NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 47 Konser



Riyan tiba di Nye Country jam setengah 9 malam, setiap bangunan di kota kecil itu telah menyalakan lampunya. Riyan berjalan di trotoar Nye Country mencari penginapan di tengah kota untuk malam ini, dia berencana memulai perjalanan pulangnya besok hari diawali dengan pergi ke kota Carson.


Begitu memasuki pusat kota, jalanan dipenuhi banyak sekali muda-mudi. Riyan sedikit bingung dengan situasi itu. Tanpa menghiraukannya, Riyan terus bejalan mencari penginapan.


Setiap penginapan maupun hotel yang didatangi nya selalu penuh, malam itu Riyan kemudian duduk pada sebuah kursi panjang di tepi jalan didepan sebuah supermarket yang memang disediakan untuk umum. Sambil bersandar pada kursi itu, dia meminum air dari botol minumnya untuk menghilangkan rasa haus.


"aku tidak mengira penginapan dan hotel disini sudah habis" gumam Riyan


"itu karena acara konser musik jam 11 nanti malam" kata seseorang yang tiba-tiba muncul dari belakang kursinya membawa kantong belanja dari kertas.


Kemudian orang itu duduk di samping Riyan, Seorang pria muda berusia sekitar 23 tahun dengan rambut pendek bergelombang dan jenggot tipis. Orang itu mengenakan jaket berbahan jeans biru dan celana panjang.


"kau dari Indonesia?" tanya Riyan


"ya, aku dari Sleman, Jogja "


"Aditya" ucap orang itu sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Riyan, Muriya Kal Teng" balas Riyan


"owh..aku baru keluar dari supermarket di sana (menunjuk supermarket dibelakang mereka) dan kudengar kau bingung soal penginapan, aku punya satu kamar kosong jika kau mau", ucap Aditya


"benarkah, syukurlah" jawab Riyan senang


Adit kemudian mengajak Riyan mengikutinya, arah yang dituju oleh Adit merupakan pusat kota yang dari tadi dijelajahi Riyan.


"perasaan tadi seluruh penginapan dan hotel daerah sini sudah penuh semua" pikir Riyan


Beberapa saat kemudian mereka tiba pada sebuah hotel yang tergolong mewah. Riyan masih mengikuti Adit dari belakang hingga berada didepan sebuah pintu kamar. Adit mengeluarkan kartu kunci kamar dan membukanya. Riyan pun dipersilahkan masuk, dan tentu saja Riyan menurutinya.


"wah besar sekali" pikir Riyan


Di dalam sana merupakan kamar yang sangat luas, mungkin seukuran 3 kali kamar Riyan. Terdapat ranjang besar, televisi, Sofa lengkap dengan meja, dan sebuah balkon. Adit mempersilahkan Riyan duduk sambil meletakkan kantong belanjanya keatas meja, kemudian dia mengambil sebuah kunci kartu lain didepan meja TV. Kunci kamar berupa kartu itupun diserahkan kepada Riyan yang sedang duduk di sofa.


"kau pakai saja kamar itu, temanku katanya tidak jadi kesini" kata Adit


"kau baik sekali padahal kita baru bertemu, aku akan membayar kamarnya" kata Riyan


"tidak perlu, aku hanya senang bisa membantu orang lain. Apalagi yang satu tanah air" balas Adit


Sekedar mengisi pembicaraan, Riyan menanyakan sebab kerumunan orang dan penginapan yang penuh di kota itu. Adit menceritakan kalau malam ini, sebuah acara konser dari band terkenal Amerika akan dilaksanakan disini. Fans band tersebut yang berasal dari berbagai negara bagian Amerika Serikat datang kemari.


"Apa kau tidak tahu hal itu?" tanya Adit


Riyan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan itu.


"Band Upper Not" ucap Adit dengan penekanan


Riyan kembali menggelengkan kepalanya


"astaga , jadi untuk alasan apa kau datang kemari?" tanya Adit


"Camping kurasa" jawab Riyan menepuk tas ransel besarnya


"kalau begitu...bagaimana jika kau ikut menonton Upper Not bersamaku!" ajak Adit


"tapi aku sama sekali tidak tertarik untuk itu" balas Riyan


"baiklah, jika kau berubah pikiran kau bisa masuk ke tempat konser itu" ucap Adit menyerahkan sebuah tiket konser


"kau akan pergi sendiri?" tanya Riyan


"Tidak, aku punya beberapa teman dari Las Vegas, nanti kami akan bertemu di tempat konser" jawab Adit


Beberapa saat kemudian Aditya ingin bersiap untuk berangkat menuju konser, sedang Riyan pergi menuju kamar yang diberikan Adit. Riyan membuka pintu itu dan terlihat ruangan yang sama seperti kamar Adit. Riyan meletakkan ranselnya dan menghempaskan tubuhnya keatas kasur, 15 menit kemudian Riyan bangun dari tempat tidur dan menuju balkon.


