NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 39 Kemampuan Baru



Prof Gema pulang dengan rasa penasaran akan hasil pekerjaannya nanti, dia ingin segera menggabungkan darah dua hewan yang dibelinya kedalam serum buatannya.


Setibanya dirumah, Prof Gema menuju ruang kerjanya untuk mengambil jarum suntik. Sebelum mengambil darah kedua hewan itu, dia sekali lagi memperhatikan gurita yang dibelinya dari pasar dengan seksama.


"untunglah aku tidak salah, ini benar - benar mimic octopus " kata Prof Gema


Mimic Octopus merupakan satu-satunya binatang yang diketahui mampu meniru beragam bentuk kehidupan dan benda tak hidup untuk menghindari predator. Binatang unik ini menggunakan kantung pigmen yang dikenal sebagai kromatofor untuk mengambil warna kulit dan tekstur lingkungan sekitarnya.


Setelah itu Prof Gema mengambil darah octopus dan belut listrik, kemudian mencampurnya kedalam masing - masing tabung kecil yang berisi serum baru buatannya. Satu serum berisi satu darah binatang tersebut, langkah terakhir hanya meletakkannya di tengah terik matahari dan menutup tabung kaca dengan Luv sampai reaksi pembakarannya selesai.


Karena tidak memiliki halaman belakang, Prof Gema melakukannya di teras rumahnya. Dia terus mengawasi prosesnya karena takut serum itu malah mengering. Setengah jam kemudian serum itu berubah warna menjadi abu - abu dan satunya lagi berwarna biru gelap.


"serum baru ini akhirnya selesai, menurut perhitunganku ini tidak menimbulkan efek samping. Semoga saja itu benar " ucap Prof Gema


Prof Gema kembali kedalam rumah dan meminum salah satu serum berwarna abu - abu, yaitu serum yang bercampur dengan darah mimic octopus. 10 menit, 30 menit, 1 jam tidak ada reaksi yang didapatkan Prof Gema ditubuhnya.


"apa ini gagal ? perhitunganku salah ? bahkan aku belum meminum serum awet muda ku untuk mencoba serum baru ini " ucap Prof Gema


Prof Gema lelah karena masih dalam fisik tubuh tua, akhirnya dia pergi ke kamarnya untuk mengistirahatkan tubuh tuanya. Beberapa saat kemudian prof Gema kembali tertidur.


*Perguruan Harimau Putih*


Siang itu di dalam ruang tamu yang luas, disana sudah ada 7 orang yang terlibat perkelahian kemarin dengan murid naga petir. Guru pemimpin disana yaitu Wira memanggil mereka satu persatu untuk dimintai keterangan, sampai terkumpul semuanya diruangan tersebut termasuk salah seorang guru silat disana.


Semua murid yang terlibat dipersilahkan keluar ruangan tersebut kecuali seorang guru bernama Darma yang terlibat kejadian itu.


"Darma, kau harusnya memberi contoh teladan bagi murid, silat pada dasarnya digunakan untuk melindungi bukan menghancurkan. Jadi apa alasanmu melakukan perbuatan pengecut itu ? " ucap Wira


"aku minta maaf, saat itu aku hanya sedikit kesal atas kekalahan perguruan kita " jawab Darma


"Maaf ? " teriak paman Cindy


Dengan cepat paman Cindy mendekat kearah Darma dan melancarkan tinju cakar naganya, akan tetapi tinju itu ditahan oleh Wisnu dengan menggenggam pergelangan tangan paman Cindy.


"Wira, sebaiknya lepaskan tanganku sebelum kau terluka, aku tidak ada urusan denganmu " ucap paman Cindy


"Darma adalah guru di sini, tentu saja aku akan ikut campur " balas Wira


Mendengar itu, paman Cindy menyerang Wira hingga membuat genggaman tangan itu terlepas. Berikutnya paman Cindy melanjutkan serangan tinju naganya kearah Darma, namun pukulan itu bisa ditahan Darma dengan jurus cakar harimau walau tetap membuat tubuhnya terpaksa mundur 5 langkah.


