
*Keesokan harinya disekolah*
Seperti biasa pada jam istirahat, kantin dipenuhi oleh siswa siswi yang ingin makan siang. Diantara banyaknya siswa, Riyan duduk bersama dengan teman - temannya dalam satu meja termasuk Cindy yang berada di samping kanan Riyan. Tiba - tiba Lisa bergabung dan duduk juga disamping kiri Riyan.
"wah bakal seru nih?" celetuk Rifki
"maksudnya bagaimana ki?" tanya Riyan
"nggak, banyak orang jadi seru" jawab Rifki sambil senyam senyum
Semua yang disana terlihat gembira melihat kearah Riyan, mata mereka seolah meledek Riyan karena sebenarnya mereka tahu maksud dari perkataan Rifki yang sebenarnya.
"kenapa kau kemari?" tanya Riyan
"kenapa?bukannya kita semua satu kelas? wajar kan kalau satu meja?" jawab Lisa
"gadis bar - bar ini senang sekali mencari masalah" ucap Riyan dalam hati
"Tidak apa-apa kan teman-teman?" tanya Lisa dengan nada manja dan wajah imut
Serempak para siswa didepannya menjawab "tidak apa-apa"
Cindy disebelah Riyan hanya diam saja tanpa suara sejak kedatangan Lisa. Melihat Cindy yang seperti itu, niat usil Lisa semakin menjadi. Dia semakin mendekatkan kursinya kearah Riyan, dan berpura - pura meminta Riyan untuk mengajarinya beberapa mata pelajaran.
Cindy yang mendengar permintaan Lisa, mempunyai firasat kalau Lisa ingin mendekati Riyan. Seolah ingin menghalangi niat Lisa, Cindy melontarkan sindiran dengan nada seolah peringatan untuk Riyan.
"benar kata Lisa yan, bagaimana kalau kamu bikin les private saja dengan Lisa" sindir Cindy
"tidak, aku tidak ada waktu untuk itu" balas Riyan
"nggak baik loh menolak cewek cantik" tambah Cindy
"apaan coba, kalau private kamu aja bagaimana?" balas Riyan ke Cindy
"Nggak ah, yang minta diajarin siapa...yang ditawarin siapa" ucap Cindy
Teman - teman yang berada didepan Riyan hanya tersenyum dan cekikikan melihat situasi Riyan, mereka seolah berniat untuk meledek Riyan nantinya. Perasaan canggung dirasakan Riyan selama berada disana.
"kalau dilihat lagi, gadis bar - bar ini memang cantik sih" kata Riyan dalam hati
"aaakh...apa yang kupikirkan" tambah Riyan dalam hatinya
Tidak berapa lama suara bel membubarkan mereka. Seluruh siswa menuju kelas mereka masing - masing, begitu juga Riyan dan teman -temannya. Ditengah jalan, Lisa membisikkan sesuatu kepada Riyan. Dia meminta Riyan untuk menunggunya usai sekolah karena ada hal yang akan dibicarakan oleh Lisa.
Pulang sekolah setelah menemani Cindy sampai jemputannya datang, Riyan menuju ke parkiran motornya. Di sana sudah ada Lisa yang menunggunya di atas motor Riyan. Tanpa basa-basi Lisa memberitahukan Riyan kalau prof Gema ingin menemuinya. Lisa menambahkan bahwa kehadiran Riyan sangat berpengaruh penting bagi penelitian yang dilakukan prof Gema.
Dengan alasan yang disampaikan Lisa, Riyan pun setuju untuk menemui prof Gema walau dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya nanti. Riyan hanya ingin membantu dua orang itu sebisanya.
"karena hari ini aku tidak bawa motor, jadi sekalian saja kau antarkan aku pulang" ucap Lisa
"huuuuh...semoga saja ini tidak jadi gosip tambahan di sekolah" gumam Riyan
Merekapun pergi menuju kediaman prof Gema yang juga merupakan kediaman dari Lisa. Begitu sampai disana, prof Gema dengan senang hati menyambut Riyan dan mempersilahkannya masuk. Lisa menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk mereka. Beberapa menit berlalu dengan basa-basi termasuk membicarakan Tari sebelum menuju pembicaraan yang sebenarnya.
Lisa datang dengan membawa nampan berisi tiga gelas es jeruk, kemudian meletakkannya diatas meja didepan mereka.
