NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 81 Kapak Ganda



Peluru itu melesat dengan cepat, tepat menuju jantung Riyan. Hanya berjarak 10 cm sebelum peluru besar itu menyentuh armor hitam Riyan, dia mengubah posisi tubuhnya dengan cepat sehingga peluru itu melesat lewat di depan dada Riyan.


"Pelurunya bertambah cepat, untung saja bisa ku hindari" ucap Riyan dalam hati.


Riyan kembali mensejajarkan tubuhnya, hingga berhadapan dengan Julia yang masih tetap tersenyum. Hanya berjarak 3 meter setelah menjauhi tubuh Riyan, peluru itu berbelok kembali.


[Tuan, hati-hati!pelurunya kembali]


"Apa!!" Riyan kaget dengan peringatan Alpha


Riyan pun menoleh ke belakang tubuhnya, memang benar peluru itu terlihat kembali mengarah kepadanya. Kali ini Riyan tidak hanya mengubah posisi tubuhnya, tetapi melompat tiga kali ke arah kanan untuk menghindari peluru itu.


Hal serupa terjadi lagi setelah Riyan berhasil menghindari peluru itu. Seperti sebuah mobil balap yang melewati belokan circuit, peluru itu berbelok mulus menuju kearah Riyan.


"Kalau ku tebas dalam jarak sedekat ini, ledakannya akan membuat armor ku hancur lagi" pikir Riyan


Riyan menjauh hingga ke tembok yang mengelilingi Rumah Julia. Kemudian pada saat peluru besar itu berjarak 20 cm, Riyan melompat sejauh mungkin untuk menghindar.


"Booom" peluru itu kembali menghancurkan dinding tembok rumah Julia.


"Gila, orang ini bisa menghindari peluru itu," pikir Julia seolah tidak percaya melihat Riyan yang berhasil menghindar.


Dengan jarak Riyan yang tidak terlalu jauh menghindar, ledakan dari peluru itu menyebabkan sedikit kerusakan pada bagian belakang armornya.


Secara perlahan kerusakan itu menutup kembali, namun terdapat beberapa serpihan armor hitam yang berada di atas tanah dan tidak kembali masuk kedalam tubuh Riyan.


"Alpha, apa yang terjadi?" tanya Riyan heran melihat serpihan armor hitamnya yang ada diatas tanah.


[Tuan, nano material juga memiliki daya tahan. Kalau kerusakan kepada nano material terus terjadi berkali-kali, maka akan mengurangi daya tahannya dan akhirnya rusak. Itu akan berdampak pada jumlahnya dalam tubuh anda]


"Jadi begitu, aku tidak tahu. Baiklah kita bicarakan lagi nanti, sekarang ada masalah yang lebih berat"


Riyan melihat Kevin yang baru saja keluar dari dalam rumah dan berada di samping Julia. Saat itu kedua tangan Kevin terbungkus sarung tangan besi hingga sikunya, sedang kedua kakinya mengenakan sepatu yang terlihat biasa namun keras seperti baja hingga hampir mencapai lutut.


Kevin mengadukan kepalan kedua tangannya berkali-kali yang menggunakan sarung tangan berwarna hitam yang terlihat seperti sarung tangan biasa namun sekeras besi.


Kepalan yang bersentuhan itu mengeluarkan bunyi dentingan yang lumayan keras. Gerakan Kevin seolah-olah ingin meremukkan tubuh Riyan dengan tinjunya.


"Apa kau mau maju sekarang?" tanya Julia


"Saya akan mencoba mainan baru pemberian NOZ ini" ucap Kevin berjalan perlahan mendekati Riyan.


[Hati-hati tuan! sarung tangan dan sepatu yang dipakai orang itu juga dari nano material milik NOZ, entah apa yang bisa dilakukan alat itu]


"kalau begitu kita cari tahu saja" ucap Riyan


Riyan yang tidak mau menunggu diserang, melakukan serangan lebih dulu kepada Kevin yang mendekatinya. Dengan injakan kuat dari kaki kanannya, membuat Riyan melesat cepat kearah Kevin kemudian melompat.


Dengan posisi di atas Kevin, Riyan menebaskan pedang oriental kearah kepala Kevin. Hanya saja serangan itu kembali di tangkap dengan tangan kanannya yang sudah mengenakan sarung tangan besi.


