
*suatu tempat terpencil di Amerika*
Sebuah rumah berwarna putih berada ditengah padang rumput luas, mobil Jeep masuk melalui gerbang yang berjarak 50 meter dari Rumah itu langsung menuju kedepan pintu yang dijaga oleh beberapa orang bersenjata.
Seorang perempuan berambut pendek sebahu dengan pakaian Musim dingin turun dari mobil itu. Tanpa memperdulikan sekitar dia melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, dan sampailah di ruang tengah.
Ruangan luas dan megah dimana terdapat 5 orang sedang duduk di sofa dengan setelan berbeda - beda. Mereka sedikit terkejut atas kedatangan wanita itu.
"apa yang membawamu datang kemari? sebaiknya itu penting " tanya seorang dari mereka
"Lapor pak, Anak buah saya yang ditugaskan mencari antelope aneh di hutan amerika utara menemukan ini " kata wanita itu sambil memperlihatkan tali hitam dan menyerahkannya kepada salah satu orang disana.
Tali itu kemudian diserahkan kepada kelima orang yang ada disana secara estafet.Semua yang disana sedikit kaget melihat benda itu. Benda yang seharusnya hanya dimiliki oleh kelompok mereka.
"apa anak buahmu melihat siapa pemiliknya? " tanya mereka
"tidak pak " jawab wanita itu
kemudian mereka menyuruh wanita itu pergi meninggalkan ruang tamu tersebut. Sebelum wanita itu pergi, salah seorang dari pria disana menyuruhnya untuk memanggil Prof Ednewt untuk menemui mereka.
"Prof Ednewt akan memeriksa nano material ini, apakah ada orang lain yang mengembangkan tekhnologi ini, atau Dr Albert telah memberikan hasil penelitiannya kepada orang lain sebelum mati " Kata orang lainnya
"mungkinkah itu Lisa? " tanya salah seorang dari mereka
"tidak, setahuku dia hanya membawa senjata, bukan tali seperti ini. Lagipula menurut informasi sekarang dia dan Prof Gema berada di Negara asalnya Indonesia " jawab yang lain
"pemberontak itu harus kita bereskan secepatnya, sebelum mereka membocorkan informasi tentang kita. Mereka terlalu banyak tahu tentang kita " balas yang lain
"tenang saja, aku sudah mengirim Brian dan anggotanya pergi ke Indonesia untuk mencarinya " jawab salah satu dari mereka
*Kota Muriya*
Disebuah tanah lapang yang diapit beberapa gedung. Riyan dan dua pengawal yang disewanya tengah berkelahi dengan Mike dan para anak buahnya.
Hendri yang sudah kelelahan dan terluka akibat bertarung melawan mike sekarang hanya bisa bertahan. Adrian membantu Hendri didekatnya menghadapi anak buah Mike yang menyerang.
Riyan terus maju kearah Mike sambil terus menjatuhkan anak buahnya satu persatu hingga berhadapan dengan Mike. Perbedaan ukuran tubuh keduanya kontras terlihat saat saling berhadapan.
Mike mengawali pertarungan mereka dengan beberapa pukulan kuat dan cepat ke arah Riyan. Sambil terus menghindar Riyan melakukan serangan bertubi ke wajah dan tubuh Mike.
'Daya tahan tubuhnya sama seperti Joni, bahkan mungkin lebih. Akan sulit beradu otot dengan orang ini ' pikir Riyan
Kesal karena serangan yang tidak dapat menyentuh Riyan, tidak disangka dengan jarak sedekat itu Mike berlari dan menabrak Riyan dengan tubuh besarnya. Riyan menyilangkan tangannya untuk bertahan, tapi tubrukan kuat itu membuat Riyan melayang hingga terjatuh.
"hanya segini kemampuanmu Riyan? " kata Mike
'Sial, aku tidak bisa memakai armorku dan mengeluarkan senjata selama masih ada Adrian dan Hendri disini ' gumam Riyan dalam hati
Mike kembali mendekat dan menyerang, Riyan hanya dapat melapisi tubuhnya dari balik pakaian yang digunakannya. Meskipun tendangan dan tinju Riyan banyak mengenai tubuh besar Mike, namun itu tidak membuat Mike mundur.
