NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 46 kekuatan 10%



Pada sebuah padang rumput diluar hutan kematian, Riyan yang sudah tidak mengenakan armor nya sedang menutup Handphone yang baru saja dia gunakan untuk melakukan panggilan. Disekitar Riyan, terdapat tiga pasukan NOZ yang baru saja dia habisi ketika hendak keluar dari hutan kematian. Dengan masih memegang tali kekang ketiga antelop, Riyan menggiring hewan itu menuju bekas perkemahannya waktu bersama pemburu pak Surya waktu dulu.


Sampai pada lokasi kemah yang lumayan jauh, Riyan mengikat kembali ketiga antelop itu di pohon yang sama seperti dulu. Riyan pun mendirikan tendanya kembali dan menunggu pak Topan di sana, dia berbaring di dalam tenda sambil mengawasi antelop yang sedang memakan rumput.



Sementara itu Pak Surya dan pak Topan baru keluar dari rumah Rodrigo. Sopir yang melihat mereka berdua keluar, segera mengambil mobil yang berada di tempat parkir. Kemudian mobil pun siap menjemput pak Surya dan pak Topan didepan teras pintu.


"sekarang kita akan kemana pak?" tanya sopir


"Nye Country, ambil jalan pintas saja" jawab pak Topan


"baik pak" jawab sopir


Mobil sport itupun melaju dengan cepat ketika sudah keluar dari rumah Rodrigo. Debu dari jalanan yang mereka lalui bertaburan di udara karena mereka memilih jalan pintas menuju Nye Country.


"aku tidak menyangka kalau Riyan yang menelepon mu, dia memang orang yang penuh kejutan" kata pak Surya


"aku juga tidak menyangka nya, mendengar hutan itu dijaga oleh NOZ, aku berpikir kalau anak itu sudah mati" balas pak Topan


Dengan lintasan yang sepi, mobil yang dinaiki oleh pak Surya dipacu dengan kecepatan 180 km/jam. Satu setengah jam kemudian, disaat matahari mulai terbenam dan langit mulai gelap, mereka pun tiba ditempat Riyan berada.


Mendengar suara sebuah mobil yang berhenti di lokasi itu, Riyan segera keluar dari tendanya. Dia sedikit terkejut melihat pak Surya turun dari mobil tersebut bersama pak Topan, Riyan tidak mengira kalau pak Surya akan ikut datang ketempat ini.


Riyan menghampiri kedua orang itu dan menyapa mereka. Tidak sabar ingin melihat hasil buruan Riyan, pak Surya langsung mencari ke belakang Riyan dan menanyakan antelop yang terikat pada sebuah pohon dibalik tenda Riyan.


Riyan kemudian membawa mereka menuju tendanya, dan dari tenda Riyan terlihat antelop langka yang terikat pada sebuah pohon besar. Pak Surya dan pak Topan sangat terkejut sekaligus gembira melihat hewan itu. Bukan hanya satu, tapi tiga ekor antelop langka yang ada di sana.


"aku tidak menyangka kau akan berhasil yan" ucap pak Surya menepuk bahu Riyan


"aku akan menyewa sebuah mobil box untuk membawanya" ucap pak Topan, kemudian dia pergi ke kota Nye untuk mencari sebuah mobil Box.


Riyan meminta kepada pak Topan agar sekaligus membawa tali baru untuk mengikat antelop itu. Pak Topan sedikit bingung, kemudian Riyan memberitahu kalau tali yang digunakan saat ini sudah rapuh. Akhirnya pak Topan menyetujui permintaan Riyan.


Dia dan pak Surya duduk di dalam tenda Riyan selagi menunggu pak Topan mencari mobil box. Mereka berbincang ringan mengenai perjalanan menuju kemari, dan beberapa pertanyaan dari Riyan mengenai keamanan adiknya. Pak Surya mengatakan bahwa adiknya dan Tari dijaga dengan baik dan aman sampai saat ini.


Pak Surya kagum sekaligus merasa aneh dengan Riyan. Saat ini dia bingung dengan informasi yang diberikan oleh Rodrigo, dia ingin mempercayai informasi itu namun kenyataannya Riyan selamat dihadapannya. Secara akal itu merupakan hal mustahil, disaat para pemburu profesional mati oleh pasukan NOZ ketika hendak menangkap antelop itu, dihadapannya seorang anak SMA berhasil menangkap bahkan tiga antelop.


