NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 15 Akhir Perkelahian



*Dirumah sakit*


Andi dan Mila sampai di pintu IGD RS Muriya Utama yang disambut oleh perawat yang bergegas membawa nenek Riyan kedalam. Andi dan Mila menunggu diluar IGD sambil memikirkan Riyan dan yang lainnya.


"bagaimana kakakku" kata Mila


"tidak ada jalan lain, kita harus lapor polisi" Kata Andi


"tapi bukankah mereka kemungkinan akan ikut ditangkap?" Kata Mila


"itu masih lebih baik daripada mati di sana, lagi pula kami masih pelajar jadi tidak akan dihukum lama" Kata Andi


*Bangunan Tua dikaki gunung*


Dua puluh orang sudah jatuh dengan kondisi patah tangan atau kaki oleh jurus Sundang Sungai milik Riyan. Mereka yang tersisa bergerak menjauh secara perlahan.


"itu bukan apa-apa, semuanya serang dia bersamaan" perintah David meyakinkan anak buahnya menyerang Riyan.


"Tapi Bos, bahkan 20 orang tidak bisa menyentuhnya dan malah dikalahkan" kata anak buah david


"Buuk" Tinju david mendarat di wajah anak buahnya itu membuat bibirnya berdarah.


"jangan jadi pengecut, hajar dia" teriak David


Riyan sudah bergerak maju mendekati mereka dan berada di tengah-tengah kepungan para preman.


Atas perintah David, anak buahnya merenggangkan jarak mereka dan mengelilingi Riyan. Hal ini dimaksudkan agar peralihan target gerakan jurus sundang sungainya mudah terlihat sehingga dapat dihindari.


"setelah melihat kau mengalahkan 20 orang ku, aku sadar gerakan mu itu acak karena sering berganti target sambil menghindar, tapi dengan jarak begini kau akan susah berpindah target" kata David


"Ide yang bagus, tapi masih sia-sia" Kata Riyan


Riyan mendekati seorang dari mereka, pemukul bisbol mengarah ke kepala Riyan.


Dengan merendahkan posisi tubuhnya dia menghindari pemukul itu dan "Buuuk" tinju Riyan mengenai perut anak buah David dan berlanjut dengan upper cut hingga membuatnya terpental dan tidak sadarkan diri.


Orang yang berada disebelah kanannya mengangkat tinggi Sebuah Pemukul Bisbol hingga ketas kepalanya dengan kedua tangan dan mengarahkannya kepada Riyan.


Belum sempat pemukul itu turun, tendangan Riyan ketubuh nya membuatnya terjatuh dan melepaskan pemukulnya. Riyan mengambil pemukul itu kemudian memukulkan ke kepala anak buah David yang terjatuh hingga pingsan.


Melihat hal itu membuat yang lainnya ragu untuk menyerang. David memberikan isyarat menyerang Riyan kepada anak buahnya yang memegang rantai dengan sebuah gear di ujungnya..


"apa kau pikir aku hanya punya satu jurus itu saja" kata Riyan sambil melepaskan pemukul bisbol di tangannya dan mendekati David.


"wuush" Dari arah jam 7 sebuah gear melesat kearahnya, dengan bergerak mundur dia menghindari serangan itu dan berpaling menghadap asal dari senjata itu.


Walau sedikit takut, anak buah David kembali memutar-mutar rantai dengan gear tersebut bersiap melakukan serangan kedua.


Melihat Riyan yang pandangannya teralihkan, dari arah belakang seorang anak buah David memanfaatkan situasi ini untuk menyerang Riyan.


Riyan yang menyadari serangan itu membalikkan badannya untuk menghindari serangan tiba-tiba itu, dalam waktu bersamaan telapak tangan Riyan berada di dada anak buah David.


"Bruuuk" tubuh orang itu mengenai tembok dinding bangunan tua akibat dorongan telapak tangan Riyan.


"wuuush" kembali Gear dengan rantai menuju ke arah Riyan, namun kali ini Riyan menangkap rantainya saat menghindar dan menariknya dengan kuat, membuat anak buah David yang memegangnya melayang terbang ke arah Riyan.


Riyan menangkap anak buah David itu diwajahnya, yang kemudian dihempaskan ke tanah membuat orang itu pingsan seketika.


Sekarang 4 orang sudah tumbang,hal ini membuat anak buah david yang tersisa menjadi benar-benar takut dan ragu untuk maju. Melihat anak buahnya takut dan ragu, David memutuskan menyerang Riyan sendiri.


Tendangan kaki kanan kemudian kaki kiri dilakukan David secara bergantian, namun dapat ditepis dengan mudah oleh Riyan. Begitu juga dengan tinjunya tidak ada satupun yang mengenai Riyan.


"Kenapa gerakannya menjadi lebih cepat, sebelumnya aku masih bisa memukulnya" pikir David


pukulan berikutnya dari David ditangkap oleh Riyan dan kemudian memukul lengan David dari bawah hingga patah.


"aaaaargh" teriak David sambil memegang tangannya.


