NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 56 Pesta berakhir



Sementara itu di Wallin Palace, para polisi lokal, CIA, Interpol dan awak media sudah berdatangan. Para tamu yang berhasil diselamatkan, dikumpulkan di seberang gedung.


Mereka mencatat data orang yang selamat dari peristiwa tersebut dan tamu yang tewas terkena tembakan. Disana juga tiba mobil kesehatan dari rumah sakit untuk mengobati luka beberapa polisi dan pengawal yang terluka.


Petinggi CIA, Reihard Stone turun dari mobilnya bersama para ajudan dan memasuki Wallin Palace. Begitu tiba di ruang pesta, dia disambut oleh ketua tim forensik CIA. Reihard dikejutkan dengan mayat 10 orang pasukan NOZ dan pengawal serta anggota CIA.


"NOZ sampai mengirim orang sebanyak ini ? " ucapnya


"Ini hanya sebagian kecil pak, di sebelah sana berjumlah kurang lebih 60 orang pasukan NOZ " ucap ketua tim Forensik


"Apa? " Ucap Reihard terkejut seolah tidak mempercayainya


"Sepertinya disini terjadi perang, pantas saja banyak yang terbunuh " ucap Reihard dalam hati ketika melihat tebaran mayat pasukan NOZ.


Atas permintaannya, Reihard pun diarahkan oleh ketua tim forensik berjalan melihat mayat dari pasukan NOZ. Reihard memperhatikan beberapa kejanggalan bahwa kebanyakan pasukan NOZ terbunuh bukan karena peluru, melainkan tusukan dan tebasan senjata tajam.


"kemana senjata pasukan ini ? " tanya Reihard


"entahlah, sudah tidak ada saat kami tiba disini " jawab ketua tim forensik


"itu konyol jika menyerang tanpa senjata. Dimana ruang cctv gedung ini ? kita akan lihat dari rekaman kamera" tanya Reihard


"lantai dua pak" jawab ketua tim forensik


Sementara itu di lantai dua, tim forensik beserta CIA sedang membersihkan TKP dan membawa jenazah tubuh senator Joseph. Tiga orang kemudian mendobrak pintu kantor Yorgi, dan membawa serta jenazah tiga orang lainnya setelah berhasil masuk.


Perasaan penyesalan dan duka cita dirasakan Luke dan Ken ketika melihat orang-orang yang menjadi korban itu dibawa melintasinya. Beberapa polisi mengeluarkan jenazah agen CIA dari dalam ruang mesin pengawas.


Luke melihat kearah jenazah agen CIA yang dibawa keluar dari ruang mesin. Pintu ruang mesin yang terbuka membuat pandangan Luke terfokus kepada banyaknya jumlah monitor di dalam ruangan itu.


Luke memasuki ruang pengawas diikuti oleh Ken ketika semua polisi sudah keluar dari ruangan itu. Pada monitor yang ada dihadapannya, dia melihat seluruh kegiatan di dalam gedung.


"Kamera cctv ya " gumam Luke


Dia pun memutar ulang rekaman dari semua cctv di sana. Wajahnya sedikit heran ketika melihat sebuah monitor yang menunjukkan rekaman Riyan berjalan masuk ke ruang panel Listrik bangunan itu, seketika monitor menjadi gelap kemudian mode malam cctv aktif.


Karena pada mode malam, maka video yang terekam semuanya berwarna hitam putih dan abu-abu. Meski tidak begitu jelas, di sana terlihat seseorang dengan pakaian penuh hingga kepala seperti ninja keluar dari ruang panel listrik.


Pandangan Luke beralih ke lorong tempat pasukan NOZ dibantai. Pada monitor terlihat ninja itu bergerak sangat cepat menghabisi pasukan NOZ yang ada dengan sebuah pedang kemudian mengambil senjata mereka. Kemudian senjata itu menghilang, entah diletakkan dimana oleh sosok ninja tersebut.


Luke dan Ken terus mengikuti pergerakan Riyan yang dianggap mereka seorang ninja. Hingga pada akhirnya ninja itu membantai pasukan NOZ terakhir yang ada di ruang pesta.


"Bukankah waktu itu kita di sana ? tapi saat itu aku sama sekali tidak melihat adanya orang itu " ucap Ken


Sialnya saat itu, Riyan yang mengambil wechas kemudian menghilangkan armor nya saat itu terekam cctv.


