NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 27 Las Vegas



Setelah Riyan memperhatikan dengan seksama, para pemburu itu tidak nampak seperti pemburu pada umumnya.


'kenapa mereka membawa senjata api dan bukan senjata bius' pikir Riyan


Riyan kemudian memakai armor hitamnya untuk meningkatkan kecepatan dan kekuatannya, sekaligus menutupi wajah dan tubuhnya. Dia tidak ingin masalah ini nantinya akan melebar jika para pemburu dari Amerika itu melihat wajahnya.


"aku hanya ingin mengambil antelope itu kembali agar pekerjaanku selesai dan bisa pulang..lebih baik jika tidak ada korban" gumam Riyan


Kemudian Riyan menebas jatuh sebuah dahan dari pohon yang ada di samping tenda dari jarak jauh, menggunakan wujud Formless Attack pedang oriental. Suara dari jatuhnya dahan itu membuat para pemburu menjadi siaga dan mendekati asal suara yang didengar mereka.


"oriental sword" ucap Riyan


Pedang itu sekarang kembali menjadi pedang normal. Dengan jurus sundang anginnya, tanpa diketahui dia bergerak ketempat para antelope. Untuk menghindari keributan, Riyan mengikat satu persatu mulut ketiga antelope itu dengan tali yang terbuat dari material nano. Kemudian dia melepaskan ikatan antelope itu satu - persatu dari pohon.


Riyan baru selesai melepas tali antelope kedua ketika seorang dari dalam tenda tiba - tiba keluar. Membuatnya terpaksa hanya membawa dua ekor antelope itu. Dengan Satu tangan masih memegang pedang oriental, Riyan mengangkat kedua antelope itu di kedua bahunya dan berlari secepatnya meninggalkan satu ekor antelope disana.


Setelah cukup jauh Riyan mengubah kembali pedang oriental menjadi liontin dengan menggunakan voice command leon.


Orang yang baru keluar dari tenda tidak menyadari bahwa 2 antelope mereka telah hilang. Setelah yang lain kembali ke api unggun usai memeriksa suara yang disebabkan dahan yang jatuh, barulah mereka menyadari kalau 2 antelopenya sudah tidak ada.


Merekapun mendekati satu antelope yang tersisa, kemudian salah satunya melepas tali yang terbuat dari material nano dari mulut antelope itu. Orang itu memegang dengan perlahan tali itu dari ujung ke ujung.


"maybe the Indonesian hunters did this?" kata salah satu dari mereka


"that is impossible, they are injured" sahut yang lain


"it's made of nano material" ucap orang yang memegang tali, kemudian mereka melihat lihat sekitar, namun tidak melihat apapun disekitar situ.


"Should we find the one who stole the Antelope?" tanya seorang lagi dari mereka


"there is no need, we still have one, we need to report this to superiors first" lanjut orang itu sambil menunjukkan tali dari material nano kepada yang lainnya.


*Tempat lain dihutan*


Riyan yang telah berhasil mengambil dua antelope itu sekarang dan terus berlari menuju kemah pemburu indonesia.


"hampir saja, kupikir akan terjadi pembantaian jika aku ketahuan tadi" kata Riyan


Setibanya di tenda, dia mengikat kedua antelope itu di pohon dekat tenda itu, kemudian menuju api unggun dan tidur.


Keesokan harinya para pemburu kaget melihat dua ekor antelope langka itu ada kembali dihadapan mereka. Karena mereka semua sedang beristirahat didalam tenda tadi malam, merekapun membangunkan Riyan dan ketika dia bangun berbagai pertanyaan tertuju kepadanya.


apa yang Riyan lakukan?


kenapa antelope itu bisa ada disitu?bagaimana cara Riyan mendapatkannya? dimana satu ekor sisanya?


"kalian menanyakan pertanyaan terlalu banyak" kata Riyan


Riyan kemudian memberitahukan kalau tadi malam dia memasang jebakan sebelum tidur Akan tetapi baru saja hendak memejamkan mata, Riyan mendengar suara hewan yang terkena jebakannya.


