuatnya pingsan seketika.
Riyan kemudian menyambut tubuh Jimmy yang hampir roboh dan menyandarkannya di pohon. Semua orang di sana terdiam melihat yang dilakukan Riyan.
"kau hebat, istirahatlah. Sisanya biar aku yang urus" kata Riyan dalam bahasa inggris
Setelah meletakkan tubuh lemah Jimmy, Riyan menghadap kearah para pria yang menahan para gadis. Kemudian dengan wajah santai menggerakkan empat jari tangannya sebagai isyarat untuk menyuruh orang - orang itu maju menyerangnya.