
*SMA Fajar Harapan*
Pukul 9.30 dikelas 2.4, bu Shinta sedang menerangkan di depan kelas mengenai tumbuhan dan ekosistemnya dalam pelajaran biologi. Ketika sampai kepada tumbuhan jamur, Lisa mendengar percakapan mengenai Riyan yang datang membawa jamur bersama Cindy. Lisa yang sudah menyerah untuk menemukan jamur langka, seperti mendapatkan semangatnya kembali.
Saat tiba jam istirahat, Lisa ingin menanyakan kebenaran cerita kepada Cindy. Saat itu setelah dari kantin, Cindy duduk di kursi taman sekolah bersama teman-temannya. Lisa kemudian mendekat dan ikut bergabung bersama mereka. Setelah beberapa saat, teman-temannya pergi ke toilet meninggalkan Lisa dan Cindy di sana.
"Cin, kamu tau jamur yang dibawa Riyan dari sapathawung tempo hari? " tanya Lisa
"iya, tau" jawab Cindy
"kamu tau dimana Riyan mengambilnya?" tanya Lisa lagi
"tentu saja, Riyan bersamaku waktu itu dan kami akan ke sana lagi nanti" jawab Cindy lagi
"apa tumbuhan itu sudah tidak ada lagi di sana?" tanya Lisa semakin mendalam
"masih banyak kok, tapi bukannya kemarin kamu tidak tertarik? kenapa sekarang berubah?" tanya Cindy
Lisa pun mengarang cerita kalau jamur itu adalah bahan langka yang akan digunakan untuk pengobatan pamannya. Dengan nada sedih, Lisa menambahkan kalau pamannya itu adalah satu-satunya keluarganya saat ini dan tidak ingin kehilangannya.
Cerita karangan Lisa mampu menyentuh hati Cindy, sehingga Cindy berjanji akan mengantarkan Lisa ke gua dimana jamur itu tumbuh. Lisa mengajak Cindy untuk pergi ke sana sepulang sekolah nanti, namun Cindy menolaknya dengan halus dikarenakan harus latihan silat. Akhirnya mereka memutuskan pergi ke gunung sapathawung pada hari Sabtu sepulang sekolah.
Sementara itu di pemukiman yang berada di kaki gunung sapathawung, terjadi keributan antara penduduk lokal dan orang-orang dari Kurassha yang dipimpin Mike. Seluruh penduduk lokal desa menolak kehadiran Mike dan anak buahnya.
"kami tidak akan menjual tanah warisan nenek moyang " teriak seorang penduduk lokal
Usaha pembelian terhadap lahan yang ada di sana menemui jalan buntu, penduduk lokal tidak mau menjual tanah warisan leluhur mereka dengan harga berapapun. Mike yang sudah panas berencana akan menghajar semua orang di sana.
Namun karena kehadiran polisi, keributan itu berhenti sebelum terjadi baku hantam. Seluruh orang yang terlibat dibubarkan polisi, dan diminta berdamai. Namun hal itu tidak meredam keinginan kelompok Kurassha untuk mendapatkan tanah di lokasi tersebut.
Mike kembali ke rumah yang menjadi markas barunya di kota Muriya, dia masuk kedalam dengan suasana hati buruk. Di dapur, Brian sedang menyantap makan siangnya dengan lahap. Tiba-tiba dia dikagetkan dengan suara kursi yang terlempar sampai ke tembok dari arah ruang tengah, di sambung dengan suara teriakan kekesalan Mike.
"aaaaarg"
Brian tidak memperdulikan suara itu dan melanjutkan makannya. Sesaat kemudian Mike pergi ke dapur untuk mengambil air minum di kulkas.
"ada apa denganmu? " tanya Brian
Dengan wajah masih terlihat kesal, Mike mengambil alat penterjemah dari kantongnya. Setelah memasangnya di telinga, barulah mereka mulai berbincang di meja makan.
