NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 42 Kereta Api Cepat II



Jessie dan Glen sedikit heran dengan berhentinya serangan tembakan yang menyerang kamar mereka. Perlahan mereka mendekati pintu masuk yang sudah dipenuhi lubang bekas peluru. Dengan gerakan yang cepat, Glen membuka pintu kamar dan Jessie melompat serta berguling keluar kemudian menodongkan senjata.


Di ujung lorong gerbong itu Jessie melihat sosok dengan pakaian serba hitam hendak membuka sebuah kamar dimana pemimpin penjahat berada. Segera dia menembaki orang dengan pakaian hitam di sana, dimana orang itu adalah Riyan yang baru saja menghabisi semua penjahat di lorong tersebut.


"Dor...dor..dor" sekarang suara dari senjata api Jessie yang memenuhi lorong itu. Melihat Jessie yang sedang menembak, Glen juga ikut keluar kamar dan membantu Jessie menembaki Riyan.


"Tretetetet.." tembakan dari SG-552 milik Glen ikut meramaikan suara ditempat itu. Riyan menahan semua peluru dari tembakan mereka berdua, kemudian bergerak maju dan akan menebaskan pedangnya. Peluru yang tidak mengenai Riyan serta gerakannya yang sangat cepat membuat Glen dan Jessie panik.


Begitu sudah dekat, Glen dan Jessie menghentikan tembakannya dan mencoba menyerang Riyan. Namun tendangan dari Riyan membuat Glen terpental ke pintu kamar dan terlempar hingga kedalam.


"berhenti" teriakan suara Frank terdengar dari arah belakang Riyan, suara itu menghentikan tebasan pedang Riyan tepat sebelum mengenai leher Jessie. Frank yang keluar dari sebuah kamar bersama dengan para penumpang yang menjadi tawanan segera berjalan mendekati Riyan dan Jessie.


"Dia rekanku" ucap Frank


Riyan kemudian menjauhkan pedangnya dari leher Jessie. Para tawanan diminta untuk pindah ke gerbong belakang demi keamanan mereka


"Dimana Glen?" Tanya Frank kepada Jessie


"Di dalam" jawab Jessie menunjuk sebuah kamar tempat Glen terlempar oleh tendangan Riyan


Sesaat kemudian Glen keluar memegang dadanya yang kesakitan, Beberapa tulang rusuknya patah akibat tendangan Riyan. Frank mengatakan kepada Riyan bahwa Gadis berambut pendek sebahu dengan gaun hitam itu bernama Jessie, dan orang kulit hitam yang baru saja menerima tendangan Riyan adalah Glen. Mereka berdua merupakan rekan dari Frank.


Setelah itu Frank memberitahukan kepada kedua rekannya bahwa sosok armor hitam itu berada di pihak mereka. Riyan memegang tangan Glen dan meminta maaf kepada Glen atas tendangannya. Mereka semua kemudian berdiri dan tiba-tiba dikamar bekas Glen terlempar, Riyan melihat kantong besar yang digunakan untuk mengumpulkan barang berharga oleh penjahat sebelumnya.


Riyan pun memasuki kamar tersebut dan mengambil kantong itu, kemudian meletakkannya ke atas tempat tidur dan segera mencari Handphonenya. Frank dan dua temannya kemudian menuju kamar ujung yang dicurigai tempat pimpinan penjahat menahan 3 orang ternama di Las Vegas.


Mereka bertiga mendekati pintu kamar yang dimaksud. Dengan senjata api dan pistol ditangan, dengan cepat mereka membuka dan menodongkan pistol. Para penjahat yang mendengar keributan dari luar rupanya sudah bersiap dengan kejutan dari para penyusup itu. Seketika sebuah perisai besi tinggi 2 meter berbentuk persegi panjang menghantam mereka bertiga dengan kuat hingga terpental ke dinding luar kamar.


Seorang pria latin yang ada dibalik perisai itu kemudian melanjutkan serangannya dengan menendang ke arah mereka sangat keras. Namun tendangan keras itu hanya menghancurkan tembok kayu di belakang mereka. Itu dikarenakan Frank dan teman-temannya segera berpencar untuk menghindari tendangan kuat yang mengarah kepada mereka itu.


