NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 33 Misi Rahasia



Pagi ini Tony mempersiapkan dirinya dengan berlatih di sasana olahraga beladiri untuk bertarung melawan Jack nanti malam.


Setelah melakukan pemanasan dengan berlari kecil, dia membalut kedua tangannya dengan perban tali, kemudian menutupinya dengan sarung tinju dan mulai memukul samsak yang ada disana.


Makin siang sasana olah raga itu makin ramai dengan orang - orang yang berlatih beladiri. Seorang kenalan Tony mengajaknya sparing diatas ring, dan Tony menyetujuinya agar bisa sekaligus mengasah kemampuannya.


Mereka berdua menikmati sparing tersebut, hingga seorang wanita berambut panjang yang terikat membentuk seperti ekor kuda muncul memanggil Tony dan menyuruhnya untuk ikut bersamanya.


Tony mengikuti wanita itu keluar sasana dan menaiki sebuah mobil berwarna hitam dengan seorang sopir didalamnya. Mobil itu melaju menuju Polres di pusat kota Muriya , Tony hanya mendengarkan saja, dia menahan rasa penasarannya untuk menanyakan kenapa dia dibawa kesana.


Di polres, wanita itu membawa Tony keruangan kepala polisi. Disana sudah ada Kapolres dan seorang lelaki paruh baya bersama seorang pemuda menunggunya dengan jas hitam lengkap. Tony menggerakkan tangannya memberi hormat kepada Kapolres diruangan itu.


"tidak perlu terlalu formal " kata Kapolres


Tony dan wanita itu kemudian dipersilahkan duduk dan bergabung dengan mereka. Kapolres memperkenalkan kedua orang didepannya sebagai perwakilan dari Interpol Indonesia yang bekerjasama dengan kepolisian, dan kemudian memperkenalkan Tony dan wanita itu sebagai Intel kepolisian yang dirahasiakan.


Tony heran kenapa Interpol ingin ikut campur dengan kepolisian daerah kota kecil seperti Muriya. Dengan hanya 5 orang diruangan itu, Kapolres memberi isyarat kepada wanita yang bersama Tony. Kemudian wanita itu menutup semua tirai jendela dan mengunci pintu.


Salah seorang Interpol membuka laptop dan menampilkannya melalui proyektor diruangan tersebut. Terlihat foto - foto orang yang menjadi target Kasus yang ditangani Tony, salah satunya adalah bos Tirta.


Anggota interpol itu menjelaskan kalau mereka sudah mengetahui rencana kepolisian daerah untuk mendapatkan bukti sumber pengedar narkoba dari kelompok besar yang dipimpin bos Tirta. Sampai saat ini yang mereka tangkap hanya bawahan saja. Walau terlihat jelas mengenai kejahatan mereka, namun tidak pernah ada yang berani bersaksi asal dari narkoba tersebut.


Selain itu kelompok mereka seolah dilindungi oleh orang dalam kepolisian, setiap intel yang menyamar dari setiap daerah semuanya diketahui oleh kelompok itu dan tidak bisa menyusup untuk mencari informasi lebih.


Tony adalah satu - satunya yang identitasnya sebagai polisi hanya diketahui oleh kapolres, kapolda dan wanita itu. Ketika pendaftaran polisi, Tony secara khusus dipilih kapolres untuk tugas rahasia ini dan dikatakan kepada umum sebagai orang yang tidak lolos seleksi menjadi polisi.


Melanjutkan informasi dari Interpol, bahwa setiap tiga sebulan sekali, para bos akan menyaksikan sebuah pertarungan brutal dari para juara di kotanya masing - masing. Dimana pemenangnya akan terus lanjut ke tingkat berikutnya sampai menjadi bagian dari kelompok tersebut.


"sebaiknya langsung saja ke pokoknya, kalau hanya itu, interpol tidak akan mau repot jauh ke kota ini " kata Tony


"kau cerdas, tujuan sebenarnya kami memang bukan itu " jawab salah satu Interpol


Kemudian semua menjadi jelas setelah mereka memberitahukan permasalahannya. Bos Tirta yang menjadi target kepolisian adalah salah satu ketua dalam organisasi Kurassha, dan tujuan utama Interpol adalah menyelidiki kelompok Kurassha yang diduga memiliki kerjasama dengan organisasi internasional. Mereka mengharapkan dari kelompok itu akan membawa menuju tangkapan yang besar bagi Interpol.