"Penduduk di lokasi itu sangat keras kepala, mereka bersikeras menolak menjual tanah itu " ucap Mike
"lokasi dimana maksud mu ? " tanya Brian sambil terus makan
"Lokasi yang akan digunakan untuk membangun markas cabang kalian" jawab Mike
"kau harus paksa mereka, Lokasi itu sudah diinginkan atasanku. Jika tidak berhasil, akan berdampak buruk terhadap kerjasama organisasi kita " ucap Brian
"aku tau, aku akan ke sana lagi hari Sabtu untuk melakukannya" balas Mike
"aku akan menemanimu nanti, beberapa hari ini aku tidak melihat adanya targetku di kota ini. Mungkin mereka sudah pindah kota lagi " tambah Brian
*Kediaman Prof Gema*
Lisa menceritakan kesuksesannya dalam mendapatkan informasi mengenai jamur itu kepada Prof Gema, dia akan pergi mengambil jamur itu pada hari Sabtu. Prof Gema kemudian memberi Lisa 2 botol serum peningkat kekuatan untuk berjaga-jaga apabila harus melawan Brian di kota.
"apa kau tidak ikut kami Sabtu nanti untuk mengambil jamur ?" tanya Cindy
"tidak bisa, ada yang harus ku kerjakan. kuserahkan padamu soal mengambil jamur itu " balas prof Gema
"bagaimana perkembangan kemampuan baru mu prof? " tanya Lisa lagi
"sekarang aku lebih mengerti cara menggunakannya" ucap prof Gema kemudian kulitnya berubah menjadi batu yang keras
Lisa bingung prof Gema bisa mengubah strukturnya menjadi batu tanpa memegang batu. Prof Gema kemudian menjelaskan bahwa dirinya bisa menyimpan 3 struktur yang bisa digunakan tanpa harus menyentuh benda tersebut.
*Las Vegas*
Riyan tiba di Las Vegas sore hari bersama dengan Nick dan Nessie. Riyan meminta kepada Nick untuk mengantarkan dirinya ke hotel dimana dulu dia pernah menginap, karena cuman tempat itu penginapan yang Riyan tau. Didepan hotel tujuan Riyan yang bernama Newton Palace Hotel, ketika Riyan turun, Nick menawarkan Riyan untuk menginap di tempatnya namun Riyan menolak karena dia ingin bebas untuk berjalan-jalan di kota besar itu.
Mereka berpisah didepan hotel, Nick dan Nessie melanjutkan menuju kediaman mereka dan Riyan masuk kedalam hotel. Untuk memesan kamar, Riyan melangkah menuju resepsionis yang merupakan wanita dengan tubuh seukuran Riyan.
Resepsionis itu meminta kartu identitas milik Riyan untuk didaftarkan sebagai pengunjung hotel.
"apa aku pernah melihatmu? wajahmu terlihat tidak asing " ucap resepsionis sambil terus mengisi form pada komputer
"mungkin mirip, kau banyak melihat orang disini kan " balas Riyan
"wajah tampan sepertimu tidak mungkin banyak. Ini kunci mu, selamat istirahat " tambah gadis resepsionis sambil menyerahkan kunci kamar berupa kartu.
"terima kasih " balas Riyan dengan senyum manis mengambil kartu itu, kemudian pergi menuju lift untuk pergi ke lantai kamarnya.
Resepsionis itu terus memperhatikan Riyan sampai masuk kedalam lift. Begitu pintu lift tertutup dan Riyan menghilang dari pandangannya, wanita itu membuka daftar pengunjung dalam tiga puluh hari terakhir. Kemudian dia mencari data pengunjung yang memiliki kecocokan yang sama dengan Riyan, jarinya cepat dan lihat memainkan keyboard untuk mencari informasi itu melalui komputer.
"Binggo...ternyata memang benar kamu " ucap wanita itu dengan wajah girang
Kemudian dia mengambil Handphonenya dan melakukan panggilan dengan HP tersebut.
"hallo" sapa resepsionis itu
"seperti yang anda minta, saya ingin memberitahukan kalau orang yang anda cari baru menyewa kamar disini " ucap wanita itu
"baik, siap pak " ucap wanita itu lagi
Setelah itu dia pun mengakhiri panggilan itu dan menutup telponnya. Dua puluh menit kemudian Seorang laki-laki datang dan menanyakan kamar Riyan kepada resepsionis. Wanita itu memberi tahukan nomer kamar yang disewa oleh Riyan kepada laki-laki tersebut.
*dikamar hotel Riyan*
Kamar yang sangat luas yang dilengkapi dengan ruang tamu dan balkon. Riyan keluar dari mandi mengenakan handuk, kemudian mengeluarkan pakaian ganti dari tasnya. Setelah berganti pakaian, Riyan menyalakan TV sebagai hiburan. Karena Riyan berencana untuk keluar saat malam hari, jadi saat ini dia hanya bermalas-malasan di atas tempat tidur sambil menonton film di TV.
