NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 59 Tubuh Besi



"toloooong " teriak Cindy


"Apa yang kau lakukan? " ucap Lisa


"Iseng saja, siapa tau ada yang datang membantu " balas Cindy sambil menjulurkan lidahnya


Kecuali Mike dan Brian, 9 anggota Kurassha membentuk lingkaran untuk mengepung Lisa dan Cindy. Mereka mencoba menangkap kedua gadis cantik itu sesuai perintah Mike.


"Gadis manis, sebaiknya kalian ikut kami secara baik-baik. Kami tidak ingin melakukannya dengan cara kasar" ucap salah seorang anak buah Mike


"Benar, sayang sekali jika harus melukai barang bagus seperti kalian " balas orang lainnya


"Buuk" kaki Cindy tiba-tiba mendarat tepat di wajah orang yang baru saja berbicara dan merobohkannya seketika.


Melihat salah satu temannya terjatuh, anak buah Mike yang lain terpancing emosi untuk melakukan kekerasan. Lisa seketika melompat dan menendang dua orang di depannya dengan cepat.


"Tak"


"Buuuk"


"Tak"


"Buuuk"


Cindy menahan serangan dua orang sekaligus menyerang balik mereka. Meski mendominasi, Cindy tetap kewalahan menghadapi dua orang yang terus bangkit setelah terkena banyak pukulannya. Disisi lain Lisa menghadapi tujuh orang lainnya dengan sangat mudah dengan kemampuannya.


Melihat anak buah Mike sudah babak belur dan sempoyongan. Brian sedikit kecewa dengan kelompok yang bekerja sama dengan mereka, kemudian dia bersiap maju untuk melawan Lisa.


"Aku bisa mengerti jika anak buah mu tidak sanggup menghadapi Lisa. Tetapi untuk gadis yang satunya....apa kelompok Kurassha selemah ini ? " ucap Brian


Mike yang kesal mendengar ucapan Brian, juga ikut menuju perkelahian untuk membantu anak buahnya. Mike pun bersiap untuk mengerahkan kemampuannya.


"Wuuush" Brian menangkap tinju Lisa ketika hendak menjatuhkan anak buah Mike.


"Jadi kau akhirnya turun tangan juga ya " ucap Lisa tersenyum


"Aku akan menangkapmu kemudian mencari prof Gema. Setelah itu membawa kalian berdua menghadap petinggi " ucap Brian


"Teruslah bermimpi " ucap Lisa yang kemudian melancarkan tinju dan tendangan dengan cepat


"Tak..tak..tak " semua serangan Lisa di halau oleh Brian


Anak buah Mike yang sudah kelelahan dan babak belur hanya mampu melihat pertarungan mereka sekarang. Saat itu Cindy sudah berhasil menjatuhkan kedua anak buah Mike hingga pingsan.


"Hosh...hosh, akhirnya mereka jatuh juga" ucap Cindy menyapih keringat di keningnya.


"Plok..plok...plok" Mike mendekati Cindy sambil bertepuk tangan.


"Kau hebat juga nona kecil" ucapnya


"Hiaaat" Cindy menyerang tubuh besar Mike dengan jurus tinju naga petir miliknya.


Tubuh besar itu bahkan mampu menahan pukulan bertubi-tubi dari Riyan, tentu saja serangan Cindy sama sekali tidak berefek terhadap Mike. Kekasih Riyan itu seolah seperti mainan bagi Mike.


"Ayolah nona, pukulan semut seperti itu tidak akan bisa menjatuhkan ku" ucap Mike


Cindy mundur sebanyak dua langkah kemudian mengganti tinjunya dengan jurus cakar. Cindy maju dan melakukan tendangan untuk mengait kaki Mike untuk membuatnya jatuh, sayangnya Mike sama sekali tidak bergerak dengan tendangan dari kaki kecil Cindy.


"Sedang apa kau dibawah sana?" ledek Mike


Pada posisi dibawah kaki Mike, Cindy yang gagal menjatuhkan tubuh raksasa itu melanjutkan serangannya dengan mengarahkan cakar tangan kanannya ke leher Mike. Lagi-lagi serangan itu gagal, Mike menangkap tangan Cindy yang kecil kemudian mengangkatnya hingga membuat pijakan kaki Cindy terlepas dari tanah.


"Buuk" tinju keras Mike ke perut Cindy membuat dia pingsan seketika.


Mike menyuruh anak buahnya membawa Cindy kedalam mobil Van mereka. Dua orang datang menghampiri Mike, salah satunya mengangkat Cindy untuk dimasukkan keadalam mobil mereka. Setelah itu dari jarak yang tidak begitu jauh, Mike memperhatikan pertarungan cepat antara Brian dan Lisa.


