NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 60 Rahasia dan Cinta



Saat itu Lisa dan prof Gema masih tersungkur di tanah akibat pukulan balasan dari Brian dan Mike. Melihat semua orang-orang bersenjata api itu terbunuh dengan kunai, mereka yakin Riyan sudah datang.


Sedang Cindy yang melihat ada seorang manusia yang tewas disampingnya, seketika tubuhnya menjadi tegang dan kaku. Meski dia seorang ahli beladiri silat, namun dirinya belum pernah melihat mayat dari pembunuhan langsung dengan darah yang mengalir dari kepalanya.


Mata semua orang yang ada disana kemudian tertuju kepada anak muda yang sedang berjalan kearah mereka. Dari pintu belakang rumah berwarna biru, terlihat Riyan yang mengenakan pakaian biasa berupa kaos biru dilapis jaket hitam dan celana jeans panjang.


"Ternyata bocah yang waktu itu ya, bagaimana dia bisa masuk kesini?apa orang yang kutugaskan berjaga semuanya tidur" pikir Mike


Brian pun mengambil jaketnya yang berada di lantai gazebo, menaruh semua serum serta wechas milik Lisa kedalam kantong bagian dalam jaket itu kemudian memakainya. Saat melihat kearah anak buah Mike yang tewas tertancap kunai tepat di kepala. Dalam hatinya dia mengagumi ketepatan lemparan Riyan dari pintu belakang rumah yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat mereka berada.


"Dari jarak sejauh itu dia bisa tepat melempar ke kepala, akurasinya sama seperti Dasan Hania si pembunuh " pikir Brian


Lurus dari pandangan matanya, Cindy melihat kekasihnya berjalan dengan pasti kearah dirinya di tengah lapangan kecil itu. Imajinasi seorang pangeran yang datang menyelamatkan sang Puteri terlintas di kepala Cindy, perasaan senang dan bahagia dirasakan Cindy saat melihat Riyan.


Namun kebahagiaan itu tertahan ketika Mike menangkap lengan Cindy yang ingin pergi mendekati Riyan. Khawatir Riyan lemparan kunai cepat itu lagi, Mike memposisikan dirinya dibelakang Cindy.


Riyan yang sekarang sudah dekat dengan mereka, namun dipaksa berhenti melangkah oleh Mike yang menyandera Cindy. Dengan kekasihnya yang berada di tangan lawan, Riyan menuruti perkataan Mike.


"Aku hanya akan meminta satu kali, lepaskan gadis itu" ucap Riyan


"Maaf saja..Tapi Gadis ini, Tuan muda ingin aku membawanya ke Palangkaraya " ucap Mike sambil terus memegang lengan Cindy.


Riyan memutar pergelangan tangannya dan mengarahkan telapak tangannya kebelakang. Secara diam-diam dia membuat kunai di kedua tangannya tanpa diketahui oleh Mike.


Dengan tangan yang masih terikat, Cindy melakukan tendangan split kearah wajah Mike yang ada di belakangnya. Tendangan itu tidak terlihat oleh Mike sehingga membuat dirinya terpaksa harus melepaskan pegangannya pada lengan Cindy.


Setelah berhasil lepas dari Mike, Cindy segera berlari menuju Riyan dan berlindung kebelakangnya. Bersamaan dengan itu, Riyan melemparkan kedua kunainya kepada Mike.


"Ting...ting" dua kunai itu tertahan oleh kapak dari Brian


"Lemparan mu bagus nak " ucap Brian


"Gerakan orang ini sangat cepat, sama seperti Lisa" pikir Riyan


Mike yang baru saja membersihkan darah yang mengalir dari hidungnya akibat tendangan Cindy menjadi kesal.


Disaat yang sama, prof Gema mengambil serum yang ada disakunya. Serum yang tidak diperkirakan oleh Brian ada pada prof Gema. Lisa meminum serum penyembuh dan kekuatan yang ada pada prof Gema.


"Hiaaaat" Lisa meninju Brian dengan cepat dan kuat.


Walau Brian menyadari serangan Lisa dan menahannya, tetap saja membuat tubuhnya terseret kebelakang sejauh 5 meter.


"Sreeeet" tanah yang ditumbuhi rumput hijau dilapangan itu terkoyak akibat gesekan dua kaki Brian yang mencoba bertahan untuk tidak terseret lebih jauh.


"kau...ternyata masih punya serum kekuatan ya " ucap Brian


Brian pun mengambil serum kekuatan milik Lisa dari saku jaketnya, dan meminum serum itu untuk mengimbangi kekuatan Lisa.


