
Mike kembali ke Palangkaraya untuk mengurusi bisnis kelompoknya secara perlahan, sedangkan bos Tirta untuk sementara menetap di Bandung setelah selesai rapat dengan kelompok NOZ .
Hasil dari pertemuan itu, kelompok NOZ ternyata berencana memasukkan setidaknya 10 orang anggota mereka di setiap daerah untuk menjalankan misi mereka. Selain itu mereka ingin membuat sebuah markas operasi di tengah hutan Irian Jaya.
Bos Tadoki setuju untuk membantu mereka memasukkan orang - orang dari NOZ ke wilayah mereka. Tapi NOZ juga harus membantu Kurassha untuk memperluas wilayah kekuasaannya dengan merebut dari kelompok lain.
Kedua kelompok itu sepakat dan perwakilan dari NOZ kembali ke markas mereka di luar negeri untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan terlebih dahulu.
*3 bulan kemudian*
Sampai saat ini kehidupan Riyan berjalan dengan baik - baik saja tanpa ada masalah serius, Riyan setiap hari hanya melakukan latihan Rutinnya.
Bahkan pergerakan dari bos Tirta dan anak buahnya juga tidak ada. Berita mengenai kejadian di rumah beliau sudah mulai tenggelam, namun polisi masih tetap melakukan pemeriksaan.
Di beberapa daerah lain anggota NOZ yang dibawa masuk oleh kelompok Kurassha ke beberapa daerah sudah mulai melancarkan aksinya. Walau tidak banyak, Kerusuhan dan perkelahian antar kelompok sudah mulai diberitakan di TV.
Pembangunan rumah baru Riyan telah selesai, hari ini bertepatan dengan hari minggu mereka pindah ke rumah barunya. Tari ijin bekerja untuk hari ini, Tony dan Andre membantu mengangkut barang - barang dari kontrakan Riyan dengan menggunakan Pick up milik Andre. Berapa saat kemudian Cindy datang dengan menggunakan Taksi Online.
Riyan membangun rumah sedikit lebih besar dari rumah sebelumnya, dengan cat berwarna biru dan atap merah serta dikelilingi pagar beton putih disertai taman kecil halaman rumahnya membuatnya terlihat elegan.
Para pria menyusun barang - barang meski tidak banyak, Sedang Tari, Mila dan Cindy memasak makanan. Setelah semua selesai, mereka melakukan pesta kecil dengan memakan masakan dari daging Rusa rusa yang ditangkap Riyan sebelumnya.
Tony selalu mencari perhatian dengan Tante Tari dan mendekatinya. Bahkan setelah selesai makan dia ikut membantu Tari mencuci piring kotor. Andre dan Riyan duduk di teras rumahnya.
"Apa sekarang seleranya menjadi wanita dewasa" kata Andre kepada Riyan
"Entahlah...bukannya dia memang selalu tertarik dengan wanita?" kata Riyan
"Tidak juga, dia tidak pernah mengejar seorang gadis pun disekolah" kata Andre
"Bahkan kau yang sepupunya tidak mengerti dia kalau soal wanita" kata Riyan
Beberapa saat kemudian Cindy dan Mila datang membawakan minuman sirup es dan kue kering kepada mereka kemudian duduk di sana ikut mengobrol.
Sore hari Tony dan Andre pamit pulang, Riyan mengantarkan Cindy pulang kerumahnya. Diperjalanan pulang Cindy menanyakan mengenai Tari yang tinggal di sana. Riyan memang tidak pernah bercerita kepada Cindy mengenai Tari yang tinggal dengannya selama ini.
"Apa kau cemburu?" goda Riyan
"Sudah ceritakan saja" kata Cindy mencubit Riyan
Riyan tidak mungkin menceritakan semua kejadian di rumah bos Tirta waktu itu. Jadi dia mengarang cerita kalau Tari adalah adik ibunya dari sumatra yang juga baru kehilangan keluarganya.
Karena sudah sore sekali, Riyan langsung pamit setelah mengantarkan Cindy ke pintu rumahnya yang disambut ramah oleh ibu dan kakek Cindy.
Ketika memasuki jalan kecil kearah rumahnya, dari kejauhan dia melihat seorang pria menghadangnya di tengah jalan. Itu adalah Safri, orang yang pernah dihajarnya habis - habisan dibangunan tua yang sudah hancur.
