
Dengan dua senjata di tangannya, Riyan melesat kearah dua orang lawannya dan melakukan sebuah tebasan. Akan tetapi serangan Riyan dapat dihindari oleh kedua orang itu.
Gerakan menghindar dari kedua orang itu membuat Riyan sekarang berada di antara mereka berdua dengan posisi sedikit membungkuk.
"Swing"
"Ting"
Riyan melanjutkan serangan dengan tebasan pedang oriental yang berada di tangan kanannya, lagi-lagi serangan itu dihindari oleh pria tinggi dengan sedikit memundurkan badannya.
Bersamaan dengan serangan itu, Riyan juga melancarkan tebasan kepada pria keturunan cina yang ada di sebelah kirinya. Namun orang itu dapat menangkis serangan katana pendek yang ada di tangan kiri Riyan dengan menggunakan tongkatnya.
Setelah berhasil menghindar, pria tinggi itu mengayunkan Pemukul besi nya ke arah kepala Riyan. Disaat yang sama, pria cina juga melakukan pukulan balasan dari tongkatnya setelah menahan serangan dari Riyan.
Dengan gerakan cepat sundang sungainya, Riyan melakukan gerakan memutar tubuhnya. Sekarang katana di kiri Riyan menangkis pemukul besi yang diarahkan ke kepalanya oleh pria tinggi, sedang pedang oriental di tangan kanannya melakukan tusukan kearah orang cina itu.
Tusukan dari Riyan membuatnya terpaksa mundur dan menggagalkan serangan balasan dari tongkatnya. Menghindar adalah satu-satunya cara untuk melawan serangan pedang yang tidak bisa ditangkis itu.
Bahkan sekarang pedang oriental itu berganti target kearah pria tinggi yang juga terpaksa untuk menjauh.
"Kenapa kalian mundur sejauh itu?bukankah aku tidak akan menang" ejek Riyan
"Brengsek kau" balas pria tinggi
Pria tinggi dan pria keturunan cina memainkan senjata di tangan mereka seperti sebuah atraksi. Kemudian bersamaan teriakan yang keluar dari mulut mereka, kedua orang itu menyerang Riyan.
Gerakan kombinasi kedua orang itu sangat merepotkan Riyan. Selama ini Riyan belum pernah melawan duet yang hebat seperti mereka, pertarungan tiga orang itu sangat hebat sampai memperparah isi lantai dasar.
Dibawah lampu disko yang masih kelap kelip, Kursi dan meja yang awalnya hanya terbalik dan berhamburan, sekarang hancur terkena hantaman tongkat dan pemukul besi maupun terpotong karena tebasan pedang Riyan.
Sementara itu di dalam ruangan, Afri bersama dengan pemuda dan wanita di sana sedang menyaksikan pertarungan melalui kamera cctv.
"Gerakan itu, sundang sungai dari Jurus Sundang Majapahit. Aku tidak menyangka ada orang lain yang mempelajari Jurus silat itu" pikir wanita yang menyaksikan pertarungan Riyan dari monitor
"Wah...orang berpakaian hitam itu sangat hebat" ucap si pemuda kagum
"Jangan khawatir, kedua orangku itu tidak kalah hebat. Mereka berdua ahli beladiri" sahut Afri
"Kurasa beberapa menit lagi orangmu yang akan tewas, lihat saja nanti" ucap wanita yang menjadi pengawal pemuda di sana.
Raut wajah Afri terlihat seperti tidak terima dengan perkataan dari wanita itu. Namun dia hanya menahan emosinya karena wanita itu bersama dengan pemuda yang merupakan anak kedua dari Bos besar mereka yaitu Tadoki.
Orang-orang di ruangan itu kembali menyaksikan pertarungan sengit antara ketiga orang ahli beladiri yang sekarang berada di lantai dansa.
*Kediaman Julia*
Dua buah mobil berhenti di halaman rumah mewah milik Julia yang berada di puncak gunung. Satu mobil van berwarna hitam dan satu lagi mobil sedan berwarna silver.
