NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Epiaode 17 Menuju Kota Besar



Pertandingan Liga olimpiade Pelajar bidang olahraga tingkat kota telah selesai, SMA Fajar Harapan sama sekali tidak mendapatkan hak untuk mewakili kota Muriya karena tidak mendapatkan juara.


Dengan begini SMA Fajar Harapan hanya mengirimkan tiga perwakilan kota untuk bidang ilmu pengetahuan Geografi, Kimia dan Fisika yaitu Fikri, Cindy dan Riyan.


Karena perlombaan ini akan diselenggarakan di Kota Palangkaraya, maka 2 hari sebelum perlombaan dimulai diadakan pertemuan untuk mengumpulkan siswa yang menjadi perwakilan Kota Muriya dalam acara Liga Olimpiade Pelajar tingkat Provinsi agar para peserta perwakilan dapat saling mengenal dan akrab .


Dalam pertemuan itu terdapat siswa siswi dari 5 sekolah yang berbeda, 3 diantaranya Untuk olimpiade ilmu pengetahuan adalah :


Kimia, geografi dan Fisika diwakilkan SMA Fajar Harapan, Bahasa Inggris, Biologi, dan Akuntansi diwakilkan SMK Tunas Muda, serta Matematika oleh SMA Swasta Mulang.


Hasil dari pertemuan mereka,diputuskan akan berangkat sehari sebelum pertandingan dimulai yaitu besok, mereka berangkat menggunakan Bus yang berbeda dari kelompok perwakilan olah raga.


Mereka akan ditemani seorang guru pendamping dan kepala sekolah masing -masing. Para peserta akan menginap di tempat yang memang sudah disiapkan untuk acara tersebut oleh dinas pendidikan provinsi.


Keesokan harinya Riyan pamit kepada nenek dan Mila untuk berangkat mengikuti liga olimpiade itu. Sesuai kesepakatan Bus akan berada di Dinas pendidikan kota dan akan berangkat pukul 08.00, namun karena beberapa hal jadwal berangkat menjadi 09.00.


Di dalam bus Riyan duduk berdampingan dengan pak Wira, begitu juga dengan yang lainnya duduk berdampingan dengan pembimbing mereka. Selain itu juga ada panitia dari dinas pendidikan kota sebagai guide mereka.


Perjalanan dari Muriya ke Palangkaraya memerlukan waktu 5 jam menggunakan bus. Setengah perjalanan Riyan Chatting dengan Cindy untuk menghabiskan waktu dan setengah perjalanannya lagi dengan tidur.


Tiba di kota Palangkaraya, Kota yang dipenuhi bangunan pencakar langit dan aktivitas yang padat terlihat dijalan raya.


Para peserta menuju Dinas Pendidikan Provinsi yang lokasinya tidak jauh dari alun-alun kota, sedang untuk cabang olahraga diarahkan langsung ke tempat dekat gelanggang olahraga sehingga menjadikan penginapannya terpisah.


Di sana mereka disambut oleh panitia pelaksana liga olimpiade yang kemudian mengantarkan mereka ke bangunan dengan banyak kamar seperti asrama.


Sampai di pintu masuk bangunan tersebut, panitia mengambil sebuah kotak dari kardus warna coklat berukuran 10 cm bertuliskan Muriya di atasnya.


Kotak itu diberikan kepada panitia dari Dinas pendidikan Kota yang kemudian membaginya kepada guru pendamping dan peserta sesuai pertemuan sebelumnya.


Mereka langsung menuju kamar masing- masing untuk beristirahat, Riyan menempati kamar nomer 36 bersama dengan Fikri yang juga dari SMA Fajar Harapan.


Riyan dan Fikri masuk ke Kamar berukuran 4x4 termasuk kamar mandi dan Wc, dilengkapi sebuah meja panjang, dua kasur dan dua buah lemari kayu untuk meletakkan pakaian.


"yah tidak ada TV" celetuk Fikri


"memang kau pikir ini hotel" kata Riyan meletakkan tasnya di meja.


"Yan, jalan-jalan keluar dulu yuk" ajak Fikri


"tidak, aku mau istirahat saja disini fik" Kata Riyan sambil menghempaskan tubuhnya ke kasur.


"sayang kan sudah jauh-jauh kesini tidak sekalian jalan-jalan" kata Fikri


"Nanti malam saja lah" Kata Riyan


"Yasudah aku mau mandi dulu" Ucap Fikri keluar kamar setelah melemparkan tasnya ke kasur.


setelah mandi Fikri mengganti pakaiannya dan bersiap untuk pergi.


"kau benar tidak mau ikut?" tanya Fikri


"tidak, aku dikamar saja" jawab Riyan


"baiklah, aku tinggal ya" ucap Fikri keluar kamar


"semangat sekali dia" gumam Riyan


Notifikasi HP Riyan berbunyi,chat dari Cindy


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Cindy :


Kau tidak keluar jalan-jalan?


