NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 29 kembali ke Indonesia



Melihat gerakan jari Riyan dengan tubuhnya yang kecil seakan meremehkan para pria itu. Keempat orang itu memiliki badan yang besar bagi Riyan, semua dari mereka memiliki tinggi sekitar 190 cm. Dan tinggi Riyan saat ini adalah 178cm.


Satu orang yang mengenakan kaos merah maju dan memukul Riyan. Dengan tubuh yang lebih pendek dari pria asing itu, hanya dengan menundukkan kepala sedikit sudah cukup untuk menghindari pukulan itu.


Berlanjut dengan tendangan lurus yang kemudian dihindari kembali oleh Riyan dengan memutar tubuhnya sambil mendekati pria itu sehingga sekarang berada disampingnya. Dengan tangan membentang di dada lawannya kemudian mengait satu kaki lawan yang tersisa di tanah, Riyan menjatuhkan orang itu ketanah.


Orang yang satunya menendang Riyan dan kakinya ditangkap kemudian mendorongnya sehingga membuat orang itu hilang keseimbangan dan jatuh. Kedua pria itu kembali bangun dan menyerang Riyan bersamaan. Dengan tekhnik Jeet Kuno Do nya Riyan malah membuat mereka berdua yang menyerang menjadi terluka.


Melihat kedua temannya kesakitan di tanah dan satu lagi masih tidak sadarkan diri, dua orang berjaket tebal melepas pegangannya dari pada gadis. Tanpa membuang waktu para gadis itu lari mendekati Jimmy dan teman - temannya.


Kedua orang berjaket tebal itu memasang kuda - kuda karate sambil berteriak dan melakukan gerakan memukul.


Riyan menyuruh para gadis dan teman - temannya membawa Jimmy ke rumah sakit. Pacar Jimmy dan 2 orang pemuda yang sudah bisa bergerak membantu mengangkat Jimmy dan membawanya ke mobil yang lumayan jauh dari situ. Disana hanya tertinggal satu gadis dan satu pemuda memperhatikan perkelahian Riyan.


'kenapa mereka tidak ikut pergi sekalian ' pikir Riyan sambil melihat kearah pemuda dan gadis itu.


"Kami karateka sabuk coklat. beraninya kau memalingkan wajahmu" kata salah satu orang berjaket tebal dalam bahasa inggris sambil menyerang Riyan.


Riyan tersenyum dan menangkap tinju pria itu dan melancarkan pukulan cepat kewajahnya hingga membuat pria itu melangkah mundur.


Sekarang keduanya menyerang bersamaan sambil berteriak. Gerakan mereka sedikit lebih cepat dari tiga orang lainnya, namun itu sama sekali bukan masalah bagi Riyan. Dia dapat menangkis dan menghindarinya dengan mudah.


Kemudian dengan gerakan cepat Riyan mengarahkan serangannya ke tenggorokan dan berlanjut pukulan kuat mengenai dada seorang lawannya hingga membuat tubuh besar itu melayang menghantam pohon dibelakangnya. Satu orang yang tersisa ketakutan kemudian berhenti menyerang dan meminta ampun kepada Riyan.


"mau diapakan mereka?" tanya Riyan kepada gadis dan temannya yang masih berada disana.


"serahkan mereka ke polisi " teriak gadis itu dalam bahasa inggris.


Pria yang semula minta ampun sekarang bangkit dan lari menjauhi mereka, namun Riyan mengambil sebuah batu di sekitarnya dan melemparkannya tepat mengenai belakang lutut orang itu.


Sekarang orang itu kesakitan dan tidak bisa berdiri. Riyan mendekati pria yang berusaha kabur itu kemudian membuatnya pingsan dengan memukul kepalanya. Kemudian melakukan hal serupa kepada 4 lainnya dan mengumpulkannya pada sebuah pohon disitu.


"mereka sekarang tidak sadarkan diri, selanjutnya terserah kalian mau diapakan" kata Riyan dalam bahasa inggris


Gadis yang berada di sana kemudian mendekati Riyan mengucapkan terima kasih, dan mengenalkan dirinya serta temannya. Gadis pirang dengan hotpant dan kaos biru itu bernama Jennifer biasa dipanggil Jenny dan temannya bernama Sean, Riyan pun membalas dengan memberitahukan namanya.


Riyan berniat pergi dari situ, namun sebelum melanjutkan langkahnya dia menoleh kepada dua orang itu. Dia khawatir para penjahat itu akan sadar saat dia tinggalkan dan membuat Jenny dan Sean terluka. Riyan kemudian meminta Sean mengambil tali dan mengikat mereka.


