
Sesaat setelah bu Shinta meninggalkan kelas, anak laki - laki banyak yang mendekat ke meja Lisa untuk berkenalan lebih jauh. Riyan hanya memperhatikan Lisa yang berjarak satu meter dari mejanya, dia tidak menyangka akan satu kelas dengan lawan bertarungnya kemarin.
"kamu ga ikutan ? " sindir Cindy memecah pikiran Riyan
"kan satu kelas, nanti juga kenal. kamu cemburu ya " sahut Riyan
"enak aja..yee " jawab Cindy dengan muka merah
"jujur aja jujur.. " ejek Riyan
Setelah bercanda mereka berdua pergi ke kantin bersama teman - teman sekelasnya yang lain. Di kantin, Cindy sempat menanyakan kabar teman - teman Riyan yaitu Tony dan Andre. Saat ini Andre sudah menjadi tentara nasional, sedang Tony terakhir kali dia mendaftar polisi namun tidak ada kabar sampai sekarang.
Sepulang sekolah Cindy dijemput oleh ayahnya dan Riyan berjalan menuju parkiran untuk mengambil motornya. Disana Lisa sudah menunggu Riyan di atas motor berwarna krem yang menarik perhatiannya pagi tadi, motor yang sama seperti yang dimiliki Riyan.
"apa kau tidak susah mengenakan motor itu pakai rok ? " tanya Riyan membuka pembicaraan
"tentu saja, tapi aku sudah biasa. Apa kau sudah membuat keputusanmu ? " tanya Lisa
"belum..aku masih memikirkannya, saat ini aku bahkan sudah memiliki musuh " sahut Riyan
Riyan menceritakan sedikit mengenai kejadian dengan beberapa anggota dari kelompok organisasi Kurassha yang menjadi lawannya. Kemudian Riyan memakai helmnya dan bersiap meninggalkan tempat itu.
"jadi kapan kau siap untuk mengambil keputusan ? " tanya Lisa
"entahlah, aku harus memikirkannya baik - baik . Satu lagi, menurutku sebaiknya kau ganti dengan motor yang lebih feminim " kata Riyan menjalankan motornya dan pergi meninggalkan Lisa
Setelah Riyan pergi dari sana, Lisa memegang dagunya dengan pandangan yang diarahkan kelangit seolah sedang memikirkan sesuatu. Setelah beberapa lama, dia meninggalkan tempat itu dan menuju kediamannya.
*Kediaman Prof Gema dan Lisa*
Sebuah rumah sederhana dengan dinding beton yang berada di perumahan pinggiran kota Muriya, searah dengan rumah Riyan namun sedikit lebih jauh. Lisa memasuki rumah berwarna hijau itu dan langsung menuju dapur dimana Prof Gema sedang memasak mengenakan celemek untuk makan siang.
Lisa mengambil buah apel di kulkas, kemudian duduk di meja makan dengan masih mengenakan seragam sekolahnya. Prof Gema menanyakan tentang Riyan, Lisa menjelaskan mengenai dirinya yang sekelas dengan Riyan. Kemudian dia teringat permasalahan Riyan mengenai musuh yang saat ini terkadang masih mengganggunya.
"apa anda ingat kelompok yang mengejar kita sewaktu di semarang? mereka menggunakan kaos hitam bergambar ular berbentuk huruf K " tanya Lisa
"kelompok yang bekerjasama dengan NOZ itu? tentu saja, mereka mengatakan dari organisasi Kurassha kan, apa mereka disini ? " tanya Prof Gema
"mungkin saja, kelompok itu sangat besar, menurut Riyan beberapa dari merekalah yang menjadi musuhnya " jawab Lisa
"itu berarti cepat atau lambat Riyan tetap akan berhadapan dengan NOZ " kata Prof Gema sambil meletakkan makanan keatas meja.
Setelah makan siang, dengan mengenakan kaos biru dan jaket hitamnya, prof Gema pergi ke beberapa apotik untuk membeli obat - obatan dan peralatan laboratorium di pusat kota menggunakan motor Lisa.
Sore hari sepulang dari pusat kota, ketika sudah memasuki jalan besar menuju rumahnya. Prof Gema mendengar suara teriakan minta tolong yang berasal dari sebuah jalan kecil di arah samping kanannya.