Dari mobil silver, Julia turun bersama dengan Kevin. Sedang dari mobil van, tiga orang anggota Kurassha yang merupakan anak buah Julia membawa Mila dan dua gadis lain keluar mobil.
"bawa mereka ke kamar belakang!" ucap Julia
Dengan tangan terikat dan mata tertutup, mereka dibawa menuju sebuah kamar bagian belakang rumah Julia. Di dalam kamar itu mereka bertiga diikat pada sebuah kursi.
Beberapa saat kemudian Julia memasuki ruangan tersebut dan penutup mata ketiga gadis itu dilepaskan. Terlihat sekarang mereka berada pada sebuah kamar yang kosong tanpa ada perabot apapun di sana. Hanya terlihat 5 orang berada mengelilingi ketiga gadis itu, Julia memperhatikan ketiga gadis yang akan diserahkannya kepada Bos Tadoki.
"Bos pasti akan menyukai hadiah kita ini ketika datang" ucap Julia
Salah satu gadis berontak meminta untuk dilepaskan. Namun tamparan pedas dari tangan Julia membuat pipi gadis tersebut merah lebam dan meneteskan sedikit air mata. Perlakuan Julia membuat dia diam seketika, begitu juga dengan Mila dan satu gadis lainnya.
"Bagus" ucap Julia
Kemudian dia meminta Kevin untuk mengambil jarum suntik berisi narkotika. Beberapa saat kemudian Kevin membawa dua buah suntikan berisi narkotika.
"Kenapa cuma dua?" tanya Julia
"Hanya ini yang tersisa disini" jawab Kevin
"Kalau begitu kau ambil barangnya ke gudang!" perintah Julia
"Baiklah" jawab Kevin
Kevin kemudian menyerahkan suntikan itu kepada salah seorang anak buahnya. Segera dua gadis di sana mendapatkan hadiah suntikan berisi narkotik itu, Mila yang berada di posisi terakhir harus menunggu Kevin mengambil narkotik pada gudang pabrik kertas yang sudah dihancurkan oleh Riyan.
"Kau sabar dulu sayang" ucap Julia memegang pipi Mila yang ketakutan
Sementara dua gadis lainnya mulai merasakan efek dari narkotika yang baru saja di suntikkan oleh anggota Kurassha.
Julia dan anak buahnya kemudian keluar dari kamar tersebut dan meninggalkan ketiga gadis di sana dalam keadaan terikat.
"Kakak dimana" gumam Mila
Riyan merasakan kalau dia sudah meremehkan dan membuang-buang waktu menghadapi kedua ahli beladiri didepannya.
"Mereka ini sepertinya memang ahli beladiri. Aku tidak boleh membuang waktu lagi" pikir Riyan
"Beam attack"
Pedang oriental Riyan mengeluarkan bunyi mesin kemudian pedang hitam itu berubah warna menjadi merah pijar. Perubahan senjata Riyan membuat kedua orang itu lebih waspada.
"Hati-hati, pedang merah itu mungkin saja bukan pedang biasa" ucap pria cina
"Wuuush"
Riyan yang sudah menambah kecepatannya, menyerang pria cina itu terlebih dahulu dengan sangat cepat. Dia melakukan tebasan secara vertikal dengan menggunakan pedang oriental yang dalam bentuk beam attack.
Seperti sebelumnya, orang cina itu tidak mau mengambil resiko untuk menangkis serangan dari pedang oriental. Maka dengan cepat pria itu memundurkan badannya sehingga dapat menghindari tebasan Riyan.
Hanya saja, dia tidak mengira kalau pedang Riyan yang sekarang adalah pedang yang dapat mengeluarkan sinar laser dari mata pedangnya. Seketika sebuah cahaya berbentuk sabit mengarah dengan cepat tertuju kepadanya.
Melihat cahaya laser yang datang dari arah depan, pria cina itu reflek menghalangi dengan tongkatnya.
"Buuum"
Tongkat yang digunakan menahan serangan laser itu patah jadi dua bagian, sedang orang cina tersebut tubuhnya terlempar. Sebagian tubuhnya mengalami luka bakar akibat ledakan, dengan susah payah dia mencoba berdiri.
Melihat temannya terluka, pria tinggi itu menyerang Riyan dengan pemukul besinya.