Ketika tubuh Riyan mendarat ke tanah, Kevin mengepalkan tangan kirinya dan bersiap melepaskan tinju. Namun disaat yang sama, Riyan menciptakan satu katana lagi untuk menusuk perut Kevin.


Kevin yang merasa dirugikan apabila serangan mereka berdua dilanjutkan, memutuskan membatalkan serangan tinju kirinya untuk menahan tusukan katana Riyan. Dengan menangkap katana itu menggunakan tangan kirinya, serangan tusukan Riyan berhasil digagalkan.


Posisi mereka berdua sekarang sama-sama tidak bergerak. Bagian atas pedang oriental di tahan oleh tangan kanan Kevin, dan di depan pinggang Katana Riyan tertahan oleh tangan kiri Kevin.


Tiba-tiba keduanya melakukan tendangan kearah dada bersamaan sehingga membuat mereka terpisah sejauh satu meter. Kemudian keduanya kembali saling serang dengan cepat.


"Klink...klink...klink"


Serangan pedang Riyan mampu ditahan oleh tendangan dan tinju besi Kevin. Perkelahian kedua orang itu menjadi tontonan yang menarik bagi Julia, keduanya bertarung seperti master beladiri dalam film laga.


"perasaan sebelumnya dia tidak secepat ini, apa itu benar-benar terbuat dari besi" ucap Riyan


[Sarung tangan dan sepatu itu, saya sudah memeriksanya. Itu sama seperti armor anda yang terbuat dari nano material, kedua benda itu meningkatkan kecepatan dan kekuatan]


beberapa menit pertarungan keduanya seimbang, kali ini Kevin juga bisa melayangkan tinju dan tendangannya kepada Riyan. Dan muncul momen dimana keduanya saling terkena tinju masing-masing dan terpisah kembali.


"Sebaiknya menyerah saja!kau tidak akan menang?" ucap Kevin berdiri tegap.


"Huh,,, kenapa semua penjahat selalu memintaku untuk menyerah dengan mengatakan kalau aku akan kalah, apa tidak ada permintaan lain?" balas Riyan


"Itu karena situasi ini bodoh. Aku tau kau ahli beladiri seperti diriku, tapi dengan senjata besi ini, membuat kemampuanku lebih hebat. lihatlah! Bahkan dengan kedua pedang itu kau tidak bisa melukaiku. Disisi lain, wanita itu akan menembakan peluru yang bisa mengejar jika kau terpisah dari ku. Jadi apa yang akan kau lakukan?" ucap Kevin


"Yang kulakukan?aku akan menghabisi kalian dan membawa adikku pulang" ucap Riyan menggunakan kuda-kuda Sundang laut.


"Sia-sia saja" gumam Kevin


Dengan lihai Riyan memainkan kedua pedang di tangannya menyerang Kevin dengan cepat. Kevin memang tidak bisa melawan serangan Riyan, namun dia berhasil menahan semua serangan jurus Sundang laut Riyan.


"Aku pernah melawan orang yang menggunakan jurus yang sama denganmu beberapa kali, jadi bisa dibilang seranganmu tidak akan berguna kepadaku" ucap Kevin


Tiba-tiba ketika Kevin ingin menyerang kembali, sebuah teriakan yang memerintahkan Kevin untuk menjauh terdengar.


"Kevin menyingkirlah!" teriak Julia


Mereka berdua menoleh kearah Julia ketika mendengar teriakan itu. Teriakan keras itu menghentikan perkelahian Riyan dan Kevin. Dengan berat hati dan sedikit kecewa, Kevin pun segera menjauhi Riyan dengan cepat.


Terlihat Julia kembali mengarahkan pistol revolver besar metalik itu kepada Riyan, silinder peluru kembali berputar. Kali ini silinder berisi 6 peluru besar itu berputar dengan cepat sebanyak dua kali.


"Door..dooor" dua peluru lagi keluar mengejar Riyan, menyisakan satu peluru lagi di dalam revolver itu.


Riyan pun segera menghindari peluru yang mendekatinya itu dengan melompat dan berlari. Untungnya kecepatan Riyan lebih cepat dari peluru itu.


