NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 31 Murid Baru



Tiupan angin perlahan menggoyang rerumputan disekitar Riyan dan lawannya. Kaki kanan Riyan menginjak tanah dengan kuat dan tubuhnya melaju kencang kearah lawannya. Dengan kedua pedang ditangannya dia melancarkan jurus sundang sungai.


"kling...kling...kling "


Adu pedang antara mereka berdua berlangsung dengan cepat. Serangan sundang sungai Riyan mampu ditahan oleh gadis itu, namun seketika Riyan meningkatkan kecepatannya dan akhirnya melukai lengan atas gadis itu hingga terpaksa membuatnya mundur.


Disaat yang sama pria dengan jaket hitam berlari menuju kearah pertarungan mereka.


"sebaiknya kau menyerah sekarang" kata Riyan


"Menyerah?ini baru pemanasan" balas gadis itu


Gadis itu mengambil botol kecil dari kantongnya dan meminumnya. Kemudian luka di lengan gadis itu seketika menutup dan pulih, hanya menyisakan sobek pada kain bajunya. Riyan tidak menyangka kalau gadis itu juga punya kemampuan memulihkan diri seperti dirinya. Aura dan tubuh gadis itu dirasakan Riyan sekarang berubah menjadi lebih berbahaya.


Kembali keduanya saling serang dan seperti dugaan Riyan, kekuatan dan kecepatan serangan gadis itu meningkat. Kedua pedang mereka akhirnya terhenti saling menahan satu sama lain pada suatu momen, posisi itu sekarang membuat wajah mereka menjadi sangat dekat. Riyan berniat menggunakan jurus tertinggi sundang majapahit jika keadaan tetap seperti itu.


"kalian berdua hentikan" teriak pria berjaket yang sudah dekat kepada mereka berdua


Namun keduanya tidak ada yang mau mengalah, keduanya masih saling menahan senjata satu sama lain. Pria itu kembali berteriak, kali ini lebih keras dari sebelumnya.


"Lisa turunkan senjatamu, dan kau juga pengguna Nano System"


Gadis itu menuruti permintaannya, begitu juga Riyan yang kaget karena pria itu mengetahui Nano system yang ada pada dirinya.


'bukankah menurut Dr Albert, nano system tidak diketahui oleh NOZ' pikir Riyan


"siapa kalian? apa yang kalian lakukan disini?" tanya Riyan


"namaku Gema dan gadis itu Lisa, aku teman sekaligus rekan kerja Dr Albert. Tenanglah, aku bukan anggota NOZ. Akan ku jelaskan semuanya" jawab pria itu


Prof Gema seorang laki - laki berusia 51 tahun namun tampak seperti 35 tahun karena menggunakan serum buatannya. Dia seorang Pria berpenampilan rapi, berkulit putih dengan rambut klimis dan tinggi 180 cm.


Riyan kemudian menghilangkan armornya dan Lisa mengembalikan bentuk pedangnya menjadi seperti Flashdisk kecil.


"kau orang yang di mall waktu itu" kata Lisa setelah melihat wajah Riyan tanpa armor yang menutupinya


"kau benar, namaku Riyan" jawab Riyan


Mereka bertiga kemudian mengikuti Prof Gema berjalan menuju ke depan makan Dr Albert di bawah pohon besar.


"apa yang membuat anda yakin kalau saya mengira kalian anggota NOZ?" tanya Riyan


"mudah saja, kalau kau pengguna nano system, Albert pasti sudah menceritakan tentang NOZ kepadamu" jawab Prof Gema


Didepan makam Dr Albert, Prof Gema menceritakan detail hubungan dan kejadian mengenai dia dan Dr Albert. Mereka adalah teman sekaligus rekan di laboratorium penelitian organisasi NOZ.


Selama 2 Tahun dia bersama Dr Albert diculik dan ditahan oleh organisasi NOZ untuk melakukan proyek peningkatan organisasi mereka. NOZ menculik sebagian besar ilmuwan dunia untuk bekerja dengan mereka. Dr Albert mengepalai proyek penelitian pembuatan senjata material nano, Prof Gema mengepalai proyek penelitian untuk peningkatan tubuh manusia menjadi prajurit super.