"padahal sama-sama disebut sebagai kota kecil, tapi disini sangat jauh berbeda dengan Muriya" ucap Riyan melihat Nye Country dari Balkon


Kepadatan orang di jalanan yang terlihat dari atas balkon, serta suara musik yang asik sudah mulai terdengar dari sebuah bangunan seperti stadion. Hal itu membuat Riyan jadi penasaran dengan konser yang dibicarakan Adit. Dia pun memutuskan untuk melihat ke sana untuk sebentar saja.


Selesai mandi, Riyan mengenakan sebuah sweater hitam dengan celana jeans panjang. Riyan pergi ke kamar Adit untuk memastikan apakah dia masih dikamar atau sudah pergi menuju konser. Setelah tiga kali panggilan dan Adit tidak keluar dari kamarnya, Riyan memutuskan untuk pergi sendiri dan langsung mencarinya di tempat konser.


Jalanan sudah sepi ketika Riyan keluar dari hotel. Diapun pergi sendiri menuju bangunan asal musik terdengar, yaitu tempat konser. Semakin dekat, suara musik terdengar makin keras hingga akhirnya Riyan sampai didepan bangunan yang sangat lebar.


Bahkan diluar bangunan besar tempat konser berlangsung, masih sangat banyak orang dengan penampilan rambut warna warni dan jaket kulit hitam. Riyan kemudian mendekati pintu masuk, didepan pintu ada 4 orang penjaga bertubuh sangat besar seperti seorang pegulat. Mereka ditugaskan untuk menjaga keamanan dan memastikan tidak ada penyusup yang tidak membawa tiket bisa masuk.


Seperti halnya yang lain, Riyan juga diminta menunjukkan tiket konser untuk masuk. Setelah menunjukkan tiket yang diberikan Adit, maka Riyan dipersilahkan untuk memasuki bangunan itu. Tempat itu sangat luas seperti sebuah stadion, banyaknya orang yang menonton memenuhi stadion itu hingga akan sulit untuk mencari seseorang.


Saat ini Riyan sangat jauh dari panggung, namun suara musik dan vokal penyanyinya sangat jelas. Beberapa saat kemudian Handphone Riyan bergetar dan berdering, Riyan melihat sebuah panggilan masuk dari Cindy.


"Haloooo Cintaa" ucap Riyan


"Halooo juga Sayaaang" balas Cindy


"jam segini belum tidur Cin?" tanya Riyan


"yeee, kan disini siang. Lupa ya" kata Cindy


Vocalis dari Upper Not tiba-tiba mengeraskan suaranya pada bagian Reff lagu.


"Eh kamu juga suka Upper Not?" tanya Cindy yang mendengar suara lagu itu


"lagunya lumayan asik sih" balas Riyan


"kamu nonton di TV?" tanya Cindy


Cindy seketika histeris mendengar hal itu, Riyan menjauhkan sedikit Handphonenya. Cindy pun mengetahui kalau saat ini Riyan berada di Nye Country. Itu karena konser dari Upper Not berada di sana, dan disiarkan Live ke seluruh dunia pada chanel TV musik.


"Aku baru tau kau Fans band ini" kata Riyan


"tentu saja, saat ini siapa yang ga kenal band itu" ucap Cindy


"jadi aku sekatro itu ya" pikir Riyan


Cindy pun menanyakan kapan Riyan akan kembali ke Indonesia, dan Riyan mengatakan 2 atau 3 hari lagi dia akan pulang. Setelah itu mereka menutup telponnya, dan Riyan kembali memasuki kerumunan penonton konser. Posisi Riyan membuatnya hanya bisa melihat dari layar besar yang dipasang di tengah stadion.


