
*di Rumah David*
Malam itu Safri menemui David dirumahnya dan menceritakan apa yang didapat dari gurunya. Mendengar penjelasan dari Safri, David menarik kesimpulan .
"jadi pilihannya hanya mengeroyoknya dalam jumlah besar atau melawannya dengan senjata api ya" kata David
"jadi bagaimana sekarang?bukankah kau bilang kita tidak boleh menonjol untuk saat ini, mengumpulkan 100 orang pasti menimbulkan perhatian" kata Safri.
"Kau benar, kita juga tidak bisa menembaknya, kalau atasan tau kita menembak seorang bocah akan sangat memalukan" Kata David
"Tapi kalau ternyata dia memang menguasai silat itu sepenuhnya, maka tidak ada pilihan lain selain menembaknya" sambung Safri
"Kalau begitu kita hubungi Alex, mungkin dia tau anggota keluarganya, kita akan menggunakannya sebagai umpan untuk memancingnya menjauh dari keramaian lalu menghajarnya" Kata David
*Pagi harinya di Kamar Riyan*
"996...997..998...999...1000" Riyan menyelesaikan latihan push up hariannya, kemudian suara Mila memanggilnya untuk sarapan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Lari 100 Km
Push up 1000 kali √
Sit Up 1000 kali √
Skipping 1000 kali √
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Tinggal lari, apa sebaiknya aku beli Treadmill ya supaya bisa lari di rumah saja" kata Riyan keluar kamarnya berjalan menuju dapur kemudian mengambil minuman dingin dari kulkas dan duduk dimeja makan. Adiknya Mila sudah duduk dimeja makan dengan mengenakan seragam sekolah.
"Loh..Kakak hari ini tidak sekolah?" tanya Mila
"karena 2 hari lagi akan dimulai Liga Olimpiade maka hari ini diliburkan, katanya sih buat refreshing otak biar tidak tegang" Kata Riyan
"enak sekali libur" kata Mila dengan muka cemberut.
"Kapan waktunya kamu bertanding nanti kasih tau ya, nenek sama Mila mau nonton" ucap Nenek
"Iya nek" jawab Riyan
Setelah sarapan, Mila berangkat ke sekolahnya. Sedang Riyan mengganti pakaiannya dengan Celana Training dan Jaket parasut dengan penutup kepala berlari menuju taman pusat kota.
Taman yang berada di pusat kota lebih besar dari yang berada dipinggir kota, tempat biasa Riyan melakukan latihannya.
Taman ini dilengkapi dengan fasilitas seperti lintasan untuk joging mengelilingi taman ini, alat olahraga sederhana, 2 buah lapangan Basket, area senam dan tentu saja lampu dan bangku taman yang banyak.
Berlari dari rumahnya saja menuju taman Riyan sudah menjalani jarak 7 Km. Begitu memasuki taman, Banyak sekali orang terlihat di setiap sudut sejauh mata memandang. Kemudian di lapangan basket Riyan melihat Andre, Tony dan yang lain sedang bermain basket di sana, Riyan pun mendekati mereka.
"Wah para senior sedang bersemangat ya" kata Riyan dari luar lapangan yang dikandang oleh kawat.
"Hai Junior...kau juga kesini ya, mau bergabung?" Tanya Tony sambil bermain
"Tidak, aku mau joging saja. Lagipula aku tidak bisa bermain basket kakak" kata Riyan
"Oke..nanti kesini lagi kalau sudah selesai lari" Kata Tony
"Siap" Sahut Riyan sambil melangkahkan kakinya melanjutkan berlari.
[anda bisa mempelajari cara bermain basket jika mau]
"tidak perlu, itu akan membuatku repot " kata Riyan
[Baiklah]
Setelah berlari mengelilingi taman sebanyak 10 putaran dan menghabiskan jarak 50 km, dia disapa oleh seseorang yang duduk pada sebuah kursi yang menggunakan jaket parasut berwarna abu-abu. Riyan tidak mengenalinya karena wajahnya tertunduk dan kepalanya tertutupi oleh penutup kepala di jaketnya.
"Maaf..anda siapa?" tanya Riyan.
"Kau tidak mengenalku?" Sambil membuka penutup kepalanya dan memandang kearah Riyan.
Dia adalah salah satu orang ahli silat yang menyerang Riyan kemarin malam bersama David, ya dia adalah Safri.
