
*Didalam hutan*
Para teman pemburu Riyan membawa antelope yang ditangkap Riyan kembali ke kemah awal mereka. Mereka bergerak cepat dan ingin memotong jalan melewati pusat hutan untuk mempersingkat waktu menuju perkemahan.
Namun nasib sial menimpa mereka, ditengah perjalanan mereka bertemu kelompok pemburu lain dari Amerika yang juga berniat menangkap antelope unik itu. Awalnya semua baik - baik saja, namun pada akhirnya terjadi keributan antara mereka di sana ketika para pemburu Amerika itu melihat antelope yang dibawa para pemburu Indonesia.
*Reruntuhan Bekas Laboratorium*
Diwaktu yang sama di reruntuhan bekas laboratorium. Riyan berhadapan dengan hologram seorang ilmuwan lainnya seperti Dr Albert.
"Halo, Saya Dr Rakesh Simra, salah satu ilmuwan bidang kimia dan perancang senjata yang diculik dan dipaksa mengerjakan Project Nano Technologi disini. Kami melakukan penelitian untuk menciptakan senjata berteknologi nano bagi organisasi NOZ. Teman saya Albert telah berhasil membuat material nano melalui tehknik gabungan internal dan eksternal, dimana tantangan terbesar dari teknik ini adalah bagaimana menjaga dan mengatur agar pembentukan material nano terarah seperti yang diinginkan. Dan saya disini mengembangkannya menjadi sebuah senjata, banyak desain senjata yang telah saya serahkan kepada kelompok NOZ. Seperti Mikro Laser, Mini granat, unbeatable sword dan lainnya. Tapi ini (menunjukkan sebuah pedang), adalah sesuatu yang berbeda. Ini adalah benda yang tidak boleh dimiliki kelompok NOZ, karena itu saya akan menyembunyikan senjata ini. Mungkin setelah ini kami akan dibunuh, jadi siapapun yang beruntung mendapatkan senjata terhebat yang pernah kubuat ini, gunakanlah untuk menghancurkan NOZ "
Hologram itu kemudian menghilang dan tabung itu terbuka. Sebuah pedang dengan bentuk unik berwarna hitam dan panjang satu meter terlihat dihadapan Riyan.
"Wah ini pedang yang keren" kata Riyan
[itu terbuat dari material nano, namun molekul dan strukturnya berbeda dari yang dibuat Dr Albert]
"Benarkah? kalau begitu berarti ini tambahan yang bagus untuk material nano dalam tubuhku nantinya" kata Riyan mengambil pedang itu dan mencoba memainkannya.
Riyan menyuruh Alpha untuk mengekstrak dan menyerap pedang itu, namun Alpha memberikan peringatan.
[Pengubahan menjadi material nano yang sama dengan yang ada di tubuh anda akan menghilangkan kemampuan senjata ini]
"apa maksudnya?" tanya Riyan
[Seperti yang saya katakan, material ini berbeda dengan yang biasanya, Saya akan menampilkan informasi senjata itu]
"Wah...ternyata senjata ini punya beberapa kemampuan, jadi kalau kau mengekstrak ini akan menyebabkan kemampuan benda ini hilang?" tanya Riyan
[anda benar Tuan, apa anda tetap ingin mengubahnya menjadi nano material biasa dan menyerapnya]
"Sangat disayangkan jika harus kehilangan kemampuan benda ini, tapi bagaimana cara menggunakan kemampuannya" kata Riyan mengayunkan pedang mencoba untuk mengeluarkan kemampuannya.
[cara penggunaan senjata ini tidak ada dalam database saya, jadi saya hanya bisa memberikan informasi berdasarkan hasil pemindaian saja]
"Bahkan kau tidak tau cara mengeluarkan kemampuannya" kata Riyan memutar-mutar pedang itu memainkannya dan memindahkan bergantian dikedua tangan.
Kemudian pedang itu terjatuh dari tangan Riyan dan menancap ke tanah. Tanpa sengaja saat ingin mengambilnya, Riyan malah menekan batu merah yang ada di ujung gagang pedang. Kemudian terdengar suara dari pedang itu yang menyuruhnya untuk aktivasi .
[[Voice Activated]]
[Tuan itu adalah aktivasi pengenalan suara, cepat katakan "aktifkan" ]
Kemudian Riyan mengikuti perintah Alpha.