"kau bisa membuat minuman juga ya?" sindir Riyan
"walau petarung, aku ini juga wanita tau" balas Lisa
Kemudian prof Gema menengahi perdebatan mereka dan mengeluarkan sebuah jarum suntik. Dia meminta ijin kepada Riyan untuk mengambil darahnya untuk penelitian. Selain itu, prof Gema juga menginginkan beberapa informasi mengenai Nano System.
Riyan tidak keberatan dengan hal itu, selama mereka melakukannya demi kebaikan dan untuk melawan organisasi NOZ. Setelah prof Gema mengambil darah Riyan dengan suntikan disana, beliau membawa darah Riyan untuk diletakkan kedalam ruang kerjanya.
Prof Gema kembali keruang tengah setelah meletakkan darah Riyan, dan pertanyaan seputar Nano System pun mulai diajukan kepada Riyan. Informasi seperti keberadaan Alpha, pemulihan, pembentukan dan penyerapan senjata, sampai peningkatan kemampuan dan pembentukan armor didapatkan oleh prof Gema.
Prof Gema semakin kagum dengan Dr Albert temannya. Mungkin hanya Dr Albert yang mampu menyatukan semua itu kedalam suntikan yang disuntikkan kepada Riyan. Terlalu asik membahas Nano System dan kemampuannya, tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 5 sore.
Riyan kemudian pamit untuk pulang dan prof Gema menitipkan salam untuk tante Tari. Setelah Riyan pergi, prof Gema segera menuju ruang kerjanya untuk memulai meneliti darah Riyan. Lisa yang juga penasaran dengan darah Riyan memutuskan mengikuti prof Gema menuju ruang kerjanya.
"kukira serum itu akan diberikan kepada Riyan, ternyata kau hanya perlu darahnya?" kata Lisa
"tujuan utamaku membuatmu memiliki kemampuan serum baru ini, mungkin saja Nano System ditubuh Riyan adalah kuncinya" jelas prof Gema
Sampai didalam ruang kerjanya, prof Gema mengambil suntikan berisi darah Riyan yang diletakkannya diatas meja. Prof Gema mengambil sebuah tabung kecil untuk percobaan penggabungan. Setelah memasukkan sedikit serum belut listrik kedalamnya, prof Gema menambahkan dengan setetes darah Riyan.
"langsung percobaan penggabungan?kupikir kau akan meneliti darahnya terlebih dahulu" tanya Lisa
"aku harus tau apakah darah ini berfungsi terlebih dulu, apabila gagal maka tidak ada gunanya diteliti kan" jawab prof Gema
Sampai beberapa menit tidak ada ledakan yang terjadi, namun mereka harus menunggu reaksi yang ditimbulkan. Prof Gema memperkirakan reaksi penggabungan akan memerlukan waktu lama, sama seperti reaksi yang ditimbulkan kepada dirinya.
*Dirumah Riyan*
Sore itu Mila sendirian dirumah sedang mengerjakan PR sekolahnya. Mila mengatakan kalau tante Tari sedang lembur karena reseptionist yang seharusnya masuk sedang sakit.
"oia kak, tadi pak Topan yang dulu menjemput kakak datang kesini. Katanya nanti malam kakak diminta ketempat pak Surya" ucap Mila
"kenapa mereka tidak menelopon saja" kata Riyan
"itu karena HP kakak mati" balas Mila
Riyan mengambil HP dari saku celananya dan melihat memang benar HP nya ternyata kehabisan daya. Riyan menuju kamarnya untuk mengisi baterai HP nya, kemudian berganti pakaian dan menyelesaiakan latihan hariannya.
*****
Malam hari Riyan menuju tempat pak Surya, tempat itu sangat ramai di lantai bawah. Restoran Nature Food sekarang menjadi sangat terkenal. Riyan melewati para pelanggan kemudian menuju kantor pak Surya.
Disana hanya ada pak Surya duduk dikursi kerjanya sambil membaca dokumen yang ada dimeja. Pak Surya mempersilahkan Riyan untuk masuk dan duduk pada kursi tepat didepan pak Surya.