"Kau tidak membantu temanmu mengurus orang - orang itu? " tanya Riyan dalam bahasa inggris


"tidak perlu, dia sedang mengikat mereka, dan aku sudah menelpon ayahku untuk mengurus para pria jahat itu " kata Jennifer dalam bahasa inggris


Sambil menunggu Sean selesai mengikat para pria itu, Riyan dan Jennifer ngobrol satu sama lain. Melihat tampang Riyan, Jennifer tau dia seorang turis, kemudian bertanya dimana Riyan tinggal di Amerika. Riyan memberitahu bahwa dia menginap di Hotel Newton Las Vegas. Setelah yakin Sean mengikat para pria jahat itu dengan kencang, Riyan kemudian pergi meninggalkan mereka.


"baiklah ini sudah pukul 7, kalau begitu aku akan pergi " kata Riyan dalam bahasa inggris


"tunggulah sebentar lagi ayahku akan datang, dia seorang polisi " kata Jenny dalam bahasa inggris


"tidak apa, kalian bisa mengurusnya kan " kata Riyan dalam bahasa inggris


Jennifer ingin mengantarkan Riyan namun dia harus menemani Sean dan menunggu ayahnya datang untuk membawa para penjahat itu. Akhirnya Jennifer dan Sean hanya mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada Riyan dan melihatnya menghilang di kejauhan.


25 menit kemudian ayah Jenny bersama polisi datang membawa orang - orang yang terikat di pohon itu. Jennifer menceritakan segala yang terjadi kepadanya termasuk soal diselamatkan oleh seorang turis asia.


"ayah lama sekali, dari mana? " tanya Jenny dalam bahasa inggris.


"tadi ayah berada di rumah Luke, CIA meminta ayah mengantarkan kerumahnya " jawab ayah Jenny dalam bahasa inggris.


ya, ayah Jennifer adalah Jack, seorang Letnan kolonel polisi di Las Vegas dan juga merupakan sahabat dari Luke Vargas.


"masukkan mereka ketahanan " kata Jack dalam bahasa inggris kepada anak buahnya


"siap " kata petugas.


Akhirnya para penjahat itu dibawa oleh petugas polisi, kemudian Jennifer dan Sean bersama ayahnya menuju Rumah Sakit untuk menjenguk Jimmy.


*dirumah sakit Las Vegas*


Jam 8 malam mereka tiba di Rumah sakit. Teman - teman Jenny berada dalam satu ruangan dan sudah diperban. Semuanya baik - baik saja selain Jimmy yang terbaring tidak sadarkan diri dengan penuh perban ditemani Rebecca sang pacar.


Setelah berapa lama mereka disana berbincang santai dan sedikit basa - basi, Jimmy yang masih terbaring di kasurnya terbangun dan menanyakan tentang orang hebat yang menyelamatkannya.


"ya ayah juga belum mendengar kau menceritakan tentang orang itu diperjalanan " kata Jack kepada Jenny dalam bahasa inggris


"oh.. iya.. namanya Rei.. Reni.. Reliy semacam itu.. aku tidak ingat namanya " kata Jenny dalam bahasa inggris


"Riyan " sahut Sean


"ah iya benar Riyan...itu dia namanya, dia seorang turis, dia menggunakan semacam kungfu untuk mengalahkan para penjahat itu " balas Jenny dalam bahasa inggris


Mendengar nama Riyan, Jack terdiam, nama itu membuat dia teringat pemuda yang menyelamatkan Luke kemarin malam. Pria yang juga sedang dicari oleh CIA karena diperkirakan sebagai salah satu anggota elit NOZ.


"ayah kenapa? " tanya Jenny dalam bahasa inggris menanyakan sebabnya ketika melihat ayahnya yang bingung.


"tidak apa, ayah hanya terpikirkan beberapa pekerjaan " jawab Jack dalam bahasa inggris


'tapi kalau yang dibicarakan Jenny adalah orang yang sama, dia telah menyelamatkan Luke dan anakku, mustahil kalau dia itu kelompok NOZ ' pikir Jack


Rebecca dan Jimmy kemudian menanyakan dimana penyelamat mereka agar bisa berterima kasih. Jenny memberitahu kalau dia langsung pergi setelah memastikan para pria jahat itu terikat kencang.


"kalau kalian ingin menemuinya nanti, katanya dia menginap di hotel Newton" kata Jennifer dalam bahasa inggris


Mendengar hal itu Jack kemudian pamit dengan mengatakan harus menyelesaikan pekerjaan kepada para pemuda disana termasuk Jenny anaknya karena masih ingin disitu .


Jack bergegas menuju hotel Newton untuk memastikan apakah Riyan yang diceritakan Jenny adalah orang yang sama dengan yang menyelamatkan sahabatnya Luke.


Saat itu Riyan sudah berada didalam pesawat menuju Indonesia. Sehingga Jack tidak dapat menemuinya, kemudian dia mencari informasi kepada receptionis hotel. Akhirnya Jack hanya tahu mengenai Riyan sebatas seorang turis dari Indonesia yang menginap disitu.