Dengan susah payah akhirnya serangan beruntun Riyan bisa membuat raksasa itu berlutut. Namun itu hanya sementara, Mike kembali bangkit dan melempar tubuh Riyan ke tembok gedung disana sambil berteriak.
'seandainya tidak ada mereka disini, aku pasti sudah menghabisi raksasa ini ' pikir Riyan sambil berusaha berdiri kembali
Mike terlihat sangat kesal dan ingin menghabisi Riyan. Dia mengambil bongkahan kayu yang ada disampingnya dan berjalan membawa tubuh besarnya mendekat ke arah Riyan.
Melihat hal itu, Riyan mengambil keputusan sulit untuk melawan Mike menggunakan material nano. Mike semakin mendekat dengan membawa balok kayu, tangan Riyan sudah mengeluarkan sedikit material nano bersiap membentuk sebuah katana pendek.
"dor....dor..dor.." suara tembakan datang dari arah masuk area itu sebelum Riyan sempat membentuk katananya
Tujuh orang berseragam hitam lengkap dengan rompi anti peluru seperti tim SWAT menerobos masuk ke tempat itu dan menembaki beberapa anak buah Mike. Dalam keributan yang masih terjadi, Mike kabur meninggalkan tempat itu bersama beberapa anak buahnya. Seketika anak buah Mike yang tertinggal menyerah dan menunduk.
Seorang pria berusia sekitar 40 tahunan mendekati Riyan dan memperkenalkan dirinya sebagai Heru. Dia adalah pimpinan perusahaan pengawal sekaligus atasan dari Jonathan dan yang lainnya.
Mereka kesini karena dihubungi oleh Adrian, dan kemudian menggunakan pelacak milik Lei untuk sampai ketempat dimana mereka berada. Orang - orang dari perusahaan pengawal pergi meninggalkan Riyan dan Adrian. Beberapa orang menggotong Hendri untuk kemudian dibawa ke rumah sakit.
"kau pergilah temani Hendri " kata Riyan kepada Adrian
Dengan cepat Adrian menyusul teman - temannya. Setelah membawakan makan siang untuk Mila, Riyan kemudian pergi mencari Mike di markas mereka. Setahu Riyan markas itu adalah bekas rumah David.
Tetapi setibanya di tempat itu, Riyan menggunakan Armornya dan menyelinap masuk. Tidak ada seorangpun disana, rumah itu nampak kosong dan seolah sudah lama tidak dihuni.
"apa markas mereka sekarang sudah pindah, sepertinya nanti aku harus ke Palangkaraya " kata Riyan
*Gudang tua tidak terpakai*
Disebuah gudang di pinggiran kota dimana Mike dan anak buahnya berkumpul. Sebuah ruang kosong yang luas dimana hanya berisi dua buah sofa saling berhadapan yang dipisah oleh sebuah meja kayu. Disana Mike sedang berbicara lewat telepon dengan bos Tirta.
"Saya bertemu Riyan, dia tidak begitu kuat, hanya gesit dan cepat " kata Mike
"jadi ternyata benar kalau dia memang memiliki orang - orang yang kuat waktu membunuh Joni dan orang - orang dirumahku " kata bos Tirta
" Benar bos, bahkan orang - orang perusahaan pengawal baru saja membantunya " Kata Mike
"perusahaan yang mana? " tanya bos Tirta
" Thorn " jawab Mike
"Heru ya, mereka juga merepotkan. Aku akan minta yang lain mengurus mereka. Dua bulan lagi anggota NOZ akan masuk ke Muriya, kau harus mengurus hal itu. Jadi jangan sampai kau tertangkap oleh Riyan ataupun orang - orang Heru sebelum kedatangan orang NOZ " kata bos Tirta
Setelah percakapan mereka berakhir, Mike memerintahkan anak buahnya untuk menjalankan bisnis mereka secara diam - diam mulai saat ini.
*Dirumah Cindy*
Seperti yang dikatakan Riyan, dia datang kerumah Cindy untuk menjenguknya. Sore itu seperti biasa dihalaman rumah Cindy banyak orang sedang latihan silat. Paman Cindy sangat fokus memperhatikan muridnya, hingga tidak menyadari suara bel dan panggilan dari Riyan.
