
*Kota Carson*
Siang menjelang sore Riyan berada di tengah kota Carson. Kota yang sangat ramai dengan bangunan tinggi dimana-mana dan polisi masih lalu-lalang sekitar stasiun. Karena tas yang berisi pakaiannya telah hilang, maka Riyan pergi ke beberapa pusat perbelanjaan untuk membeli pakaian ganti, tenda serta makanan dan buah-buahan sebagai bekal.
Untungnya Dompet milik Riyan tidak diletakkannya didalam tas ransel yang hilang, begitu juga passport Riyan yang ditaruhnya didalam kantong jaket bagian dalam.
Terdapat banyak pusat perbelajaan di Kota yang telah menjadi ibu kota negara bagian Nevada sejak tahun 1864 ini. Sehingga tidak perlu waktu lama untuk membeli barang-barang yang diperlukan Riyan untuk berburu. Hampir di semua toko, pada TV mereka menampilkan berita mengenai pembajakan kereta api yang baru saja terjadi.
Tidak ingin berlama-lama di kota itu, setelah selesai mendapatkan semua barang yang diperlukannya, Riyan membeli tiket sebuah bus menuju Nye Country. Sistem bus Kota Carson menggunakan bus perkotaan yang lebih kecil, ideal untuk bepergian ke tempat yang tidak terlalu jauh.
Jam 6 sore bus yang dinaiki Riyan tiba di Nye County, sebuah kota kecil yang berada di Nevada tengah-selatan. Kota ini memiliki jalan utama yang menghubungkan Las Vegas dengan ibu kota negara bagian Nevada yaitu Carson City. Itulah sebabnya saat pertama kali ke Amerika, Riyan langsung dibawa pak Topan menuju Las Vegas begitu keluar dari hutan yang berada di sebelah utara Nye Country.
Jalan utama itu membuat Nye Country menjadi ramai sebagai tempat persinggahan. Berbagai turis lokal maupun asing banyak terlihat di sana, terutama orang-orang yang ingin berburu hewan. Riyan berencana untuk berlari menuju hutan, karena itu dia menunggu hari gelap untuk berangkat. Keadaan yang gelap memudahkannya bergerak menggunakan armor hitam.
Dengan tas ransel besar di punggungnya, Riyan mencari restoran cepat saji untuk menunggu malam tiba, sekaligus untuk mengisi perutnya. Tidak jauh dari tempatnya berdiri, arah sebelah barat Kota dia melihat sebuah simbol makanan cepat saji. Riyan mempercepat langkahnya menuju tempat makan itu.
Tempat itu sangat penuh dengan pengunjung, Riyan sempat bingung untuk duduk dan berniat meninggalkan tempat itu. Untunglah satu keluarga pergi meninggalkan meja panjang kosong dekat jendela, Riyan pun duduk di sana. Riyan meletakkan ranselnya di lantai, kemudian mengabari Cindy dan Mila lewat chat sambil menunggu pelayan datang.
Beberapa saat kemudian seorang pria muda bersama beberapa temannya menyapa Riyan, dia menanyakan apakah Riyan sedang menunggu seseorang. Riyan mengatakan kalau dia sendirian dan tidak sedang menunggu siapapun. Pemuda itu tampak senang mendengar jawaban dari Riyan.
"bolehkan kami duduk di sana?seluruh tempat ini penuh" kata pria itu menunjuk kursi panjang yang kosong didepan Riyan.
"silahkan" balas Riyan
Pemuda itu kemudian duduk didepan Riyan bersama 2 temannya, dan satu orang lagi duduk disebelah Riyan. Setelah semuanya duduk di sana, pelayan datang membawa menu makanan tempat itu. Pelayan meninggalkan meja mereka setelah mencatat semua pesanan yang mereka inginkan.
Sambil menunggu makanan yang mereka pesan tiba, mereka saling memperkenalkan diri dengan Riyan disitu. Pemuda yang pertama menyapa Riyan bernama Nick, dia pria tinggi dengan berambut pirang. Seorang gadis berambut hitam lurus pendek bernama Nessie, dia merupakan kekasih Nick. Pria lain berambut keriting yang lebih pendek dari Nick dipanggil Dund. Sedang satu gadis lainnya dengan rambut coklat bergelombang, dimana saat ini duduk di samping Riyan bernama Alice.