Setelah Riyan memeriksa jebakannya, ternyata suara itu berasal dari dua antelope ini. Tanpa pikir panjang dia membawa keduanya dan mengikatnya disana kemudian tidur.


"ternyata pak Rudy benar, tidak percuma kau kesini membantu kami" kata seorang dari mereka sambil menepuk pundak Riyan.


Salah Sorang dari mereka memperhatikan antelope itu dan memastikan kalau keduanya adalah antelope yang sama dengan yang ditangkap Riyan sebelumnya.


"sepertinya orang - orang Amerika itu tidak bisa menjaganya dengan benar, makanya hewan ini bisa kabur" kata seorang disana


"mungkin saja, sebab aku menemukan mereka memakai tali yang putus dileher mereka" kata Riyan


Kemudian kegembiraan datang kepada mereka dan bersiap memulai kembali perjalanan ke kemah awal dengan semangat.


Dua hari kemudian saat persediaan makanan mereka habis, mereka keluar hutan menuju padang rumput berburu rusa biasa untuk dijadikan makanan. Selanjutnya tidak ada hambatan yang berarti dalam perjalanan pulang mereka.


Jam 2 siang mereka tiba di kemah awal mereka, dan Riyan menghubungi pak Topan untuk memberitahukan keberhasilan mereka menangkap antelope itu.


Mereka mengikat kembali dua antelope unik itu di pohon. Khawatir kejadian yang sama terulang kembali, mereka kemudian mendirikan sebuah tenda untuk menutupi antelope dari pandangan luar.


Tiga jam kemudian pak Topan datang dengan jeep bersama supir ke perkemahan, dimana Riyan dan yang lainnya sedang menunggu sambil berbincang dengan ditemani kopi ditangan mereka.


Pak Topan menanyakan keberadaan antelope yang mereka tangkap, dia tidak sabar ingin melihat hewan unik itu. Kemudian mereka menyuruh pak Topan untuk masuk ke tenda kedua yang mereka dirikan untuk menutupi antelope dari luar.


"ini benar - benar unik, bahkan sedikit berbeda dan lebih bagus dari photo yang mereka kirim" kata pak Topan


"ternyata pak Rudy tidak salah pilih orang" kata pak Topan


"jadi kapan kita bisa pulang pak?" tanya Riyan


"kamu bisa kapan saja, tiketnya akan saya siapkan malam ini, tapi maaf saya masih akan mengurus rusa - rusa ini, jadi kamu sendiri saja pulangnya tidak apa?" kata pak Topan


Akhirnya Riyan menyetujui untuk pulang sendiri ke Indonesia, dan dia memutuskan akan pulang besok malam. Pak Topan membawa Riyan menuju kota Las vegas untuk menginap di hotel supaya bisa beristirahat dan menyiapkan segala sesuatu untuk dibawa.


Jam 7 malam mereka tiba di hotel, Kemudian pak Topan memberikan uang kepada Riyan untuk membeli oleh - oleh. Riyan heran dan menanyakan apakah itu adalah bayarannya dalam bentuk dolar, namun pak Topan mengatakan itu hanya bonus keberhasilan dalam pekerjaannya dan pak Rudy sangat senang dengan itu. Honor Riyan tetap akan ditransfer ke rekening tabungannya.


Pak Topan kemudian meninggalkan Riyan dikamar hotel yang mewah yang luasnya sama dengan ruang tengah rumah Riyan. Di kamar hotel itu diisi dengan satu ranjang besar dengan TV 80 inci didepannya. Kamar mandi yang dilengkapi shower dan bath up, serta sebuah balkon yang menghadap ke keramaian kota Los Vegas.


Setelah mandi dan mengganti bajunya, Riyan memesan makanan Kepada layanan kamar. Setelah itu diapun keluar menuju balkon.