Gerbang dibuka dan disana ibu Cindy menyambut Riyan dengan ramah dan menyuruhnya masuk. Di teras Cindy berbaring di atas kursi santai dengan panjang 2 meter mengenakan jaket berbahan rajut.
Ibu Cindy kemudian pamit ke dapur untuk membuatkan minuman. Riyan mendekati Cindy dan menaruh buah - buahan yang dibawanya keatas meja, serta memberikan langsung sebuah jam tangan untuk Cindy yang dibelinya dari Amerika.
"wajahmu merah, kupikir panas " kata Riyan
"aku sudah tidak demam lagi, hanya perlu sedikit istirahat lagi saja " jawab Cindy
"sudah sedikit sehat, tapi kenapa tidak istirahat di dalam? " tanya Riyan
"aku tidak ingin ketinggalan latihan, tapi karena tidak bisa ikut, jadinya aku hanya bisa melihatnya dari sini " jawab Cindy
"kamu suka sekali silat ya " kata Riyan
"tentu saja, sekalian ini untuk jaga diri juga. kamu ke Amerika memang ada apa? " tanya Cindy
"itu ada teman yang mengajak kerja sampingan disana selama beberapa hari, tapi sudah selesai kok " jawab Riyan
Ibu Riyan datang membawakan minuman dan kue kering untuk mereka. Selama dua jam mereka ngobrol diteras rumah sambil melihat latihan silat perguruan Naga Petir.
Bersamaan dengan selesainya latihan, Riyan juga pamit pulang dari rumah Cindy. Di luar gerbang rumah Cindy Riyan dihadang 4 orang murid Naga Petir yang baru selesai berlatih. Salah satunya yang bernama Wisnu meminta Riyan untuk tidak terlalu dekat dengan Cindy bahkan menjauhinya jika bisa.
Riyan menolak permintaan itu, Wisnu semakin mendekati Riyan. Tidak lama sebuah mobil yang mereka kenal datang menghentikan tindakan mereka, itu adalah mobil ayah Cindy.
Riyan kemudian menerobos mereka dan menaiki motornya meninggalkan keempat orang tersebut. Tingkah Riyan membuat keempat orang itu sedikit kesal.
Setiba dirumahnya, Tari dan Mila sudah menunggu di meja makan. Telepon Riyan berdering begitu mereka menyelesaikan makannya.
Sebuah panggilan berasal dari pak Surya yang meminta untuk diantarkan rusa karena sudah dua minggu Riyan tidak mengirimkan daging rusa hingga stock mereka habis. Riyan pun berjanji akan mengantarkan rusa kepada pak Surya besok.
"3 hari lagi libur berakhir, Cindy juga lagi sakit jadi tidak bisa diajak jalan. Apa aku tangkap banyak rusa dan membuat peternakan saja ya? " gumam Riyan
Riyan kemudian keluar menuju rumah kontrakannya untuk menemui Adrian dan yang lainnya. Ternyata seluruh pengawal yang dipekerjakan Riyan ada disana, walau Hendri dan Jonathan dengan kondisi tangan dan kepala dibalut perban.
"kalian tidak apa? " tanya Riyan kepada Jonathan dan Hendri
"luka segini bukan apa - apa bagi kami " kata mereka berdua
Setelah itu Riyan menyerahkan uang honor atas kerja mereka, dengan ini mereka sudah tidak perlu mengawal Tari dan Mila lagi. Lei kemudian menceritakan mengenai orang bernama Mike itu dan kelompoknya berdasarkan interogasi kepada anak buah Mike yang tertangkap.
Mike berada dalam sebuah kelompok organisasi bernama Kurassha, organisasi itu telah mengalahkan kelompok organisasi kuat lainnya dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Sekarang organisasi itu merupakan organisasi terkuat dan membawahi semua kelompok underground di Indonesia.
"kalau memang kau berurusan dengan mereka, sebaiknya hati - hati " kata Lei
Riyan menerima saran dari Lei dan kembali pulang kerumahnya.
*********
Keesokan paginya Riyan menuju hutan dekat sekolahnya untuk berburu rusa sebagai bahan makanan di restoran Nature Food pak Surya.