"apa kau seorang traveler?" Tanya Alice yang berada di samping Riyan ketika Melihat tas ransel milik Riyan
"ah...iya, apa kalian juga? " ucap Riyan
"bukan..kami dari Vegas, kami hanya akan jalan-jalan ke Arc Dome" balas Nick
"kalau kau, akan pergi kemana Riyan?" tanya Alice
"hutan sekitar Table Mountain" kata Riyan
"itu tempat berbahaya saat ini kawan, sebaiknya kau ikut kami saja ke Arc Done, hutan dan gunung di sana tidak kalah bagus" balas Nick
"itu benar, kau ikut kami saja" tambah Alice
Kemudian pelayan yang mengantar pesanan mereka datang membuat pembicaraan mereka terpotong. Semuanya memakan makanan itu dengan santai sambil bercerita mengenai Hutan di Table Mountain yang akan dimasuki Riyan.
Nick dan teman-temannya menceritakan bahwa beberapa minggu yang lalu, terjadi begitu banyak pembunuhan di sana. Setiap orang yang masuk ke hutan itu tidak pernah kembali lagi, sejak saat itu hutan itu diberi nama Hutan Kematian.
Bahkan polisi dan tentara yang mencoba mencari para pemburu yang menghilang di hutan itu, mereka semua tidak ada yang kembali. Alice kembali mencoba menahan Riyan untuk pergi kesana, namun antelop yang menjadi target Riyan berada disitu.
"media memang benar-benar bisa untuk menutupi kebenaran" kata Riyan dalam hati
Riyan sebenarnya mengetahui dalang dibalik semua pembunuhan itu adalah organisasi NOZ. Dia sudah menyimpulkan dari semua kejadian baru-baru ini dan kejadian lama dengan pencuri antelop waktu itu.
45 menit kemudian mereka telah selesai mengisi perut dan keluar dari tempat makan itu. Matahari mulai terbenam, senja menghilang berganti malam. Lampu-lampu mulai dinyalakan satu persatu menghiasi kota. Nick dan yang lain akan menginap dikota untuk malam ini, kemudian akan pergi besok pagi menuju Arc Dome.
Riyan akhirnya berpisah dan meninggalkan mereka. Dia berjalan keluar kota menuju tempat yang sekarang disebut sebagai Hutan Kematian. Begitu sudah berada diluar kota, Riyan mengaktifkan armor hitamnya dan berlari menuju Hutan Kematian.
*Sebuah Rumah di pusat kota Muriya*
Pukul 07.00 pagi di Indonesia. Sebuah rumah dengan cat biru, beberapa orang sedang berjaga didepan pagar dan pintu masuk rumah itu. Didalam Rumah tersebut, di ruang tengan dengan sofa besar, Brian dan Thomas sedang berbincang dengan Mike.
"apa kau sudah mendapatkan informasi mengenai orang yang kami cari?" tanya Thomas kepada Mike
"aku sudah mengerahkan anak buah ku. Kota ini kecil, mereka pasti segera ditemukan" jawab Mike
"ini sudah dua hari, apa mungkin mereka berdua sudah berpindah kota lagi?" kata Brian
"entahlah" jawab Thomas berdiri dari sofa
"satu lagi, namamu Mike kan?jika bertemu dua orang itu, cukup ikuti dan beritahu kami. Kalian tidak akan bisa menangkap mereka" sambung Thomas
Begitu Thomas ingin meninggalkan ruangan itu, handphone milik Brian berdering. Setelah berbicara beberapa menit, dia menutup telponnya. Thomas menanyakan kepada Brian perihal panggilan yang baru saja dia terima.
"kau bisa mengurus tugas disini sendiri?" tanya Brian
"tentu saja, ada apa?" balas Thomas
"Pimpinan menyuruhku kembali, katanya ada seseorang muncul dan mengganggu rekan bisnis kita, aku ditugaskan membereskannya" jelas Brian
"sampai kau dipanggil kembali, jadi yang lain belum kembali dari tugas mereka ya" kata Thomas
Kemudian Brian meminta Mike untuk mengurus keberangkatannya kembali ke Amerika besok pagi. Brian kemudian meminta Thomas untuk mempercepat menemukan target mereka yaitu Prof Gema dan Lisa. Thomas tersenyum dan melanjutkan langkahnya menuju dapur.