Frank dan yang lainnya menembaki pria itu, kembali perisai yang ada ditangannya digunakan untuk menghalangi peluru yang dikeluarkan senjata Frank dan teman-temannya. Pria itu kemudian mengalihkan perisainya dan membalas tembakan ketiga orang itu. Tembakan balasan dari pria latin itu membuat ketiganya terpaksa menghindar dengan melompat memasuki masing-masing kamar yang ada di samping mereka.


Pimpinan penjahat kemudian ikut keluar dan berada di lorong untuk bergabung dengan pria latin dengan perisai besarnya yang bernama Antonio.


"20 menit lagi jemputan kita tiba, kita harus membawa tiga orang kaya itu. Bersiaplah !" ucap pemimpin mereka


"tretetetet.." Tiba-tiba Glen keluar dari kamar persembunyiannya dan menghujani kedua orang itu dengan tembakan. Sayangnya perisai dari Antonio masih menjadi pelindung yang sempurna bagi dia dan sang pemimpin, mereka terus berlindung sambil berjalan mendekati Glen.


Begitu tembakan berhenti karena kehabisan peluru, Antonio kembali mengalihkan perisainya dan bersiap menembak Glen. Akan tetapi hal itu gagal dilakukan karena Jessie segera muncul dari kamar lain dan menembak tepat mengenai tangan Antonio hingga pistol ditangannya terlepas dan jatuh.


Pemimpin para penjahat merupakan seorang bertubuh seukuran Riyan, dia bergerak dengan cepat kearah Jessie. Kemudian dengan teknik juijitsu, dia menyerang Jessie hingga membuat pistol ditangan Jessie terlepas.


Frank yang sudah kehabisan peluru ikut muncul menyerang Antonio dari belakang. Frank berusaha untuk mengunci tubuh Antonio. Dengan perisai besar ditangan kanannya, Antonio kesulitan untuk bertahan dari serangan yang datang dari arah belakang. Sesaat kemudian perisai itu seolah mengecil kemudian menghilang dari tangan Antonio.


Dengan tangan kanan yang bebas tanpa perisai, dia memegang kepala Frank yang ada dibelakangnya. Dengan sekali gerakan dia membuat Frank terbanting ke depannya. Begitu Antonio ingin menginjak kepala Frank, Glen yang sudah mengisi ulang senjatanya menembak Antonio untuk melindungi Frank. Sayangnya perisai ditangan kanan Antonio tiba-tiba muncul kembali.


Di kamar lain, Riyan baru saja menemukan Handphonenya. Setelah menghilangkan armor hitam terlebih dahulu, dia menyimpan handphonenya kedalam saku celana. Mendengar keributan yang terjadi di lorong, Riyan kembali menggunakan armor hitamnya untuk melihat situasi di luar kamar.


Saat Riyan keluar, yang dilihatnya saat itu adalah Glen sudah tergeletak tidak sadarkan diri didekat kaki pemimpin penjahat. Jessie sedang menahan cekikan dari tangan kanan Antonio, sedang Frank bangun dari lantai dan bersiap akan melawan Antonio untuk membantu Jessie.


Pimpinan penjahat yang melihat Riyan muncul dihadapan mereka, langsung mengambil senjata didekat Glen yang ada didekat kakinya. Tanpa basa-basi seluruh peluru yang ada di senjata itu ditembakkan kearah Riyan.


"klink..klink..klink" satu persatu peluru berjatuhan di kaki Riyan akibat tangkisan dari pedang oriental. Melihat Riyan mampu menangkis semua peluru itu, pemimpin penjahat sadar kalau dia tidak bisa menang melawan sosok dengan armor hitam itu dengan kemampuan biasa dan tangan kosong.


Pemimpin penjahat itu mengambil sebuah benda kecil seperti Flashdisk dari kantong saku bajunya, kemudian menekan tombol kecil yang ada pada benda itu. Seketika benda kecil itu berubah menjadi sebuah tombak spiral yang terbentuk ditangannya.


