NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 52 Pesta II (Pasukan Tiba)



Karena Wallin Palace adalah bangunan yang berada di lahan baru dimana masih sedikit bangunan yang ada dilokasi itu, sehingga membuatnya cocok dijadikan sebuah kasino maupun tempat pesta yang besar. Seperti namanya 'Wallin' , kecuali bagian depan, bangunan ini dikelilingi tembok setinggi 10 meter.


Malam semakin larut, tapi para tamu di pesta Yorgi sangat menikmati acara itu. Setelah alunan musik cepat berganti dengan musik dansa, lagu sendu yang dibawakan penyanyi di atas panggung mampu membuat para tamu terlena dan larut dengan suasana.


Satu persatu tamu yang membawa pasangan, menarik tangan pasangannya ke lantai dansa di depan panggung. Viktor yang mengagumi Alice, mengulurkan tangan kanannya untuk mengajak Alice berdansa.


Alice sebenarnya ingin berdansa, namun bukan dengan Viktor melainkan Riyan. Akan tetapi karena tidak ingin mengecewakan teman ayahnya itu, dengan terpaksa Alice menyambut uluran tangan Viktor dan mengikutinya ke lantai dansa.


Viktor meletakkan satu tangannya di pinggul Alice, dan satunya lagi menggenggam tangan Alice. Mereka bergoyang perlahan mengikuti alunan musik ke kanan dan kiri seperti pohon kelapa yang melambai tertiup angin sepoi-sepoi.


Disaat tamu lain asik berdansa, Luke bersama dengan Jack dan senator Joseph duduk di satu meja yang sama memperhatikan Alice dan Viktor.


Riyan yang terus memperhatikan sekitar Luke, melihat mereka bertiga berbincang sambil tertawa sesekali. Riyan sedikit tenang sekaligus kecewa. Dia tenang karena tidak ada potensi keributan, di satu sisi dia kecewa karena tidak bisa mendapatkan nano material untuk dirinya.


"Hei, gadismu di curi orang tuh " ledek Ken dengan wajah menunjuk kearah Alice


"Dia itu bukan gadisku " balas Riyan


"Tapi caranya menatapmu itu punya arti yang berbeda " ledek Ken


*****


Bersamaan dengan itu di dalam kantor Yorgi, dia mengambil handphone dari saku celananya kemudian melakukan panggilan dengan seseorang dari kelompok NOZ.


"Dimana pasukan mu?apa sudah siap? " tanya Yorgi


"Tidak usah khawatir, tidak perlu meragukan kelompok kami. Pasukan NOZ akan tiba sekitar 15 menit lagi sesuai rencana. Kau siapkan saja bagian mu " jawab orang di telpon.


"Baiklah, akan ku mulai rencana kita " balas Yorgi


Setelah menutup telponnya, Yorgi membawa dokumen yang telah diambilnya dari dalam laci meja.


Begitu keluar dari ruang kantor dan menutup pintu, pandangannya tertuju kepada tombol kode yang ada di pintu itu. Dia teringat kembali hal aneh dengan tombol-tombol yang lembab itu ketika hendak memasuki kantornya.


Dengan masih memikirkan keanehan itu, Yorgi berjalan menuju ruang pengawas untuk menemui Philip sekaligus mengecek rekaman cctv ruang utama didepan kantornya.


"Klek" pintu ruang pengawas terbuka dari luar.


Kecuali Philip, petugas yang ada didalam sedikit kaget dengan kedatangan Yorgi. Di dalam ruangan itu terdapat Philip yang sedang bersantai dan dua orang sedang mengawasi seluruh cctv yang ada di Wallin Palace.


Yorgi menyerahkan dokumen yang diambil dari kantornya kepada Philip.


"Pastikan mereka semua menandatangani ini ! " ucap Yorgi


Kemudian dia meminta pengawas untuk memutar ulang video di ruang utama lantai dua, namun tidak ada yang terlihat dalam rekaman itu.