"sebaiknya kita sarapan terlebih dahulu" kata Thomas
*SMA Fajar Harapan*
Seperti pagi biasa pada sekolah umumnya, gerbang dan lorong dipenuhi murid-murid yang akan menuntut ilmu. Begitu masuk kelas dan pelajaran dimulai, Lisa sedikit heran melihat kursi kosong di sebelahnya. Dia merasa aneh dengan ketidak hadiran Riyan hari itu.
"pengguna Nano system itu tidak mungkin sakit, pasti ada alasan lain dia tidak hadir hari ini" kata Lisa dalam hati
Begitu jam istirahat, seperti biasa teman-teman Riyan berkumpul di kantin dalam satu meja. Lisa duduk mendekati Cindy dan bertanya kenapa Riyan tidak hadir hari ini.
"Dia ke Amerika" kata Cindy
"wah, hebat juga Riyan bisa keluar negeri" kata Rifki
"iya juga ya..padahal baru SMA, siapa yang bayarin ya" ucap yang lain penasaran
Lisa menanyakan kembali alasan kepergian Riyan ke Amerika kepada Cindy, namun Cindy tidak bisa memberikan jawaban. Itu dikarenakan Cindy memang tidak diberitahukan alasan kepergiannya oleh Riyan. Lisa semakin penasaran dengan apa yang dilakukan Riyan di Amerika.
Beberapa menit kemudian, entah siapa yang memulai, tapi pembicaraan di meja makan kantin itu seketika berganti. Sekarang mereka bercerita mengenai liburan di gunung sapathawung kala itu. Semakin larut cerita mereka akhirnya sampai pada kalimat bahwa Riyan membawa jamur dari gunung itu.
Lisa teringat jamur untuk serum baru prof, dia semakin mencari tahu mengenai jamur itu. Namun teman-temannya disitu tidak ada yang mengetahui dimana Riyan mendapatkannya.
Lisa merasa dia perlu mencari dan menjelajahi gunung saphatawung itu nanti. Dengan berharap bisa membuat lebih banyak serum baru untuk nantinya digunakan melawan organisasi NOZ.
Pulang sekolah, Cindy yang memperhatikan ketertarikan Lisa terhadap jamur itu kemudian menanyakan sebabnya. Lisa tidak bisa memberitahukan alasan sebenarnya kepada Cindy, maka dari itu dia tidak memberitahukan apapun.
"tidak ada Cin, hanya penasaran" kata Lisa
"owh.." balas Cindy
Cindy dan Lisa berbincang lama, merekapun berpisah ketika Cindy dijemput oleh ayahnya, dan Lisa segera pulang menuju kediamannya.
*Hutan Kematian*
Sebelum memasuki hutan ini dia melihat beberapa orang bersenjata menjaga area masuk hutan. Riyan yang sudah memakai armor hitamnya segera melompat tinggi keatas pohon, kemudian melompat dari satu pohon ke pohon lainnya dengan cepat.
Semakin masuk kedalam hutan semakin banyak jumlah penjaga yang ditemui Riyan. Dia terpaksa harus menemukan tempat yang jauh dari orang-orang bersenjata itu untuk mendirikan tenda dan membuat api unggun ditengah hutan.
Setelah tenda berhasil didirikan dan menyalakan api unggun, Riyan menghilangkan armor hitamnya dan memakan bekal yang dibelinya saat di kota.