"apakah ada kesulitan dalam menangkap ketiga antelop itu?" tanya pak Surya


"tidak terlalu, hanya gerakan antelop itu sangat cepat, aku perlu memasang jebakan lebih lama" jawab Riyan santai


"apa kau bertemu seseorang di dalam hutan?" tanya pak Surya mencari informasi


"tidak" jawab Riyan


Setelah itu pak Topan datang dengan membawa mobil box putih. Riyan kemudian membawa ketiga antelop itu dan menggiringnya memasuki mobil box. Riyan melepas tali nano materialnya dan mengganti dengan tali baru yang dibawa pak Topan.


Pak Surya masuk kedalam mobil sport dan meminta Riyan ikut bersamanya, sedang pak Topan menaiki mobil box putih untuk mengantarkan antelop itu kepada Rodrigo. Riyan yang hanya berdiam diri di sana membuat pak Surya mengajaknya masuk sekali lagi. Akan tetapi Riyan menolaknya, dia mengatakan akan pulang sendiri ke Indonesia nanti.


Pak Surya tidak ingin memaksanya, kemudian dia mengambil uang sejumlah $2000 dari dompetnya dan memberikan uang itu kepada Riyan hanya untuk uang saku.


"itu hanya bonus, aku akan mentransfer uang bagian mu ke rekening" kata pak Surya


Setelah itu kedua mobil berangkat meninggalkan tempat itu. Dan Riyan bersiap memburu pasukan NOZ yang tersisa.


"baiklah,,sekarang saatnya menuntaskan pekerjaan kita" kata Riyan sambil meregangkan tubuhnya.


Dia mengaktifkan pedang oriental dan kembali menggunakan armor hitamnya, berlari cepat memasuki hutan. Seperti bayangan hitam yang berpindah-pindah dari pohon ke pohon lainnya. Riyan mengincar pasukan NOZ yang menjaga pintu masuk sebelah barat dan timur hutan kematian.


Tujuan pertama Riyan adalah sebelah Barat dimana lebih banyak pasukan di sana. Kali ini Riyan tidak membunuh mereka dengan tehnik beladiri pisau apache, dengan kecepatannya dia langsung menebas dan menusuk 8 pasukan yang berada di sana itu.


Seperti sebelumnya, Alpha kemudian menyerap senjata nano material dari para penjahat itu. Waktu yang diperlukan sedikit lebih lama karena senjata yang mereka dapat banyak. Selesai melakukan penyerapan, Riyan akan segera melanjutkan menyerang penjaga hutan sebelah timur.


[jumlah nano material cukup untuk meningkatkan kemampuan otak anda sebanyak 10%. apa anda ingin melakukannya]


"eh..sudah cukup?tapi 10% sedikit sekali" ucap Riyan


Riyan berpikir sejenak, kemudian memutuskan untuk mencoba peningkatan tersebut Riyan.


"lakukan Alpha!" ucap Riyan


Kepala riyan tiba-tiba terasa seperti tersengat listrik. Pedang oriental terlepas dari tangannya ketika Riyan memegang kepalanya menggunakan kedua tangan untuk menahan sakit. Armor dari nano material yang dipakai Riyan seolah luntur dan jatuh ketanah. Armor Riyan sekarang sepenuhnya sudah hilang, dan dua menit kemudian sakit yang dirasakan Riyan perlahan menghilang.


"hanya 10% dan itu sakit sekali" gumam Riyan


Nano material yang jatuh ketanah perlahan naik ke tubuh Riyan dan masuk melalui pori-pori kulitnya. Dia merasa seperti terkoneksi dengan nano material itu, dan bisa menggerakkan benda itu.