Riyan melanjutkan serangannya ke David dengan pukulan beruntun ketubuhnya dan berakhir dengan pukulan keras diwajah membuat mengeluarkan darah dan sempoyongan.


Tendangan menyamping kaki kanan Riyan mengenai wajah David akhirnya membuatnya jatuh ketanah.Riyan memalingkan wajahnya menatap anak buah David yang tersisa.


Kejadian ini membuat mereka yang tersisa lari dari tempat itu dengan menaiki motornya masing-masing.


David mencoba menggerakkan badannya untuk bangkit, dia mengambil sebuah pistol dari belakang pinggangnya dengan satu tangan.


"MATI KAU RIYAN" teriak David


"klink" Peluru jatuh dari tubuh Riyan membuat David Kaget.


"Kauu...kebal peluru?" Kata David gemetar


"Bisa dibilang begitu" kata Riyan


"Bukkk" tendangan keras kewajahnya seolah kepala David adalah Bola hingga membuatnya babak belur dan pingsan.


Riyan tau kalau hal ini mungkin akan berlanjut lebih jauh seperti halnya Alex yang meminta bantuan kepada David. Namun dia masih tidak memiliki keberanian untuk membunuh orang.


"Aku harus lebih kuat lagi" pikir Riyan


Dia kembali berjalan kearah pintu bangunan tua untuk membuka dan melepaskan teman-temannya.


"Syuut" armor hitam yang menyelimuti Riyan menghilang dan kembali menjadi seragam sekolah yang kotor.


"oia alpha, sebelumnya nano material hanya melapisi kulitku, tapi kenapa kali ini sampai mengubah seragamku?"


[bukankah itu perwujudan pikiran anda]


Riyan mengingat kembali kejadian sebelumnya, saat itu dia memang memikirkan memiliki armor seperti jirah perang.


"lalu apa bedanya dengan pelapisan yang dulu?" tanya Riyan penasaran


[Pelapisan kulit melindungi anda dan membuatnya sekeras baja..Namun armor yang anda ciptakan melapisi dan mengubah pakaian anda,selain sekeras baja juga mampu meningkatkan kecepatan dan kekuatan anda]


"Jadi begitu ya, pantas saja aku merasa bergerak lebih cepat menghindari pukulan David" kata Riyan


"Alpha, apa ada cara membuatku lebih kuat lagi?" lanjut Riyan


[saya rasa anda hanya perlu meningkatkan kemampuan penggunaan material nano]


"maksudmu mengontrolnya?" kata Riyan


[Benar,,penggunaan material nano yang digabungkan dengan nano system mempunyai fungsi yang tidak terbatas]


"Maksudmu tergantung imajinasiku bagaimana membentuk dan memanfaatkannya kan" kata Riyan


[Benar Tuan]


Riyan sampai di depan pintu,Riyan terhenti dan melihat kebelakang banyak preman tergeletak tidak sadarkan diri dan terluka parah.


'ini akan sulit dijelaskan' pikir Riyan


Setelah melihat sekitar dan berpikir dia Kemudian berjalan mendekati pepohonan di samping bangunan tua itu.


Riyan membentuk armor di tangannya menyerupai Cakar, kemudian menggoreskannya di pepohonan itu.


Setelahnya Material nano keluar dari tangan Riyan dan membentuk Sebuah Tongkat dengan ujung seperti telapak beruang yang besar,Riyan menancapkan ujung tongkat itu ke tanah di beberapa tempat membentuk jalur.


Sekarang tempat itu seperti bekas dimasuki oleh beruang besar.Diapun kembali kearah pintu setelah mengembalikan semua material nano ketubuhnya dan melepas tongkat penghalang yang dia pasang di gagang pintu itu.


Tongkat yang terbuat dari material nano tersebut masuk kembali ketubuh Riyan melalui tangannya, pintu dibuka dan teman-temannya keluar.


Yanh lainnya heran dengan keadaan diluar, semua preman itu tergeletak di tanah,hanya Tony yang sadar kondisi Riyan malah membaik dari sebelumnya tanpa luka.


"kau yang melakukan semua ini?" tanya Tony


"Mana mungkin Bodoh" Kata Riyan


"tadi sewaktu aku menghadang mereka tiba-tiba ada beruang kesini dan mengamuk" lanjut Riyan


"Apa iya?" tanya Andre


"Lihat saja bekas cakaran dan jejak kaki itu" Kata Riyan


"Lalu kenapa kau bisa selamat?" tanya yang lain


"waktu beruang itu datang, aku bersembunyi, hahaha" ucap Riyan


"Tetap saja itu tidak menjelaskan mengapa luka-lukamu menghilang, dan tidak mungkin beruang kesini tanpa sebab, Riyan..siapa kau sebenarnya" Pikir Tony


Setelah 15 menit beristirahat di sana, Andi dan polisi serta ambulan datang ketempat itu, Orang-orang yang terluka dibawa kerumah sakit. Para penjahat itu akan di tangkap dan para siswa akan dimintai keterangan sebagai saksi.


mereka semua berakhir di rumah sakit, bangsal dipenuhi oleh teman-teman Riyan Siswa SMA Fajar Harapan. Riyanpun pergi melihat neneknya.