"Memangnya ada apa? " tanya Philip penasaran dengan apa yang dicari oleh Yorgi


"Tidak, aku hanya merasa ada sesuatu yang aneh " ucap Yorgi sambil terus memperhatikan monitor


"Bukankah sebaiknya Kau turun ke bawah? Rinko dan yang lain sudah siap " ucap Philip


"Baiklah, orang itu mengatakan kalau pasukannya akan tiba sekitar 15 menit lagi. Perhatikan kamera di luar, hubungi aku jika pasukan NOZ tiba " balas Yorgi meninggalkan monitor yang terus memutar rekaman ulang kejadian di ruang utama lantai dua.


Yorgi kembali turun ke lantai bawah untuk berbaur dengan tamunya menikmati pesta. Begitu Yorgi meninggalkan ruangan itu, monitor yang terus menjalankan hasil rekaman menunjukkan sesuatu yang janggal.


"Mundurkan sedikit ! " pinta Philip kepada petugas pengawas untuk memundurkan rekaman cctv.


Philip menyadari kalau rekaman Yorgi yang sedang menuju kantornya, maupun menuju ruangan mesin pengawas tidak terekam kamera. Itu berarti cctv di ruang utama lantai dua sudah dimanipulasi oleh seseorang.


Philip memperhatikan beberapa monitor lain, dan terlihat sebuah Van yang dianggapnya mencurigakan. Philip mengambil handphone dari kantongnya dan melakukan panggilan kepada James Murdock.


Sementara itu agen no 1 yang masih di ruang kantor Yorgi keluar dari persembunyiannya.


"Kalian juga mendengarkan percakapannya di telpon kan? " ucap agen no 1


"Kami mendengarnya " balas agen no 2 dan 3


"sepertinya masalah ini lebih berat dari yang kubayangkan " ucap agen no 3


"Mengerti " balas kedua agen


Agen nomer 1 mendekati pintu dan perlahan keluar dari kantor Yorgi. Akan tetapi diluar perkiraan, dia sudah disambut oleh Philip di sana. Agen nomor 1 dengan cepat mengambil pistol yang dari awal terpasang bersama sarung pistolnya di pinggang.


Agen CIA itu menodongkan pistol itu kearah Philip, namun satu moncong senjata api mengarah ke kepalanya dari arah samping. Itu adalah salah satu petugas dari ruang mesin pengawas sedang menodongkan senjata api jenis rifle ke kepala agen nomor 1. Agen nomor 1 kemudian menjatuhkan pistolnya dan mengangkat tangan.


Philip berjalan kearah agen nomor 1 sampai sangat dekat. Agen itu memutar otak untuk dapat menghindari situasi yang berbahaya. Kemudian Philip memukul agen no 1 dengan keras.


"Buuk" bogem mentah Philip mendarat di wajah agen no 1.


"Agen 01 kau apa yang terjadi ? kenapa kau berdiam di ruang itu? cepatlah bergerak " ucap agen no 2 yang ucapan itu terdengar oleh Philip.


Agen no 1 mengetahui kalau Philip mendengar suara itu. Dia khawatir itu akan membahayakan rekan-rekannya yang lain, karena itu dia segera melepas alat komunikasi yang ada di telinganya kemudian menginjak alat itu hingga hancur.


Philip yang melihat tindakan agen itu menjadi kesal dan mencekiknya.


"Siapa kau agen 01?CIA?Interpol?NSA? " tanya Philip


"tidak perduli siapa kalian, malam ini kalian akan mati disini " ucap Philip


*******


Agen nomor 3 yang memang sudah berada di tengah kerumunan pesta, berjalan dengan santai kearah pengawal senator yang berdiri di dekat dinding. Wanita itu sedikit memainkan matanya seolah memberikan isyarat kepada pengawal yang juga merupakan anggota CIA.


Salah satu pengawal berjalan menuju meja senator Joseph yang sedang berbincang bersama Luke dan Jack, kemudian membisikkan agar senator meninggalkan tempat itu segera. Senator Josep pamit meninggalkan meja itu diikuti pengawalnya.