Prof Gema berhasil membuat adrenalin peningkat kemampuan fisik manusia, tetapi memiliki kekurangan pada durasi dan efek samping kepada pengguna. Kemudian Organisasi NOZ memisahkan kru-nya dari penelitian material nano dan membawa mereka menuju laboratorium penelitian di Amerika Selatan untuk menyempurnakan serum tersebut.


Prof Gema kemudian meminjam benda kecil kepada Lisa, dia menunjukkan kepada Riyan sebuah benda kecil seperti Flashdisk dengan tombol di ujungnya. Dia menekan tombol itu dan kemudian berubah menjadi pedang.


"tidak lama setelah kami terpisah, Albert dan kru-nya berhasil membuat ini, kami menyebutnya Wechas. Material nano yang diprogram menjadi sebuah senjata dan satu benda lain" Kata Prof Gema


"jadi itu senjata yang digunakan gadis ini barusan" kata Riyan


"ya..dan hampir mengalahkanmu" kata Lisa


Riyan hanya mengekspresikan penolakan pernyataan itu dengan wajahnya sambil menatap Lisa.


"apa" kata Lisa keras


"tidak ada" jawab Riyan cuek dan santai


Kemudian Prof Gema melanjutkan ceritanya. Dr Albert dan kru-nya berhasil membuat wechas. Setelah pengembangan nano material selanjutnya mengalami jalan buntu, kelompok NOZ mengambil hasil penelitiannya dan membunuh Dr Albert beserta kru-nya. Mereka khawatir wechas akan dimiliki organisasi lain.


Sebelum mereka membunuhnya, Dr Albert dan Prof Gema sempat saling menukarkan hasil penelitian mereka melalui jaringan internet khusus. Hasilnya Prof Gema mampu menyempurnakan serumnya tanpa efek samping pemakainya dengan mencampurkan material nano yang diprogram untuk menyembuhkan luka seperti yang terjadi pada penyembuhan Lisa.


Penggabungan nano material dengan tubuh manusia hanya sebatas tingkat penyembuhan, peningkatan kekuatan atau kecepatan. mereka tidak pernah bisa membuat nano material dikendalikan sepenuhnya oleh tubuh manusia dari dalam.


"Serum yang kubuat hanya bisa memasukkan satu program material nano.Nano System adalah impianku dan Dr Albert. Aku tidak menyangka kalau dia berhasil membuatnya" kata Prof Gema


"jadi dari mana anda tau kalau saya menggunakan nano system?" tanya Riyan


"sebelumnya aku tidak tahu, sampai kau menyerap pedang pendek itu ke tubuhmu dan menggantinya dengan sebuah pedang panjang" jawab Prof Gema


Menurut Prof Gema, kemampuan mengubah dan menyerap material nano hanya bisa dilakukan dengan Nano System. Wechas hanya mempunyai dua bentuk yaitu senjata saat diaktifkan dan satu benda lagi untuk penyamaran saat di nonaktifkan.


Dia ingin menggunakan Nano System untuk menghentikan organisasi NOZ yang telah membunuh teman dan saudara - saudaranya untuk memaksanya mengembangkan penelitian serum.


"jadi intinya anda kesini untuk mengambil nano system?" tanya Riyan


"rencanaku memang seperti itu, tapi aku bahkan tidak tahu bentuknya seperti apa. itulah sebabnya selama setahun ini aku di Indonesia mencari tempat dimana Dr Albert dibunuh dan berharap mendapatkan informasi mengenai nano system bersama jasadnya" kata Prof Gema


"maafkan saya, tapi itu tidak bisa, Nano system sudah terpasang dikepala saya dan saya menamainya Alpha" kata Riyan


Riyan kemudian menceritakan pertemuannya dengan Dr Albert dan keseluruhan kejadian mengenai nano system yang ada ditubuhnya. Prof Gema pasrah dengan hasil pencariannya, dia tetap bersyukur karena tekhnologi itu tidak ditemukan oleh organisasi NOZ. Dia meminta Riyan membantunya menghancurkan organisasi NOZ.