"Tang"
Pemukul besi itu menghantam lantai dansa hingga retak. Pria itu heran karena targetnya sudah tidak ada di sana, dia melihat sosok hitam itu sudah berpindah ketempat pria cina dan menusukkan katana pendeknya ketubuh temannya itu.
"Sejak kapan orang itu bertambah cepat, jadi dari tadi dia menahan kemampuannya" gumam pria tinggi itu
"Slash"
Riyan kemudian menebaskan pedang orientalnya kearah pria tinggi itu. Dengan bergerak kesamping, dia menghindari serangan laser dari Riyan.
"Buum"
Laser beam berbentuk sabit itu kemudian menghancurkan meja bar, air menyembur dari botol yang berada di meja bar tersebut.
Riyan segera berlari kemudian melompat menyerang pria tinggi itu. Dengan tangan kirinya, Riyan mengangkat katana pendeknya sebatas bahu untuk menusuk pria tinggi itu.
Tusukan katana Riyan dapat ditahan dengan menggunakan pemukul besinya. Riyan kemudian mengencangkan genggaman tangan kanannya pada gagang pedang, hal itu dilakukan untuk memaksimalkan serangan tebasan menggunakan pedang oriental.
Tebasan kejutan dan cepat dari Riyan membuat pria tinggi itu tidak sempat untuk menghindar. Pedang oriental yang dalam bentuk beam attack, menggores bagian dalam tubuh pria itu.
"Buuk" Riyan menendang tubuh pria yang telah terkena tebasan beam attack
Segera tubuh orang itu terpental dan terjatuh telentang di atas lantai yang berhamburan. Sinar merah terlihat seperti terpancar dari dalam luka orang itu, sesaat kemudian tubuhnya hancur karena ledakan.
"Wah, aku tidak tau kalau akibatnya akan seperti itu jika terkena tubuh" ucap Riyan
Riyan kemudian berjalan mendekati ruangan tempat Afri dan dua orang lainnya berada. Begitu Riyan membuka pintu ruangan itu, kombo dua pukulan dan tendangan keras menyambutnya dengan cepat. Riyan terpaksa terpukul mundur akibat serangan kombo yang berasal dari seorang wanita berambut pendek.
Dari ruangan itu keluar dua orang pria dari arah belakang wanita yang baru saja menendang Riyan.
"Dari mana kau?apa masalahmu hingga mengacau disini?" tanya Afri
"Jadi kalian petinggi disini ya" Riyan berdiri dengan pedang menjuntai di kedua tangannya, kemudian memasang kuda-kuda sundang sungainya.
"Dimana Julia membawa adikku?" tanya Riyan
"Owh jadi satu dari tiga gadis kecil yang dibawa Julia adalah adikmu, sepertinya nasib adikmu tidak bagus. Kau cari saja keliling Jakarta, hahaha" Afri tertawa dengan keras
"Kalau begitu, akan ku buat kau mengatakan dimana Julia" ucap Riyan merendahkan tubuhnya
"Wush"
Riyan dengan cepat melesat kearah Afri dan menggunakan sundang sungai untuk melawan ketiga orang itu.
Tebasan pertama Riyan mengarah ke tubuh bagian dalam Afri, terdengar dentingan pedang Riyan tertahan oleh sebuah pisau menghalangi tebasan pertamanya. Riyan dengan cepat berganti target menyerang pemuda di samping Afri, dengan menusuk kearah atas menyasar tenggorokannya.
"Klink" lagi-lagi serangannya gagal oleh sebuah pisau.
Beberapa kali Riyan berganti target namun semua serangannya dapat dihentikan oleh sebuah pisau hingga akhirnya Riyan terpaksa mundur akibat serangan tebasan yang tiba-tiba.
Riyan menatap kearah ketiga orang di depannya, terlihat wanita itu memegang pisau pada kedua tangannya. Riyan sedikit kaget melihat wanita berambut pendek itu memainkan kedua pisaunya dan berakhir pada kuda-kuda sundang matahari.
"Jangan pikir hanya kau yang menguasai silat itu" ucap wanita itu.