Sambil melatih kemampuannya, Riyan mengambil remote dan beberapa benda lain menggunakan nano material yang dibentuk menjadi tali yang bergerak seperti tentakel gurita. Sekitar 20 menit kemudian, bel kamar Riyan berbunyi "ting tong" .
"aku tidak memesan layanan kamar, siapa ya " gumam Riyan
"klek" Riyan membuka pintu kamarnya, dia terlihat sedikit bingung karena di hadapannya ada seorang pria dengan jaket kulit hitam mengkilat yang samar-samar ada diingatan Riyan.
"Boleh aku masuk? " pinta orang itu
"silahkan " balas Riyan
Orang itu dipersilahkan untuk duduk di sofa yang memang disediakan untuk tamu di kamar hotel itu.
"maaf tidak ada cemilan " ucap Riyan kemudian duduk menghadap orang itu
"tidak apa, kau masih ingat aku Riyan ? " tanya orang itu
Riyan hanya diam dan memperhatikan orang didepannya, seolah berusaha mengingat identitas orang itu.
"kita sudah pernah bertemu jadi ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu Riyan " kata orang itu
Riyan berpikir keras dan memutar ulang kejadian di kota ini sebelumnya dalam kepalanya. Kemudian dia teringat kejadian lama di gang Las Vegas saat menyelamatkan seorang pengusaha kaya, barulah kemudian Riyan mengingat orang itu.
"ah..paman yang bernama Jackie kan " kata Riyan
"hanya Jack tidak pakai ie " balas Jack
"bagaimana kabar teman anda yang kemarin? " tanya Riyan
"dia juga baik saja untuk saat ini " jawab Jack
Jack kemudian menceritakan maksud kedatangannya, dia mengeluarkan beberapa foto peluru yang bertebaran di TKP penyelematan Luke malam waktu itu. Jack langsung memvonis Riyan menggunakan semacam pisau untuk menahan peluru itu. Untuk memperkuat tuduhannya, Jack membuat alasan ditemukan beberapa goresan pisau pada peluru tersebut yang sebenarnya tidak ada.
Riyan yang tidak menyadari hal itu terpaksa harus mengakui perbuatannya. Berdasarkan keahlian Riyan yang mampu menahan peluru dengan pisau ketika menyelamatkan Luke Vargas. Jack kemudian menanyakan hubungan Riyan dengan organisasi NOZ.
"aku sama sekali tidak punya hubungan dengan mereka " kata Riyan
"kecuali membunuh beberapa pasukannya dan menyerap senjata mereka" ucap Riyan dalam hati
"baiklah, kalau begitu ikut aku! " ucap Jack berdiri dari sofa
"eh..aku benar-benar tidak ada hubungan dengan NOZ " kata Riyan
Namun Jack tetap memaksa agar Riyan mengikutinya, Riyan kemudian dibawa ke kediaman Luke Vargas. Di ruang tamu, Luke yang melihat Jack membawa Riyan, langsung mempersilahkan mereka berdua masuk keruangan itu.
Berbagai suguhan dan makanan diletakkan di atas meja oleh seorang asisten rumah tangga Luke. Setelah berterima kasih kembali atas penyelamatan Riyan waktu dulu, Tanpa basa-basi dia langsung meminta Riyan untuk menjadi pengawal pribadinya dalam sebuah acara pertemuan besar besok lusa.
Permintaan mendadak tersebut membuat Riyan sedikit canggung, apalagi dia hanya sebentar berada di Las Vegas. Itu karena besok Riyan akan pulang kembali ke Indonesia.
"maaf, tapi aku sudah memesan tiket untuk pulang besok siang " ucap Riyan
"jangan khawatir, aku akan menggantinya 3x lipat. Dan untuk tugas ini, $100.000 " balas Luke
"itu jumlah yang sangat besar, tapi anda sudah memiliki banyak pengawal, kenapa perlu saya juga ? " tanya Riyan
"Sebenarnya hanya kebetulan, aku sama sekali tidak berencana membuatmu menjadi pengawal. Akan tetapi tadi sore Jack memberitahuku kalau kau berada di Las Vegas, jadi aku berniat menjadikanmu pengawal selama satu hari " jelas Luke
Jack mengetahui kedatangan Riyan dari resepsionis yang menelponnya. Ketika tidak berhasil menemui Riyan sebelumnya, Jack memang meminta kepada petugas resepsionis itu untuk memberitahunya apabila Riyan datang lagi ke Las Vegas.