"aku berencana menggunakan nano system untuk Lisa, namun sekarang tertanam padamu dan tidak bisa digunakan orang lain" sambung Prof Gema


"kenapa anda membutuhkan saya? gadis bar - bar ini juga sudah kuat kan" kata Riyan


"enak aja gadis bar - bar, kau mau mati disini?" teriak Lisa


"kan benar, bar - bar. main matiin aja" kata Riyan


Prof Gema menjelaskan sewaktu ditahan oleh NOZ, dia membuat 7 serum dengan material nano Dr Albert. Serum itu hanya bisa membawa peningkatan pada salah satu dari Kecepatan, kekuatan, regenerasi, akurasi.


"jadi anda meningkatkan regenerasi dan kecepatan Lisa? " tanya Riyan


"tidak, Lisa hanya mendapatkan peningkatan kecepatan, sedang regenerasinya berasal dari serum yang bersifat sementara. Peningkatan permanen lebih dari satu selalu gagal dan membuat subjeknya mati" jelas Prof Gema


Prof Gema menjelaskan 6 orang yang memakai sisa serumnya dalam organisasi NOZ mempunyai kemampuan Kekuatan, regenerasi dan bahkan kecepatan bertarung seperti Lisa. Dia beruntung bisa kabur dengan Lisa saat keenam orang itu tidak ada ditempat. Akan tetapi NOZ memiliki para Ilmuwan yang setia kepada mereka, dan pasti melanjutkan penelitiannya.


"kalau begitu semua anggota NOZ akan sekuat itu?" tanya Riyan


"Belum bisa dipastikan, untuk membuat serum yang bisa memperkuat secara permanen terdapat unsur khusus, hanya aku yang tahu.Tapi bukan berarti mereka tidak bisa membuatnya nanti" jelas Prof Gema


"itulah sebabnya NOZ harus segera di hancurkan sebelum bertambah kuat" tambah Lisa


Riyan termenung dan berpikir sejenak, seandainya dia ikut dengan Lisa dan Gema, kemungkinan akan membahayakan keselamatan Tari dan Mila juga. Dengan kelompok Kurassha saja sudah merepotkan, apalagi harus menghadapi NOZ sekarang.


Akan tetapi dengan segala kerusuhan yang terjadi dan Nano System ditubuhnya, kemungkinan akan menghadapi NOZ juga akan tiba.


"saya akan memikirkannya, saat ini ada yang harus saya kerjakan dulu" kata Riyan kemudian meninggalkan mereka berdua.


"Riyan, NOZ tidak hanya mengembangkan nano material dan serum, mereka juga mengembangkan hal lain untuk membuat pasukan super" kata Lisa


"sekarang bagaimana?" tanya Lisa


"kita harus membuat dia membantu kita untuk mencegah NOZ membuat kerusakan" kata Prof Gema


"akan saya usahakan prof" kata Lisa


Karena ngobrol dengan Lisa dan Prof Gema, akibatnya sore hari Riyan baru mendapatkan 3 rusa untuk diantar ke tempat pak Surya. Diperjalanan pulang Riyan melewati gerbang sekolahnya yang terdapat spanduk bertuliskan penerimaan murid baru.


"beberapa hari lagi sekolah akan dimulai, kuharap akan lebih baik" gumam Riyan


Riyan kemudian mengantarkan Rusa itu ke Natural Food dan pulang saat makan malam.


*Gerbang Sekolah*


3 hari kemudian liburan selesai dan sekolah dimulai. Semangat baru dari para murid baru sangat terasa. Para murid dengan wajah ceria setelah liburan bergerombol dari gerbang menuju halaman sekolah. Riyan memasuki gerbang dengan motornya dan menuju tempat parkir.


Disana ada sebuah motor seperti miliknya yang tidak pernah dia lihat, hanya saja dengan warna yang berbeda yaitu warna krem. Riyan berpikir kalau itu adalah motor milik anak baru, yaitu kelas satu yang baru masuk.


Di depan pintu masing - masing kelas saat ini dipenuhi para murid yang sedang mencari nama mereka pada kertas besar yang tertempel di depan pintu.


Riyan langsung menuju kantin untuk makan cemilan dan minum teh. Dia menunggu gerombolan murid didepan pintu berkurang baru kemudian mencari namanya di tiap pintu kelas dua.


"merepotkan harus berjejal didepan pintu, tidak perlu waktu lama kan untuk mencari nama" pikir Riyan sambil menikmati teh nya.


tidak lama kemudian HP Riyan berbunyi notifikasi pesan chat masuk.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Cindy :


kamu dimana?