"Haris tenanglah " teriak kakek Cindy


Teriakan dari kakek membuat paman Cindy berhenti untuk melanjutkan serangan. Kakek Cindy minta maaf kepada Wira atas perlakuan Haris, mereka semua kembali duduk untuk memutuskan apa yang terbaik untuk dilakukan.


Akhirnya sebuah keputusan final dibuat, sebagai pemimpin guru di perguruan harimau putih, Wira akan memberikan sanksi kepada semua yang terlibat dan perguruan harimau putih akan membayar biaya rumah sakit murid naga petir yang terluka. Kakek dan paman Cindy pergi meninggalkan tempat itu dengan tenang.


***


Pukul 14.15 siang di tengah perjalanan pulang dari sekolah, Riyan mendapat telepon dari Pak Surya untuk datang ke kantornya. Riyan pun pergi ketempat itu setelah memberi kabar kepada tante Tari.


Tidak seperti biasanya dimana Riyan langsung menuju ke kantor pak Surya, kali ini pak Surya bersama dengan Pak Rudy dan Topan berada di restoran lantai bawah. Riyan dipersilahkan untuk bergabung bersama mereka untuk makan siang. Mereka hanya berbincang ringan sambil makan, seputar keadaan sekolah Riyan, kondisi peternakan antelop unik yang dikelola pak Rudy, dan pasokan rusa untuk restoran pak Surya.


Usai makan siang, mereka semua naik ke lantai atas menuju kantor pak Surya. Tempat yang pantas untuk melakukan perbincangan utama, pembicaraan yang menjadi alasan pak Rudy datang kembali ke Muriya, yaitu membujuk dan memberikan penawaran kerjasama pekerjaan kepada Riyan.


Pak Rudy langsung memberikan sebuah map merah kepada Riyan yang berisi detail rencana pekerjaan yang akan dilakukan oleh pak Rudy, Topan dan Surya. Mereka bertiga bekerjasama untuk membuat sebuah perusahaan farmasi dengan awal bahan obat dari bagian antelop unik itu.


Pak Rudy menjelaskan secara singkat mengenai efek dari darah, daging maupun organ lain dari antelop unik. Serta rencana pembuatan obat dan pembagian keuntungan yang akan didapat.


Riyan tertarik dengan rencana menjadikan antelop itu sebagai bahan untuk obat, menurutnya itu akan menjadi penemuan yang besar yang bisa menolong banyak orang.


"detailnya ada pada map yang ada di tanganmu, kendala satu - satunya hanya mendapatkan Antelop itu lagi " jelas pak Rudy kepada Riyan


"bagaimana dengan pemburu yang anda bayar ? " tanya Riyan


"pemburu yang lama tidak mau jika tidak bersama dirimu. Kami mempekerjakan pemburu baru, namun beberapa hari yang lalu kami kehilangan kontak dengan mereka. Kau satu - satunya harapan proyek ini bisa dijalankan " jawab pak Topan


Riyan kembali menjelaskan permasalahan sekolah dan keamanan keluarganya jika dia berangkat lagi ke Amerika. Namun pak Rudy meyakinkan Riyan kalau permasalahan itu bisa diatasi olehnya.


"baiklah, tapi saya harus memastikan lebih dulu bagaimana cara kalian melakukannya " ucap Riyan


Sekarang giliran pak Surya yang menjelaskan cara mengatasi masalah Riyan. Untuk masalah sekolah, pak Surya akan menghubungi kepala sekolah Fajar Harapan yang merupakan teman lamanya sehingga meminta ijin akan lebih mudah. Sedangkan untuk melindungi keluarganya, mereka akan dijaga kembali oleh bodyguard seperti dulu.


Akan tetapi, Riyan mengkhawatirkan apabila nanti Mike muncul lagi. Bahkan ke empat Bodyguard yang disewanya saat itu tidak bisa mengalahkan Mike. Riyan kemudian mengajukan permintaan lebih banyak Bodyguard dan dengan ijin penuh untuk membunuh, pak Surya dan pak Rudy pun menyetujuinya.