"apa ini hasil peningkatan?" tanya Riyan


[benar, apabila nano material terlepas dari tubuh tuan, tuan bisa mengendalikan mereka. namun saat ini hanya bisa sejauh 1 meter ]


"jadi harus meningkatkan lagi otakku agar bisa menggerakkan nano material lebih jauh?" tanya Riyan penasaran


[Namun selama nano material masih terhubung dengan tubuh anda, maka itu bisa dengan bebas anda gunakan]


Setelah berpikir sejenak, Riyan mengaktifkan kembali armor nya. Kemudian mencoba mengeluarkan tali sepanjang 4 meter seperti yang digunakannya mengikat antelop. Akan tetapi tidak terjadi apapun, tali itu tidak muncul sama sekali. Riyan mencobanya lagi dan lagi, namun hasilnya tetap sama.


"Alpha, apa yang terjadi? jangankan mengendalikan, bahkan membentuk saja tidak bisa" ucap Riyan


[itu karena anda telah kehabisan nano material di tubuh anda untuk peningkatan otak]


"kalau begitu kita harus mengambil senjata pasukan yang ada di timur" ucap Riyan


Kemudian dia mengambil pedang oriental yang sempat terjatuh ke tanah. Dengan sangat cepat dia menuju hutan bagian timur. Riyan menebas setiap ranting dan dahan yang menghalangi dengan pedangnya.


"tretetetet....tretetet" "dor...dor" suara pistol dan senjata api terdengar bersahutan seperti seorang diva dengan backing vokalnya.


Tanpa menghentikan larinya, Riyan terus maju sambil menghalau semua peluru yang ditembakkan kepadanya.


"klink..klink..klink..klink" suara benturan peluru yang mengenai pedang oriental Riyan.


Dia pun berhasil mendekati 4 orang tersebut, dan akan memberikan tebasan pedangnya kepada mereka. Riyan berniat menghabisi semuanya sekaligus, namun dua dari mereka berhasil menahan serangan Riyan dan menjauh.


"siapa kau?" teriak salah satu dari mereka


"Beam Attack" ucap Riyan


Kedua orang itu bingung dengan apa yang dikatakan Riyan dan saling memandang satu sama lain. Riyan kemudian menebaskan pedang oriental kearah dua orang itu dan cahaya sabit merah melesat cepat kearah mereka.


Melihat cahaya merah yang mendekat cepat kearah mereka, reflek kedua orang itu mengangkat senjata untuk menahan serangan dari Riyan.


"Buuum" kedua orang itu terlempar akibat ledakan dari laser yang dikeluarkan pedang oriental. Riyan mendekati mereka yang terluka parah akibat ledakan itu, kemudian mengakhiri penderitaan mereka dengan menghabisinya.


Pedang oriental dikembalikan Riyan ke bentuk liontin dan memakainya. Senjata api dari keempat orang itu kemudian diserap oleh Riyan. Setelah usai menyerap nano material itu, Riyan mencoba membuat tali kembali. Kali ini sebuah tali terbentuk, bahkan Riyan bisa dengan mudah membuat tali itu bergerak kesana-kemari. Dia pun menambah jumlah tali itu dan benar saja, semua tali-tali itu bisa digerakkan nya dengan mudah.


"kalau bisa mendapatkan nano material lebih banyak, pasti akan lebih hebat" kata Riyan sambil membuat tali-tali itu bergerak seperti gurita.


[tentu saja, seperti yang bilang kalau ini merupakan kekuatan yang luar biasa]


Riyan kemudian membuat ujung talinya seperti anak panah, kemudian dengan cepat mengarahkannya ke sebuah pohon besar. Tali itu pun menembus pohon besar dengan mudahnya.


"dengan kekuatan 10% saja bisa begini, aku harus lebih meningkatkan kemampuan otak lagi" kata Riyan dengan semangat


"tapi sakitnya bukan main-main" kata Riyan kemudian dengan lesu


Setelah menyerap kembali tali-tali itu, Riyan berlari menuju Nye Country yang berada di selatan hutan.


*Rumah Rodrigo*


Rodrigo sedang menonton Berita di TV ruang tengah, diberitakan tiga orang yang menjadi tersangka dalam pembajakan kereta api cepat menuju kota Carson beberapa hari yang lalu telah tewas didalam sel tahanannya. Menurut hasil otopsi, kematian ketiga orang itu disebabkan karena gagal jantung.