Prof Gema mendatangi asal suara tersebut yang ternyata berasal dari seorang wanita memakai blazer hitam yang sedang berusaha mempertahankan tasnya dari rebutan seorang pria berewok dan bertato.
Dia turun dari motornya dan dengan menggunakan pistol yang berasal dari Wechas berbentuk gelang ditangannya, Prof Gema menyuruh laki - laki bertato untuk meninggalkan si wanita. Acungan pistol Prof Gema membuat orang itu takut kemudian lari dan kabur dari sana.
Prof Gema berkenalan dengan wanita itu yang ternyata adalah Tari. Tari menceritakan kalau dia sebenarnya ingin mengambil jalan pintas menuju rumah agar cepat sampai sebelum malam tiba, tapi malah bertemu penjahat.
Prof Gema kemudian menanyakan tempat tinggal Tari. Karena tempat tinggal mereka searah, maka Prof Gema menawarkan untuk mengantarkannya pulang sampai kerumah dengan motornya.
"kamu tinggal disini? ternyata tidak begitu jauh dari tempatku tinggal " kata prof Gema ketika sampai di halaman tempat tinggal Tari
"benarkah? " tanya Tari
"ya,,mungkin sekitar 500 meter dari seberang jalan " kata Prof Gema
Prof Gema memberitahu alamat rumahnya dan ternyata memang lokasi perumahannya diketahui oleh Tari, walaupun dia tidak tau yang mana rumah Prof Gema. Tari menawarkan prof Gema agar mampir sebentar, namun Prof Gema menolak dengan alasan harus bergegas pulang untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
Setelah Prof Gema pergi, Tari berjalan keteras rumah. Dari pintu rumah itu keluar gadis remaja riang menyambutnya.
"kupikir tadi suara motor kakak " kata Mila
"bukan, itu suara motor orang yang mengantarkan tante " balas Tari
Tari menanyakan keberadaan Riyan. Menurut Mila sewaktu di telepon tadi siang, kakaknya mengatakan pergi menemui pak Surya untuk urusan bisnis. Sepuluh menit kemudian Riyanpun tiba dirumahnya.
Disaat yang sama Prof Gema juga tiba dirumahnya dan langsung menuju ruang kerjanya, beliau mengeluarkan bahan obat dan peralatan medis dari belanjaannya dan memulai melakukan eksperimen.
Satu jam kemudian pintu ruangan itu terbuka, Lisa datang memasuki ruang kerja prof Gema. Dia mendekati Prof Gema yang sedang mencampurkan cairan berwarna ungu dan merah kedalam sebuah botol kaca.
"apa anda sedang membuat serum baru ? " tanya Lisa
"ya,,kita memerlukan sumber kekuatan baru untuk menghadapi NOZ. aku tidak tau dari mana NOZ menemukan unsur barium unik itu untuk membuat serum peningkatan permanen. Mereka hanya menyediakan bahannya dan aku membuatnya " jelas Prof Gema
Tidak lama kemudian, gelembung dan asap keluar dari botol hasil percampuran kedua cairan tersebut. Setelah 10 detik botol tersebut meledak dan pecah, hal itu membuat prof Gema kecewa. Beliau kemudian menuliskan hasil kerjanya kedalam jurnal penelitiannya.
Prof Gema saat ini berusaha mencari elemen pengganti untuk membuat serum peningkatan tubuh manusia secara permanen dan mencoba menggabungkan beberapa bahan untuk mendapatkan pengganti yang cocok. Namun sampai sekarang selalu gagal karena beberapa unsur yang bertolak belakang dan saling menghancurkan.
Prof Gema kemudian mengambil botol kaca lagi dan kembali memulai eksperimennya dengan unsur dan bahan obat yang berbeda.
*Di rumah Riyan*
Riyan berbaring di kamarnya dan merenungi tawaran dari pak Rudy di tempat pak Surya tadi siang.
"kenapa kali ini dia menawarkan pekerjaan itu lagi, dan bahkan dengan harga sesukaku " gumam Riyan
*6 jam sebelumnya*
Setengah perjalanan Riyan dari sekolah menuju rumah, dia mendapat panggilan telepon dari pak Surya untuk mendatanginya ke Restoran Nature Food. Setelah memberitahukan Mila tentang hal itu, Riyan memutar arah motornya menuju pusat kota.