"bukannya Interpol punya banyak agen dan mata - mata, kenapa tidak menggunakan mereka? " tanya Tony


"seperti kepolisian, kelompok itu seperti mengetahui seluruh anggota Interpol. Agen maupun mata - mata yang kami kirim semuanya terbunuh " jawab orang interpol


Karena searah dengan tujuan kepolisian yang ingin menangkap bos Tirta, ditambah Tony adalah satu - satunya yang bisa mendekati dan masuk kelompok tersebut, maka interpol menawarkan Tony untuk bergabung dengan mereka dengan tujuan lebih jauh dari sekedar menangkap bos Tirta.


"tapi untuk bisa masuk lebih jauh, Tony harus bisa memenangkan pertarungan malam ini terlebih dahulu " kata wanita dengan kuncir ekor kuda


*di sekolah*


Bel pulang sekolah terdengar, semua siswa merapikan tas mereka dan bersiap untuk pulang.


Karena Besok adalah hari minggu dan senin tanggal merah, maka Cindy mengajak Riyan untuk ikut bersama teman - teman lainnya yang berencana hiking di pegunungan sapathawung.


"berangkat kapan? " tanya Riyan


"Nanti sore biar disana lebih lama " jawab Cindy


"nanti kususul aja hari minggu ke gunung sapathawung " kata Riyan


"oke, janji ya " kata Cindy


Riyan tidak bisa ikut dengan Cindy karena dia berencana menonton pertarungan Tony kembali di taman malam ini. Gunung sapathawung memang tidak terlalu jauh dari kota Muriya, hanya memerlukan waktu sekitar 50 menit untuk sampai di kaki gunung.


Riyan kembali di hubungi melalui telepon oleh pak Rudy mengenai kesiapannya melakukan tugas menangkap antelope seperti dahulu. Riyan masih menolak dan mengundur waktu dengan alasan sekolahnya.


'antelope unik itu sangat peka dan cepat, tidak akan mudah bagi pemburu biasa untuk menangkapnya. Ditambah kejadian pembunuhan di sana, kemungkinan dalam waktu dekat antelope itu tidak akan didapatkan ' pikir Riyan


********


Malam hari di Taman pinggiran kota, jam 11 malam seperti kemarin orang - orang bergerombol menyaksikan pertarungan gaya bebas. Termasuk Riyan yang mengenakan jaket yang dibelinya sewaktu di Amerika kemarin. Dia sengaja hadir untuk menemui temannya Tony di akhir pertandingan.


Pemandu acara menyebutkan bahwa sebelum pertarungan final antara jack dan Tony, tiga pertarungan akan ditampilkan sebagai pembuka. Walaupun pertarungan pembuka, namun penonton di sana sangat antusias untuk menyaksikannya dan bertaruh.


Jam satu malam pemandu acara menyatakan ketiga pertarungan itu selesai, untuk selanjutnya pertarungan final antara Tony dan Jack akan dilaksanakan. Pemenang dari pertarungan ini akan dibawa ke Palangka raya untuk mengikuti pertarungan selanjutnya.


Sebelum pertarungan dimulai, seperti biasa pemandu acara menyarankan untuk memasang taruhan terlebih dahulu ke meja taruhan dan memberi waktu selama 10 menit bagi penonton yang ingin bertaruh. Kali ini hasil dari pertaruhan tidak terlalu jauh, yaitu 55% penonton memilih Jack dan 45% memilih Tony.


Sorak meriah penonton sangat keras ketika pemandu acara dengan gayanya melakukan pemanggilan terhadap kedua finalis yang akan bertarung. Panggilan pertama kepada Jack dengan rambut mohawk nya, dia keluar mengenakan celana jeans dengan sepatu tinggi melenturkan badannya sambil melompat - lompat kecil.


Berikutnya pemandu acara memanggil Tony yang mengenakan celana panjang kain motif loreng berwarna jingga. Dia berjalan dengan santai sambil memutar bahunya kedepan dan belakang.