"kalau begini tidak akan bisa menemukan Adit" kata Riyan


*Gunung Sapathawung*


Lisa kembali mencoba mencari jamur yang ditemukan Riyan, kali ini dia berangkat bersama prof Gema. Lisa dan prof Gema mendatangi dan memeriksa setiap tempat persinggahan yang disebutkan oleh Rifki saat mereka berkemah, bahkan setiap rute dan jalur yang mereka lewati juga dilewati oleh Lisa. Mereka pun sampai di puncak gunung dimana Riyan dan yang lainnya bermalam.


"ini tempat terakhir, apa cuman itu yang disebutkan temanmu?" tanya prof Gema kepada Lisa setelah mencari jamur di sekeliling puncak gunung.


"iya,, puncak gunung ini yang terakhir" jawab Lisa


"Tidak,,tunggu dulu, Rifki bilang kalau Riyan mengajak mereka mandi disebuah air terjun ketika turun dari puncak gunung ini" ucap Lisa


"kita ke sana!" ajak prof Gema


Mereka pun turun, namun tidak menemukan air terjun selama perjalanan turun. Mereka mulai putus asa, prof Gema berpikir kalau jamur yang dibawa oleh Riyan kemungkinan adalah yang terakhir dan tidak ada lagi. Lisa yang masih penasaran tidak mau menyerah, dia kemudian memakai kecepatannya menaiki sebuah pohon besar yang tinggi.


Dari dahan yang paling tinggi, Lisa melihat sebuah air terjun besar. Dari atas pohon itu, dia memetakan jalur menuju kearah air terjun. Lisa kemudian turun dari pohon dan menemui prof Gema. Dia menceritakan apa yang dia lihat, kemudian membuat jalan yang membawa mereka menuju air terjun itu.


Begitu tiba di air terjun, prof Gema mengelilingi tempat itu. Karena hanya mencari di tanah sekitaran air terjun dan sungai, maka gua dibalik air terjun besar itu tidak mereka temukan. Akhirnya setelah 2 jam mencari, mereka berdua benar-benar sudah menyerah untuk mencari jamur itu dan terpaksa menunggu Riyan.


"mungkin jamur itu memang sudah tidak ada lagi, kita tunggu saja Riyan kembali" ucap prof Gema


"berarti kita memang harus meminta Riyan meminun serum petir itu" kata Lisa


"kalau memang itu pilihan yang tersisa, itu lebih baik daripada menyerahkan serum itu kepada orang lain" ucap prof Gema


*Nye Country*


Jam 2 malam Konser Upper Not selesai, beberapa penonton sudah keluar terlebih dahulu untuk menghindari kepadatan kerumunan. Karena posisinya yang dekat dengan pintu keluar, Riyan keluar terlebih dulu.


Dia berencana menunggu Adit di pintu keluar, namun karena jumlah orang yang ada didalam, itu akan membutuhkan waktu lama. 10 menit menunggu, Riyan merasa perlu untuk buang air kecil. Dia pun pergi mencari toilet umum yang tidak tau dimana, Riyan berpikir pasti ada toilet di bangunan besar itu.


Dia meminta Alpha memindai bangunan yang luas itu, dan terlihat letak toilet di bagian luar bangunan berada disebelah kiri Riyan. Dia pun segera menuju ke sana, kemudian dia kembali menuju pintu keluar.


Namun baru dua kali melangkah, di depan Riyan terlihat beberapa orang berlari mengenakan jaket panjang hitam kearah pintu samping stadion. Riyan yang curiga dengan orang-orang itu mengikuti mereka dari belakang.


Orang-orang itu mendobrak pintu samping dan melumpuhkan penjaganya. Riyan masih mengikuti mereka dan masuk ke dalam bangunan itu lagi. Tempat itu seperti sebuah lorong, dan beberapa saat kemudian suara tembakan terdengar beberapa kali. Kemudian Riyan melihat jaket hitam panjang berjalan mundur perlahan kearahnya.


"menjauh, atau ku tembak kepalanya " teriak orang itu


Orang dengan jaket panjang itu menyandera salah seorang personil wanita Upper Not dengan menodongkan pistol kearah kepala personil Upper Not. Sedang depannya, beberapa orang pengawal bersiap menembak dengan senjata mereka.


Riyan dengan santai menghampiri orang itu dari belakang tanpa disadari olehnya. Kemudian Riyan memukul leher belakang orang yang menodongkan pistol dan membuatnya pingsan. Segera seluruh pengawal membekuk orang tersebut.