"omong kosong, media memang tidak bisa dipercaya" ucap Rodrigo


Beberapa saat kemudian petugas gerbang rumahnya mengatakan kalau pak Surya sudah datang dengan sebuah mobil box warna putih. Rodrigo kemudian mendatangi mereka di halaman rumah tepat didepan pintu gerbang.


"teman-temanku.." sapa Rodrigo dengan lantang sambil merentangkan tangannya


"sesuai perjanjian, kami membawakan barangnya" kata pak Surya


Rodrigo kemudian membuka pintu belakang mobil itu dan melihat isi mobil box yang dibawa pak Topan, seketika raut wajahnya berubah drastis.


"Ini gila, luar biasa, mengagumkan, pemburu mana yang kalian pekerjakan" Kata Rodrigo ketika melihat tiga ekor antelop langka itu


"maaf teman, tapi tidak bisa kami bocorkan. sekarang lakukan bagian mu!" kata pak Topan


"ok baiklah aku mengerti, profesionalisme kan?" ucap Rodrigo


"tapi apa kau yakin mengenai informasi pasukan NOZ di hutan itu?" tanya pak Surya


"tentu saja, informan ku sangat bisa diandalkan. Tapi aku salut dengan pemburu yang kalian miliki, menangkap sambil menghindari kelompok NOZ. Itu tidak mudah kawan" Kata Rodrigo


Perkataan Rodrigo membuat pak Surya semakin penasaran dengan latar belakang Riyan. Kemudian setelah beberapa persiapan, dengan diikuti oleh pak Surya dan pak Topan, mereka membawa mobil box berisi antelop itu menuju dermaga pribadi milik Rodrigo yang berada di tepi kota yang sepi.


Rodrigo memerintahkan anak buahnya agar menaikkan ketiga antelop itu kedalam kapal untuk dikirim ke Indonesia. Sebelum pergi meninggalkan Rodrigo, mereka berjanji untuk tidak membocorkan mengenai antelop itu kepada siapapun.


Mereka khawatir kalau diketahui orang, apalagi kelompok NOZ, kemungkinan mereka akan menyerang habis-habisan. Sekarang urusan antelop sudah beres, pak Surya hanya perlu menunggu antelop itu tiba di Indonesia selama satu minggu.


"kita kembali besok pagi!" ucap pak Surya


"apa kita perlu menjemput Riyan?" tanya pak Topan


"tidak perlu, dia bilang akan pulang sendiri kan" sahut pak Surya


*Markas NOZ bagian Nevada*


Sebuah Rumah gaya klasik dengan ornamen dan furniture yang didesain menyerupai abad pertengahan. Thomas yang baru saja tiba dari Indonesia memasuki sebuah ruangan dalam rumah itu, didalamnya terdapat seorang pria dengan setelah hitam. Pria dengan rambut pirang klimis dan mata tajam sedang melihat peta Amerika Serikat yang diletakkan pada sebuah meja besar.


Thomas kemudian duduk pada sebuah sofa yang ada dalam ruangan itu, dan mengambil sebuah apel yang terletak pada sebuah keranjang buah di atas meja didepannya.


"kenapa kau yang kesini? bukankah Brian yang ku panggil kesini?" Tanya orang itu masih menatap peta tanpa menoleh ke Thomas


"maaf kalau tidak sesuai harapanmu, kau tau kan CIA sedang mencari orang itu. Makanya dia berubah pikiran dan menyuruhku menggantikannya" jawab Thomas sambil memakan apel


"jadi dia masih di Indonesia mencari prof Gema dan Lisa?" tanya orang itu


"benar" jawab Thomas


"sudahlah kalau begitu sekarang pergilah ke Vegas, temui Yorgi dan bantu dia" perintah orang itu


"oke bos" sahut Thomas


"Tunggu! kalau sempat setelah dari Vegas, kau periksa apakah pasukan yang ditugaskan mencari antelop sudah berhasil" tambah orang itu


"masuk hutan, merepotkan saja" balas Thomas yang kemudian meninggalkan ruangan itu.


Thomas pun berangkat menuju Las Vegas untuk menemui Yorgi, dia berangkat menuju kota hiburan itu menggunakan sebuah motor sport yang ada di rumah itu.