NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 48 Antara Vegas dan Nye



Tidak ada luka serius pada tubuh Nick dan kawan-kawan, hanya memar dan bengkak bekas pukulan. Setelah mendapat perawatan dari rumah sakit, Adit dan Riyan meninggalkan Nick dan yang lainnya menuju hotel menggunakan mobil ford hitam milik Adit.


Riyan berada pada kursi pengemudi disebelah Adit karena pergelangan tangan Adit yang terluka dan diperban. Dengan pengetahuan menyetir yang diberikan Alpha, Riyan membawa mobil itu menuju hotel tempat mereka menginap.


"Jadi kau kenal mereka juga?" tanya Adit


"Nick dan yang lain? aku pernah bertemu satu kali dengan mereka di restoran cepat saji, jadi mereka yang kau maksud teman dari Las Vegas?" balas Riyan


"Iya, mereka teman kuliah ku di Universitas Denver. Kau sendiri kuliah dimana?" ucap Adit


"Aku baru kelas 2 SMA" balas Riyan


Adit yang mengetahui Riyan seorang siswa SMA sedikit terkejut sekaligus kagum, dia tidak mengira Riyan bisa sampai ke Amerika bahkan Nye Country seorang diri. Pembicaraan kemudian terus berlanjut, Riyan mengetahui dari penjelasan Adit kalau dia menetap di Amerika serikat kota Denver sebagai mahasiswa. Perkelahian sebelumnya disebabkan karena Nick tidak terima dengan perlakuan para preman yang melecehkan Nessie.


Setelah memarkirkan mobil Ford hitam itu, keduanya menuju sebuah Lift yang ada dilantai basemen untuk naik ke lantai kamar mereka. Didalam Lift, Adit menanyakan rencana Riyan untuk besok. Riyan mengatakan akan kembali ke Indonesia melalui bandara New York, dan besok pagi akan naik bis menuju kota Carson.


Adit mengatakan sekarang adalah liburan kuliah, Nick dan Nessie akan pulang ke kota asal mereka Las Vegas. Adit menawarkan Riyan untuk ikut bersama Nick dan Nessie ke Vegas, kemudian kembali ke Indonesia dari sana karena di sana juga terdapat bandara Internasional.


"perjalanan jauh menuju New York saat ini sangat berbahaya, apalagi beberapa hari yang lalu ada pembajakan kereta di Carson. Aku tau kau ahli beladiri, tapi melawan pasukan bersenjata seperti pembajak, kau bisa mati" kata Adit


"iya,,akan ku pertimbangkan nanti " balas Riyan


"ting" pintu lift terbuka tepat di lantai kamar mereka. Mereka pun berpisah menuju arah yang berlawanan ke kamar masing-masing.


Setelah masuk ke kamarnya, Riyan berbaring di atas kasur dan memikirkan tawaran dari Adit. Setelah beberapa menit, Riyan memutuskan mengikuti usulan Adit. Dia akan ikut bersama Nick ke Las Vegas dan pulang ke Indonesia dari kota itu seperti sebelumnya.


******


Keesokan paginya sekitar jam 8, setelah mengepak semua barangnya, Riyan keluar dari kamar dan menuju kamar Adit.


"Tok...tok" Riyan mengetuk pintu kamar Adit dengan kepalan jari tangannya.


"kreek" pintu terbuka, Adit menyambut Riyan dan mempersilahkannya masuk.


"kau mau kemana?" tanya Riyan melihat Adit dengan pakaian rapi berupa kemeja hitam.


"aku mau kembali ke Denver, ada kerjaan club kampus di sana" jawab Adit


Riyan kemudian duduk di sofa, dan Adit mengambil makanan ringan dan buah lalu meletakkannya keatas meja sebagai suguhan. Adit sekarang duduk dihadapan Riyan, kemudian menanyakan maksud kedatangan Riyan menemuinya.


Sambil memakan cemilan, Riyan mengatakan niatnya untuk mengikuti saran yang diberikan Adit tadi malam. Mendengar hal itu, Adit pun menyuruh Riyan untuk menunggu sebentar. Adit kemudian berdiri dan mengambil Handphonenya yang ada di depan TV, dia memainkan sebentar layar Handphonenya menggunakan jempol, kemudian meletakkan handphone itu ke telinganya.