Riyan menghampirinya dan membuka kaca helmnya. Safri memberi isyarat mengajak Riyan ke pinggiran jalan dan Riyan mengikutinya.
Dipinggiran jalan itu, Riyan melepas helm dan turun dari motornya mendekati Safri yang sedang duduk di warung sambil menikmati es kelapa.
"Kau mau?" tanya Sapri menawarkan es kelapa
"Tidak, kenapa kau menghadang ku? apa kau ingin berduel lagi?" tanya Riyan
"Aku ingat kalau disini aku bisa menemukanmu, aku bukan orang bodoh yang tidak tau batas kemampuannya, lagipula aku baru saja pulih dari duel sebelumnya" kata Safri
"Lalu apa?" tanya Riyan yang kemudian duduk di samping Safri.
Safri menyuruh Riyan duduk, kemudian dia minta maaf atas perbuatan yang dilakukan sebelumnya. Dia mengatakan kalau dia baru saja keluar dari organisasi kurassha, dia ikut kelompok itu hanya mengikuti David sebagai balas budi karena pernah menolong pengobatan ibunya sebelum meninggal.
Dia juga yakin dengan pasti kalau Riyan yang melakukan pembantaian di rumah David dan bos Tirta. Dia yakin karena hanya kemampuan silat kuno itu yang bisa membunuh orang banyak sekaligus menggunakan pisau.
"Aku tidak tau alasanmu melakukan pembantaian itu, tapi karena sekarang David sudah tidak ada, jadi tidak ada kewajiban bagiku untuk berada di organisasi itu lagi" kata Safri
"Mereka menculik adikku" kata Riyan
"Seperti yang kami lakukan dulu? berarti beruntung saat itu kau tidak membantai kami" kata Safri
"Saat itu semua selamat jadi tidak apa, namun terakhir kali ini mereka membakar rumahku dan menyebabkan nenekku meninggal" Jelas Riyan
"Jadi begitu, kau harus berhati - hati dan jaga adikmu, bos Tirta masih mengincar kalian untuk membalasmu. dia itu bukan orang yang mudah melupakan suatu hal semacam itu " kata Safri berdiri dari duduknya bersiap untuk pergi
"Terima kasih, andai saat itu aku bertemu dengannya, dia pasti akan kehilangan nyawanya" kata Riyan
"Satu lagi, aku tidak begitu mengerti kenapa, tapi dua bulan lalu bos Tirta menyebarkan foto seorang wanita yang bekerja sebagai pembantu dirumahnya kepada seluruh anggota, dia ingin kami menangkap wanita itu dan membawanya kepada beliau" kata David
"Jadi sekarang Tari juga terlibat" pikir Riyan
Sesaat setelah Safri pergi dan Riyan menaiki motornya, Riyan melihat Tari dibawa oleh beberapa orang di dalam mobil sedan silver yang melewatinya. Dengan segera Riyan mengikuti mobil itu sambil terus menjaga jarak untuk menghindari kecurigaan.
"Jalan ini kan arah menuju rumah itu" pikir Riyan
Kemudian mobil itu berhenti didepan sebuah rumah yang dia tau, yaitu bekas rumah David.
"Jadi kelompok mereka lagi, sebenarnya ada berapa banyak mereka ini"pikir Riyan
Tari di bawa ke bekas rumah david yang sekarang menjadi markas bagi pengganti David. Oleh 3 orang pria Tari digiring masuk kedalam rumah itu. Riyan yang melihatnya dari jauh turun dari motornya dan berjalan kearah rumah itu.
"Alpha, matikan semua CCTV dirumah itu dan hancurkan rekaman hari ini" kata Riyan sambil mengeluarkan armor keseluruh tubuh dan kepalanya.
Dengan gerakan sundang angin ditambah kemampuan armor hitam dari material nano, membuatnya mudah menyelinap ke dalam rumah orang - orang itu.
Riyan bersembunyi sambil mengawasi dan mencuri dengar percakapan yang terjadi diruangan tengah rumah itu. Mereka bilang sudah lama mereka mencari Tari atas perintah bos Tirta.
