
*Aula dinas Pendidikan*
Setengah dari soal pada Babak rebutan untuk pelajaran Fisika sudah diberikan, dengan bantuan Alpha Riyan hanya perlu menekan bel dengan cepat. Semua pertanyaan dari panitia mampu dijawab Riyan bahkan terkadang sebelum peserta lain selesai menghitung soal yang diberikan.
Dengan selisih nilai 50, membuat Indra panik, bagaimana tidak, bahkan jika dia berhasil menjawab kelima sisa pertanyaan itu hanya akan menjadikannya seri dengan Riyan. Belum lagi nilai yang akan dikurangi jika jawabannya salah.
Riyan memandang kearah Indra sambil mengangkat alisnya, hal itu membuat Indra kesal serta khawatir.
Soal berikutnya Riyan tidak menekan bel miliknya, dia sengaja membiarkan Indra untuk menjawab. Kepanikan membuat perhitungan Indra menjadi keliru dan hasilnya nilai miliknya dikurangi 5 menjadikan nilai sementara Riyan 150 dan Indra 95.
Perlombaan Fisika berakhir, Riyan menjadi pemenang dengan nilai 170. Seluruh peserta Fisika turun kembali ke kursi mereka agar perlombaan untuk pelajaran selanjutnya dapat dilaksanakan.
"Bagaimana?apa kau mau bersujud dan menganggap ku bos sekarang?" kata Riyan kepada Indra
Indra hanya terdiam di kursinya, dia tidak menyangka akan dikalahkan oleh siswa dari sekolah yang dinilai rendah.
"tidak apa-apa, kau tidak perlu bersujud, tapi kau harus mematuhi ku karena sekarang aku bos mu kan" kata Riyan
"Baiklah" dengan tertunduk malu Indra menjawabnya.
Pukul 17.30 seluruh perlombaan untuk olimpiade ilmu pengetahuan selesai, seluruh peserta yang akan mewakili kota Muriya untuk maju tingkat Provinsi dipersilahkan keatas panggung untuk menerima hadiah.
Begitu selesai Riyan menghampiri nenek dan adiknya, mereka berjalan meninggalkan Aula.
"Wah kakak begitu hebat sekarang" kata Mila
"tentu saja aku hebat, hahaha" Kata Riyan membanggakan diri
"Kalian kesini naik apa?" tanya Riyan
"naik Taksi online, kan bisa order" kata Mila mengangkat HP nya
"Riyan" suara panggilan dari samping kerumunan, itu adalah Tony dan teman-teman lainnya. Mereka mendekati Riyan yang bersama nenek dan adiknya.
"Kurang ajar sekali kau, ternyata kau lebih pintar dari yang kuduga" kata Andre yang juga disitu.
"benar ku pikir kau akan berakhir di urutan terakhir, hahaha" tambah Tony
"jadi kalian kesini mau mengejekku atau memberi selamat" kata Riyan
"tentu saja selamat, hahaha" kata mereka semua
Riyan mengenalkan mereka kepada nenek dan adiknya begitu juga sebaliknya. Riyan Meminta Tony untuk mengambil foto Riyan, nenek dan Mila dengan Handphonenya. Setelah itu meminta Mila mengambilkan foto Riyan bersama dengan teman-temannya.
"Riyan..nenek dan Mila mau pulang duluan, lagipula ini sudah hampir malam, nenek belum menyiapkan makan malam buat kalian" kata Nenek
"tidak perlu nek, kita akan makan diluar sekarang. Karena kita sudah di pusat kota, aku akan membawa kalian ke restoran" Kata Riyan
"Bagaimana dengan kami?" kata teman - temannya
"Kalian juga boleh ikut" kata Riyan
Merekapun senang membuat area disekitar mereka riuh dengan suara temannya.