Lisa kembali menyerang Brian dengan sangat cepat, hanya saja pertempuran mereka kali ini menyulitkan Lisa tanpa senjata wechas miliknya. Disaat itu Mike berlari menyerang Riyan dengan tinju raksasanya disaat Riyan tengah berpaling melepaskan ikatan tangan Cindy.


Cindy yang melihat Mike menyerang dari belakang Riyan, menggeser tubuh kekasihnya itu dan segera melakukan tendangan lurus ke arah Mike.


"Buk" tendangan kecil Cindy, meskipun tidak terasa pada tubuh besar Mike, namun bisa melindungi kekasihnya.


"Dasar gadis kurang ajar" ucap Mike


Riyan kemudian memegang bahu Cindy dan menatap matanya "sayang, serahkan sisanya padaku" ucapnya


Riyan kemudian meminta Cindy untuk mundur dan menjaga prof Gema, sedang dirinya sekarang berhadapan dengan Mike yang sejak lama diincarnya.


"Hiyaaa"


Mike berlari dan kembali mengarahkan tinju besarnya kepada Riyan.


"Tak..buk" dengan Jeet Kune Do nya, Riyan menepis tinju itu dan melakukan tiga serangan balasan kearah wajah dan tubuh Mike. Akan tetapi raksasa itu masih belum jatuh, hingga Riyan menambah kekuatan tinjunya.


"Wuush....wuush" ayunan kapak milik Mike yang terus terusan berusaha menebas Lisa. Tanpa senjata ditangannya, Lisa hanya bisa menghindari serangan kapak itu hingga membuatnya terdesak.


Disaat itu dia teringat kalau Riyan memiliki sebuah kalung yang bisa menjadi pedang saat pertemuan pertamanya.


"Riyan, pinjam wechas milikmu" teriak Lisa sambil menghindari serangan Brian


"Bocah itu punya wechas ? apa prof Gema juga memberikannya kepada anak itu " pikir Brian


Tiba-tiba tubuh Mike terlempar kearah mereka membuat pertarungan Lisa dan Brian terhenti. Brian melihat tubuh Mike dipenuhi memar dan darah dari mulutnya.


Lisa memanfaatkan situasi itu untuk mendekat kearah Riyan untuk meminjam senjatanya.


"Aku tidak punya wechas" ucap Riyan


"Kalung mu, bukankah itu wechas?berikan kalung mu!" ucap Lisa


Tiba-tiba Brian menebaskan kapak nya hingga membuat Riyan dan Lisa mundur terpisah. Setelah itu dari belakang Brian, Mike juga ikut menyerang dengan menggunakan pedang milik Lisa. Kali ini kekuatan dan kecepatan Mike sangat berbeda dari sebelumnya, bahkan lukanya telah pulih.


"Luka-lukanya hilang, apa dia meminum serum penyembuh" pikir Riyan


Riyan dan Lisa melompat mundur secara bersamaan. Dihadapan mereka sekarang berdiri dua orang raksasa membawa pedang dan kapak.


"Sial..sepertinya Brian memberikan orang besar itu serum peningkatan dan senjata ku" ucap Lisa


"Jadi begitu, pantas saja kecepatannya meningkat" ucap Riyan


Cindy yang melihat perkelahian itu sangat khawatir dengan Riyan dan Lisa. Bagaimana tidak, lawan mereka adalah dua orang besar yang bergerak cepat dengan senjata ditangannya. Riyan melepaskan liontinnya untuk mengaktifkan pedang oriental.


"Slaash" ayunan pedang Mike tiba-tiba menyerang Riyan sebelum sempat mengubah liontinnya. Untunglah tebasan itu bisa dihindari oleh Riyan. Tapi sayangnya, tendangan dari Mike ke bagian dalam perut Riyan tidak sempat dihindarinya.


Riyan terguling dan liontin itu terlepas dari tangannya dan terjatuh ke atas rumput lapangan.


"Riyan" teriak Cindy dan Lisa bersamaan


Mike tidak memberi waktu untuk istirahat kepada Riyan. Dengan pedang milik Lisa, Mike terus menyerang Riyan, bahkan lemparan kunai maupun pisau yang dibuat Riyan saat ini bisa dihindari oleh Mike.


"Aneh, kenapa Riyan tidak menggunakan nano material dan armor hitamnya saat itu?apa karena ada gadis ini?" pikir prof Gema


Lisa yang ingin membantu Riyan tiba-tiba dihalangi oleh sebuah tebasan kapak dari Brian. Untunglah Lisa sempat untuk menghindar.