"Hallo Nick, kalian jadi berangkat ke Las Vegas hari ini? " tanya Adit di telpon


"bisakah kau mengajak Riyan sekalian? "


"baiklah, akan ku beritahu dia"


Kemudian Adit menutup telponnya dan mengatakan kepada Riyan kalau Nick akan berangkat jam 9 nanti. Kemudian mereka berdua turun ke restoran hotel di lantai satu untuk sarapan sambil menunggu Nick datang.


Jam 9 Nick bersama dengan Nessie tiba di hotel untuk menjemput Riyan. Mereka menggunakan mobil Jeep tanpa atap berwarna merah. Riyan yang sudah menunggu bersama Adit segera menghampiri mereka.


Nick menyuruh Riyan untuk naik keatas Jeep nya. Riyan pun meletakkan ranselnya di kursi belakang terlebih dahulu kemudian menaiki mobil itu. mengira kalau Alice dan Dund juga ikut, menanyakan tentang mereka. Nick kemudian memberitahu kalau Alice akan pergi ke California dan Dund mungkin akan pergi ke Missouri.


Mereka semua melambaikan tangan kepada Adit yang sedang berdiri di tepi jalan, kemudian Nick menjalankan mobilnya menuju Las Vegas.


*Kediaman Yorgi, Las Vegas*


"Brem" suara sepeda motor terdengar mendekat kearah gerbang rumah Yorgi. Seorang pengendara motor sport dengan jaket kulit hitam itu diperintahkan berhenti ketika sampai di pos penjaga oleh seorang pria dengan senjata api jenis rifle di tangannya.


Orang itu melepaskan helm dan kacamata hitam yang dikenakannya, kemudian meminta penjaga itu menghubungi Yorgi.


"katakan kepada Yorgi, Thomas datang menemuinya " ucap Thomas kepada penjaga itu


Penjaga itu memberikan kode kepada temannya yang ada didalam pos penjagaan. Penjaga lain yang berada didalam pos penjagaan mengambil telpon yang tertempel di tembok dan menggunakannya. Beberapa saat kemudian, orang itu menganggukkan kepalanya kepada petugas yang berada di luar. Thomas pun diperbolehkan masuk menuju bangunan utama rumah Yorgi.


Didalam rumah yang besar itu, terdapat sebuah ruang rapat dengan meja yang sangat besar dikelilingi banyak kursi. Di ruang itu, Yorgi sedang bersama dengan pemimpin penjahat yang melakukan pembajakan kereta api tempo hari.


"Kreek" pintu luar terbuka, Thomas masuk ke menuju ruang tengah. Di sana terdapat beberapa orang anak buah Yorgi, mereka sedang bersantai di atas sofa ditemani para wanita cantik dan seksi.


"dimana Yorgi ? " tanya Thomas


Salah seorang dari anak buah Yorgi berdiri mendekati Thomas. Orang dengan rambut mohawk panjang dan hanya memakai kaos singlet biru itu, dengan gaya tengil menanyakan tujuan Thomas mencari Yorgi. Thomas tidak menjawab, tetapi malah mengulangi lagi pertanyaan yang sama kepada pria berambut mohawk itu.


Sementara itu didalam ruang rapat yang berada disebelah kanan ruang tengah, saat itu Yorgi masih membicarakan mengenai orang yang menggagalkan pembajakan kereta api untuk menculik ketiga orang kaya di Las Vegas.


"bruk" Tiba-tiba pintu ruang rapat terbuka secara paksa oleh tubuh yang terlempar masuk kedalam dan terjatuh di atas meja rapat.


Yorgi dan pemimpin penjahat itu terkejut dengan tubuh anak buah Yorgi berambut mohawk yang tergeletak di atas meja. Kemudian keduanya melihat kearah pintu, dari sana berjalan Thomas masuk kedalam ruangan itu.


"kau harus mengajarkan sedikit sopan santun kepada anak buahmu " ucap Thomas


"maafkan kesalahan anak buah ku, kemarilah" ucap Yorgi melambaikan tangannya


Yorgi menyuruh anak buahnya yang lain membawa keluar tubuh yang tergeletak di atas meja rapat dan menutup pintu ruangan itu. Thomas mendekat kearah Yorgi, kemudian menatap kearah pemimpin penjahat.