"Sepertinya mereka seimbang" pikir Mike


"Hoii Brian...butuh bantuan dariku?" Teriak Mike


"Tidak perlu " jawab Brian


Lisa yang sempat melihat Cindy dibawa anak buah Mike, segera mundur untuk membuat jarak dengan Brian.


"Apa boleh buat, lagi pula Cindy lagi pingsan" ucap Lisa mengambil botol kecil dan Wechas di kantongnya.


"Owh apa kau mulai serius ? Kalau begitu aku juga " ucap Brian mengambil wechas dan botol kecil dari kantong pakaiannya.


Setelah meminum serum peningkat kekuatan, Lisa mengaktifkan wechas yang dibawanya yaitu berupa pedang. Sama seperti Lisa, Brian juga menekan tombol wechas miliknya dan berubah menjadi kapak perak satu tangan.


"Dengan adanya orang ini, bagaimana cara ku menyelamatkan Cindy" pikir Lisa


Meski ragu, Lisa mencoba memaksimalkan kecepatannya untuk mengejar orang yang membawa Cindy. Bahkan saat ini Mike terkejut ketika gerakan Lisa hampir tidak bisa dilihatnya.


Lisa tiba-tiba sudah berada dibelakang anak buah Mike yang membawa Cindy. Dia mengayunkan pedang yang ada di tangan kanannya untuk menebas anak buah Mike.


"Tiiing" pedang Lisa tertahan oleh kapak milik Brian


"Kenapa kau terburu-buru sayang?kita baru saja selesai pemanasan " ucap Brian


Anak buah Mike yang mendengar dentingan besi dari kedua senjata itu, segera lari membawa Cindy bersamanya. Hal itu membuat Lisa sangat marah dan menyerang Brian dengan cepat.


"Ting...ting...ting" pertarungan sangat cepat dari mereka berdua membuat Mike kagum sekaligus takut.


"Wiiuuw...wiuuw..wiuw" terdengar suara sirene mobil mendekat disaat Brian dan Lisa masih bertarung.


Mike yang mendengar suara sirene yang mendekat kearah mereka, segera membantu anak buahnya yang terluka untuk masuk ke mobil Van. Dia memperkirakan itu adalah mobil polisi.


"Brian kita kembali dulu, dia pasti akan menyelamatkan gadis ini" teriak Mike


Brian pun menghentikan serangannya dan mundur menuju mobil mereka. Namun Lisa terus menyerang Brian seolah tidak mau melepaskannya. Sayangnya Brian berhasil menendang Lisa dengan kuat hingga terlempar jatuh ke sungai, itu cukup memberi waktu bagi Brian untuk meninggalkannya.


Tidak lama mobil polisi dan ambulan pun melewati Van milik Mike serta Lisa yang berada di sungai. Lisa dengan dipenuhi rasa kesal dan marah karena tidak bisa menolong temannya. Lisa pun keluar dari sungai dan kembali kejalan untuk mengambil tasnya dan Cindy. Lisa kemudian pergi ke balai pemukiman penduduk untuk mengambil motornya.


Di sana Lisa melihat 3 buah mobil patroli polisi dan 2 buah ambulan parkir di gerbang masuk pemukiman.


Orang-orang yang diingatnya melarang dan menjaga pintu masuk, semuanya terluka parah dan dimasukkan kedalam ambulan. Sedang beberapa orang yang luka ringan di rawat ditempat oleh tim medis.


Lisa menduga mereka seperti itu karena ribut dengan orang-orang yang dilawannya. Tanpa ingin tau informasi lebih lanjut, Lisa pun segera mengambil motornya untuk kembali ke rumah.


*Kediaman Prof Gema*


Begitu tiba di rumahnya, Lisa meletakkan ransel Cindy dan miliknya ke atas sofa ruang tamu. Lisa gelisah dan bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Prof Gema saat ini sedang tidak ada di rumah, entah berada dimana.


"Sekarang apa yang harus ku lakukan" gumam Lisa memegang kepalanya dengan kedua tangan


Satu jam kemudian ponsel milik Lisa berdering, dilayar handphonenya tertulis nama Cindy melakukan panggilan. Dia pun segera mengangkatnya.


"Halo"


"Halo manis " itu adalah suara Brian yang menggunakan Ponsel Cindy untuk menghubungi Lisa


"Brian, bebaskan temanku!" Teriak Lisa


"Tenang saja, dia baik-baik saja disini. Tapi jika kau tidak datang kesini bersama prof Gema jam 9 besok, mungkin gadis cantik ini akan kubawa ke Amerika untuk dijual " ancam Brian


Setelah itu Brian mengirimkan lokasi mereka kepada Lisa melalui ponselnya. Pikiran Lisa saat ini semakin kacau, kemudian prof Gema datang dari pintu depan. Melihat Lisa yang cemas dan panik, dia langsung menanyakan alasannya.