"itu adalah wechas. Jika dia memilikinya, apa artinya mereka adalah bagian dari organisasi NOZ" pikir Riyan


Disisi lain, Jessie sudah terlepas dari cekikan Antonio dan mulai melakukan serangan balasan bersama Frank. Antonio yang tangan kirinya sedang terluka akibat tembakan dari Jessie sebelumnya sedikit kesulitan menghadapi serangan Frank dan Jessie. Akhirnya Antonio kembali mengeluarkan perisainya untuk melindungi diri. Namun Jessie dan Frank menendang perisai itu dengan kuat bersama-sama hingga Antonio terjatuh di dekat pemimpin mereka.


"jangan bercanda, waktu kita tinggal sedikit. Cepat selesaikan!" kata pemimpin penjahat


"baiklah" jawab Antonio


Antonio menghilangkan perisainya, dia bangun dan kemudian mengambil dua buah botol kecil dari tas kecil yang ada di pinggangnya. Botol pertama berisi cairan berwarna hijau, setelah meminum cairan itu, seketika tangan yang terluka kembali pulih dalam hitungan detik. Bahkan peluru yang bersarang ditangan Antonio otomatis keluar dengan sendirinya.


Selanjutnya Antonio meminum botol kedua yang berisi cairan berwarna orange. Itu adalah serum penambah kekuatan dari organisasi NOZ, daya tahan dan serangan Antonio menjadi 3x lipat dari sebelumnya.


"sekarang aku yakin mereka pasti dari NOZ" pikir Riyan setelah melihat serum yang sama seperti yang dugunakan Lisa.


Frank sudah mengeluarkan darah dari mulutnya akibat pukulan Antonio, Jessie dengan kelincahannya sebisa mungkin menghindari serangan kuat Antonio. Baik itu tinju maupun tendangan Antonio mampu menghancurkan dinding yang ada di lorong gerbong VIP itu.


Riyan saat ini bertarung seimbang dengan pemimpin penjahat. Namun ketika melihat Frank dan Jessie terdesak, Riyan meningkatkan kecepatan serangannya dan berhasil menebas perut sang pemimpin dengan pedang oriental miliknya.


Kemudian dengan kecepatan yang sudah ditingkatkan, dia mendekati Antonio. Riyan mengarahkan tusukan kearah Antonio untuk membantu Jessie, akan tetapi teriakan peringatan untuk Antonio dari pemimpin penjahat yang terluka membuatnya siaga.


Perisai besi besar itu kembali muncul dan menahan tusukan pedang Riyan. Antonio mencoba menerobos melewati Riyan menuju pimpinannya setelah berhasil menahan tusukan Riyan. Dia memberikan serum hijau kepada pemimpinnya yang terluka, seketika luka diperut pemimpin itu sembuh dan merapat.


"jemputan kita hampir tiba, dan target kita ada dikamar yang ada dibelakang mereka" kata pemimpin penjahat


"orang berpakaian hitam itu merepotkan, akan susah melewatinya" kata Antonio


"menyerah lah! kalian tidak akan lolos kecuali melompat dari kereta ini dan mati" teriak Riyan dengan mengacungkan pedang oriental kearah mereka.


"Kalau begitu gunakan perisai milikmu untuk menabrak mereka semua" ucap pemimpin penjahat


Antonio kemudian memposisikan perisainya, sesaat kemudian Antonio maju untuk menabrak Riyan dan yang lain.


Jessie segera mencari senjata api dan menembaki perisai itu namun sia-sia saja. Perisai besi itu tidak tertembus.


"perisai ini tidak akan bisa kalian hancurkan" teriak Antonio


"Absolut Attack" ucap Riyan


Kemudian gear di tengah pedang oriental berputar dan mengubah warna pedang tersebut. Riyan berlari menuju Antonio kemudian menusukkan pedangnya menembus perisai tersebut. Absolut Attack, sebuah serangan mutlak yang tidak bisa dihalangi.


Serangan itu membuat Antonio terluka parah, dengan tusukan menembus jantungnya membuat dia tidak bisa diselamatkan lagi. Perisai itu kemudian terjatuh menimpa tubuh Antonio.


[Tuan..sebaiknya anda ambil perisai miliknya, itu terbuat dari nano material, kita bisa mengekstraknya]


Riyan kemudian menekan tombol pada gagang perisai yang dipakai Antonio, seketika perisai itu menyusut menjadi sebuah cincin dengan tombol merah ditengahnya. Riyan mengambil dan memakai cincin itu di jarinya.