"Aktifkan" kata riyan sedikit keras
Tiba - tiba gerigi yang ada di tengah pedang berputar dan terdengarlah suara seperti mesin yang dihidupkan. Setelah suara mesin itu berhenti, batu merah di ujung gagang pedang itu menyala. Riyan kemudian mencabut pedang itu dari tanah.
"Lalu apa lagi? hanya begitu?" tanya Riyan
[Aktivasi pengenalan suara, artinya senjata itu hanya mengenal suara dan perintah dari anda]
"Pantas saja pada komponen pedang itu terdapat voice interface, tapi untuk apa sebuah pedang memerlukan hal semacam itu kalau hanya untuk mengaktifkannya saja" gumam Riyan
Kemudian dia tersadar akan suatu hal dan meminta alpha memunculkan kembali informasi pedang itu. Riyan melihatnya dengan seksama informasi kemampuan pedang Oriental itu.
Riyan berpikir kalau perintah suara itu digunakan untuk membuat pedangnya aktif, mungkin itu juga bisa digunakan untuk mengeluarkan kemampuan pedang oriental tersebut.
"Beam Attack" kata Riyan sedikit keras
Roda gerigi ditengah pedang berputar dan mata pedang oriental kemudian berubah warna menjadi merah pijar. Riyan sangat kagum dan gembira melihat perubahan pedang itu.
Kemudian dia mencoba memotong bekas tiang didepannya menjadi dua bagian. Bukannya terpotong tapi bekas tiang itu malah meledak dan Riyan terpental akibat ledakan yang sangat dekat itu.
"Ledakannya kuat sekali" kata Riyan
Riyan berdiri dan membersihkan dirinya dari debu dan tanah. Kemudian dia mencoba mengayunkan pedangnya secara vertikal ke arah pohon yang jauh darinya.
Sinar laser keluar dari mata pedangnya sehingga cahaya yang ditembakkan berbentuk sabit dan meledak saat terkena pohon itu dan membuatnya tumbang. Begitu juga saat Riyan mencoba dengan gerakan tebasan Horizontal, sinar penghancur itu keluar dalam bentuk sabit.
"wooow ini hebat sekali" kata Riyan dengan keras
Riyan berteriak kesenangan dengan pedang yang dimilikinya, seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru. Riyan kembali mencoba kemampuan lain dari pedang oriental sambil menahan kegembiraannya.
"Absolut Attack" ucap Riyan
Roda gerigi pada pedang itu kembali berputar dan sekarang Warna merah pijar di pedang itu menghilang, kemudian pedang oriental berubah menjadi hitam total. Riyan mencoba menebaskannya kearah pohon lagi, namun tidak ada yang keluar dari pedang itu.
Riyan berjalan kearah pepohonan dan mendekat ke sebuah Pohon besar untuk menguji pedangnya. Dihadapan pohon besar itu dia menebas dengan sekuat tenaga, namun pedangnya menembus pohon besar itu tanpa menggoresnya, dan malah mengenai pohon kecil di samping pohon besar yang menjadi sasarannya.
Riyan penasaran dengan kesimpulan yang ada dipikirannya, kemudian dia mencobanya lagi ke pepohonan didekatnya. Kejadian yang sama terulang kembali, pohon yang menjadi targetnya seakan tidak tersentuh sedikitpun dan malah mengenai pohon yang berikutnya.
"Jadi itu maksud dari absolut attack ya,, serangan ini tidak bisa ditangkis kecuali punya lapisan ganda" gumam Riyan mengerti dengan kondisi pedangnya
Berikutnya dia ingin mencoba kemampuan ketiga dari senjata itu.
"Formless Attack" ucap Riyan
Sama seperti sebelumnya, roda gerigi pada pedang oriental berputar. Kemudian dari ujung sampai pangkal pedang dengan cepat menghilang menjadi debu. Yang tersisa ditangan Riyan sekarang hanya gagang bersama roda gerigi.
Riyan panik kehilangan pedangnya namun dia mencoba untuk tenang. Perlahan dia mengayunkan pedangnya keatas, dan sebuah dahan dari pohon kecil putus.
Melihat itu dia menanyakan kepada Alpha apa yang terjadi.
"Alpha, apakah pedang oriental menjadi tidak terlihat sekarang?" tanya Riyan sambil terus mengayun - ayunkan pedang itu dan membuat beberapa dahan dan ranting berjatuhan.