"Philip, apa yang dilakukan pimpinan bandit disini ? " kata Thomas


"duduklah akan kujelaskan semuanya" balas Yorgi


Yorgi menceritakan permasalahannya dengan ketiga orang yang menjadi penghalangnya menguasai Las Vegas. Rencana dia menculik ketiganya untuk memaksa mereka menyerahkan kekuasaannya gagal.


"Memulai penyerangan lebih dahulu akan merusak citra ku, itu sebabnya ketika mengetahui mereka berada pada kereta api cepat, aku berencana melakukan penculikan dengan kedok pembajakan kereta api " jawab Yorgi


"senjata dan serum kalian juga tidak terlalu berguna " timpa Philip


"apa maksudmu? " tanya Thomas dengan kesal


"itu benar, bahkan tameng milik Antonio bisa ditembus pedang orang itu" kata Philip


"orang itu ?" tanya Thomas penasaran


Philip kemudian menceritakan detail pertarungannya melawan Riyan yang menggunakan armor hitam dalam kereta api cepat. Hingga ketika dia melihat Antonio tewas karena perisai yang digunakannya tertembus pedang oriental Riyan.


"maksudmu perisai dari Wechas yang kami berikan? kau tau siapa orang dengan baju hitam itu ? " tanya Thomas kepada Yorgi


"begitulah, tapi aku tidak tau siapa orang itu, entah dari CIA, Interpol, atau orang yang dipekerjakan oleh salah satu dari ketiga orang itu " jawab Yorgi


"jadi kau meminta bantuan kami untuk mengatasi orang itu? " tambah Thomas


"benar, Philip juga akan bersama mu " jawab Yorgi


"aku kehilangan seluruh anak buah ku karena orang itu, aku harus membalasnya " ucap Philip


Thomas tertarik dengan sosok hitam itu, dia mencurigai kalau itu adalah Mila atau orang yang diberikan wechas curian oleh prof Gema. Karena perisai yang terbuat dari nano material itu sangat keras bahkan bisa menahan peluru dari sebuah Tank.


"terserah, aku akan menangkap orang itu, tapi ada hal lain yang harus ku kerjakan terlebih dulu " kata Thomas


Setelah itu Thomas meninggalkan rumah Yorgi, dia berniat pergi menuju Nye Country untuk melihat kemajuan anak buah mereka mencari antelop langka. Di tengah peralanan antara Las Vegas dan Nye Country, dia berencana mencari tempat untuk beristirahat dan makan.


Siang hari itu Thomas berhenti pada sebuah restoran yang mempunyai bar, banyak sekali mobil dan motor yang parkir didepan restoran itu. Thomas kemudian memasuki restoran itu setelah memarkirkan motor sportnya, semua tempat makan didalam diisi oleh pengunjung. Thomas terpaksa hanya duduk di bar dan memesan satu botol bir sambil menunggu adanya meja makan yang kosong.


Dibelakang Thomas yang duduk di kursi bar, Riyan bersama dengan Nick dan Nessie sedang makan siang ditempat itu. Beberapa saat kemudian 3 orang pria yang terlihat seperti geng motor datang dari pintu dengan berteriak dan mengeluarkan pistol magnum.


"Dor" suara tembakan peringatan ditembakan oleh salah satu dari orang itu yang diarahkan keatas.


Kepanikan pun seketika keluar dari para pengunjung di sana. Beberapa wanita berteriak histeris sesaat ketika tembakan itu dilakukan.


"semuanya jangan bergerak dan serahkan uang kalian " teriak seorang dari mereka


"prank...prank" Ketiga orang itu mulai menghancurkan gelas dan botol yang ada di atas meja kasir tepat di samping pintu masuk.


Dengan menodongkan senjata, salah seorang dari penjahat itu meminta kasir mengeluarkan uang di tempat penyimpanan dan memasukkannya kedalam sebuah kantong kertas. Sedang dua orang lainnya mendatangi meja makan satu persatu untuk mengambil harta benda yang dimiliki pengunjung.