Riyan :


Kantin


Cindy :


memangnya tante Tari tidak bikin sarapan?


Riyan :


Bikin, aku hanya minum teh saja


Cindy :


Huh..dasar..sudah hampir bel loh😑


Riyan :


iya..siap tuan putri😋


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


5 menit sebelum bel masuk, Cindy datang kehadapan Riyan dan duduk dikursi. Riyan gembira dan tersenyum melihat Cindy mengenakan jam tangan yang diberikannya.


"kenapa senyum - senyum? udah tau kelasnya?" tanya Cindy


"belum, nanti dicari sebentar" jawab Riyan


kemudian Cindy mengambil tas Riyan yang ada di atas meja kantin dan membawanya. Riyan kemudian mengikuti Cindy dari belakang.


"itu tas mau dibawa kemana neng?" tanya Riyan sambil jalan


Cindy memasuki kelas 2-3 IPA dan menaruh tas Riyan pada sebuah kursi paling belakang barisan nomer dua dari jendela.


Didepan pintu kelas 2-3 Riyan berhenti dan mencari namanya, benar saja sekarang dia satu kelas dengan Cindy. Kemudian Riyan melanjutkan memasuki kelas itu dan melihat posisi tasnya.


"biasanya aku berada di samping jendela" gumam Riyan


"ayo sini, kamu duduk disini" kata Cindy di kursi samping jendela sebelah kursi Riyan


'bersebelahan dengan Cindy ya...sepertinya tahun ini akan menyenangkan' pikir Riyan


Riyan kemudian duduk di kursinya dan mengobrol dengan Cindy sampai bel berbunyi dan semua siswa berada di kelas dan kursinya masing - masing.


Beberapa saat kemudian Ibu Shinta masuk dan semua murid berdiri memberi salam selamat pagi. Seperti biasa, hari pertama tidak ada kegiatan belajar. Hanya perkenalan, menyusun jadwal pelajaran, memilih ketua kelas dan strukturnya.


Ibu Shinta menjadi wali kelas 2-3, kemudian beliau memanggil seorang murid yang sejak awal disuruh oleh bu shinta menunggu didepan pintu masuk. Murid pria lain heboh melihat murid baru yang cantik, sedang Riyan sedikit kaget melihat murid baru yang dibawa oleh bu shinta adalah Lisa.


"ini adalah murid pindahan dari semarang, silahkan perkenalkan diri Lisa" ucap bu Shinta


"Nama saya Novia Nurlia Lisa, biasa dipanggil Lisa. Saya pindah dari semarang kesini mengikuti ayah saya" kata Lisa didepan kelas


Sontak semua pria dikelas kecuali Riyan mengucapkan hai kepada Lisa. Kemudian bu Shinta menyuruh Lisa untuk mencari kursi duduknya. Kebetulan kursi yang kosong di kelas itu hanya ada 4, dan salah satunya disamping kiri Riyan.


"pssstt...cewek di mall dulu kan" Cindy berbisik kepada Riyan


"mungkin mirip" jawab Riyan


"masaa...kamu kan lama banget lihatnya waktu itu" kata Cindy


"nggak ah" kata Riyan


Lisa kemudian berjalan mendekati Riyan.


' jangan kesini gadis bar - bar, pura - pura tidak kenal' pikir Riyan


Sesampainya disamping Riyan, Lisa duduk di kursi itu dan menyodorkan tangannya kepada Riyan yang kemudian disambut oleh Riyan dengan sedikit gugup.


"Lisa" katanya dengan senyuman manis


"Riyan "


'kampret aktingnya jago' gumam Riyan dalam hati


Senyuman dari Lisa membuat Riyan merasa semakin gelisah. Riyan menoleh kearah Cindy, dimata Cindy seakan memunculkan api membara sedang menatap Riyan seperti siap menghanguskannya.


"udah inget orangnya" kata Cindy


"kayaknya emang dia Cin" jawab Riyan


Sekarang Riyan berada diantara dua gadis tercantik dikelasnya. Membuat Siswa lain iri, namun membuat Riyan merasa tidak enak.


'tahun ini tidak akan menarik' pikir Riyan