Lisa menunjuk tas ranselnya yang berisi banyak jamur. Prof Gema sangat senang melihat plastik yang berisi puluhan jamur yang diinginkannya.


"Lantas apa yang membuatmu cemas?" tanya prof Gema


"temanku Cindy, dia yang menunjukkan tempat jamur itu. Saat ini dia diculik oleh Brian. Dia meminta kita datang jam 9 besok pagi menemuinya" jawab Lisa


"Astaga...ini gawat, Jadi Brian sudah menemukanmu. Kalau begitu kita pergi dari kota ini, urusan temanmu kita lapor polisi saja" ucap prof Gema


"Prof, ini Brian. Polisi tidak akan bisa menyelamatkan Cindy jika Brian marah karena kita tidak datang. Kita harus melawannya" balas Lisa


Prof Gema sebenarnya agak ragu dengan keputusan Lisa, tetapi dia juga tidak bisa membiarkan orang lain menjadi korban. Teringat kalau saat ini dia sudah memiliki kemampuan mimic octopus, akhirnya prof Gema pun setuju melawan Brian.


"Berapa banyak sisa serum peningkatan yang kita punya?" tanya prof Gema


"Aku sudah mengumpulkan semua termasuk yang berada di kulkas, kita hanya memiliki 4 serum kekuatan, 2 serum kecepatan dan 3 serum penyembuh" jawab Lisa


"Masih kurang. Kau istirahatlah, besok kita akan melawan monster itu. aku akan membuat serum lagi untuk menambah sedikit persediaan kita" ucap prof Gema


"Tadi sore bersama Brian ada seorang pria dengan tubuh besar, aku tidak tau siapa dia. Tapi sepertinya orang itu juga sangat kuat" ucapnya kemudian Lisa pergi ke kamarnya


Prof Gema memasuki ruang kerjanya dan mulai mengeluarkan bahan-bahan untuk membuat serum peningkatan sementara. Malam itu Prof Gema berhasil membuat tambahan 4 serum lainnya, 2 untuk pemulihan dan 2 lagi untuk kekuatan


*Pusat Kota Muriya*


Keesokan harinya, pukul 08.00 Riyan tiba di Bandara. Wajahnya ceria karena pagi Minggu ini berada di kota asal kesayangannya.


"Akhirnya hari tenang ku tiba, tidak ada tembak-tembakan lagi" ucap Riyan


Dia pun memesan sebuah taksi untuk mengantarnya ke rumah. Riyan memasukkan tas bawaannya kedalam bagasi mobil taksi, kemudian duduk di kursi belakang. Setelah menghubungi Mila dan Tari mengenai kepulangannya, dia berencana memberi tahu Cindy.


"Tuuuut...tuuuut" panggilan dari Riyan tidak dijawab


"Dari kemarin Handphonenya tidak diangkat, apa dia marah ya" pikir Riyan


Dalam perjalanan selama berada di taksi, Riyan terus mencoba mengabari Cindy. Setelah keempat kali, akhirnya panggilan dari Riyan terhubung.


"Halo Cin" ucap Riyan


"Siapa kau?apa kau prof Gema?suara mu agak berbeda, sebaiknya kalian cepat kemari atau gadis cantik ini akan menderita " ucap Brian


"tuut..tutt" panggilan langsung diputus


"siapa orang itu, berbicara bahasa Inggris" pikir Riyan mulai khawatir


Riyan kembali melakukan panggilan namun tidak pernah diangkat lagi. Dia teringat nama prof Gema disebut oleh orang itu, kemudian segera dia menghubungi Lisa.


Lisa yang saat itu ingin berangkat menuju tempat Brian tertahan panggilan dari Riyan. Setelah menerima panggilan itu, Lisa menceritakan kejadian yang menimpa Cindy dan dirinya.


Mendengar informasi dari Lisa, Riyan menjadi emosi. Dari deskripsi Lisa, Riyan menebak kalau selain Brian dari NOZ, salah orang besar yang menangkap Cindy adalah Mike. Riyan kemudian meminta Lisa mengirimkan lokasi dimana Cindy ditahan.


Riyan meminta supir taksi untuk mengantarkannya ke tempat itu.


"Kalau tempat itu kita harus mutar balik mas, berlawanan arah soalnya" ucap supir taksi


"Iya pak, mutar balik aja" jawab Riyan


Riyan yang saat ini sangat kesal, mencoba menahan emosinya. Keceriaan yang baru saja dirasakannya sudah berubah.


"Kalau benar itu Mike, maka aku melakukan kesalahan ini lagi" pikir Riyan


*rumah di pusat kota Muriya*


Tepat pukul 09.00 Lisa dan prof Gema tiba di sebuah rumah dengan cat biru dengan beberapa orang penjaga berdiri di pagar. Lisa mengatakan kepada penjaga kalau mereka datang menemui Brian.