"sebenarnya aku lebih ingin ke tempat wisata alam, tapi kesini juga tidak buruk" kata Riyan berdiri di balkon kamarnya sambil melihat lampu kota.


Nada dering HP Riyan berbunyi, panggilan suara dari Mila


"kakaaaak,, kenapa baru saja aktif? kakak baik - baik saja kan?" tanya Mila


"iya aku baik saja, kemarin kakak berada ditempat yang susah sinyal selama 10 hari" kata Riyan


khawatir dengan keadaan satu sama lain membuat pertanyaan dari keduanya seperti interogasi polisi, Mila mengatakan kalau dia dan Tari baik saja sedang berada dirumahnya. Riyan memberitahu kalau dia mungkin akan pulang besok malam, kemudian teriakan dari Tari terdengar meminta oleh - oleh.


*Di dalam rumah kontrakkan Riyan*


Empat orang bodyguard yang dipekerjakan Riyan, dua orang sedang memukuli seorang pria, dua lainnya sedang mengawasi CCTV.


"Buuk" sebuah tinju kuat menghantam wajah seorang pria berjaket kulit hitam dan membuatnya pingsan.


"ini sudah yang ke tiga dalam minggu inj, siapa mereka ini" kata pria yang memukul jatuh orang berjaket kulit hitam.


Dia adalah Jonathan, mantan petarung jalanan yang direkrut oleh bos perusahaan pengawal karena keahliannya bertarung tanpa pernah kalah. Selain itu ahli memainkan senjata pisau.


"satukan saja dengan yang lain. beberapa hari lagi bos akan datang, kita hanya perlu melaporkannya, jangan terlalu mencampuri" kata seorang didekat Jonathan dengan rambut acak mengenakan masker dan kemeja putih.


Dia adalah Adrian, seorang ahli judo dan karate, menguasai senjata api jarak menengah.


"benar, tugas kita hanya melindungi dua wanita itu, tidak lebih" sambung orang lainnya dengan rambut panjang dibagian belakang diikat.


Dia adalah Lei, seorang darah campuran tiongkok surabaya. Menguasai beladiri taichi dan aikido, juga mahir menggunakan senjata api jenis apapun.


"tapi kalau lebih dari ini apa sebaiknya kita minta bayaran lebih?" kata orang ke empat.


Dia adalah Hendri, juga seorang karateka sabuk hitam dan ahli judo. Selain itu kemampuan menembak jarak jauhnya dengan sniper sangat luar biasa



*Hotel Las Vegas*


Dikamar, Riyan tenang setelah tahu kalau Mila dan Tari baik - baik saja. Kemampuan para pengawal itu memang tidak bisa dianggap remeh bagi orang biasa.


Tidak berapa lama kemudian, giliran Cindy yang menelponnya. Dia agak kesal karena tidak diberitahu mengenai kepergian Riyan ke Amerika. Setelah berbagai pembelaan dari Riyan akhirnya percakapan berlanjut dengan rentetan pertanyaan yang sama dengan Mila.


Jam 8 malam Riyan memutuskan keluar kamar hotelnya untuk membeli oleh - oleh untuk semuanya sekalian jalan - jalan melihat kota besar yang sangat ramai. Dia mengganti pakaiannya lebih santai, hanya mengenakan kaos putih dan celana panjang.


Riyan berjalan kaki mengelilingi kepadatan kota Las Vegas yang memang sangat ramai.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


MINTA SARAN


Kemungkinan kedepannya akan banyak terjadi percakapan antara orang asing menggunakan bahasa inggris.


Karena Author masih newbie. Auhor Minta saran kepada pembaca supaya enak bacanya, apakah tetap ditulis menggunakan Bahasa inggris atau diterjemahkan ke bahasa indonesia? takutnya kesan orang asingnya jadi indo semua nanti.


kalau pakai bahasa indonesia, apakah harus diberi penjelasan dalam tanda kurung atau bagaimana untuk menandakan bahwa itu percakapan bahasa inggris.


Ditunggu komentnya ya!!!😁🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=