[Tidak, itu hanya perubahan partikel pedang itu ke wujud material nano namun lebih kecil]
Kemudian Alpha mentransfer material nano ke mata Riyan untuk meningkatkan penglihatannya. Dan terlihatlah sekarang pedang oriental terlihat seperti cambuk panjang yang terbuat dari debu.
Kemudian roda gerigi kembali berputar seolah menarik kumpulan debu material nano untuk berkumpul dan menjadikan pedang oriental kembali ke bentuk asalnya kembali.
"eh,, padahal aku tidak sengaja mengatakan oriental sword, ternyata itu cara mengembalikannya ya" kata Riyan
Sekarang Riyan bingung bagaimana membawa pedang itu. Dia tidak mau terlihat seperti pendekar pedang kolosal yang menenteng pedang kemana - mana atau membawanya di punggung.
Kemudian Riyan teringat belum mencoba command voice kemampuan terakhir pedang oriental.
"Transformasi" ucap Riyan
Seperti sebelumnya, roda gerigi berputar dan sekarang dari tengah roda gerigi itu muncul layar hologram berisi beberapa pilihan benda. Riyan memilih liontin, kemudian layar berganti dan muncul tulisan •Masukkan kode perintah perubahan menjadi liontin• bersama gambar sebuah microphone .
Karena malas berpikir Riyan hanya mengambil kata dari liontin dan sedikit merubahnya. kemudian dia menyentuh gambar microphone itu dan berkata
"leon"
Kemudian halaman layar hologram berubah, muncul tulisan •Masukkan kode perintah untuk perubahan menjadi pedang• bersama gambar microphone .
Riyan berpikir karena senjatanya keren maka kata yang diucapkan juga harus keren, namun dia kesulitan memikirkan kata yang dirasanya tepat. Setelah 10 menit dia teringat anime jaman dulu yang dia suka saat merubah pedangnya, Riyan kemudian menyentuh gambar microphone itu dan berkata
"Bankai"
Layar hologram kemudian berganti kembali dan memunculkan •voice command Transformasi selesai• kemudian layar hologram menghilang dan roda gerigi berhenti berputar.
"Senjata ini jarak dekat, menengah dan jauh. Ini memang merupakan senjata yang hebat" pikir Riyan
"leon" ucap Riyan
"sling... sling...sling" suara yang keluar dari senjata itu, pedang oriental secara perlahan seperti terlipat dan semakin mengecil sampai berubah menjadi sebuah liontin. Riyan kemudian memakainya sendiri dilehernya.
"Sepertinya aku tidak perlu menggunakan material nano di tubuhku untuk membuat senjata lagi, aku harus belajar menggunakannya dengan cara lain" kata Riyan
[anda bisa menggunakan material nano untuk pengontrol atau mengikat lawan]
"Kau benar Alpha, aku akan meningkatkan kontrol material nano ku" kata Riyan
Saat ini Riyan merasa sedang untung besar. Material nano ditubuhnya bertambah banyak dengan tambahan dari tiang penyimpanan pedang oriental, dan sebuah pedang dengan kemampuan yang luar biasa dan keren.
Hari sudah hampir malam, Riyan kembali menuju hutan dan bergerak cepat untuk mengejar dan bergabung dengan para pemburu yang membawa antelope hasil tangkapannya.
Riyan melompat dari pohon ke pohon, kemudian dia melihat dari jauh salah satu teman pemburunya sedang terluka di wajah dan lengannya bersandar pada pohon besar.
Tidak jauh dari pemburu itu, seekor beruang Grizzly besar mendekati orang yang tidak berdaya itu dan ingin menerkam kepala teman pemburu Riyan.
Sebelum cakar beruang Grizzly mengenai kepala pemburu indonesia itu. Sambil terus bergerak cepat, Riyan melemparkan dua sisa peluru bius yang ada padanya kepada beruang besar itu, dan menendang tubuhnya sebelum roboh menimpa teman pemburunya.
Riyan kemudian menanyakan apa yang terjadi kepada mereka. Dia memeriksa luka teman pemburunya sambil mendengarkan orang itu menceritakan keributan yang terjadi antara mereka dengan pemburu dari Amerika. Untunglah tidak ada luka yang serius di sana.
Pemburu itu mengatakan kalau mereka kalah jumlah dan kekuatan, dia berhasil melarikan diri namun kemudian malah dikejar beruang besar itu.