"Riyan, kalau memang benar itu orang yang sama, mungkin dia bisa melawan kelompok NOZ " gumam Jack dalam bahasa inggris.


*Bandara Kota Muriya*


Pesawat mendarat dilandasan terbang yang membawa penumpang dari Amerika. Sekitar jam lima sore Riyan tiba di Bandara Kota Muriya.Tidak ada yang menjemputnya karena Riyan memang tidak memberitahukan waktu kepulangannya.


Kemudian jam 6 dia tiba di rumahnya membuat kejutan bertemu Tari dan Mila. Mereka sangat senang menyambut kedatangan Riyan, ditambah dengan oleh - oleh yang dibawakannya untuk mereka.


Kegembiraan terpancar di wajah semuanya karena bisa makan bersama keluarganya, 2 minggu yang terasa sangat lama baginya. Setelah berkumpul bersama, Riyan kembali menuju kamarnya untuk merebahkan tubuhnya.


"liburan semester hanya tersisa 4 hari lagi, apa aku ajak Cindy jalan - jalan ya besok " gumam Riyan kemudian mengambil handphonenya dan menelpon Cindy.


"Halo..ada apa yan? " tanya Cindy ditelpon dengan suara agak sengau


"iya, sejak kemarin aku flu dan tidak enak badan " jawab Cindy


"yasudah kalau begitu kau istirahat saja, besok aku jenguk ya " kata Riyan


"kau sudah pulang dari Amerika? " tanya Cindy


"Iya, ini aku baru tiba dirumah " kata Riyan


"yasudah kalau begitu kamu istirahat juga, habis dari perjalanan jauh kan " kata Cindy


Setelah mengucapkan salam perpisahan, mereka menutup telponnya. Riyan kemudian berencana menjenguk Cindy besok sore setelah dia menemui para pengawal yang dipekerjakannya.


"Tok...tok...tok " pintu kamar Riyan diketuk


"masuk saja " kata Riyan


Itu adalah Tari, dia ingin berbicara dengan Riyan kemudian masuk ke kamar Riyan. Dia memberitahu kalau 3 hari yang lalu dia melihat anak buah dari pak Tirta mengikutinya, namun tiba - tiba orang itu menghilang.


"aku khawatir kalau mereka tahu keberadaanku disini, dan kembali menyakiti Mila dan menghancurkan rumahmu " kata Tari


"tidak apa, tante tidak usah khawatir, jaga saja Mila. Untuk hal lainnya serahkan padaku " kata Riyan


"aku tau kau hanya anak SMA, tapi entah kenapa aku merasa kau bisa diandalkan " kata Tari kemudian pergi meninggalkan kamar Riyan.


*******


Keesokan paginya seperti biasa Tari berangkat bekerja setelah menyiapkan makanan. Riyan keluar dari kamarnya dengan membawa handuk, diruang tengah adiknya Mila sedang menonton TV. Riyan berjalan kearah dapur untuk menuju kamar mandi.


Selesai mandi dan berganti pakaian, dia membuka tudung saji yang ada di meja makan, dan terlihat sarapan sudah siap di sana.


"Mil..kamu sudah sarapan? " tanya Riyan


"sudah kak..tadi sama tante Tari " Jawab Mila dari ruang tengah


Riyan menghabiskan sarapannya dan kemudian menemani adiknya menonton TV. jam 10 Riyan pergi keluar untuk menemui para pengawalnya dan membeli makan siang


Riyan kemudian menuju rumah yang di kontraknya, dimana tempat itu merupakan tempat tinggal sementara para pengawal yang disewanya.


Riyan membuka pintu rumah itu dengan kunci cadangan, sekejap sebuah kaki melayang kearahnya. Riyan menghindarinya dengan mensejajarkan tubuhnya, membuat orang yang melancarkan tendangan menjadi keluar rumah.


"maaf bos, saya kira orang lain" kata Adrian ketika melihat yang datang adalah Riyan


"tidak apa, tapi kenapa kau begitu agresif bahkan di rumah ini " kata Riyan


Adrian mengajak Riyan memasuki rumah itu dan membawanya ke depan salah satu kamar yang ada disana. Adrian membuka pintu kamar dan memperlihatkan 6 orang yang mereka tangkap sedang terikat di lantai.


"apa anda mengenal mereka? " tanya Adrian


"tidak, aku tidak pernah melihat mereka, apa kalian tidak menanyakannya? " tanya Riyan


Adrian mengatakan kalau mereka seperti ingin menculik Tari ataupun Mila, karena itu dia dan teman - temannya menahan mereka.


Awalnya mereka ingin menunggu Riyan untuk mengintrogasi orang - orang itu, namun mereka berubah pikiran setelah serangan terakhir.