"pak Topan menyuruh saya untuk datang kesini pak" ucap Riyan
"tadi siang dia ingin menyerahkan sebuah amplop kepadamu" kata pak Surya
"kembali ke Malang, katanya ada yang harus dikerjakan" balas pak Surya
Pak Surya mengambil sebuah amplop dari tumpukan map yang ada diatas meja kerjanya, kemudian menyerahkan amplop tersebut kepada Riyan. Amplop itu berisi Tiket penerbangan ke Amerika, dan uang sejumlah seribu dollar Amerika.
Pak Surya mengatakan kalau untuk beberapa hari kedepan, pak Topan tidak bisa menemani Riyan. Untuk itu Riyan harus mengurus dirinya sendiri termasuk mencari penginapan. Hal itu tidak menjadi masalah bagi Riyan, kemudian dia menanyakan mengenai persyaratan yang dia ajukan sebelumnya.
Pak Surya kemudian menyerahkan map berisi profil bodyguard yang akan melindungi keluarga Riyan. Dia sudah menyiapkan 4 Bodyguard untuk menjaga Tari dan Mila. Riyan membuka map itu dan memeriksa profil mereka satu persatu.
"kenapa bukan Jonathan dan kawan-kawan?" tanya Riyan
"mereka sudah disewa oleh orang lain, orang-orang yang ada ditanganmu itu juga tidak kalah hebat" jawab pak Surya
"aku tau dari profil mereka, tapi dengan tubuh seperti ini, mereka tidak bisa bersembunyi" balas Riyan
"aku memilih mereka karena kekuatan dan keahliannya" ucap pak Surya
Kemudian Riyan meminta pak surya untuk menyuruh keempat penjaga tersebut datang ke tempat pak Surya siang hari besok, hal itu dilakukan agar Riyan bisa membawa mereka kerumahnya.
"kuharap Tari dan Mila tidak ketakutan dengan mereka" pikir Riyan
*Kediaman Prof Gema*
Hasil pencampuran serum baru dengan darah Riyan tadi sore mengeluarkan hasil. Serum belut listrik menyatu sempurna dengan darah Riyan. Prof Gema dan Lisa yang menyaksikan itu sangat seperti mendapat cahaya harapan baru. Kemudian prof Gema menambahkan setetes darah Lisa kedalamnya. Setelah lima detik serum itu menimbulkan percikan listrik dan menimbulkan ledakan kecil hingga tabung kecil itu hancur.
Lisa dan Prof Gema yang semula gembira menjadi kecewa melihat ledakan tersebut. Prof Gema mengira darah Riyan akan menjadi katalis yang bisa mensukseskan pencampuran serum baru dengan darah Lisa. Dia pun kembali memikirkan sebab kenapa darah Riyan dapat menyatu sedang darah Lisa tidak.
Segera Prof Gema meneteskan darah Riyan yang masih tersisa pada suntikan ke sebuah lempeng kaca. Prof Gema memasukkan lempengan kaca tersebut kedalam sebuah alat kecil seperti kotak rokok. Setelah menutup alat itu, dia menghubungkannya dengan komputer dan memulai proses analisis.
Alat yang digunakan prof Gema mampu menganalisis struktur genetika, DNA hingga pembentukan molekul. Prof Gema terkejut melihat hasil analisis darah Riyan, kedua tangannya memegang kepalanya seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"ini mustahil, Dr Albert temanku, kau sungguh luar biasa" ucap Prof Gema
"ada apa prof?" tanya Lisa yang penasaran
"darah Riyan sama normalnya seperti manusia umumnya, pantas saja bisa menyatu dengan serum itu" jawab prof Gema
"lalu kenapa sampai kaget begitu" ucap Lisa mengerutkan wajahnya
"artinya Nano System tidak mempengaruhi genetika Riyan, itu seperti Nano system adalah parasit yang hidup ditubuh Riyan" jelas prof Gema
"aku jadi bingung prof" balas Lisa
"tidak perlu kau pahami, yang jelas sekarang aku mengerti bagaimana cara agar serum berhasil digabung. Tapi...." ucap Prof Gema
"tapi apa prof?" tanya Lisa
"aku tidak tau apakah bisa kubuat, setahuku hanya Dr Albert yang bisa membuat Algoritma pemisahan yang rumit seperti itu, kecuali ada bahan praktis yang bisa memisahkannya" tambah prof Gema
Akhirnya Serum belut listrik hanya disimpan didalam lemari es rumah mereka, sambil menunggu siapa yang akan diberikan serum tersebut.