Riyan :


Tidak,,kau sendiri?


Cindy :


nanti habis mandi mungkin aku akan jalan -jalan ke alun-alun dengan putri dan Sari,kau mau ikut?


Riyan :


lah kalian cewek semua begitu.... mungkin nanti malam saja aku perginya..


Cindy :


tidak juga,,katanya putri mau ngajak teman- temannya dari SMK Tunas Muda.


Riyan :


owh..tetap saja aku lagi malas pergi... hahahahaha😄


Cindy :


Huh dasar pemalas😑


Riyan :


hehehe,,,eh coba ajak Fikri, tadi dia sudah pergi jalan duluan sih


Cindy :


Nanti ku Chat dia,,dah dulu ya mau gantian mandi dulu,putri sudah selesai


Riyan :


oke..hati-hati ya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


*Kamar Nomer 27*


Ruangan yang lebih luas dari ukuran umum kamar ditempat ini.Dengan 3 tempat tidur dan dua meja panjang serta lemari yang dilengkapi cermin.


"Chat sama siapa Cin? senyam-senyum begitu,pacar ya?" Tanya Putri baru keluar kamar mandi dengan handuk di badan dan dikepala.


"bukan, teman sekolah" jawab Cindy


"teman kok sampai bahagia begitu" ledek Putri, gadis mungil 155cm mata besar dengan rambut bergelombang.


"Lagi PDKT mungkin Put" celetuk Sari seorang gadis hitam manis dengan rambut sebahu.


"ada ada aja kalian ini, aku mandi dulu, biar nggak kesorean kita perginya" sahut Cindy menuju kamar mandi.


Dikamar inilah Cindy, Putri dan Sari bersiap untuk pergi menuju alun-alun kota.


*pintu masuk penginapan*


Pukul 16.00 Cindy, Putri dan Sari berkumpul di depan pintu masuk penginapan.Disana menunggu mereka ada Fikri, dan dua orang lainnya yaitu Anto pria tinggi 178cm namun agak kurus berambut spike dan Izhar pria berkulit putih dengan tinggi 160cm yang juga berambut spike, keduanya dari SMK Fajar Harapan .


"nah para tuan putri dah datang, ayo kita berangkat" Kata Anto


"dia lagi malas katanya" Jawab Fikri


Karena jaraknya yang dekat mereka hanya berjalan kaki ke alun-alun kota. Disana ramai sekali dengan orang yang berlari dan bersepeda, di sepanjang jalan juga banyak warung dan ruko rumah makan.


Di Alun-alun ini terdapat taman kecil penuh dengan tanaman bonsai dan Rute sepeda mengelilinginya. serta lapangan luas yang biasa digunakan untuk berlari maupun senam.


karena memang tidak berencana untuk berolahraga, mereka hanya berjalan melihat keramaian kota. Satu jam kemudian lelah berkeliling, Mereka duduk di sebuah kursi panjang yang disediakan di taman alun-alun kota.


Izhar membeli beberapa minuman dingin di Toko yang ada diseberang jalan untuk mereka, menghabiskan waktu dengan santai duduk ditaman menikmati minuman dingin sambil melihat sekeliling.


Beberapa mobil pick up dan truck datang memasang tenda dan mendirikan panggung.


"Kata penjual minuman tadi, nanti akan ada acara Palangka expo disini, dan malam ini pembukaannya" Kata Izhar


"pantas saja itu banyak persiapan tenda dan panggung, ternyata waktu kita pas ya" ucap Sari


"Kalau begitu nanti malam saja kita kembali ke penginapan, kita lihat-lihat dulu" Kata Anto


Mereka semua setuju untuk menunggu acara itu, hampir di setiap tempat menjadi lokasi potret untuk menghabiskan waktu sekaligus sebagai kenang-kenangan mereka.


Jam 7 malam Riyan bersiap untuk pergi menuju alun-alun dengan mengenakan jeans panjang dan Jaket Hitam.


Riyan mengeluarkan HP nya dan bertanya lokasi Fikri saat ini lewat telpon


"Halo, kalian dimana?" Tanya Riyan


"Kami di alun-alun kota, cepat kemari disini sangat ramai" Teriak Fikri ditengah-tengah suara musik di panggung alun-alun.


"Baiklah, aku segera kesana" kata Riyan


'berisik sekali di sana, apa sedang ada konser' pikir Riyan sambil berjalan keluar penginapan.


Sampai di tempat itu, Riyan kesulitan menemukan mereka di tengah kerumunan manusia yang sangat banyak.


"Alpha, tampilkan posisi Fikri dan lainnya"


Layan hologram muncul menunjukkan lokasi teman-teman Riyan berada di dekat panggung alun-alun.


'mereka sedang menonton musik ya, aku tidak begitu tertarik lebih baik nanti saja aku ketempat mereka' pikir Riyan


Dia berkeliling Expo melihat-lihat barang yang ditampilkan khas dari berbagai daerah, dan banyak stand lainnya.


