NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 16 Kesempatan Baru



Hari berikutnya Polisi menangkap para penjahat yang sudah di obati dan dimasukkan ke penjara atas tuduhan penculikan dan penganiayaan berdasarkan keterangan dari Mila dan Riyan.


*RS Muriya Utama*


Bangsal ruang murai, di sanalah beberapa teman-teman Riyan dirawat, hanya sekitar 7 orang yang perlu inap selama 3 hari. Yang lainnya diperbolehkan untuk pulang walaupun Luka di badan mereka penuh perban.


Riyan,Tony dan yang lain berada disitu untuk menjenguk mereka membawa banyak makanan.


Ditengah Bangsal yang penuh dengan teman-temannya itu Riyan membungkukkan badannya mengucapkan permintaan maaf dan terima kasih kepada semuanya.


"kau tidak perlu seperti itu Riyan" kata salah satu dari mereka


"benar, kami melakukannya memang untuk membalas penyerangan Alex waktu pulang dari pantai kemarin" sahut yang lain


"lagipula kau itu teman kami, tidak ada yang salah dengan membantu teman, jadi kau tidak perlu minta maaf" balas yang lain lagi.


"sekali lagi terima kasih" kata Riyan


"tapi gara-gara ini kita tidak jadi menonton tim basket sekolah kita dan melihat cewek cantik cheersleader" Kata Tony


"Jadi kau harus membayarnya dengan mengajak karaoke" Kata Tony merangkul leher Riyan.


"Iya...iya...nanti setelah kalian sembuh semua" Kata Riyan


Mereka semua tertawa dan kembali ceria. Setelah mengunjungi beberapa temannya yang harus inap di sana, dia pergi keruang perawatan neneknya meninggalkan Tony dan yang lainnya .


Dalam ruangan itu, neneknya berbaring dengan impus terpasang dipergelangan tangan sambil menonton TV. Jam menunjukkan pukul 13.45 sebentar lagi Mila akan datang kesini.


"Nek, aku mau beli makan dulu buat Mila. Nenek mau makan apa?" Kata Riyan


"tidak usah, disini sudah banyak buah dan Roti yan" Kata nenek


"siapa tau nenek mau makan yang lain" kata Riyan


Nenek hanya tersenyum, Riyan keluar ruangan itu. Riyan terlihat berjalan keluar dari RS sendirian.


Selain karena keterlambatan makan, kelelahan yang disebabkan usia tua, Dokter juga memvonis Nenek Riyan menderita Pneumonia.


"seandainya aku bisa memasukkan material nano kedalam tubuh nenek" kata Riyan


[Itu percuma Tuan. Tanpa adanya Nano Sistem, hal itu tidak akan berguna]


"ya..kau benar juga Alpha" Ucap Riyan berjalan menuju parkiran motornya


dering HP Riyan Berbunyi di layar terlihat Pak Surya melakukan panggilan.


"Halo Pak " sahut Riyan


"Halo Yan...apa kau sibuk hari minggu ini?" tanya pak Surya


"Sepertinya tidak pak" jawab Riyan


"kau ingat temanku yang ku ceritakan padamu, yang punya restoran di malang" Kata Pak Surya


"Iya, kenapa pak?" tanya Riyan


"saat ku beritahu kalau kau menangkap sendiri Rusa itu, dia malah ingin bertemu denganmu. Katanya minggu ini dia akan kesini, kalau bisa kau datang ya!" jelas pak Surya


"Baiklah, kalau begitu nanti Bapak beritahu saya saja kapan waktunya" Kata Riyan


"Oke, sampai nanti yan" Pak Surya menutup telponnya.


*************


3 hari kemudian teman-temannya diperbolehkan pulang dari RS, begitu jua nenek Riyan.


Sesampainya di rumah, Nenek langsung digandeng oleh Riyan menuju ke kamar untuk beristirahat.


Diruang keluarga Riyan dan Mila menonton Televisi menghabiskan waktu.


"Kakak besok teman-temanku mau kesini, kami mau kerja kelompok" kata Mila


"boleh saja, tapi Besok kan minggu ,biasanya kau jalan-jalan" Kata Riyan


"aku lagi malas jalan besok" kata Mila


Riyan terpikir apakah Mila trauma dengan kejadian penculikan sebelumnya, itu juga membuat Riyan Khawatir.