Dalam rekaman yang dilihat Ken dan Luke, terlihat sosok hitam itu menunduk berlindung pada meja dan tiba-tiba Riyan muncul menggantikan sosok hitam itu. Riyan berjalan kearah tangga kemudian keluar dari jangkauan cctv.


"Riyan "


Luke segera menghapus rekaman cctv yang ada di lorong panel listrik, dimana kamera itu merekam Riyan berjalan masuk dan keluar menjadi ninja dari ruangan itu. Serta rekaman cctv ruang pesta dimana sosok pembantai pasukan NOZ berganti dengan Riyan.


Luke mengembalikan cctv kembali ke posisi real time. Karena baru saja menghapus rekaman dari monitor cctv ruang pesta, maka real time pada cctv itulah yang dilihat oleh Luke dan Ken.


Pada monitor itu dia melihat Reihard Stone yang baru dari lorong, sedang berjalan mengarah ke tangga menuju lantai dua bersama ketua tim forensik. Luke dan Ken pun segera keluar dari ruang mesin pengawas itu dan menjauhi ruangan itu.


"Jepret...jepret " kamera masing-masing pihak mengambil gambar di TKP lantai dua.


Beberapa saat kemudian Reihard masuk ke ruang utama lantai dua, dia memerintahkan anak buahnya untuk menahan media yang ingin masuk ke ruangan itu. Selain itu juga melarang untuk mengambil foto jenazah senator Joseph.


"Disini benar-benar berantakan " ucap Reihard melihat tiang dan lantai yang rusak karena tembakan peluru.


"Semua pengambilan foto diperbolehkan kecuali jenazah senator " pikir Luke


Dia merasa aneh kenapa hal itu tidak diperbolehkan, Luke merasa berita kematian senator Joseph harus diketahui publik agar pemilihan senator baru segera dilaksanakan.


Luke yang penasaran, mendekati salah satu petinggi CIA itu yang berada di depan jenazah senator Joseph dan menanyakannya.


"Kenapa kematian senator tidak boleh dipublikasikan ? " Tanya Luke


"Oh tuan Vargas, jawaban atas pertanyaan mu itu karena dia buka senator Joseph. Bagaimana bisa kita mengabarkan kematian seorang pejabat yang masih hidup " jawab Reihard


Luke menjadi bingung dengan maksud perkataan Reihard.


"Maksud anda? "


Reihard kemudian meremas wajah dari Jenazah senator Joseph dan menarik rambut Jenazah itu. Wajah asli jenazah senator Joseph terkuak, itu adalah Glen, salah satu rekan Frank yang pernah bersama Riyan dalam pembajakan kereta api cepat.


Dia mengenakan topeng menyerupai senator Joseph. Dia bertukar peran dengan senator saat berada di Toilet sebelum penyerangan terjadi.


"Jadi dimana senator Joseph sekarang ? " tanya Luke


"di rumahnya bersama dengan istri dan putrinya, beberapa agen ku yang dipimpin oleh Frank dan Jessie saat ini melindungi mereka " jawab Reihard


"Dugaan kami benar, NOZ ada dibelakang Yorgi. Tapi sayangnya operasi ini gagal, Yorgi berhasil lolos. Aku bahkan tidak mengira pasukan yang membantu Yorgi akan sebanyak ini " ucap Reihard


"Tidak sepenuhnya gagal, pengawal ku dan sherif kepala Jack sedang mengejarnya " balas Luke


"Benarkah? Semoga mereka beruntung " ucap Reihard dan langsung menuju ruang pengawas yang ditunjukkan ketua tim forensik.


" 'Semoga mereka beruntung ' , ucapan itu lebih cocok untuk Yorgi dan anak buahnya " gumam Luke


*******


Pada tanah lapang di tepi jalan pinggir kota, dimana sebuah mobil berada pada pagar yang ditabraknya.


"Ting..ting...ting " dentingan pisau Dasan dan katana Riyan berbunyi sangat cepat. Gerakan cepat pisau mematikan milik Dasan bisa ditangkis sepenuhnya oleh Riyan.


Rinko yang ragu untuk melempar jarumnya hanya menyaksikan pertarungan sengit itu. Dia khawatir jarum beracunnya akan mengenai Dasan. Bahkan apabila jarak mereka melebar,Riyan bisa dengan mudah menangkis jarum-jarum itu.


Rinko kemudian melompat turun dari atas mobil, mencari posisi titik buta Riyan untuk melemparkan jarum beracun nya.


"Kres..kres..kres" suara langkah kaki cepat sedang mendekat kearah Rinko.