"Permisi, aku mau ke toilet sebentar " ucap senator


Yorgi yang melihat senator Joseph pergi menjadi bingung dan khawatir dengan rencananya. Dia pun mendekati salah seorang anak buahnya dan memerintahkan untuk mengikuti senator. Disaat yang sama, pengawal senator yang lain menghampiri Alice yang sedang berdansa dan memintanya untuk ikut bersama pengawal itu.


Sejak awal Alice memang ingin berhenti berdansa dengan Viktor, kehadiran pengawal yang meminta Alice pergi dirasanya seperti mendapat durian runtuh. Alice pamit untuk meninggalkan Viktor dan mengikuti pengawal ayahnya.


Sebelum meninggalkan tempat itu, Alice sempat melemparkan senyum manis dan melambaikan tangan kepada Riyan. Melihat hal itu, Ken menatap Riyan dengan wajah seakan meledeknya.


Senator Joseph memasuki toilet, sedang pengawalnya berjaga di pintu luar toilet. Anak buah Yorgi yang juga ingin masuk ke toilet untuk memata-matai senator, tidak diperbolehkan masuk oleh pengawal senator.


Beberapa menit kemudian senator Joseph keluar dari toilet dan kembali ke ruangan itu. Melihat semuanya normal, Anak buah Yorgi kembali keruang tengah. Yorgi yang melihat senator kembali, menjadi sedikit tenang.


"Agen 01 masih berada di lantai dua tidak bergerak dan alat komunikasinya rusak, pasti ada sesuatu terjadi " ucap agen no 2


"Aku akan memeriksanya nanti, sekarang kita harus membuat semua orang meninggalkan tempat ini. Dimana pemicu alarm kebakarannya ? " balas agen no 3 berjalan mencari tombol alarm kebakaran.


"Belok kanan dua kali, pemicunya ada di sebelah kiri " sahut agen no 2 melihat komputernya


Yorgi berjalan mendekati meja dimana senator dan Luke sedang berbincang. Yorgi menanyakan putri senator yang tidak terlihat lagi di pesta itu, senator Josep mengatakan kalau Alice harus pulang untuk berangkat ke Denver besok pagi.


"Senator sudah kembali, tapi gadismu tidak " ucap Ken


"Sepertinya dia sudah pulang, sudah ku katakan dia bukan gadisku " balas Riyan


Rinko yang berpakaian sebagai pelayan membawakan gelas berisi minuman beracun khusus untuk para pengawal dan bodyguard. Wajah cantik dan tubuh mungilnya menjadi daya tarik tersendiri untuk para pengawal itu, sehingga mereka mengambil minuman yang dibawanya.


Begitu juga dengan pengawal yang duduk, Rinko menyuguhkan minuman itu dimeja mereka. Tanpa terkecuali, minuman beracun itu juga disuguhkan kepada Riyan dan Ken diatas mejanya.


"Pelayan itu kelihatannya orang jepang kan? dia cantik, kau tidak tertarik? " ucap Riyan ingin membalas meledek Ken


"Aku tidak ada waktu untuk itu " balas Ken


"kau harus lebih santai sedikit " ucap Riyan


Disaat para tamu sedang asik dengan pestanya, tiga buah mobil Van besar tiba di Wallin Palace. Dua buah mobil langsung menuju ke belakang gedung sedang satu mobil lagi tetap berada di depan gedung.


Karena penasaran, Agen 02 menggunakan teropong infrared untuk melihat bagian dalam mobil Van itu. Agen 02 yang melihat sejumlah pasukan berada didalam mobil itu dengan teropong infrared nya segera mengabarkan agen 03.


"Emmm 03...sebaiknya kau cepat, pasukan yang disebutkan Yorgi tiba lebih awal " ucap agen no 2


Agen no 3 yang mendengar informasi itu segera mempercepat langkahnya.