Satu orang menodongkan pistol, dan satu lagi membawa kantong besar untuk membawa barang rampasan. Riyan hanya diam memperhatikan ketiga penjahat itu, namun tetap bersiap melawan mereka ketika sampai kemejanya. Karena jarak meja makan Riyan dekat dengan pintu masuk, tidak perlu waktu lama hingga kedua penjahat itu sampai kemeja Riyan.


"aaakh" suara Nessie keluar dari mulutnya ketika salah seorang dari mereka menarik rambut Nessie hingga kepalanya mendongak keatas, lalu menarik paksa kalung dari lehernya. Nick yang sempat ingin berdiri dari kursinya untuk melawan, namun seorang penjahat lainnya menodongkan pistol ke arah kepala Nick.


"jangan macam-macam jagoan" kata penjahat itu


Riyan membentuk dua buah pisau dibawah meja makan dari tangannya, dan bersiap melemparkan pisau itu ke kepala dua orang penjahat di depannya. Dibelakang penjahat itu Thomas sedang meminum birnya dari botol hingga habis, kemudian berbalik dan memukulkan botol itu ketangan penjahat yang menodongkan pistol kearah Nick.


"prang" tiba-tiba suara botol pecah menghantam tangan penjahat membuat dia menjatuhkan pistolnya ke atas meja. Namun serangan Thomas tidak sampai disitu, dengan bagian pecahan botol ditangannya, dia menusuk leher penjahat yang sudah kehilangan pistolnya.


"Jleeeb" "aaakh" suara yang bersamaan terdengar antara teriakan dan tusukan dari pecahan botol yang menancap pada lehernya.


Darah seketika memenuhi leher penjahat itu, dan dengan cepat Thomas mengambil pistol yang dijatuhkan penjahat itu dimeja makan didepan Nick. Kecepatan dan akurasi dari Thomas membuat dua penjahat yang tersisa tidak sempat melakukan tembakan kepadanya.


"Dor...dor" dua kali tembakan dimana peluru dari tembakan itu mengenai masing-masing kepala dari dua penjahat yang tersisa.


"aaaaaw" Teriakan histeris pengunjung wanita kembali terdengar dua detik setelah suara tembakan. Disaat itu, Thomas tanpa sengaja melihat Riyan yang memperhatikan dirinya. Mata keduanya saling bertatapan.


"Dor" sekali lagi Thomas mengeluarkan tembakan di kepala kepada penjahat yang sedang memegang lehernya yang terluka.


"huh kelas teri, aku benci jika selera makan ku diganggu " guman Thomas, kemudian dia mendekat ke arah Riyan.


"kau terlihat sangat santai menghadapi situasi seperti ini nak " ucap Thomas kepada Riyan


"aku sudah terbiasa dengan kekerasan dan ancaman tuan " jawab Riyan


Thomas menatap mata Riyan lebih dekat, dan memperhatikannya dengan seksama. Thomas berpikir kalau Riyan adalah anak yang tidak biasa, bahkan dia berencana merekrutnya masuk organisasi NOZ.


"tingkat kejahatan di negara ini sekarang benar-benar tidak biasa " kata pengunjung dibelakang Nick memecah konsentrasi Thomas


"benar " balas nick


Thomas mengambil sebuah burger diatas meja yang dipesan Nessie dan memakannya sedikit.


"Kurasa kita akan bertemu lagi nak " ucap Thomas kepada Riyan


Kemudian Thomas menjauh dari meja Riyan dan meninggalkan tempat itu dengan santainya sambil memakan burger. Sekarang meja makan Riyan dan teman-temannya penuh noda darah para penjahat.


"sekarang aku harus ganti baju " ucap Nessie karena bajunya terkena darah penjahat


"kita akan mencari toko baju setelah ini sayang " kata Nick


Kasir restoran kemudian menelpon polisi dan memberitahukan lokasi dan kejadian di restoran mereka. Saat polisi datang, Riyan dan dua orang temannya telah pergi meninggalkan restoran itu.


"Orang itu, entah kenapa aku juga merasa akan bertemu lagi dengannya nanti " gumam Riyan dalam hati