Nenek menepuk belakang Riyan dan berbisik kepadanya
"kalian pergi saja,ini tidak cocok dengan umur nenek berkumpul kalian, lagipula nenek lelah"
"baiklah, bagaimana denganmu Mila?" tanya Riyan
"aku menemani nenek saja, kalian bersenang - senanglah" kata Mila
Akhirnya Mila dan neneknya pulang dengan taksi online. Riyan dan teman-temannya pergi ke restoran Nature Food milik pak Surya dan makan di sana.
"kami berencana akan menonton tim basket sekolah kita besok, kau mau ikut?" kata Temannya kepada Riyan
"boleh juga, lagipula besok masih libur kan, jam berapa sekolah kita bertanding?" kata Riyan
"Kalau tidak salah pertandingan kedua, jadi itu sekitar jam 11" kata Tony
Ditengah obrolan mereka telpon Riyan berdering, panggilan masuk dari Mila tertera dilayar Handphone Riyan.
" Hallo, kenapa Mil?" Tanya Riyan
"Hallo..Riyan"
Riyan kaget mendengar suara balasan di telepon yang bukan suara Mila, suara laki-laki yang dia pernah dengar di suatu tempat namun tidak bisa mengingatnya.
"Siapa ini?" tanya Riyan dengan nada sedikit tinggi membuat teman-temannya yang berada disitu diam dan curiga ada yang tidak beres.
"Hohoho jahat sekali, kau melupakanku setelah mematahkan tanganku, itu membuatku sedih Riyan" suara Alex di telpon
" Alex" Kata Riyan, tidak ingin melibatkan teman-temannya diapun keluar Restoran untuk melanjutkan pembicaraannya dengan Alex di telpon.
"dimana adik dan nenekku?" tanyanya
"kau ingin mereka?akan ku kirimkan lokasinya,kau jemput lah mereka sendiri" balas Alex
Sebuah Lokasi Map masuk ke HP Riyan yang merupakan kiriman Alex melalui HP Mila.
"Alpha, tampilkan Rute tercepat ke lokasi ini" perintah Riyan
Kembali peta hologram muncul dengan Rutenya dihadapan Riyan.
[Tapi lokasi HP adik anda tidak berada di sana]
"apa dia ditempat yang berbeda?"
[Saya akan memunculkan lokasi HP adik anda di peta]
Titik berwarna Biru muncul pada peta hologram, menandakan lokasi HP Mila berada 4Km dari titik lokasi yang ditentukan Alex.
[Kemungkinan tidak ada sinyal di tempat penyekapan, sehingga mereka harus menjauh dari tempat itu]
"Mungkin saja, yang jelas aku akan ke sana menjemput Mila dan Nenek" kata Riyan
Riyan kembali masuk restoran menemui teman-temannya dan dengan senyuman palsu dia pamit untuk pulang.
"ada apa yan?" tanya Andre
"Tidak ada apa-apa, aku hanya lelah saja, sampai besok ya" kata Riyan yang kemudian meninggalkan tempat itu setelah membayar tagihannya.
Andre dan lainnya yang menduga ada keganjilan dari tingkah Riyan setelah menyebut nama Alex di telepon, mereka diam sesaat dan saling menatap tanpa komunikasi
"panggil semuanya?" tanya Tony ke Andre
"Ya, beritahukan saja mereka, yang tidak mau tidak usah dipaksa" kata Andre
Merekapun pergi meninggalkan Restoran Nature Food.
Titik yang menandakan HP Mila sudah berada di titik lokasi pertemuan yang diinginkan Alex.
Lokasi yang berada di kaki gunung yang jauh di pinggiran kota.
"wwwuuiiinng" satu persatu Riyan membalap mobil dan motor didepannya,Laju motor Riyan sangat cepat menuju ketempat yang dikirimkan Alex.
[apa sebaiknya lapor polisi tuan]
*Bangunan tua di kaki gunung*
Dengan kondisi tidak sadarkan diri, Mila dan nenek terikat di sebuah kursi dalam ruang tengah bangunan itu bersama dua orang yaitu Safri dan Chandra.
"Bruuum...bruum" terdengar suara motor dari luar. Salah satu anak buah Alek berlari ke dalam memberitahukan bahwa itu suara motor Riyan sudah datang.