"Kalau begitu kau tunggu disini, aku akan mencari yang lain" kata Riyan
Orang itu menolak dengan alasan takut kalau beruang besar itu bangun. Riyan kemudian memperbolehkannya ikut. Mereka pergi kearah kejadian yang diceritakan teman pemburunya. Lima belas menit kemudian dia menemukan 4 orang lainnya, dua diantaranya tidak sadarkan diri.
Riyan melihat sekitar untuk mencari para pemburu Amerika itu namun tidak terlihat satupun. Kemudian Riyan mengambil kotak P3K dari salah satu ransel pemburu dan dia memberikan perawatan kepada mereka.
"Mereka sudah pergi membawa antelope yang kau tangkap" kata seorang pemburu yang terluka di tanah
Riyan kemudian meminta Alpha menunjukkan lokasi Antelope yang dia tangkap, peta hologram menunjukkan jarak mereka tidak terlalu jauh. Namun hari sudah gelap, Riyan merasa tidak tega meninggalkan para pemburu ini.
"Tidak masalah, yang penting kalian selamat" kata Riyan
Riyan dan dua orang yang sudah sedikit baikan mendirikan tenda dan membuat api unggun untuk beristirahat malam ini. Mereka berencana kembali ke perkemahan karena sebagian dari persediaan makanan mereka diambil oleh pemburu Amerika. Sekarang persediaan makanan mereka hanya cukup untuk dua hari, sedang perjalaan pulang sekitar 4 hari.
"Sepertinya mereka ingin kita mati" kata seorang pemburu
Dua orang yang pingsan sudah sadar dan ikut berkumpul dengan yang lain didepan api unggun. Mereka berterima kasih kepada Riyan dan menyesal telah sedikit meremehkannya waktu pertama kali.
Kenyataannya Riyan jauh lebih hebat dari yang mereka kira. Apalagi saat seorang pemburu menceritakan bagaimana Riyan menyelamatkannya dari serangan beruang grizzly.
"Kau seperti sangat mahir dan sudah terbiasa di hutan, selain itu cara melempar peluru bius ke beruang saat itu sangat hebat, seperti senjata saja" kata pemburu yang diselamatkannya dari beruang kepada Riyan
"Ya, seseorang melatihku di hutan untuk beberapa lama, dia juga mengajariku beladiri pisau suku apache. Karena itulah aku bisa melempar seperti itu" kata Riyan
Di depan api unggun itu para pemburu malah sangat tertarik dengan Riyan dan bertanya segala sesuatu seperti tempat tinggal, sekolah dan hal lainnya tentang Riyan.
Riyan memutuskan untuk menunggu para pemburu sampai mereka tidur, kemudian mengambil kembali hasil tangkapannya dari para pemburu Amerika itu.
Riyan menyuruhkan mereka semua tidur untuk beristirahat karena terluka dan membiarkannya sendiri yang berjaga. Setelah semuanya tidur, Riyan meminta Alpha memunculkan peta kembali untuk melihat lokasi ketiga antelope itu lagi, karena titik itu juga menentukan lokasi para pemburu Amerika.
Titik itu sekarang hanya sedikit lebih jauh dari titik yang sebelumnya dilihat Riyan.
"Mereka juga sedang istirahat ya" gumam Riyan
Diapun bergerak ketempat dimana para pemburu Amerika itu mendirikan tenda. Tiga puluh menit kemudian Riyan sampai di lokasi mereka.
Tiga orang sedang berjaga didepan Tenda dan api unggun. Tidak jauh dari tenda itu, terlihat tiga ekor antelope unik terikat pada sebuah pohon besar.
"Ah sial kenapa aku tidak meminta peluru bius, sepertinya terpaksa harus menggunakan sedikit kekerasan" gumam Riyan
Riyan kemudian menjauh dari tempat itu kemudian melepas liontin nya dan berkata
"Bankai"
"sling...sling...sling" sedikit demi sedikit Liontin itu berubah menjadi pedang oriental. Riyan mengetahui suara ribut ini tidak cocok untuk penyelinapan, sehingga dia menjauh dari tenda para pemburu amerika.
Riyan kembali ke lokasi para pemburu Amerika dengan membawa pedang oriental ditangannya. Dari atas pohon dia memperhatikan ketiga orang yang sedang berjaga.
"Formless Attack" ucap Riyan