Setelah berkeliling sendirian dan istirahat di sebuah stand minuman, Riyan memutuskan bergabung dengan yang lainnya.


Titik mereka di map hologram Riyan masih tetap berada di kerumunan depan panggung lagi.


"astaga, padahal dari sini juga terdengar kan, apa sebegitu menariknya" pikir Riyan sambil menuju kerumunan.


Ditempat itu terlihat keramaian orang berkumpul seperti sedang menyaksikan sesuatu. Riyan menghampiri untuk mencari tau.


"ada apa ini?" tanya Riyan kepada seorang di sana karena belum bisa menerobos untuk melihat langsung.


"ada seseorang yang menginjak dan membuat rusak HP orang" Jawab orang itu


"owh" Kata Riyan terus mencari teman-temannya di kerumunan itu.


"itu hanya kecelakaan, kubilang aku tidak sengaja" Kata Fikri


"kau harus menggantinya" suara orang lain membalas fikri


Mendengar suara Fikri dari tengah keributan itu, Riyan berusaha menerobos kerumunan itu. Akhirnya dia bisa menerobos dan melihat kejadiannya langsung, namun Riyan tidak langsung ikut campur.


Riyan memperhatikan dari belakang orang yang berada paling depan. Di sana teman-temannya terpojok oleh 5 orang laki-laki di kelilingi orang-orang yang ingin menyaksikan akhir kejadian itu.


"Sial sekali mereka berurusan dengan Aldo " gumam seorang disamping Riyan


"itu Aldo anak dari pak Tirta yang pengusaha kaya raya itu?" tanya yang lainnya


"iya benar, ini tidak akan berakhir mudah mengingat tabiat ayah dan anak ini" sahut yang lainnya.


Riyan memperhatikan Aldo, laki-laki seukuran dengannya berkulit putih dengan mata agak sipit berambut pendek acak yang mengenakan Kaos Hitam.


"jadi itu yang namanya Aldo, sepertinya aku harus membantu mereka" pikir Riyan setelah mendengar percakapan dari orang di sekitarnya


"Temanku kan tidak sengaja, lagipula temanmu yang menyenggolmu kan" Kata Putri


"oi cewek, kau menyalahkan ku" kata teman Aldo di sana dengan keras


"yang menginjak HP ku dia, jadi dia yang harus tanggung jawab" kata Aldo sambil menunjuk kearah Fikri


"sudah kubilang aku tidak sengaja" balas Fikri


"tapi tetap saja kau harus mengganti Handphoneku ini" kata Aldo


"memangnya harus ganti berapa?" tanya Cindy


"ini HP baru, 27 juta" jawab Aldo


Mereka terkejut mendengar harga segitu, memang bukan harga yang mahal untuk Aldo yang anak dari pengusaha besar.Tetapi bagi siswa lain mereka sama sekali tidak memiliki jumlah uang sebesar itu.


Fikri tidak mau melibatkan teman-temannya, dengan berat hati dia menyanggupi akan menggantinya.


"baiklah akan ku ganti, aku tidak punya uang sekarang, akan kucicil bagaimana?" Kata Fikri


"Kau pikir aku tukang kredit, kau mengejekku" kata Aldo sambil mencengkram kerah baju Fikri


"dia bilang akan menggantinya, lepaskan dia" kata Cindy memegang pergelangan tangan Aldo membuatnya melepaskan cengkramannya.


"dia harus menggantinya sekarang atau, bagaimana jika kau saja yang membayarnya cantik" Kata Aldo memegang kedua bahu Cindy


Cindy menepis kedua tangan Aldo dan reflek menamparnya di tengah kerumunan orang banyak membuatnya malu dan marah.


Namun dia tidak mau terlihat memukul seorang gadis didepan orang banyak, sehingga mencari alasan untuk membuat perkelahian.


Karena yakin mereka tidak akan mampu membayarnya maka Aldo berteriak.


"ganti sekarang atau kami hajar kalian semua" kata Aldo


Teman Aldo mendekati mereka, tapi Cindy menendangnya dan memasang kuda-kuda silat Naga membentuk cakar.


"hoo ternyata pesilat ya, pantas saja berani menamparku" Kata Aldo


"Ini akan menjadi perkelahian, Aldo itu Atlet silat perwakilan liga kota ini kan" kata seorang di samping Riyan


Mendengar itu Riyan khawatir Cindy terluka, diapun melangkah ketempat mereka.


"Kita hajar saja do!" kata seorang yang ditendang oleh Cindy


Aldo dan teman-temannya mulai mengepung Cindy dan yang lainnya. Dengan penampilan garang mereka membuat yang lainnya ketakutan.


"Maaf bisakah kalian menjauh dari temanku, kalau kalian menghajar mereka sepertinya penampilan kami akan jelek besok" kata Riyan melangkah ke arah Aldo.