"Apa kau mau menuntaskan yang kemarin malam sekarang?" Tanya Riyan
"Tidak, disini ramai dan aku juga lelah habis berlari" Kata Safri sambil meminum air dari botol berwarna putih.
"kalau begitu apa mau mu?" tanya Riyan lagi.
"Tidak ada, aku hanya beristirahat disini sehabis berlari dan kebetulan melihatmu" Kata Safri
"Kalau tidak ada, aku akan pergi" Kata Riyan membalikkan badannya dari Safri
"Aku tidak tau kau mendapatkan jurus silat yang sudah lama hilang itu dari mana, tapi kami akan menghabisimu, jadi sebaiknya kau hati-hati" kata Safri
"Kalau kalian bisa, lakukan saja!" sahut Riyan yang kemudian melanjutkan larinya kembali dengan cepat.
Setelah beberapa langkah berlari, Perkataan Safri membuat Riyan penasaran. Dalam kepalanya beepikir kalau Sundang Majapahit sekuno yang dikatakannya, darimana Alpha mendapatkan Data ilmu silat itu.
"Alpha, darimana data Sundang Majapahit yang kau ajarkan padaku berasal?" tanya Riyan
[menurut informasi yang ada pada saya, Dr Albert memasukkan datanya dari sebuah buku kuno yang terbuat dari kulit kambing dengan tulisan jawa kuno]
"lalu apa kau tau darimana beliau mendapatkannya?" tanya Riyan lagi
[kemungkinan itu berasal dari organisasi NOZ. Mereka terobsesi menciptakan prajurit super sehingga pasukannya harus memiliki beladiri yang hebat ditambah tekhnologi canggih]
"Teruskan!" kata Riyan sambil terus berlari.
[mereka mengumpulkan segala macam ilmu bela diri dan menurut rekam data dr Albert mereka mendapatkan Buku itu dari reruntuhan kuno bekas kerajaan di sumatra, detailnya hanya diketahui oleh NOZ dari mana asalnya]
"Kalau begitu NOZ juga mempelajari jurus ini, sepertinya mereka lebih berbahaya dari yang kukira" kata Riyan
[jurus itu sangat Rumit, kalau dilatih secara mandiri bahkan seorang jenius beladiri akan memerlukan waktu yang sangat lama untuk menguasainya]
"kalau begitu aku beruntung dengan adanya dirimu Alpha" Kata Riyan
[keberuntungan juga adalah kekuatan]
Sampai didekat lapangan basket, Riyan
menghampiri para seniornya yang sedang beristirahat di samping lapangan basket.
"Kalian sudah selesai?" kata Riyan sambil mendekati mereka
"Ya" kata Tony dengan nafas berat
"Ya..kau sendiri?" Kata Andre
"Aku juga sudah" jawab Riyan, padahal masih kurang 20 km lagi untuk memenuhi porsi latihan hariannya
"Kau berbohong kan? kau pasti cuman berjemur, keringatmu banyak tapi tidak terlihat lelah" kata Tony
"Hahaha ketahuan ya" kata Riyan tentu saja itu karena pemulihan otomatis dari material nano yang tidak mengijinkannya lelah.
"Apa kalian jadi ikut Liga untuk basket?" tanya Riyan
"kami ditolak, karena tidak cukup latihan, mereka khawatir kami akan merusak formasi tim basket" Kata Andre
"Sayang sekali" kata Riyan
Ditengah percakapan mereka Riyan berfikir mengajak Cindy keluar selagi waktu libur
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Riyan :
Hai...lagi sibuk nggak??
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
15 menit kemudian-
Cindy :
Maaf yan,,tadi habis latihan silat sama kakek, kenapa yan?
Riyan :
tidak apa-apa,,aku cuman mau ngajak kamu jalan aja kalau kamu tidak sibuk?
Cindy :
Sore ini aku mau jalan juga sama teman - teman,,kamu mau ikut?
Riyan :
kalau begitu lain kali saja, takutnya nanti mengganggu kalian.
Cindy :
Riyan :
tidak apa..lain kali saja
Cindy :
Ok..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Chat dengan siapa?" tanya Tony
"Temanku" jawab Riyan
Tidak berapa lama Notifikasi Hp Riyan berbunyi lagi, menandakan sebuah chat masuk
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mila :
Kakak, sehabis pulang sekolah aku mau membeli buku bersama temanku.