"Kau ingin mengabaikan ku ? " ucap Brian


Disaat itu tanpa sengaja Lisa menginjak sebuah benda kecil.


"Inikan wechas milik Riyan" ucapnya


Sambil terus menghindari serangan dari Brian, Lisa masih mencari tombol untuk menggunakan liontin Riyan. Hingga akhirnya dia menyerah dan menanyakan caranya kepada Riyan.


"Riyan, bagaimana cara memakai wechasmu ? " teriak Lisa


Saat itu Riyan juga kerepotan menghadapi Mike yang sudah mendapatkan peningkatan kecepatan dan senjata wechas. Mendengar teriakan Lisa, Riyan menoleh dan melihat liontin yang dijatuhkannya ada di tangan Lisa. Riyan berusaha mendekat kearah Lisa, namun gerakan cepat Mike mampu menahan Riyan.


"Tidak ada pilihan lain," pikir Riyan


"Bankai" teriak Riyan


Liontin yang dipegang Lisa mengeluarkan bunyi mesin dan berubah menjadi pedang hitam oriental.


"Bagus" ucap Lisa senang


"Tiing..ting...ting" Kapak dari Brian sekarang mendapatkan lawannya, Lisa mampu mengimbangi serangan Brian, bahkan Lisa sekarang bisa melakukan serangan balik.


Disaat yang bersamaan, pukulan raksasa Mike mendarat di pipi Riyan. Pukulan itu membuat Riyan terlempar dan jatuh.


"Sial, tanpa menggunakan nano material, aku tidak bisa menang melawannya. Tapi disini ada Cindy" pikir Riyan


"Prof Gema, bawa Cindy pergi dari sini" teriak Riyan


Prof Gema yang mengerti maksud Riyan, segera mengajak Cindy pergi dari lapangan kecil itu. Sebelumnya Cindy menolak meninggalkan Riyan dan Lisa, tetapi prof Gema memaksa untuk menjauh dari tempat itu dan memanggil polisi.


Tentu saja alasan sebenarnya dari prof Gema adalah agar Riyan bisa leluasa menggunakan namo material miliknya tanpa diketahui Cindy.


Hanya saja Mike juga mendengar teriakan Riyan. Dia mengarahkan pandangannya kepada Cindy dan prof Gema. Dua orang yang sempat terlupakan keberadaannya oleh Mike, sekarang menjadi target berikutnya.


"Gadis itu, aku akan sedikit bermain dengan kekasihmu" ucap Mike


Mike yang mampu bergerak lebih cepat, sekarang mengejar Cindy dan prof Gema. Dalam sekejap dia sudah berada didepan mereka berdua. Kemunculan Mike itu membuat Cindy dan prof Gema panik, perasaan ingin bertahan prof gema membuat tubuhnya kembali berubah menjadi besi.


Prof Gema berusaha untuk melindungi Cindy, dia mengepalkan tangan dan menggunakan tinju dari tangan besinya kepada Mike. Tinju prof Gema dengan mudah dihindari Mike.


Namun Cindy juga tidak tinggal diam, dia meninju tubuh Mike yang ada dihadapannya. Tetapi lagi-lagi tinju itu ditangkap oleh tangan besar Mike dan melemparkan Cindy kepada prof Gema.


Prof Gema menangkap tubuh Cindy yang terlempar kearahnya. Namun dihadapan mereka Mike mengangkat tinggi pedangnya dan bersiap mengayunkan senjata tajam itu. Seketika beberapa tetes cipratan darah segar mengotori wajah Cindy yang putih dan cantik .


Darah segar itu bukan berasal dari Cindy, melainkan dari Riyan yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka dan menangkap pedang Mike dengan tangan kirinya.


Melihat Riyan yang terluka dihadapannya, Cindy tidak sanggup mengeluarkan suara. Tubuhnya menjadi lemah, gambaran perasaannya tertuang dalam air mata yang perlahan mengalir bercampur dengan tetes darah Riyan yang ada di pipinya.


Mike mencoba menarik pedangnya dari tangan Riyan, tetapi pedang itu tidak bergerak sedikitpun akibat genggaman erat tangan Riyan yang terus mengalirkan darah.


"Dibandingkan harus kehilangan orang yang ku sayangi, aku lebih memilih kehilangan rahasiaku" ucap Riyan


Serbuk hitam keluar dari tangan kanan Riyan dan membentuk armor hitam. Dengan tangan berlapis armor itu, Riyan memukul tubuh Mike hingga terlempar jauh menghantam tembok belakang rumah.