"owh..yasudah, aku besok juga ada urusan sih" Kata Riyan


"Kau sibuk sekali ya sekarang" kata Mila


"Hahaha, tapi iya juga sih, belum lagi persiapan untuk liga olimpiade pelajar tingkat provinsi nanti" kata Riyan


"oia, kapan itu ka?" Tanya Mila


"setelah cabang olah Raga selesai, mungkin 2 atau 3 hari lagi" jawab Riyan


Malam semakin larut, mereka berdua kembali ke kamar masing-masing. Suara Notifikasi Hp Riyan berbunyi tanda Chat masuk, itu adalah pesan dari Pak Surya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pak Surya :


Besok jam 10 temanku datang kesini, kau juga kesinilah.


Riyan :


Baiklah Pak.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Paginya Riyan melakukan latihan harian seperti biasa di taman pinggiran kota dan bertemu dengan Tony dan Andre yang juga sedang berolah raga di sana, kemudian dia pergi menemui pak Surya setelah menyelesaikannya.


Tony dan Andre duduk di kursi taman sambil mengistirahatkan tubuhnya setelah berolah raga.


"Kau menyadarinya juga?" Balas Andre


"Perkelahian kemarin, sebelum membawa kita masuk ke bangunan tua itu dia dipenuhi luka dan memar, namun saat semuanya berakhir dia sudah pulih sepenuhnya" Kata Tony


"Kau benar, aku juga melihatnya, dan satu hal lagi, orang yang tergeletak di dalam ruangan itu, apa kau mengenalnya?" Tanya Andre


"kalau yang kau maksud dua orang yang babak belur itu dibangunan tua itu, aku tidak mengenalnya" jawab Tony


"aku mengenal salah satunya, dia Safri seorang juara atlit Silat Nasional 2021-2024 berturut-turut, dilarang berpartisipasi karena hampir membunuh lawannya di pertandingan final 2025" Jelas Andre


"jadi maksudmu Riyan itu mengalahkannya, bahkan keduanya?" Kata Tony


"Bukankah kau melihat sendiri Riyan keluar dari bangunan itu?dan hanya Riyan yang ada di sana sebelum kita kan" Kata Andre


"ituu...setelah aku mengikutinya dan ingin ikut masuk kebangunan itu, David serta anakbuahnya datang jadi aku sembunyi di belakang pohon dekat situ dan tertidur, sampai ku mendengar teriakan David menyuruh mengambil adik Riyan" Jelas Tony sambil menggaruk kepala


"yang jelas anak itu akan menjadi orang yang hebat" Kata Andre


"kau benar, sepertinya memang takdir kita bertemu dengannya adalah keberuntungan" Kata Tony


*Restoran Natural Food*


Riyan turun dari motornya dan berjalan masuk kedalam Restoran, para karyawan yang sudah mengenal Riyan mempersilahkannya masuk.


"anda sudah ditunggu di kantor pak Surya" kata karyawan itu


Riyan hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya.Begitu melewati pintu kantor Pak Surya, di sana sudah ada dua orang selain Pak Surya mengenakan setelan jas hitam mencerminkan seorang pengusaha kaya duduk di kursi tamu.


Mereka duduk disebuah sofa panjang berwana merah berhadapan dengan Pak Surya yang dibatasi oleh sebuah meja kecil terbuat dari kaca dengan sebuah vas bunga kecil di atasnya.


"Ah..ini dia orangnya datang, Riyan duduk kemari!" ajak Pak Surya


Riyan mendekati mereka dan sebelum duduk disamping pak Surya, dia menyodorkan tangannya kepada tamu pak surya, merekapun saling berjabat tangan.


"saya Riyan" kata Riyan sopan


"saya Rudy, dan ini asisten saya Topan" kata seorang dengan perawakan besar berambut ikal


"Topan" kata seorang lagi yang lebih kecil berukuran seperti Riyan dengan Rambut lurus belah tengah.


"Saya sudah mendengar tentangmu dari teman saya Pak Surya ini. Langsung saja, saya akan menawarkan 2 pekerjaan untuk kamu" Kata Pak Rudy


"apa itu pak?" Tanya Riyan


"yang pertama mungkin sudah kamu dengan dari Pak Surya, yaitu kami ingin kamu menjadi pemasok daging Rusa Restoran Saya" Kata Pak Rudy


"Yang kedua, dengan kemampuan mu berburu menangkap Rusa,saya ingin menawarkan pekerjaan untuk menangkap sepasang Rusa jenis Antelope Pronghorn yang berada di pedalaman Amerika Utara" Lanjut Pak Rudy