Sekarang kedua orang itu berhadapan satu sama lain, ukuran tubuh keduanya tidak berbeda jauh. Pemandu acara kemudian mundur kebelakang bergabung dengan keramaian penonton. Sesaat kemudian pukulan cepat Tony ke wajah Jack mengawali pertarungan ini.


Teriakan penonton mulai menggila, sekarang tendangan Jack yang mengarah ke tubuh Tony. Meskipun sudah menghalau tendangan itu dengan menggabungkan kedua lengannya seperti petinju, Tony tetap harus mundur 2 langkah akibat tendangan kuat dari Jack.


Bono the Jack tidak memberikan jeda dalam serangannya dengan kembali melakukan serangan kombo 3 pukulan kearah Tony. Kiri, kanan dan menunduk dilakukan Tony untuk menghindari pukulan itu.


Dimata penonton, Tony terlihat terpojok dengan bergerak mundur dan sesekali menepis tendangan Jack. Dalam pandangan Riyan, Tony mencari celah untuk menumbangkan Jack dalam satu serangan.


Tony melakukan tendangan dengan kaki kanannya, namun Jack juga bukan orang yang lemah. Kaki kanan Tony di tangkap oleh Jack, dengan cepat Tony melompat dan menendang dada Jack dengan kaki kirinya hingga membuat keduanya terjatuh ke tanah.


Saat ini sorakan penonton berbanding lurus dengan jalannya pertarungan Tony dan Jack. Semakin sengit mereka bertarung semakin riuh suasana disana.


Dua puluh menit sudah berlalu, kedua petarung final sudah sama - sama hampir kehabisan tenaga. Melihat Tony membungkuk dengan tangan diatas lutut dan wajah menghadap ketanah, Jack tidak menyiakan kesempatan itu.


Dengan lompatan tinggi Jack mengeluarkan tendangannya untuk mengakhiri pertandingan itu. Dalam keadaan seperti itu Tony yang sudah kehilangan fokus karena lelah mendengar teriakan dari sahabatnya Riyan memanggil namanya.


Seketika Tony menjadi siaga dan melihat Jack yang menerjang dirinya dengan tendangan. Reflek Tony berguling kearah depan untuk menghindari serangan dari Jack, hingga sekarang posisi Tony berada di belakang Bono the Jack.


Dengan posisi keduanya saling membelakangi, Tony melakukan tendangan tinggi memutar yang dipelajarinya dari taekwondo waktu SMA. Timing dimana saat Jack mendarat dan serangan cepat dari Tony membuat Jack terlambat untuk menghindari tendangan Tony.


Tumit kaki Tony menghantam dengan keras bagian kepala diatas telinga Jack hingga membuatnya jatuh ketanah dan tidak sadarkan diri. Sontak riuh pendukung Tony kegirangan dan mengangkat kedua tangan mereka.


Tony melihat sekeliling penonton disana dan matanya terhenti kepada seorang berjaket panjang yang suaranya baru saja membuatnya siaga. Tony tersenyum kepada Riyan, begitu juga sebaliknya.


Bono the Jack dibawa dari area bertarung dan pembawa acara mendekati Tony kemudian mengangkat tangan kanannya dan menyebutkan namanya dengan keras.


Riyan mengacungkan jempolnya ke arah Tony, dan Tony pergi meninggalkan tempat itu. Berapa saat kemudian Tony menuju ke sebuah kursi panjang ditaman dan berbaring disana. Para penonton yang memasang taruhan kepada Tony menuju meja taruhan untuk mengambil keuntungan.


Pemandu acara mendekati Tony yang masih berbaring disana dan memberikan sejumlah uang atas keberhasilannya.


"kalau kau mau melanjutkan semua ini, kau tau harus menemukanku dimana " kata pemandu acara tersebut kemudian pergi meninggalkan Tony


Setelah semua orang sudah pergi dan taman itu menjadi sepi, 7 orang dengan jaket hitam berlambang tengkorak mendekati Tony yang sedang berbaring disana.


"juara,,, bangunlah " kata salah seorang dari mereka sambil melempar botol plastik kosong ke arah Tony.


Mendengar itu, Tony bangun dan duduk dikursi itu dengan wajah masih sedikit bengkak dan memar di beberapa bagian tubuhnya.