Riyan :
Baiklah, akan kirim uangnya
Mila :
Kau harus menjemputku juga
Riyan :
kau pergi dengan temanmu, kenapa pulangnya denganku.
Mila :
itu karena kali ini belinya di Mall kak, nanti sepedaku kusimpan di sekolah
Riyan :
jadi kau ke sana naik apa?
Mila :
temanku membawa mobil
Riyan :
Baiklah, kapan harus ku jemput?
Mila :
nanti Sore saja, aku mau sekalian jalan-jalan
Riyan :
oke..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Zaman sekarang anak SMP membawa sebuah mobil memang sudah biasa.
"Serius sekali" Kata Tony
"kali ini adikku" jawab Riyan mengerutkan alis kepada Tony
Setelah beristirahat cukup lama mereka menuju parkiran untuk mengendarai motor masing-masing.
"kau tidak pulang?" tanya Tony pada Riyan yang masih duduk di pinggir lapangan basket.
"kalian duluan saja" kata Riyan
"Oke kami duluan ya" Kata mereka
Setelah beberapa saat Riyan kembali berlari mengelilingi taman kemudian pulang sampai latihannya terpenuhi.
*Sore hari*
Riyan pamit kepada neneknya untuk menjemput mila di Mall, dia menaiki motornya mengenakan Jaket Hitam. Sesampainya di Mall, Riyan menghubungi adiknya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Riyan :
Aku sudah sampai, kau dimana?
Mila :
kami di lantai 3 sedang bermain,naik saja
Riyan :
Baiklah, aku ke sana
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mila dengan 3 orang temannya dimana semua dari mereka adalah wanita sedang bermain lempar basket, mobil balap dan lainnya.
Riyan akhirnya menemukan Mila, Riyan mengawasi mereka dari kejauhan melihat adiknya bermain bermacam-macam permainan.
Setelah berapa lama akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah dan pulang,,
"Apa kau lapar?" tanya Riyan
"tentu saja" jawab Mila
Merekapun makan di tempat makan yang ada di mall, Mila meminta satu porsi lagi untuk dibawa pulang sebagai makan malam neneknya karena sudah senja.
"Sekarang ayo pulang" Ajak Riyan
Diperjalanan pulang Mila teringat Handphonenya terbawa oleh Ririn temannya, disela angin jalan dan helm mila mencoba berbicara dengan kakaknya.
"Kak HP ku di tempat Ririn tadi ku titipkan waktu ke toilet"
"Kau mau mengambilnya sekarang?" tanya Riyan dengan suara kencang
"kita kerumahnya saja, mungkin dia sudah sampai rumah" pinta Mila
"baiklah, kau tunjukkan arahnya!" kata Riyan dari balik helm
15 menit dari rumah Ririn ditempat yang memang sepi, Mila menyuruh kakaknya menghentikan motornya.
"Kenapa Mil?" Tanya Riyan
"Iiitu mobil Ririn kak" kata Mila menunjuk mobil Jazz putih yang berada di pinggir jalan sedang dihadang oleh 2 pria besar.
"Cepat Keluaar!!" teriak salah satu orang itu
"Toloooong" teriak seorang gadis dari dalam mobil
"Kamu tunggu disini" perintah Riyan pada Mila
Riyan pun mendekati mobil itu,
"Ada apa ini?kalian mau kulaporkan polisi?" Kata Riyan sambil memegang handphonenya
"awas kamu ya!!" ancam salah seorang dari mereka sambil menaiki motor dan melarikan diri dan Ririnpun keluar melihat dua orang itu pergi.
"Terimakasih kak" kata Ririn
Dari jauh Mila mendekati Ririn dan memeluknya
"Mereka siapa Rin?" tanya Mila
"sepertinya mau begal mil, kayaknya habis dari mengantarkan Indah mereka mengikutiku" kata Ririn
"kalau begitu kita antar Ririn dulu, Mila kamu ikut Ririn, kakak ikuti dari belakang" Kata Riyan
Riyan mengiringi mobil mereka dari belakang hingga sampai kerumah Ririn dan mereka pamit kembali setelah mengambil HP Mila yang tertinggal.
Perjalanan pulang Riyan diberitahukan Alpha bahwa ada 6 orang yang mengikuti mereka dengan menggunakan 3 buah sepeda motor.
Riyan menyuruh Mila berpegangan dengan kuat kemudian Riyan mempercepat laju motornya membuat para pengejar itu kehilangan jejak Riyan.