Pepohonan yang rindang dan lebat hanya menyisakan sedikit sinar matahari untuk masuk. Riyan teringat kembali kenangan awal dia memasuki hutan ini dan bertemu dengan Dr Albert yang membuat nasibnya berubah.
Sebelum berburu rusa, Riyan memutuskan untuk mendatangi makam Dr Albert yang berada di bawah pohon besar di tengah hutan.
Begitu sudah hampir sampai ke Makam Dr Albert, dari jarak 15 meter Riyan melihat dua orang berdiri di depan makan itu. Mereka terlihat seperti satu orang dewasa mengenakan kemeja dan jaket serta seorang agak pendek dengan tinggi 160 cm memakai Hoodie.
Riyan memakai armornya dan menyembunyikan dirinya keatas pohon untuk melihat apa yang akan dilakukan kedua orang itu. Dengan melihat sebuah alat ditangannya, pria dewasa itu terus memutari pohon besar dekat makam Dr Albert.
"dia terlihat mencari sesuatu " gumam Riyan
Sesaat kemudian orang yang memakai hoodie memegang sebuah benda kecil, dia berpaling kearah Riyan dan muncul sebuah bazoka dari tangannya. Sebuah peluru Roket meluncur dari senjata itu menuju kearah Riyan.
"wuush " Secara reflek Riyan melompat dari pohon itu menghindari roket dan mendarat di padang rumput sebelum makam Dr Albert.
"duaar " ledakan yang membuat pohon besar tempat Riyan bersembunyi hancur terbakar.
Orang berhoodie itu kemudian melepaskan Bazokanya dan mengambil sebuah benda kecil lainnya yang kemudian berubah menjadi sebuah tombak.
Orang itu berlari kearah Riyan dengan sangat cepat seperti seorang ninja. Belum sempat membentuk senjata, ujung tombak orang itu sudah berada dihadapan wajah Riyan. Segera dia menghindar dengan melompat kesamping.
Dengan gerakan sangat cepat seperti itu membuat Hoodie orang itu terbuka, dan tampak wajah yang diingat Riyan. Itu adalah gadis yang bersenggolan dengannya di mall waktu itu.
Layaknya pemain tombak yang ahli, gadis itu mengubah arah tombaknya dengan cepat dan menyerang Riyan kembali dengan tusukan bertubi - tubi. Riyan menghindari tusukan itu dengan bergerak mundur.
Bersamaan dengan menghindari tusukan tombak lawannya, Riyan membentuk sebuah katana pendek ditangan kanannya. Sekarang pertarungan keduanya seimbang dan menjadi sengit hingga keduanya sama - sama terpukul mundur oleh tendangan masing - masing.
[itu nano material Tuan]
"jadi mereka dari kelompok NOZ, tapi kenapa menyerang ku " gumam Riyan
Riyan kemudian menyerang dengan kecepatan tinggi, namun gadis itu masih mampu mengimbangi Riyan dengan tombaknya.
'gila,,sampai saat ini tidak ada yang sanggup mengimbangi kecepatan ini, NOZ memang berbahaya ' pikir Riyan sambil terus menyerang dan bertahan
"Cepat kalahkan dia sebelum bantuannya datang " teriak orang satunya yang berada di bawah pohon besar makam Dr Albert.
Gadis itu kemudian bergerak agak menjauhi Riyan, mengubah kembali tombaknya menjadi sebuah benda kecil. Kemudian pada masing - masing tangannya dia memegang benda kecil lainnya dan menjadi sebuah pedang.
Sekarang gadis itu memegang pedang di kedua tangannya dan memainkannya didepan Riyan seperti sebuah jurus pedang ganda.
"Jadi kau ingin bermain dengan dua pedang ya,,baiklah akan kulayani " kata Riyan
Riyan menyerap kembali katana di tangan kanannya, kemudian melepas liontin yang ada dilehernya.
"Bankai " Ucap Riyan
Suara mesin berdengung, liontin berubah menjadi sebuah pedang hitam. Setelah itu Riyan membentuk Katana panjang seukuran pedang oriental di tangan kirinya.
Sekarang Pedang ganda gadis itu akan berhadapan melawan pedang Oriental dan katana Riyan. Pria dibawah pohon besar sedikit kaget melihat kearah Riyan, dan dengan suara pelan keluar dari mulutnya.
" Nano System "