"mau apa kalian? " tanya Tony


"kau seharusnya kalah saja dipertandingan tadi, jadi kami tidak perlu memberikanmu sedikit pelajaran " jawab mereka


"jadi kalian tidak terima dengan hal itu ya? kalau berani, tunggu sampai aku pulih " kata Tony.


Mereka tidak mendengarkan Tony karena tahu kalau Tony dalam keadaan normal, mereka tidak akan bisa mengalahkannya. Orang - orang itu terus melangkah maju mendekati Tony sambil tertawa kecil.


Begitu ketujuh orang itu sudah cukup dekat, Tony tersenyum dan tertawa. Orang - orang itu berhenti dan heran dengan tingkah Tony.


"kalau mereka aku masih bisa mengerti, tapi kenapa kau juga ikut - ikutan kesini Junior bodoh " kata Tony lantang.


Orang - orang disana makin kebingungan mendengar Tony, tiba - tiba salah seorang anggota mereka paling belakang terjatuh ketanah karena dipukul pingsan oleh sosok pemuda berjaket panjang.


"tentu saja aku kemari untuk membantumu senior " kata Riyan


Ke enam orang lainnya terkejut kenapa ada orang lain yang mengikuti mereka tanpa diketahui. Tanpa basa basi mereka menyerang Riyan, namun kemampuan para berandalan itu sangat biasa.


Riyan hanya menggunakan satu tangan untuk menahan serangan mereka, dan satu kaki untuk menyerang mereka. Dalam beberapa detik saja mereka semua sudah kabur. Setelah itu Tony berdiri dan mengajak Riyan ke sebuah depot 24 jam.


"kenapa tidak ngobrol disini saja ? " tanya Riyan


"aku tidak mau dikira homo berduaan tengah malam di taman denganmu " jawab Tony


Mereka berdua akhirnya bersantai disebuah Depot tidak jauh dari taman. Keduanya terlihat gembira ketika bertemu ngobrol sambil minum dan nyemil.


"ngomong - ngomong kenapa tengah malam begini kau diluar seperti ini ? " tanya Tony


"kemarin malam aku tidak sengaja melihat kau bertarung, tapi tidak sempat menemui mu karena kau langsung pergi begitu menang pertarungan itu. Makanya malam ini aku ke taman lagi, lagipula besok libur jadi tidak apa juga " jawab Riyan


Riyan kemudian menanyakan perihal Tony sampai menjadi petarung jalanan, padahal dia berencana masuk kesatuan polisi sewaktu lulus SMA.


Karena misi rahasia yang dijalankan Tony, dia menceritakan cerita palsu kepada Riyan bahwa dia gagal masuk polisi dan hidup dari uang taruhan hasil pertarungan jalanan. Tony menanyakan mengenai sekolah dan Tari, Riyan menjawab kalau semua baik - baik saja.


Jam dua malam Riyan pamit pulang kerumahnya. Begitu Riyan sudah menghilang dari pandangan, seorang wanita mendekati Tony. Dia adalah wanita dengan rambut kuncir kuda yang biasa menemui Tony. Wanita ini bernama Rosa, seorang mata - mata yang ditugaskan membantu tony untuk melaporkan informasi yang didapat kepada Kapolres secara langsung.


"apa aku harus menghubunginya sekarang ? " tanya Tony


"tidak, tunggu beberapa hari lagi. lebih bagus kalau mereka yang menghubungimu, satu lagi sebaiknya kau sedikit menjauhi temanmu itu " kata Rosa


" kenapa ? " tanya Tony


"beberapa waktu yang lalu dia dan beberapa orang dari perusahaan bodyguard terlibat perkelahian dengan Mike. Kalau mereka tahu kau temannya, kemungkinan untuk menyusup masuk akan mustahil " jawab Rosa


"jadi begitu ya, baiklah " jawab Tony


'aku tidak menyangka dia bahkan konflik dengan organisasi Kurassha, sejak kapan?kenapa dia tidak mengatakannya padaku? ' pikir Tony


*Gunung sapathawung*


"Cindy , Yanti " teriak beberapa teman sekolahnya


Mereka mencari Cindy dan Yanti karena tengah malam seperti ini mereka tidak ada didalam tendanya.