"untunglah aku menggunakan armor hitam dan melompati pepohonan" gumam Riyan
Tapi, penjagaan yang berlebihan itu membuat Riyan penasaran dengan apa yang sebenarnya dilakukan oleh orang-orang itu. Mereka bahkan membunuh orang-orang yang akan memasuki hutan itu
"kenapa penjaganya banyak sekali, apa yang mereka lakukan" gumam Riyan
[mungkin karena Antelop itu tuan]
"bisa jadi, Rusa itu memang sangat langka dan mahal, belum lagi khasiat yang ada ditubuhnya" kata Riyan
"Alpha, pindai hutan ini dan tunjukkan Rusa dan orang-orang bersenjata itu"
[Pemindaian Selesai]
Sebuah peta hologram muncul di hadapan Riyan, lebih dari 30 titik merah yang menandakan posisi pasukan bersenjata itu. Sedang 7 titik biru yang menandakan antelop langka. Riyan kemudian meminta Alpha membuat jalur aman untuk menangkap antelop dengan menghindari lokasi orang-orang bersenjata itu.
[orang-orang itu, mereka semua menggunakan nano material pada senjatanya]
"ya ampun, apa material itu jadi trend sekarang. Ternyata mereka dari NOZ juga. Berapa lama Estimasi sampai ketempat antelop?" tanya Riyan
[dengan kecepatan maksimal tanpa istirahat, menurut perhitungan saya memerlukan waktu 1 hari]
"itu jauh lebih cepat dari sebelumnya. Sewaktu bersama para pemburu dulu, kami memerlukan waktu 4 hari hanya untuk menuju ketempat itu" kata Riyan
Riyan kemudian memasuki tendanya, dia merencanakan untuk berangkat menangkap antelop itu besok pagi. Ketika dia hendak tidur, Riyan melihat cincin dijarinya. Cincin yang diambilnya dari salah seorang pembajak kereta api bernama Antonio.
Riyan keluar dari tenda dan melepas cincin itu, kemudian dia menekan tombol kecil yang ada ditengah cincin tersebut. Seketika cincin itu berubah menjadi perisai besar yang dipakai oleh Antonio sebelumnya.
"Alpha, kau bilang dapat mengekstrak benda ini" ucap Riyan
[benar tuan, asalkan terbuat dari nano material, saya bisa mengekstraknya dan memasukkannya kedalam tubuh anda]
"Kalau begitu lakukan saja!" perintah Riyan
Alpha kemudian meminta Riyan meletakkan telapak tangannya diatas perisai tersebut. Perlahan perisai itu berubah menjadi serbuk hitam dan masuk ke tubuh Riyan, hingga 5 menit kemudian perisai tersebut benar-benar menghilang.
"aku tidak merasakan apapun Alpha" kata Riyan melihat kedua telapak tangannya.
[seperti yang saya katakan sebelumnya, itu bisa menambah jumlah nano material di tubuh anda]
"apa yang akan terjadi jika tubuhku dipenuhi benda itu?" tanya Riyan
[Semakin banyak nano material di tubuh anda, semakin banyak yang bisa anda lakukan. Kapasitas tubuh manusia untuk menyimpan benda sekecil nano sangat besar Tuan, lagi pula anda bisa mengeluarkannya jika mau]
"kau benar juga, aku hanya tidak perlu menyerapnya kan. Kau harus mengajari lebih banyak mengenai system ini Alpha " ucap Riyan
[Anda harus mempelajarinya secara bertahap Tuan]
Alpha menjelaskan sebelumnya kalau Nano system adalah kemampuan luar biasa tanpa batas jika digunakan secara maksimal. semakin banyak material nano semakin berkembang system itu. Saat ini Riyan sudah bisa menggunakannya untuk meningkatkan penglihatan karena transfer nano material ke matanya yang dilakukan Alpha sebelumnya.
"Tunggu dulu..jadi untuk membuatku bertambah kuat, membuat nano system berkembang juga salah satu caranya kan?" ucap Riyan
[Benar Tuan]
"dan kau bilang caranya adalah menambah jumlah nano material di tubuhku" tambah Riya
[Benar Tuan]
"hehehe...aku tidak menyangka kedatangan kita untuk kedua kalinya juga sangat menguntungkan" tambah Riyan
[Apa maksud anda? tidak ada yang bisa kita ambil lagi dari runtuhan laboratorium sebelumnya]
"Alpha... untuk besok..rubah jalur aman itu menjadi jalur berburu, kita akan memburu orang-orang itu dan mengambil semua nano material mereka, kemudian baru menangkap antelop langka" kata Riyan