"selain itu, ada beberapa alasan lain untuk mempekerjakan mu, kau tau berita mengenai pembajakan kereta api beberapa hari lalu ? " tanya Jack
"ya, saya juga mendengar berita itu " jawab Riyan
"pembajakan itu sebenarnya hanya kedok, target utama mereka adalah Luke dan dua orang lainnya, dan yang melakukannya adalah kelompok bandit yang dipimpin orang bernama Philip. Karena serangan waktu itu gagal, dan Philip juga berhasil lolos, kemungkinan mereka akan mencoba menangkap Luke lagi " jelas Jack
"tapi apa hubungannya dengan saya? " tanya Riyan lagi
"menurut informan kami, Philip bekerja untuk Yorgi, dan Yorgi bekerja sama dengan organisasi NOZ. Di dalam organisasi NOZ ada seorang bernama Brian, dia membunuh banyak agen CIA dan mampu menahan peluru seperti mu. Karena serangan Philip gagal, kami berasumsi mereka akan memanggil Brian untuk selanjutnya " Jelas Luke
"orang bernama Brian ini juga bisa menahan kecepatan peluru, jadi itu sebabnya kalian mengira aku berhubungan dengan NOZ dan ingin aku mengatasinya " ucap Riyan
"Bukan hanya kami, bahkan CIA juga mengira seperti itu " balas Jack
Riyan kemudian berpikir sejenak, jika memang berhadapan dengan NOZ artinya dia bisa mendapat nano material lagi. Tetapi karena harus menyembunyikan identitasnya, dia tidak bisa menggunakan armor hitamnya. Armor hitam maupun seorang anak SMA yang mempunyai nano material masih belum boleh diketahui publik. Hal itu membuat Riyan harus benar-benar mengambil keputusan yang sulit.
"bagaimana Riyan? apa kau setuju " tanya Luke
"akan kupikirkan, beri aku waktu " jawab Riyan
"baiklah, tapi kau harus berpikir cepat. Acara itu besok lusa " ucap Luke
Riyan kemudian diantarkan kembali oleh Jack menuju hotel. Selama diperjalanan, Riyan berpikir ingin menolak tawaran itu namun keinginan menyerap nano material untuk bertambah kuat terus muncul dipikirannya.
"tuan Jack, memangnya aku harus melindungi tuan Vargas dalam acara apa? " tanya Riyan
"itu sebuah pesta yang diadakan Yorgi, dia mengundang semua orang penting termasuk senator " jawab Jack
"kalau orang berkuasa dikumpulkan di satu tempat, harusnya penjagaan di tempat itu sangat ketat kan " ucap Riyan
"benar, CIA, Interpol, bodyguard pribadi semuanya akan berada di sana untuk menjaga keselamatan orang-orang itu " balas Jack
"kalau begitu bukankah sudah sangat aman? " tanya Riyan
"Yorgi itu licik, dia berniat mengambil alih Las Vegas. Orang itu pasti merencanakan sesuatu dengan mengumpulkan orang-orang penting di kota " jawab Jack
Mobil pun berhenti didepan hotel. Setelah Riyan turun, Keduanya kemudian bertukar nomer Handphone agar Riyan bisa memberi tahukan keputusannya. Ketika Jack pergi, Riyan tidak langsung masuk ke hotel, melainkan berjalan disekitar kota sambil memikirkan cara yang menurutnya terbaik untuk menerima tawaran dari Luke Vargas.
Poin utama yang dipikirkan oleh Riyan adalah dia harus menutupi identitas dirinya dan nano material yang dimilikinya. Kalau sekelas penjahat biasa, dia bisa saja mengalahkannya tanpa perlu memakai nano material. Namun kali ini organisasi NOZ, bahkan mungkin orang yang bernama Brian yang diceritakan Jack juga akan muncul.
Setelah beberapa pertimbangan, Riyan memutuskan untuk menerima tawaran Jack dan Tuan Luke Vargas. Riyan kemudian mengambil Handphonenya dan menelpon Jake, dia memberitahukan kepada Jack bahwa dia setuju menjaga tuan Luke Vargas besok lusa.
"semoga saja nanti banyak nano material yang bisa kita dapat Alpha" ucap Riyan
[anda benar tuan]