"Kenapa anda melakukan itu?aku bisa mengatasinya" tanya Kevin yang sudah berada di samping Julia


"Aku ingin ini cepat selesai" jawab Julia


"Sial, pistol hell boy itu merepotkan. Kalau mau main jarak jauh, akan kuladeni" gumam Riyan


"Beam attack"


Selagi menghindari kedua peluru besar itu, pedang oriental milik Riyan berubah menjadi merah pijar. Setelah berbelok untuk membuat jarak pada peluru itu, Riyan berlari lurus cukup jauh dan menebaskan laser beam untuk menghancurkan kedua peluru pengejar itu.


"Boom" Suara ledakan pun kembali terdengar di halaman rumah itu.


Julia kembali mengacungkan senjatanya, namun Riyan yang melihat hal itu segera melakukan tebasan kearah Julia dan Kevin. Cahaya berbentuk sabit bergerak cepat menuju kedua orang itu.


Keduanya melompat berlawanan arah membuat sinar laser itu berada di antara mereka dan menghantam dinding rumah Julia.


"Benar juga, aku lupa pedang sosok hitam itu punya sesuatu seperti itu. Padahal aku sudah melihatnya pada rekaman cctv diskotik" gumam Kevin


"Ternyata pedang itu juga bisa menyerang jarak jauh, kalau begini sia-sia saja menembaknya" ucap Julia


"Bos, pedang itu juga punya kemampuan menembus pertahanan. Saat berwarna hitam pekat, sebaiknya hindari saja setiap serangannya!jangan ditangkis!" ucap Kevin


"Baiklah" balas Julia


Julia kemudian mengubah pistol revolver besar itu menjadi seperti Flashdisk kecil dan menyimpannya. Sekarang dia mengambil Wechas lainnya yang ada di saku celananya.


Julia menekan tombol kecil pada benda mirip flashdisk yang baru saja diambilnya. Benda itu pun berubah bentuk menjadi Dual Axe (kapak ganda) berukuran masing-masing 50cm dengan dua cincin di ujung gagangnya.


Julia pun melepas cincin itu dari gagang kapak kemudian memasangnya pada kedua jari tengah di tangan kiri dan kanannya.


"Yang benar saja, dia punya dua?bahkan Brian waktu itu cuma punya satu" gumam Riyan melihat Julia berganti wechas


Riyan kemudian melakukan tebasan berkali-kali dengan cepat. Sebanyak itu juga sinar laser yang keluar dari pedangnya mengarah kepada Kevin dan Julia. Mereka berdua menghindari serangan laser pedang Riyan yang menyebabkan ledakan belakang mereka.


"Akhirnya senjata asli milikmu keluar juga" ucap Kevin kepada Julia


"Mau bagaimana lagi, ayo habisi dia!" ucap Julia


"oke bos"


Segera dalam beberapa detik mereka sudah berada di depan Riyan, pertarungan dua lawan satu pun terjadi.


"Ting..ting..ting"


Riyan hanya bisa menangkis serangan kombinasi kedua lawannya. Bahkan kedua lawan Riyan kali ini selalu menahan ayunan pedang oriental Riyan saat ingin melakukan tebasan. Mereka seperti sudah mengerti apa yang harus dilakukan untuk menghadapi pedang laser Riyan.


Hal itu menyebabkan Riyan selalu gagal menembakkan laser dari pedangnya. Walaupun sesekali berhasil, laser dari pedang oriental tidak pernah berhasil mengenai tubuh kedua orang itu dan arah serangannya menjadi tidak beraturan ketempat yang jauh dari mereka.


Laser yang beterbangan menyebabkan ledakan dan kerusakan di berbagai tempat di halaman rumah Julia. Bekas dari sabetan laser pedang Riyan meninggalkan torehan api pada dinding rumah maupun tanah halaman.


Bahkan para gadis yang bersama Mila saat ini juga terbangun akibat seringnya suara ledakan itu. Walau masih setengah sadar, mereka mencoba untuk membuka mata.


"Apa yang terjadi?seperti ada perang"


"Entahlah, mungkin tempat ini diserang polisi"


"Kalau begitu kita akan selamat"


"Semoga saja benar"


Ucap mereka di dalam kamar yang terkunci rapat. Mereka berharap akan ada orang yang membebaskan mereka.


Di halaman rumah itu, pertarungan sengit masih terjadi. Kevin dan Julia tidak membiarkan Riyan untuk menjauh ataupun menyerang. Itu karena mereka khawatir kalau Riyan akan melepaskan laser dari pedangnya kembali. Bahkan jika Riyan sempat menyerang dengan pedang itu, ledakan akan terjadi saat mereka menangkis tebasan Riyan.