Pagar pun dibuka, prof Gema dan Lisa di bawa menuju belakang rumah. Di sana terdapat sebuah lapangan rumput kecil seukuran lapangan basket. Diujung lapangan itu terdapat sebuah Gazebo dengan ukuran 5 meter persegi, dimana Brian dan Mike sedang duduk santai di sana dengan dikawal 10 orang bersenjata api berdiri dibelakang mereka.


Lisa dan prof Gema berdiri didepan mereka seperti orang yang ingin memberi laporan kepada atasannya.


"Dimana temanku?" tanya Lisa


Mike kemudian memberi isyarat kepada salah satu anak buahnya untuk membawa Cindy. Dari sebuah bangunan dibelakang mereka, Cindy dibawa dengan keadaan tangan terikat.


Lisa ingin mendekati Cindy, namun semua senjata api segera mengarah kepadanya.


"sebagai ganti dia, kalian harus ikut bersamaku menghadap petinggi " ucap Brian


Karena Lisa dan prof Gema diam, Mike memberi isyarat kepada anak buahnya.


"Plak" sebuah tamparan pedas mengenai pipi wajah Cindy.


"Hentikan! Kami sudah datang, artinya kami sudah setuju. cepat lepaskan dia" ucap Lisa yang tidak tega melihat Cindy dipukul


Mike kemudian memerintahkan anak buahnya mengikat tangan Lisa dan prof Gema. Setelah terikat, Brian mendekati Lisa dan menggeledah tubuhnya untuk mengambil wechas dan serum yang dibawanya.


"Aku tidak bodoh " bisik Brian kepada Lisa


"Bawa mereka! " ucap Brian


Namun mereka tetap tidak melepaskan Cindy, Lisa pun berontak dan protes kepada orang-orang itu.


"Kenapa kalian tidak melepaskan temanku?" teriak Lisa


"Aku akan membawanya ke Palangkaraya, anak bos ku ingin menemuinya"ucap Mike


"Seperti yang kami duga, kalian sama sekali tidak bisa dipercaya" ucap prof Gema


"Lantas apa?wechas dan serum kalian ada padaku, sedang Lisa adalah tipe kecepatan. Tidak akan bisa melepas ikatan itu " ucap Brian yang kembali duduk di Gazebo


"Kau tidak mengenalku lagi Brian, aku tidak seperti dulu" ucap prof Gema


Prof Gema kemudian mengubah tubuhnya menjadi besi metalik sehingga bisa dengan mudah memutus tali yang mengikat tubuhnya. Brian yang kaget melihat hal itu hanya diam saja, sedang anak buah Mike langsung menembak kearah prof Gema dan Lisa.


Dengan tubuh besinya, prof Gema melindungi Lisa dari peluru dan menarik putus tali yang mengikat tubuhnya. Prof Gema dengan santainya maju menghalau semua peluru dari anak buah Mike, sedang Lisa berlindung dibelakangnya.


"apa kau berubah jadi Colossus profesor ? " ucap Lisa


"fokuslah, wujud ini tidak bertahan lama. bersiaplah menyerang!" ucap prof Gema


setelah dekat, Lisa bergerak cepat dan mematahkan leher salah satu anak buah Mike dan merebut senjata api. Akan tetapi kecepatan Brian juga tidak biasa, tangannya sudah menahan Lisa dari senjata api itu. Sedang prof Gema mendekati Mike dan memukulnya hingga jatuh.


Akan tetapi Mike yang memiliki tubuh besar dan kuat segera bangun dan mengangkat tubuh besi prof gema, kemudian menghempaskan nya ke tanah. Pertarungan baru mulai memanas, prof Gema bangkit dan menghajar Mike. Lisa yang sebelumnya sudah meminum serum kekuatan, unggul melawan Brian.


Seluruh anak buah Mike tidak berani menembak karena takut terkena bos mereka. Namun salah satu dari mereka menodongkan senjatanya kearah kepala Cindy dan menyuruh prof Gema serta Lisa untuk berhenti menyerang.


Beberapa saat kemudian efek serum Lisa dan tubuh besi prof Gema menghilang. Brian memukul Lisa, begitu pula dengan Mike yang membalaskan kesakitan nya kepada prof Gema.


"ku akui aku tidak menyangka dengan hal itu, tapi sekarang kalian tidak bisa berbuat apa-apa " ucap Brian


"Jleb...jleb..jleb" kunai menancap di kepala semua anak buah Mike yang ada di sana sehingga sekarang Cindy terbebas dari ancaman dan pergi menuju Lisa


"Siapa itu ? " teriak Mike


"itu juga adalah hal yang tidak kalian sangka, kekasih gadis ini sepertinya marah " ucap Lisa