"Jadi kau memutuskan menggunakan kemampuanmu yang sebenarnya" ucap prof Gema


Riyan mengangguk untuk menjawab perkataan prof Gema dan menghilangkan armor di tangannya. Riyan kemudian berpaling dan membersihkan darah dan air mata di wajah Cindy dengan tangannya.


"Aku tidak akan membiarkanmu terluka" ucap Riyan


Cindy yang masih terisak mengangkat tangan kiri Riyan yang mengalami Luka sobek parah. Tidak tahan dengan emosinya, Cindy memeluk Riyan dengan erat.


"Sudahlah, hentikan drama ini sebelum aku muntah" ucap prof Gema menyindir Riyan


"Merusak suasana saja, memangnya anda tidak pernah muda?" sahut Riyan melepas pelukan Cindy


"Lihatlah! raksasa itu bangun lagi" prof Gema menunjuk ke arah Mike


Cindy menahan Riyan yang ingin melawan Mike. Dengan luka di tangan Riyan, Cindy khawatir hanya akan membuat Riyan terbunuh jika melawan Mike. Saat itu Riyan memperlihatkan luka di tangannya untuk menunjukkan kemampuan pemulihan kepada Cindy.


Luka di tangan kirinya menutup dan pulih. Bahkan Cindy yang sudah melihat beberapa hal aneh saat itu masih takjub dengan kemampuan pemulihan Riyan.


"Sekarang kau tunggu disini dengan prof Gema!aku akan melawan orang itu lagi" ucap Riyan


"Bocah, aku akan menghajar mu lagi" teriak Mike


[Tuan, bukankah sebelumnya anda bisa menggunakan armor nano material untuk menahan pedang itu. Kenapa harus repot-repot hingga terluka]


"Sudah kubilang kau tidak akan mengerti, itu adalah cara dramatis dan membuatku senang. 'Terluka demi cinta' mungkin itu yang orang-orang katakan, yang jelas mari kita hajar orang ini" ucap Riyan


[Siap Tuan]


Kabut hitam keluar dari seluruh tubuh Riyan, Mike yang melihat hal itu tertegun di tempat. Dalam sekejap armor hitam terpasang di seluruh tubuh Riyan.


"Itu tidak akan merubah apapun" ucap Mike


Dalam sekejap tempat Riyan berdiri hanya tersisa rumput yang bergoyang karena tertiup angin dari gerakan Riyan. Saat itu juga Riyan sudah berada di depan Mike.


"Kau salah, ini merubah segalanya, bahkan hidupku"


Tinju kuat tak terduga mendarat telak di wajah Mike hingga membuatnya hampir pingsan. Riyan menangkap tangan Mike kemudian melemparnya hingga menghantam tiang gazebo dan membuat tempat istirahat itu roboh.


"Apa itu kekuatan Riyan yang sebenarnya?" gumam Cindy dengan perasaan takjub


"Mungkin saja" sahut prof Gema disampingnya


Suara hancurnya gazebo itu membuat pertarungan Brian dan Lisa terhenti.


"Hooo.. jadi dia memutuskan menggunakan kemampuannya sekarang. Antara rahasia dan cinta, dia lebih memilih menjaga cintanya" ucap Lisa


"Apa dia melempar Mike dari sana ? pakaian hitam itu,,, apa itu nano material ? " Pikir Brian


Brian yang perhatiannya masih teralihkan kepada armor Riyan, segera diserang kembali oleh Lisa dengan pedang oriental.


*Hotel Kota Muriya*


Hotel Green Diamond, dimana Tari sedang bekerja sebagai resepsionis. Begitu banyak tamu yang datang ke hotel itu pada hari minggu ini, salah satu penyebabnya karena seseorang sudah menyewa aula besar hotel dengan pelayanan VIP untuk sebuah acara.


Itu adalah acara ulang tahun Walikota Muriya yang ke 57. Semua pejabat kota Muriya termasuk pengusaha dan orang-orang kaya datang ke acara tersebut.


Tari menyambut para tamu dengan ramah dan baik, semuanya berjalan dengan lancar sampai salah seorang tamu dari luar kota datang. Dia adalah Tirta Prayuda, mantan bos dari Tari.


"Wah ternyata wanita yang kucari ada disini" ucap bos Tirta


Tari seketika ketakutan dan mengeluarkan keringat dingin melihat bos Tirta berada dihadapannya. Saat ini bos Tirta memang datang untuk menghadiri pesta. Tetapi dengan keberadaannya yang sudah diketahui, Tari merasa tidak aman untuk dirinya dan Mila.