"Biarkan dia masuk, beritahu yang lain agar bersiap" perintah Safri yang ada disitu.
Riyan memasuki bangunan tua itu, dia melihat nenek dan Mila yang sedang terikat tidak sadarkan diri dan hanya dua orang yaitu Safri dan chandra yang berada didepannya.
"suruh mereka semua keluar" kata Riyan
"anak buahku tidak ada disini, aku ingin merasakan kekuatanmu sendiri" kata Safri
"terserah, aku hanya ingin membawa pulang adik dan nenekku" jawab Riyan
'untunglah mereka pingsan jadi tidak perlu melihat yang akan terjadi nanti ' pikir Riyan
" sudah kubilang kami akan membalas mu" kata Safri
"jadi ini maksud ucapan mu di taman waktu itu" kata Riyan
"Ya, sekarang tunjukkanlah beladiri kuno itu" kata Safri
Safri melangkah mendekati Riyan, begitu juga sebaliknya. Ditengah Ruangan itu perkelahian keduanya dimulai.
"tak...tak" "debuk..debuk" suara pertarungan dua pesilat ini tidak seperti yang terlintas di pikiran Chandra, keduanya melancarkan pukulan dan tendangan yang cepat untuk menciptakan celah, menyerang sambil bertahan, hampir tidak terlihat mengeluarkan gerakan khusus seperti suatu jurus.
chandra hanya diam memperhatikan pertarungan itu. Tidak lama kemudian Safri menampilkan suatu gerakan kuda-kuda seperti sebuah jurus, dengan posisi tubuh sedikit rendah, kaki kiri maju didepan serta tangan kiri lurus dengan telapak dan jari membentuk cakar dan yang satunya kepalan.
"sepertinya kau serius sekarang" kata Riyan
Kemudian Riyan mengayunkan tangannya memulai gerakan sundang gunung, dan berakhir dengan posisi kuda-kuda bertahan.
Safri bergerak maju dan menyerang Riyan dengan sepenuhnya, namun tidak bisa mengenai Riyan. Sapuan bawah oleh Safri untuk mengincar kaki Riyan dapat dihindari, berlanjut gerakan cakar kearah rahang Riyan.
Serangan itu dihalau, Riyan memegang pergelangan tangan Safri dengan kuat, tangan kanan safri yang bebas langsung meninju kearah wajah Riyan. Dengan menggeser badannya ke kanan membuat tinju itu melesat melewati wajahnya dan membuat Riyan melakukan tendangan yang berhasil mengenai punggung Safri.
Chandra yang dari tadi diam saja sekarang ikut maju melompat dan menendang ke arah Riyan, walau dapan ditahannya dengan menyilang kan tangannya namun tetap membuat Riyan Mundur 3 langkah .
Mereka berdua maju menyerang Riyan bersamaan dan akhirnya memaksanya memakai sundang sungai untuk melawan dua ahli beladiri didepannya.
10 menit kemudian tubuh Safri dan chandra tergeletak dilantai dengan wajah dipenuhi darah. Riyan dipulihkan oleh Alpha dan bergerak untuk melepaskan ikatan nenek dan adiknya. Disaat itu mila tersadar.
"Kakak, dimana ini?kami di bius dari belakang waktu turun dari taxi online kak" Kata Mila dengan Cepat.
"Iya sekarang tidak apa-apa, kita bisa pulang" kata Riyan
Melihat dua orang tergeletak di lantai dengan penuh darah membuatnya kaget.
"siapa mereka kak?" tanya Mila kepada Riyan yang sedang melepaskan ikatan neneknya
"mereka yang menculik kalian" Kata Riyan
Nenek tersadar namun sepertinya lemah dan batuk, Riyan khawatir sakit nenek kambuh lagi, dia pikir harus membawa neneknya kerumah sakit untuk diperiksa.
Riyan menggendong neneknya berjalan keluar diikuti Mila, dia berpikir akan membawa mobil yang ada diluar untuk mengantar neneknya ke RS.