"Bos Tirta membagikan fotomu kepada seluruh anak buahnya ketika kau menghilang setelah kejadian 3 bulan lalu" kata seorang yang duduk disofa
"Jadi benar apa yang dikatakan Safri, kalau begitu Tari juga dalam bahaya seperti dugaanku" pikir Riyan
"Siapa kau?aku tidak pernah melihat kau di rumah pak Tirta" kata Tari.
"Tentu saja, namaku Danu, aku sebelumnya hanya bawahan yang mengurusi wilayah Bukit Batu. Jangankan kerumah bos Tirta, bahkan ke kota palangkaraya saja aku tidak diijinkan oleh mantan bosku Joni" kata Danu mengambil Apel dimeja
"Tiga bulan lalu bos Tirta sangat marah, dan satu bulan kemudian dia menyebarkan fotomu, katanya kau membantu seorang gadis kecil kabur darinya. Aku tidak tau maksudnya tapi beliau meminta seluruh anak buahnya untuk menangkapmu" kata Danu sambil memakan Apel.
"Jadi kau akan membawaku kepada Pak Tirta?" tanya Tari
Danu mengangguk kemudian memberikan pilihan lain, mereka tahu kalau dia dekat dengan Mila. Apabila Tari mau melakukan suatu perintah untuk membawa gadis kecil itu ketempat ini maka mereka akan mengampuni Tari.
Tari menolak permintaan Danu dan akhirnya membuat Danu marah atas penolakan itu. Danu berdiri mendekati Tari yang di kelilingi 5 orang dibelakangnya.
"Kalau kau membuatku marah, maka kau juga harus membuatku senang" kata Danu memegang wajah Tari.
"Astaga, mereka benar - benar bajingan" pikir Riyan
Tari melangkah mundur namun terhalang oleh pagar betis anak buah Danu dibelakangnya. Suara tawa dari anak buah Danu membuat Tari ketakutan.
"Kuberi kau kesempatan sekali lagi, bawa gadis kecil itu kemari atau kau akan hancur disini" kata Danu semakin mendekati Tari.
Bahkan setelah diancam oleh Danu, Tari masih berkeras tidak akan membawa Mila untuk kemari. Dia berteriak minta tolong namun seorang bertubuh besar dibelakangnya segera merangkul dan menutup mulutnya.
"Kalau begitu kami akan menculiknya sendiri nanti, untuk saat ini kami akan bermain denganmu" kata Danu
Sekarang Tari yang berada di rangkulan tubuh besar anak buah Danu itu berusaha untuk melepaskan diri namun kekuatannya tidak bisa menandingi pria besar itu.
Kembali suara tawa oleh orang - orang itu terdengar riang seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.
"Dan aku akan bermain dengan kalian" kata Riyan keluar dari persembunyiannya sambil melempar sebuah pisau .
"jleeeb" pisau hitam menancap dileher pria besar yang merangkul Tari membuat tubuhnya terjatuh kelantai, rangkulan tangannya terlepas dan Tari berlari kebelakang Riyan.
Sedang yang lainnya heran dengan pisau yang tiba - tiba menancap ke leher itu menyebabkan kematian temannya, Kemudian menatap Riyan dengan marah.
"Tempat ini tidak jauh berbeda dari terakhir kali kuingat" kata Riyan
"siapa kau?" teriak Danu melihat orang berpakaian tertutup sepertu ninja didepannya
"Aku Black Phanter dari wakanda" kata Riyan
Mereka kesal dengan candaan Riyan, 4 orang lainnya mendekati Riyan dengan cepat. Riyan meminta Tari untuk menjauh mundur sampai ke tembok dibelakangnya.
Kali ini Riyan hanya menggunakan tangan kosong, Riyan mempermainkan ke empat orang yang menyerangnya dengan santai. Riyan hanya menghindar dan menangkis serangan mereka sampai mereka lelah.
"Kalau seperti ini bahkan tidak cocok disebut pemanasan" kata Riyan
Keempat orang yang kelelahan itu mempercepat serangannya setelah mendengar perkataan Riyan. Kali ini Riyan menangkap tinju lurus dari salah satu pria itu dengan telapak tangan Riyan kemudian menggenggamnya.
Dengan kekuatannya Riyan memutar tangan orang tersebut hingga berteriak dan mengakhirinya dengan tendangan keras ke perut yang membuat orang itu terbang sampai kesisi lainnya tembok ruang tamu.