Pemimpin penjahat yang melihat kematian Antonio melarikan diri menuju gerbong belakang. Khawatir dengan penumpang yang sudah dipindahkan ke gerbong belakang, Riyan meminta Alpha untuk meningkatkan kecepatannya sampai maksimal. Kecepatan Riyan saat ini meningkat hingga 200km/jam.


Dalam dua kali gerakan dia sudah berada didepan pemimpin penjahat itu untuk menghadangnya. Pemimpin yang sekarang ketakutan dengan sosok Riyan menanyakan mengenai identitas Riyan, namun Riyan hanya diam saja. Tidak lama beberapa buah mobil jeep muncul di samping gerbong kereta, Riyan yang lengah dengan kedatangan mobil itu tidak menyadari kalau pemimpin penjahat melompat keluar gembong dan menaiki mobil itu.


Mobil-mobil itu kemudian seperti diberi komando, semua mobilnya melambat dan berbelok arah berlawanan dengan kereta api. Setelah itu menjauh dengan kecepatan penuh.


"untuk saat ini biarkan saja lah, yang penting semua selamat" ucap Riyan


Setengah jam kemudian kereta tiba di kota Carson. Stasiun kota Carson dipenuhi CIA dan Interpol yang siaga, karena Jessie yang sebelumnya sudah melaporkan kejadian pembajakan sesaat sesudah berangkat dari stasiun kedua.


Seluruh penumpang yang diselamatkan semuanya turun dengan selamat. Glen yang terluka dibawa menuju rumah sakit menggunakan ambulan yang sudah siap distasiun itu. Frank dan Jessie membawa tiga orang penjahat yang ditugaskan menjaga 3 target utama mereka saat Antonio dan pemimpin mereka bertarung.


Mereka berhasil ditangkap dengan mudah oleh Jessie, dan akan ditahan untuk mendapatkan informasi lebih jauh. Frank dan Jessie meminta anggota yang ada di sana untuk memeriksa seluruh gerbong dan mencari orang dengan pakaian serba hitam keseluruhan.


Di kamar itu terdapat 3 orang pria kaya dan berpengaruh yang menjadi target utama para penjahat. Salah satu dari pria yang disandera oleh penjahat itu ialah Luke Vargas, Pria yang pernah dia selamatkan dari tembakan penjahat pada sebuah gang di Las Vegas. Dua orang lainnya juga merupakan para konglomerat yang mempunyai kekuasaan di Las Vegas.


Riyan turun melalui gerbong terakhir bersama kerumunan penumpang lain, kemudian dengan cepat meninggalkan stasiun itu. Tidak ada yang menyadari kalau sosok hitam itu adalah dirinya. Akan tetapi sialnya, Tas Riyan tertinggal pada gerbong yang dilepas oleh Frank.


*Kediaman Yorgi*


Seorang pria Amerika berjenggot tipis dan mengenakan kemeja dengan kancing terbuka dan celana pendek sedang menerima panggilan telpon. Sesaat kemudian raut wajahnya tampak kesal


"prank" sebuah gelas dilempar ketembok rumah


"kenapa bisa gagal?padahal kalian sudah diberikan tekhnologi oleh NOZ" kata Yorgi ditelpon


Yorgi adalah salah satu pemimpin kuat di kota Las Vegas, dia berambisi untuk menguasai seluruh kasino dan perdagangan gelap di kota itu. Penghalang terbesarnya ialah Luke Vargas yang sudah beberapa kali gagal dia kalahkan dalam persaingan bisnis.


Yorgi kemudian bekerjasama dengan organisasi NOZ untuk menambah kekuatannya. Dia berencana menculik semua orang yang berkuasa dan memindahkan seluruh harta mereka kepadanya.


Berita kegagalan dari anak buahnya serta kematian Antonio membuatnya kesal. Dia meminta seluruh anak buahnya untuk menemukan sosok orang yang menggunakan armor hitam tersebut.


Disisi lain, berita mengenai pembajakan kereta dan penyanderaan beberapa pengusaha sudah naik menjadi trending. Dengan kabar adanya tiga orang pelaku yang tertangkap oleh polisi, membuat Yorgi semakin panik. Dia segera menelpon seseorang dari organisasi NOZ untuk membantunya mengatasi masalah itu.