"bukankah lebih mudah menggunakan senapan Bius, kenapa harus saya pak?" tanya Riyan


"pertama karena keberadaannya yang di pedalaman hutan membuat penembak kesulitan karena terhalang banyak pohon. Kedua, lari hewan ini sangat cepat mencapai 80km/jam dengan pendengaran yang tajam, sedikit terdengar suara dia akan lari dan sulit dikejar. Saya sudah mengirim beberapa pemburu namun tidak ada hasil" Jelas Pak Rudy


"Disamping hewan langka, Antelope atau Rusa ini berbeda dengan yang umum tinggal di padang luas, itu juga sebabnya dibutuhkan keahlian untuk menemukan hewan ini" Tambah Pak Topan


"kalau bahkan pemburu profesional tidak bisa menangkapnya kenapa anda yakin saya bisa?" tanya Riyan


"Pak Surya mengatakan kalau kau bisa menangkap Rusa hidup-hidup tanpa bius, itulah sebabnya saya tertarik dengan kamu" kata Pak Rudy


"itu mudah karena Saya menangkapnya menggunakan perangkap pak" kata Riyan


"kalau begitu gunakan perangkap yang sama untuk menangkap Rusa yang satu ini" kata Pak Rudy memberi saran


"Eh tapi kenapa tidak terlihat bekas perangkap sedikitpun di Rusa yang biasa kamu bawa, hanya bekas jeratan tali saja" Timpa Pak Surya


"Benar juga aku hanya menggunakan tali dari material nano untuk menangkapnya, bodoh kenapa tidak terpikirkan membuat luka jebakan sebelumnya" gumam Riyan dipikirannya


[Tidak apa Tuan, Hutan Amerika Utara adalah tempat dimana Laboratorium Dr.Albert dan lainnya melakukan eksperimen senjata Nano, kita bisa mencarinya dan mungkin kita bisa mendapatkan sesuatu di sana]


Riyan berpikir sejenak, selain mendapatkan uang dengan junlah yang banyak, seperti yang dikatakan Alpha mungkin saja bisa mendapatkan sesuatu dari bekas Laboratorium yang ditinggalkan itu.


"itu adalah perangkap khusus buatanku, setelah kupikir mungkin aku akan membantu anda menangkap hewan itu" Kata Riyan


"Benarkah?bagus kalau begitu, Topan akan menyiapkan segaka keperluanmu" Kata Pak Rudy


"Tapi mungkin tidak bisa dalam waktu cepat ini, ada beberapa kendala saya harus mengikuti liga olimpiade pelajar" Kata Riyan


"Tidak apa, untuk saat ini saya akan menyuruh orang untuk melacak Antelope itu sementara kau selesaikan olimpiademu" Kata Pak Rudy


"Baiklah saya setuju kalau begitu" Kata Riyan


Mereka melanjutkan pembicaraan di sana sampai waktu makan siang. Kemudian Riyan pamit untuk kembali pulang, menyisakan tiga orang itu dimeja makan.


"Dia seperti anak SMA biasa, apa anda yakin dengan dia?" Tanya Pak Topan


"Dia bisa menangkap 4 rusa dalam satu hari, kalau dia bilang menggunakan perangkap berarti itu perangkap yang sangat bagus" Kata Pak Surya


"Surya benar, Rusa bukan hewan yang mudah terkena perangkap, anak itu pasti punya cara unik" Tambah pak Rudy


*Ditempat Lain*


Sebuah gedung pencakar langit dengan dinding kaca di tengah Kota Palangkaraya. Didalam sebuah Ruangan luas yang terlihat mewah dengan dekorasi elegan sebagai ruangan Kantor direktur utama.


Diatas meja kerjanya terdapat papan nama bertulis Ir.Tirta Prayuda. Dibelakang meja itu Bos Tirta duduk dikursi empuknya dan berbicara melalui telpon genggam.


"itu memalukan kalah berkelahi dengan anak SMA" Kata Pak Tirta


"Lalu bagaimana dengan Kota Muriya bos?" tanya orang dalam telpon


"Perintahkan Joni mengambil alih wilayah Muriya untuk sementara, cukup jalankan kegiatan seperti biasa" Kata Pak Tirta


"Bagaimana dengan anak-anak itu?" Tanya orang di telpon


"sabar saja, mampu mengalahkan David dan 100 anak buahnya, kita tidak boleh terlalu meremehkan mereka. Kita akan membereskan semuanya sekaligus" Kata Pak Tirta kemudian menutup telponnya