Itu adalah Jack yang berlari dengan membawa perisai kepolisian yang diambil dari bagasi mobilnya. Dia berusaha untuk menabrak Rinko dengan perisainya.


"Hiyaah" teriak Riyan menebas Dasan dari atas kepalanya.


Dasan memundurkan tubuhnya untuk menghindari tebasan Riyan, dan mendekati Rinko.


Tiff yang menemukan katana milik Ken di balik kursi belakang mobil Jack, ikut bergabung dengan Riyan dan Jack.


Sekarang mereka semua saling berhadapan tiga lawan dua. Rinko dengan jarum beracun nya, Dasan dengan dua pisau ditangannya, Tiff dengan katana milik Ken, Jack dengan perisai yang lengkap dengan pemukul polisi, dan Riyan dengan katana milik Yoshinori.


"Kenapa kalian kembali ? bukannya sudah kubilang serahkan padaku " ucap Riyan


"Aku, seorang Sherif kepala, aku yang harusnya menjagaa kota ini " ucap Jack


"Dan aku CIA, mana bisa membiarkan kau yang cuma pengawal beraksi sendirian " tambah Tiffany


"Wush...wush" Rinko melempar jarum beracun kearah Tiffany.


"Klank...klank" Jack melindungi Tiff dengan perisai di tangan kirinya.


Raut wajah kesal langsung terlihat pada Rinko karena serangannya gagal.


"Riyan, kami akan melawan gadis itu, kau hadapi lah Dasan ! " ucap Jack


"Oke " sahut Riyan


Masing-masing dari mereka sekarang berlari kearah lawan masing-masing. Rinko, dengan tubuh mungilnya melompat hingga melewati Jack. Dari posisi dibelakang Jack, Rinko hendak melemparkan kembali jarumnya.


Belum sempat melempar jarum itu, Tiff melancarkan tebasan kearah Rinko hingga membuat Rinko terpaksa menghindar. Rinko melakukan lemparannya seketika setelah menghindari serangan Tiff, namun keterlambatan itu membuat Jack siap dan berhasil menangkis kembali jarum Rinko.


"Sial..dua orang ini merepotkan " gumam Rinko


Disisi lain Riyan kembali bertarung dengan cepat melawan Dasan. Serangan dua pisau dari Dasan membuat Riyan yang hanya menggunakan pedang tunggal kesulitan menyerang, tetapi pertahanan Riyan juga membuat Dasan kesal.


"Anak ini bisa menangkis semua serangan pisau Apache ku, setahuku gerakan pisau suku Apache tidak bisa ditebak. Kecuali kau pernah belajar seni beladiri ini sehingga tau kemana arah pisaunya, akan kupastikan kali ini " ucap Dasan dalam hati


Sebenarnya Dasan ingin memastikan dengan melempar dua pisaunya kearah Riyan. Namun melihat kemampuan Riyan yang bisa menangkis jarum beracun Rinko, kemungkinan pisau itu ditangkis olehnya sangat besar.


Dasan menggunakan teknik rahasia suku Apache. Gerakan serangannya bertambah cepat dan dua pisau itu berulang kali bertukar tempat, Dasan kadang melepaskan dan mengambil pisau di tangannya ketika menyerang.


Serangan itu tetap tidak berhasil, Riyan tetap bisa menahan serangan teknik rahasia itu.


"Dia...pasti juga menguasai pisau suku Apache " pikir Dasan


"Slaaash" tebasan vertikal sengaja dilakukan Riyan untuk menimbulkan jarak diantara mereka.


"Jurus rahasia pisau itu memang sangat berbahaya, hanya saja gerakannya terlalu beraturan. Jika kau sudah tau, maka bisa ditahan " ucap Riyan


"Hanya seorang ahli beladiri pisau Apache yang bisa menahan serangan itu " ucap Dasan


"ya, aku juga ahli beladiri pisau Apache " balas Riyan


"Ilmu beladiri itu tergolong langka, darimana kau mempelajarinya ? " tanya Dasan


"Aku tidak perlu mengatakannya, tapi akan ku tunjukkan sesuatu yang berbeda dari itu " ucap Riyan


Riyan menoleh kearah Jack dan Tiff yang sedang sibuk melawan Rinko. Kemudian dia membentuk sebuah katana pendek dari pergelangan tangan kirinya, sehingga terlihat seperti katana pendek itu muncul dari dalam tuksedo nya.


Sekarang kedua tangannya berisi dengan dua buah katana. Katana panjang di tangan kanan dan katana pendek di tangan kiri.