Seperti biasa Riyan mendekat dan menyalami semua yang ada disitu termasuk pak Surya. Pak Rudy mengawali pembicaraan dengan menunjukkan kekagumannya terhadap Riyan dengan memuji atas keberhasilannya waktu itu dan minta maaf tidak bisa mengantar dan menyambut kedatangannya kemarin.
Mereka semua kemudian turun kelantai dasar untuk membicarakan hal selanjutnya sambil makan siang. Pak Rudy meminta Riyan untuk menangkap kembali antelope unik tempo hari. Bahkan kali ini mengenai pembayaran terserah kepada Riyan.
"bukankah yang kemarin sudah sepasang pak? anda bisa mengembang biakkan nya, kenapa harus mencari lagi ? " tanya Riyan
"untuk hal itu aku minta maaf tidak bisa menjelaskannya, tapi apa kau mau melakukan pekerjaan ini lagi ? " kata pak Rudy
"kalau begitu aku minta waktu memikirkannya " balas Riyan
"apa yang harus kau pikirkan? untuk keamanan keluargamu kau bisa mempekerjakan bodyguard tempo hari kan " kata pak Surya
"bukan hanya itu, saat ini sekolah juga baru dimulai, saya tidak bisa langsung ijin untuk pergi lama " jawab Riyan
Pak Topan kemudian memberikan informasi bahwa sebaiknya dilakukan dalam waktu dekat, karena keberadaan antelope unik itu sudah diketahui oleh banyak orang sehingga hutan Amerika utara saat ini banyak dipenuhi pemburu. Kalau tidak cepat, bisa jadi semua antelope unik itu akan habis.
*saat ini di kamar Riyan*
Karena penasaran, Riyan kemudian mencari berita di Internet yang berkaitan dengan hutan Amerika utara lewat HP nya. Berita mengenai rusa unik di hutan Amerika utara disertai foto yang diambil oleh seorang wild life photografer menjadi trending pertama kali ditemukan di browsernya.
Diikuti dengan berita meningkatnya kematian para pemburu diakibatkan binatang buas yang terjadi di hutan Amerika utara sejak rusa unik itu ditemukan.
"pantas saja pak Rudy berani membayar sesuai keinginanku, disana sekarang menjadi sangat berbahaya " pikir Riyan
"Alpha, apa tidak ada keuntungan lain kalau kita pergi kesana lagi ? " kata Riyan
[tidak ada yang berkaitan dengan Nano material lagi disana selain bekas laboratorium Dr Albert]
"kalau begitu selain uang, tidak ada hal yang akan meningkatkan kemampuanku ya " kata Riyan
[anda hanya perlu meningkatkan fisik anda tuan, karena armor nano material meningkatkan kemampuan berdasarkan standar kemampuan tubuh anda]
"ah benar juga, aku lupa latihan harianku hari ini " kata Riyan
Riyanpun pergi keluar rumah melewati depan ruang tamu, Tari menanyakan tujuan kepergian Riyan. Riyan hanya mengatakan akan pergi membeli sesuatu yang diperlukannya dan memberitahu agar tidak mengkhawatirkannya.
Riyan berlari dengan cepat untuk memulai latihan hariannya, dia berlari dari rumah sampai sekolah dan melewati jalan gunung dan hutan. Setelah berlari dia menuju taman di pinggiran kota untuk menyelesaikan sisa latihan yang lainnya. Pukul 10 malam ditaman, dia hanya melihat para pemuda berpasangan dan beberapa preman yang mabuk.
Jam 11 dia menyelesaikan semua latihan hariannya, Riyan mengelilingi taman sebelum pulang. Di lokasi yang agak sepi di taman itu, dia melihat segerombol orang membentuk lingkaran seperti menyaksikan sesuatu sambil berseru ramai.
Takluk dengan rasa penasarannya, Riyan kemudian mendekati kerumunan itu dan ikut menyaksikan apa yang dilihat oleh orang - orang disana.
Itu adalah sebuah pertarungan bebas tanpa aturan dengan taruhan. Gerombolan orang disana sangat antusias menyaksikan pertujukan baku hantam itu.