Personil wanita yang disandera berpaling dan mengucapkan terima kasih kepada Riyan, kemudian krunya membawanya menjauh dari tempat itu. Riyan pun kembali ke pintu keluar dan di sana tidak ada yang keluar lagi dari bangunan itu, dan di depannya hanya ada beberapa orang pemuda pemudi.


Riyan pun memutuskan untuk kembali ke hotel, dia berpikir mungkin Adit sudah kembali terlebih dulu. Begitu akan melangkah, seorang gadis menarik sweater yang digunakannya dari belakang sambil berkata minta tolong.


"Alice " kata Riyan ketika melihat gadis yang menahannya


"Riyan, tolong bantu Nick dan yang lain, mereka akan berkelahi dengan beberapa preman" kata Alice terengah


"hei mau lari kemana manis " ucap seorang pria dewasa yang setengah mabuk mengenakan kupluk di kepala.


Riyan kemudian berpindah ke depan Nessie untuk melindunginya. Pria itu kemudian langsung meninju Riyan, namun lengannya ditangkap oleh Riyan. Dengan menggunakan tangan orang itu sendiri, Riyan memukulkannya ke wajah orang itu hingga pingsan.


Setelah itu, Riyan meminta Alice mengantarkan ketempat teman-temannya. Riyan mengikuti Alice yang berlari sekuat tenaga untuk menunjukkan tempat Nick dan yang lainnya. Mereka kemudian sampai disebuah gang tidak jauh dari tempat konser,


Dari ujung gang buntu yang sempit itu, Riyan hanya melihat 3 orang pria dewasa memenuhi gang tersebut. Tubuh besar orang-orang itu menghalangi pandangan, Alice mengatakan kalau dibalik orang itu adalah Nick dan yang lainnya, ketiga orang itu sengaja menutupi jalan di gang tersebut.


Riyan pun meminta Alice memberitahukan hal ini kepada polisi dan minta bantuan mereka. Riyan segera mendekati ke tiga orang itu, Riyan kaget ketika melihat dari sela tubuh tiga orang besar itu Adit sedang berkelahi dengan 3 orang.


Riyan langsung berlari kemudian melompat, dengan dengkulnya menyerang punggung orang yang berada di tengah hingga jatuh , dilanjutkan dengan tinju kuat kewajah orang disebelah kiri membuat hidungnya berdarah dan tendangan sapuh kaki untuk menjatuhkan orang disebelah kanan, kemudian berdiri untuk mendorong kepala orang yang sedang memegang hidung berdarah nya ke tembok gang hingga membuat orang itu pingsan, diakhiri dengan injakan keras kebelakang kepala orang yang jatuh karena sapuhan kaki.


Hanya dalam waktu sekian detik, Riyan membuat ketiga orang yang menutupi gang itu tumbang. Riyan melihat Dund dan Nick terluka namun masih duduk di atas tumit bertahan, dia berada didepan Nessie yang terlihat ketakutan.


4 orang lain yang melihat itu terkejut, mereka menyuruh Riyan untuk menjauh karena bukan urusannya. Namun Riyan tidak mendengarkan mereka dan terus mendekat, Seorang dari mereka mendekati Riyan dan meninjunya sekuat tenaga. Tinju itu dihindari Riyan dengan menunduk, kemudian Riyan memukul orang itu dengan keras di perut.


Pukulan itu membuat orang itu berlutut memegang perutnya. Riyan melanjutkan langkahnya semakin mendekat. Ketiga orang yang tersisa berpaling dari Adit, kemudian menyerang Riyan secara bersamaan. Menggunakan gerakan bela diri Jeet Kune Do yang diperkuat dengan latihan harian, hanya perlu 15 detik bagi Riyan mengalahkan ketiga orang itu.


Riyan mendekati Aditya dan membantunya berdiri.


"kupikir kau sudah kembali ke hotel" kata Riyan


"ternyata kau juga dari Indonesia, Riyan " kata Nick dalam bahasa inggris


Alice kemudian mendekati mereka semua dengan membawa 3 orang polisi. Kemudian preman itu dibawa ke kantor polisi, sedang Nick dan yang lainnya diminta membuat laporan ketika sudah baikan.


################################


Berikutnya untuk percakapan bahasa asing akan ditulis menggunakan italic atau huruf miring.


################################