"Jadi dari tadi kau menyembunyikan senjata itu di lengan bajumu " ucap Dasan


"Ya...dan sekarang berusahalah untuk tetap hidup " ucap Riyan


Riyan menyerang Dasan menggunakan jurus rahasia Sundang Majapahit. Selama ini Riyan tidak pernah menggunakan teknik sundang ini, namun sekarang lawan yang dia hadapi sangat kuat. Seandainya dia bisa menggunakan armor hitamnya tentu saja akan lain cerita, tapi itu tidak bisa dilakukan karena di sana ada Tiff dan Jack.


Jurus Riyan memiliki kecepatan yang sama dengan Teknik rahasia pisau suku Apache, hanya saja serangannya tidak beraturan. Menyerang membabi buta tanpa berpikir namun terarah, itulah yang menjadikan serangan itu tidak hampir tidak bisa ditahan.


"Ting...ting" "sreet...sreeet" Dasan berusaha maksimal menahan serangan gila yang cepat dan tidak beraturan itu dengan teknik rahasia suku Apache, tapi tetap saja katana Riyan berhasil merobek tubuhnya.


Dasan yang tidak bisa mengikuti gerakan serangan Riyan memutuskan hanya melindungi bagian vital tubuhnya untuk bertahan hidup.


Hanya dalam waktu satu menit, Dasan sudah terbaring di atas tanah tidak bisa berdiri dengan luka sayatan di sekujur tubuhnya. Untunglah Riyan hanya menggunakan sayatan dan bukan tusukan untuk menyerang, sehingga Dasan masih hidup walau pendarahan di seluruh tubuhnya.


Riyan menyerap kembali katana pendek yang terbuat dari nano material. Saat itu Rinko juga sudah menyerah dan ditangkap oleh Jack dan Tiff, mereka berniat membantu Riyan setelah memborgol Rinko.


Namun melihat kondisi Dasan yang sangat parah, Tiff segera menghubungi rumah sakit. Rencana mereka membatu Riyan sia-sia.


10 menit kemudian helikopter rumah sakit datang untuk membawa Dasan jenazah Yorgi ditemani Tiffany. Sedangkan Jack dan Riyan membawa Rinko yang sudah terborgol ke kantor polisi menggunakan mobil Jack yang penuh dengan lubang peluru.


Begitu tiba di kantor polisi, Rinko dimasukkan kedalam tahanan. Jack dan Riyan kembali menuju wallin palace untuk menjemput Ken dan Luke.


Tiba di sana, Luke dan Ken sedang berada di mobil perawatan. Jack dan Riyan mendekat untuk melihat kondisi mereka. Tuan Luke tidak mengalami luka, hanya lecet dan memar ringan bekas ikatan dan pukulan. Sedang Ken menggunakan perban melingkar bahu kirinya akibat tertembak peluru.


Jack kemudian melihat ke arah petinggi CIA Reihard Stone Luke yang terlihat kesal. Sesaat kemudian seorang agen mendekati Reinhard dan mengatakan kalau Yorgi telah tewas dan saat ini Agen Tiff berada di rumah sakit bersama salah satu anak buah Yorgi yang terlibat. Raut wajahnya seketika berubah dan bergegas memasuki mobilnya untuk menemui Tiffany.


"Kenapa dengan orang itu ? " ucap Jack.


"tidak ada, dia hanya kesal kehilangan rekaman cctv " ucap Luke menepuk pundak Jack


Luke memperhatikan Riyan yang terlihat seperti kebingungan. Dia pun menanyakan apa yang mengganggu pikiran pengawalnya itu.


"Hei...ada apa teman ? Kenapa terlihat murung " tanya Luke


"aku hanya kasihan kepada Alice, ayahnya menjadi korban kejadian malam ini " ucap Riyan


"Hahaha...kau tidak usah khawatir temanku, senator baik-baik saja " ucap Luke


"Heh? " Riyan tidak mengerti perkataan Luke


"Kita pulang dulu, akan ku ceritakan nanti diperjalanan. Lagipula ada beberapa hal yang perlu kita bicarakan " ucap Luke


"sebentar, aku perlu ke toilet dulu " ucap Riyan


Setelah Riyan kembali dari toilet, dimana sebenarnya dia mengambil wechas yang dikumpulkannya dibawah tangga menuju lantai dua. Merekapun menaiki mobil polisi yang dibawa oleh Jack dari markasnya menuju kediaman Luke Vargas.