Adrian meneruskan ceritanya, 3 hari yang lalu seperti biasa Lei dan Jonathan mengikuti Tari untuk menjaganya, Adrian dan Hendri menjaga Mila. Adrian dan Hendri kembali lebih awal, sedang Jonathan dan Lei menunggu Tari sampai pulang kerja.


Mereka melihat 3 orang mengikuti Tari saat pulang, Jonathan dan Lei berhasil menghadang orang - orang itu dan menghajar mereka. Tetapi satu dari mereka berhasil melarikan diri.


Kemarin orang yang melarikan diri itu mengajak teman - temannya mencari dan menyerang Jonathan dan Lei. Lei menghubungi Adrian yang saat itu bersama Hendri, segera mereka pergi untuk membantu Lei.


Kedatangan mereka sedikit terlambat, Lei sedikit terluka karena sempat untuk lari. Jonathan dihajar habis - habisan oleh mereka dan sekarang dirumah sakit. Jonathan mengatakan lawan yang dia hadapi adalah orang bertubuh besar seperti badak besar yang keras.


"lalu dimana Hendri dan Lei sekarang? " tanya Riyan


"Hendri mengikuti Mila dan Lei sedang melapor ke atasan kami " jawab Adrian


"Aku akan mencari Hendri, berbahaya jika komplotan itu menyerang lagi saat dia sendirian " kata Riyan


"memang itu yang diinginkannya, dia berharap bisa membalas perbuatan orang - orang itu " kata Adrian


"walau kalian kuat, itu bunuh diri " kata Riyan menuju pintu keluar


Akhirnya mereka berdua pergi mendatangi Hendri melewati jalan menuju tempat kerja Tari. Adrian menyuruh Riyan mengikutinya karena mereka membawa alat pelacak masing - masing.


Tanda pelacak Hendri berada disebuah Tempat lapang yang dikelilingi bangunan dekat tempat kerja Tari. Adrian sedikit khawatir melihat itu dan mempercepat larinya melewati samping bangunan menuju tanah lapang tersebut.


*Di tanah lapang*


Hendri sedang terpojok berhadapan dengan 20 orang yang menutup semua jalan masuk ke tempat itu.


"kalian yang menghajar temanku kemarin? " tanya Hendri


"jadi kau teman orang yang kemarin ya, aku tidak tau kenapa kalian berusaha melindungi wanita itu, apa dia begitu penting " kata pemimpin orang - orang yang ada di sana.


"itu bukan urusanmu, aku akan menghajarmu karena melukai temanku " kata Hendri


Beberapa orang menyerang Hendri namun dia bukan orang lemah. Meskipun terkena banyak pukulan, dia membuat orang yang menyerangnya terpukul mundur.


Akhirnya sang pemimpin memutuskan untuk maju. Hendri sudah kelelahan menghadapi orang - orang itu dan sekarang dia harus menghadapi pemimpin mereka yang berbadan besar dengan tinggi 187cm dan mengenakan kemeja hawai biru.


Hendri memukul wajah dan tubuh orang itu dengan keras namun sama sekali tidak bergeming. Dengan wajah garang orang itu mencekik leher Hendri dan mengangkatnya, membuat Hendri kesulitan bernafas.


"kau akan bernasib sama seperti temanmu kemarin " ucap pria besar itu dan melemparkan Hendri ke dinding yang mengelilingi mereka.


Hendri mencoba menormalkan pernafasannya, namun anak buah orang besar yang ada di sana menyerangnya. Hendri masih bisa melawan orang - orang itu,


Sekarang si pria besar berjalan mendekatinya, dan para anak buahnya memberikan jalan kepada pria itu. Hendri kembali memasang kuda - kudanya, dia hanya fokus bertahan sekarang. Namun pukulan orang itu sangat kuat untuk ditahan, dah akhirnya Hendri kembali dilempar ke sisi lainnya dekat jalan masuk tempat itu.


Kembali anak buah pria besar itu mengepung Hendri. Sesaat kemudian dua orang anak buah pria besar yang mengerumuni Hendri terlempar keluar kerumunan hingga berada di kaki pria besar itu.


Anak buah yang lain menyingkir menjauh dari Hendri, terlihat di sana Hendri sedang merangkak di tanah dan di depannya ada dua orang yaitu Riyan dan Lei berdiri melindunginya.


Melihat Pria besar itu, Riyan mengepalkan tangannya. Wajahnya memperlihatkan emosi yang memuncak, seorang anak buah pria itu melancarkan tinju kewajah Riyan.


Dengan telapak tangannya dia menahan tinju itu, kemudian menggenggam dan memelintirkannya hingga membuat orang itu berteriak dan membelakangi Riyan.


Dengan tendangan yang kuat dari Riyan membuat orang itu meluncur ke kaki pimpinannya.


"kau..Mike kan?aku akan menghabisimu " kata Riyan