Seorang pemuda bertubuh biasa tengah melawan seorang berambut mohawk bertubuh kekar. Pertarungan sengit khas gaya jalanan tanpa ada yang mengalah membuat Riyan juga tertarik menyaksikan pertarungan itu.
Dengan kondisi yang sama - sama sudah kelelahan dan wajah berdarah, pria berambut mohawk itu mengakhiri pertarungannya dengan bantingan keras ke tanah hingga membuat lawannya tidak bisa bangun lagi.
Seorang pemandu acara pertarungan dengan penampilan seperti anak metal mendekati pria mohawk dan mengambil serta mengangkat satu tangan sang juara tersebut sambil bersorak dan mengucapkan nama sang juara yaitu Bono the Jack.
"oke kita sudah mendapatkan kandidiat pertama untuk pertarungan final besok " kata pria pemandu acara
Sang juara berjalan menembus kerumunan dan duduk di kursi dengan meja kecil tempat minuman di sampingnya. Suara pembawa acara kembali terdengar, kali ini dia memanggil dan memperkenalkan petarung berikutnya.
Seorang pria botak dengan tubuh besar mengenakan kaos singlet hitam berjalan ke sebelah kanan pemandu acara setelah dia memanggil namanya dan memperkenalkannya sebagai iblis botak juara dua hari yang lalu.
Penonton bersorak riuh, setelah itu pemandu acara kembali memperkenalkan pria lainnya yang merupakan pemenang pertandingan hari sebelumnya. Kemudian muncul dari balik kerumunan, seorang pria yang dikenal Riyan.
"Tony " gumam Riyan
"Tony " teriak pemandu acara
Riyan sedikit kagum tubuh Tony sekarang lebih berisi dibandingkan sewaktu SMA. Para penonton bergerombol ke sebuah meja dimana digunakan untuk taruhan pertarungan. Karena perbedaan tubuh yang signifikan 80% penonton memasang taruhan untuk si iblis botak. Riyan yang mengikuti gerombolan orang ke meja taruhan, Setelah berpikir sejenak, dia ikut memasang taruhan untuk Tony.
Begitu pembawa acara memberikan tanda untuk memulai pertarungan, kedua peserta langsung mengerahkan kemampuannya untuk menjatuhkan lawan.
Pukulan demi pukulan, bantingan dan tendangan menjadi pemandangan biasa bagi para penonton yang ada di sana. Tony bergerak gesit terlihat bisa menghindari beberapa tinju lawannya, dan serangan balik yang dilancarkannya terlihat bertenaga. Sebagian besar penonton mulai khawatir kehilangan uang taruhan mereka.
'wow, gaya bertarungnya lebih baik dari dulu, sepertinya dia berlatih beladiri yang lain ' pikir Riyan
Lima belas menit kemudian setelah iblis botak memberikan perlawanan hebat, Tony mengakhiri pertarungan itu dengan pukulan upper cut telak membuat lawannya pingsan. Pemandu acara mengumumkan Tony sebagai pemenang pertarungan kali ini, dimana besok malam akan dilaksanakan pertarungan final antara Tony dan Jack.
Banyak penonton yang memasang taruhan kepada Iblis botak kecewa karena kehilangan uangnya. Sedang Riyan menuju ke meja taruhan mengambil keuntungan taruhannya sebesar 50 juta Rupiah dan membuatnya gembira.
"apa ini termasuk mengambil keuntungan dari teman ya, hahaha " gumam Riyan
Dengan perlahan Riyan memperhatikan setiap orang yang meninggalkan tempat itu untuk mencari Tony. Sampai tersisa sedikit orang disana, Riyan tetap tidak menemukan Tony. Riyan mencoba menelponnya namun nomornya tidak aktif.
'mungkin dia sudah pergi ketika aku mengambil uang ini ' pikir Riyan
Melihat jam di tangannya, Riyan tidak sadar kalau sudah pergi terlalu lama. Jam menunjukkan setengah satu malam, Riyan berpikir untuk langsung pulang dan kembali berlari dengan cepat menuju rumahnya.
*Sebuah cafe*
Disebuah meja untuk dua orang, disana Tony dan seorang wanita dengan topi lebar sedang berbincang.
"ingat, kau harus menang besok agar misi ini lancar " kata wanita itu
"aku tahu, anda tenang saja " jawab Tony