********
Keesokan harinya sepulang sekolah, Riyan mengajak Cindy untuk makan malam sebelum dia berangkat menuju Amerika. Cindy pun menyetujui untuk makan malam bersama Riyan dengan syarat Riyan harus menjemputnya nanti malam.
Jam 3 Riyan menuju kantor pak Surya dimana para pengawal yang disediakan untuk menjaga Tari dan Mila sudah berada di sana. Mereka diperkenalkan kepada Riyan, begitu juga sebaliknya. Karena kali ini tidak menjaga dari jarak jauh, maka tidak diperlukan pemberian informasi seperti saat dengan Jonathan dan kawan-kawan.
Bodyguard kali ini semuanya berkepala plontos dan berbadan besar. Dengan mengenakan kemeja dan kacamata hitam, mereka lebih mirip gangster dari pada pengawal.
"darimana pak Surya mendapatkan orang-orang ini" pikir Riyan
Riyan kemudian mengajak mereka menuju Rumahnya untuk dipertemukan dengan Tari dan Mila, sekaligus mengawali kerja mereka. Kebetulan sore itu Tari dan Mila menang ada di rumah, sehingga akan mudah memperkenalkan mereka.
Tari dan Mila sedikit terkejut dan takut melihat para bodyguard yang akan menjaga mereka ketika Riyan pergi ke Amerika. Untuk malam ini, para pengawal itu tidur di sebuah bangunan dengan ukuran 4 x 4 meter yang berada dekat pagar rumah.
Bangunan itu dibangun setelah Riyan berhadapan dengan Mike, dia sengaja membangun ruangan itu awalnya untuk mempekerjakan satpam. Namun belum sempat mencari orang yang cocok.
Malamnya Riyan menjemput Cindy dan mengajaknya makan malam ke sebuah cafe di pusat kota dengan konsep alam yang unik. Tiap meja berada dibawah atap daun seperti rumah suku irian dan dipenuhi dengan lampu warna warni. Music tema percintaan yang dilantunkan penyanyi cafe menambah suasana romantis tempat itu.
Karena keberangkatannya sebelumnya Riyan tidak mengatakan apapun kepada Cindy, maka kali ini Riyan berencana untuk memberitahukan mengenai kepergiannya di tempat ini. Disisi lain Cindy mengira kalau Riyan akan menyatakan perasaannya dan menjadikan dia sebagai kekasihnya.
Hampir satu setengah jam setelah perbincangan mengenai sekolah, perguruan silat dan lainnya, barulah Riyan mengatakan kalau dia akan berangkat ke Amerika besok pagi.
"kenapa mendadak sekali?memangnya apa yang kau lakukan disana?" tanya Cindy
"aku membantu seorang teman untuk mendapatkan sesuatu di sana" jawab Riyan
"kau ini anak SMA yang misterius, kenapa aku merasa banyak hal yang kau rahasiakan ya" ucap Cindy
"semakin sedikit kau tau semakin baik" balas Riyan
Riyan khawatir kalau hal aneh mengenai Nano System dan lainnya tidak bisa diterima pikiran Cindy.
"apa kau anggota *******, gangsters atau pengedar narkoba?" tanya Cindy dengan wajah serius
"tentu saja bukan, kau ini sembarangan saja" jawab Riyan tersenyum
Kemudian Cindy mencoba menghentikan keberangkatan Riyan dengan mengatakan kalau saat ini Amerika bukan tempat yang aman untuk dikunjungi. Namun Riyan mengatakan sudah terlanjur menyetujui untuk membantu temannya, bahkan tiket kepergian sudah dibeli.
"apa kau mengajakku kesini hanya untuk mengatakan hal itu?" tanya Cindy
"tentu saja, memangnya apa lagi?" tanya Riyan
"tidak ada, pulang yuk!sudah malam" ucap Cindy sedikit kesal dan kecewa karena tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Riyan mengantarkan Cindy sampai kerumahnya. Ditengah diperjalanan, Tiba-tiba Cindy memeluk Riyan dengan erat dari belakang motornya.Karena sudah malam, Riyan tidak bisa berlama lama di rumah Cindy. Begitu turun dari motor Riyan, Cindy pamit untuk masuk kedalam rumahnya.
"ada hal lain yang ingin ku katakan" kata Riyan sambil memegang tangan Cindy
"Apa?" tanya Cindy
"I LOVE YOU"