Untuk menghindari pukulan dari arah kanan tubuhnya, Riyan memundurkan tubuhnya sehingga sekarang posisi orang itu berada tepat didepan Riyan. Dia kemudian memegang kepala lawannya dan menghantamkan wajah itu ke lututnya hingga pingsan.
Kaki Satu orang yang tersisa ditangkap Riyan saat berusaha menendangnya. Kemudian Riyan menghantamkan sikunya kepada dada orang itu bersambung dengan pukulan keras di wajah.
Orang yang bernama Danu mundur sampai ketembok ruang tamu ketika di dekati Riyan. Dengan mengumpulkan keberaniannya, Danu melancarkan pukulan ke Riyan dan pukulan itu ditangkis dan dipatahkan tangannya oleh Riyan.
Danu tersungkur memegang tangannya yang patah. Riyan kemudian menghampiri Tari kemudian menyuruhnya keluar melewati pintu rumah itu.
Riyan berniat membiarkan mereka hidup, namun dia memikirkan akibat yang akan terjadi jika keberadaan Tari disini diketahui Tirta. Bukan hanya Tari, bahkan Mila bisa dalam bahaya.
Dengan membawa pikiran seperti itu, Riyan kembali mendekati orang - oranh itu dan menghabisi mereka semua.
Begitu keluar dari rumah itu, Tari melihat sebuah motor yang dia kenal berada diujung jalan sedikit jauh dari rumah itu. Untuk memastikannya dia bersembunyi dibelakang tempat sampah besar dekat motor itu.
Begitu selesai dengan pekerjaannya, Riyan meninggalkan rumah yang menjadi markas para penjahat itu. Dia menghilangkan armor yang menyelimuti tubuhnya kemudian berjalan mencari dimana Tari.
Beberapa saat kemudian dia meminta Alpha untuk membantu menemukannya, kemudian Alpha memberitahu Riyan.
[Nona Tari berada dibelakang tempat sampah besar itu]
"Sepertinya dia menunggu untuk memastikan kalau itu aku ya" pikir Riyan
Riyan menuju motornya sambil mendekati Tari dan menanyakan apa yang dilakukannya di sana. Tari seperti kebingungan melihat Riyan, dan Riyan ikut heran melihat tingkah Tari.
Tari memikirkan kalau Riyan adalah orang berkostum hitam itu, dia mengira Riyan akan muncul dengan kostum hitam seperti sosok yang menyelamatkannya didalam rumah itu.
"Kenapa?" Tanya Riyan
"Tidak ada, kau kenapa ada disini?" tanya Tari
"Aku melihatmu didalam mobil itu jadi aku mengikutinya. Karena menunggu lama, aku pergi mencari makan sebentar tiba - tiba kau disini" kata Riyan menunjuk kemobil sedan warna silver.
"Makan? astagaa Mila pasti belum makan malam dan ini sudah gelap" kata Tari heboh
"yasudah, ayo kita pulang sekarang" ajak Riyan
Ditengah perjalanan mereka membeli makanan untuk Mila dan Tari, Riyan menelpon Mila agar tidak khawatir. Selama di perjalanan Tari memberitahu kepada Riyan kalau dia dipaksa ikut saat ingin membeli bahan makanan di warung.
Tari menceritakan semuanya dari alasan dia ditangkap dan orang berpakaian hitam yang menyelamatkannya.
Satu jam kemudian mereka sampai di rumah, Mila membuka pintu untuk mereka. Mila dan Tari makan malam bersama, sedang Riyan beristirahat di kamarnya.
Besoknya berita mengenai kematian massal dirumah yang sama dengan 3 bulan lalu menjadi viral. Orang - orang yang tinggal disana ketakutan dan pindah.
*di Kantor Bos Tirta*
Berita itu sampai ketelinga bos Tirta, amarah yang sedikit mereda setelah 3 bulan sekarang kembali muncul. Bos Tirta kemudian menelpon Mike.
"Mike, setelah kau selesai dengan urusanmu, pergilah ke Muriya, kali ini kau urus di sana" perintah bos Tirta lewat telpon.
Mike menyetujuinya, setelah dia selesai mengurusi bisnis di wilayahnya. Dia berjanji kepada bos Tirta akan membereskan masalah di kota Muriya.
"Ada apa dengan kota itu, kenapa banyak sekali masalah disana, apa ini ada kaitannya dengan bocah itu lagi?" gumam pak Tirta