Tidak disangka diluar sudah dipenuhi oleh orang-orang, di sana sudah ada David, Alex dan Surya bersama sekitar 100 anakbuahnya. Mereka menghadang Riyan lengkap dengan pemukul bisbol ditangan mereka. Mila ketakutan dan memegang lengan kakaknya .
"Aku sudah lama menunggumu keluar dari sana, sekarang pesta sebenarnya akan dimulai" teriak David kepada Riyan
"kalau aku sendirian mungkin bisa melawan mereka, tapi disini ada mila. Juga nenek harus dibawa ke RS, bagaimana ini" pikir Riyan
Para preman itu semakin mendekati mereka. Riyan menurunkan neneknya dan menyuruh Mila mundur kebelakang dan menjaga Neneknya.
'Aku harus cepat' pikir Riyan
"Alpha, ciptakan dua tongkat dibelakang pinggang bajuku!"
Riyan tersenyum kemudian terlihat mengambil sesuatu dari belakang pinggangnya, dua buah tongkat dengan panjang 50 cm dikedua tangannya. Riyan kemudian melapisi dirinya dengan material nano.
"Mila jalanlah dibelakang kakak dan tetap di tembok" kata Riyan
Dengan dua tongkat hitam pekat di tangannya Riyan mengahadapi seluruh preman yang datang padanya, adiknya yang ketakutan memeluk neneknya sambil berjalan pada dinding halaman rumah tua itu menyisir tembok menuju mobil.
Riyan dengan ganas menghadapi mereka semua menggunakan jurus sundang matahari yang digunakan sebagai perlindungan sambil membuka jalan menuju mobil dekat situ .
Melihat hal itu David memerintahkan anakbuahnya untuk menangkap nenek dan adiknya kembali sebagai sandera.
"kalau adik dan neneknya sudah lolos, akan sulit menghadapi bocah ini" pikir David
"Alex, Surya, kalian majulah" kata David
Riyan dapat menghalau beberapa preman.
Namun banyaknya lawan membuatnya sulit melindungi nenek dan adiknya, padahal tinggal sedikit lagi untuk mencapi mobil.
Alex berhasil mendekati Mila saat Riyan masih harus menangani anakbuah yang lain ditambah Surya yang sedikit mempersulitnya. Tangan Alex akan meraih Mila namun sebuah tendangan ketangan Alex dan berlanjut ke Wajahnya membuat alex terjatuh.
"Ingin menyentuh adik temanku? tidak semudah itu" suara yang Riyan kenal.
Alex menyapu wajah yang terkena tendangan dan membersihkan pandangannya .
"Kurang ajar kau Tony" kata Alex
Ya..Tony seorang Taekwondo hadir ditengah keributan itu.
"Kebetulan sekali kau disini, jadi kami bisa menghabisimu sekalian" Kata Alex
"HAJAR MEREKAA!!!!" Teriak David
namun Seluruh Preman terdiam melihat kearahnya membuat David heran.
"CEPAT SERANG, APA YANG KALIAN LIHAT!!"
teriak David
salah seorang anakbuahnya menunjuk ke belakang David, David berpaling dan melihat kearah jalan masuk. Sekitar 50 orang ada di sana dengan berbagai peralatan, rantai, gear, kayu pemukul bisbol berjalan mendekati mereka.
"SIAPA YANG INGIN KAU HAJAR HAH?" Teriak Andre
"Riyan Kau harus mentraktir kami lagi setelah ini selesai" teriak salah satu teman Riyan dari belakang arah preman.
"JANGAN TAKUT, KITA MENANG JUMLAH, HAJAR MEREKA!!" teriak David
Andre dan teman-temannya berlari memasuki pertarungan masal ini. Melihat mereka semua datang membuat Riyan gembira dan bersemangat.
"Hosh...Hosh Alpha pulihkan tenagaku" Kata Riyan dengan suara berat
[Tenaga dipulihkan..energi 100%]
"Waktunya serangan balik" Kata Riyan