"jadi kapan kau siap untuk berangkat ? " tanya pak Rudy tidak sabar


"bagaimana kalau kamis lusa ? " usul pak Surya


Yang lain menanyakan usulan tersebut, menurut pak Surya hari jum'at dan sabtu adalah tanggal merah, sehingga bisa sedikit mempermudah dalam meminta ijin libur sekolah. Riyan dan yang lain setuju dengan usulan itu, jadi diputuskan Riyan akan sekali lagi pergi ke Amerika dalam waktu 2 hari lagi.


"tapi yan, perlu kau ketahui bahwa Amerika sedikit lebih kacau saat ini, terlebih hutan itu. Oleh karena itu, aku juga akan menugaskan beberapa pengawal untuk melindungimu " kata pak Rudy


"untuk yang satu itu saya akan menolak pak, saya akan pergi sendiri kesana. Anda hanya perlu menyiapkan transportasi saya saja disana " balas Riyan


"Baiklah jika itu maumu, kalau begitu seperti sebelumnya saja.Topan akan membantu mempersiapkan tiket perjalanan dan juga persiapanmu disana " ucap pak Rudy


Setelah pembicaraan selesai dan mendapat kesepakatan, Riyan pamit pulang kerumahnya. Informasi tambahan lainnya akan dipelajari Riyan melalui berkas yang diberikan pak Rudy. Sedangkan untuk situasi di Amerika saat ini, Riyan berencana mencarinya di internet ketika sampai dirumah.


*Kediaman Prof Gema*


Siang itu ketika Lisa kembali dari sekolahnya, Lisa mencari Prof Gema diruang kerjanya. Tidak ada siapapun disana, kecuali beberapa tabung dan botol kaca diatas meja. Itu adalah perlengkapan yang biasa digunakan prof Gema untuk mencampur bahan penelitiannya.


Lisa pergi kedapur meletakkan makan siang yang dibelinya untuk prof Gema. Disana dia melihat seekor belut dan gurita didalam sebuah wadah di wastafel.


"jadi menu makan malam hari ini gurita dan belut ? aku baru tau kalau profesor punya selera seperti itu " ucap Lisa


Setelah itu dia mengambil sebotol minuman dingin kemudian duduk di ruang tengah menyalakan TV. Beberapa saat kemudian Prof Gema keluar dari kamarnya, dengan masih mengenakan jas labnya usai menyelesaikan serum barunya.


"bagaimana hasil serum barunya prof ? " tanya Lisa


Dengan masih setengah sadar, Prof Gema duduk di samping Lisa. Tanpa basa basi dia mengambil botol minuman dingin yang baru saja diambil Lisa dari kulkas, kemudian meminumnya. Prof Gema menghabiskan setengah dari air di botol itu.


"aku tidak tau kalau habis tidur bisa sehaus itu " gumam Lisa melihat prof Gema


"serumnya gagal, perhitungan di komputer mungkin ada beberapa yang tidak sesuai " ucap Prof Gema


"tidak apa Prof, kau pasti akan menemukan solusinya nanti. Paling tidak kau meminum serum awet muda mu, melihatmu dengan wujud tua seperti kemarin membuatku merasa tinggal bersama kakek - kakek " ucap Lisa


"apa maksudmu, aku belum meminumnya sejak kemarin, karena itu tubuhku sangat lelah sepulang dari pasar kemudian tertidur " balas prof Gema


Lisa mengambil sebuah cermin kecil dan mengarahkannya ke wajah prof Gema. Prof Gema terkejut seketika, wujudnya kembali berumur 35 tanpa serumnya.


"apa artinya serum baru itu hanya bentuk baru dari serum awet muda ? akan kulihat nanti apakah ini permanent atau tidak " kata Prof Gema


Prof Gema sangat bersemangat dan ingin langsung menuju ruang kerjanya untuk melihat perbandingan susunan rumus serum baru dengan serum awet mudanya. Lisa langsung menangkap jas kerja prof Gema dan memintanya bekerja setelah memakan makan siang yang sudah di letakkannya di meja makan.


Hal aneh terjadi ketika mengambil sendok besi dan mencoba untuk memakan makanan yang disiapkan Lisa. Tiba - tiba tangan Prof Gema berubah menjadi besi, diapun kaget dan pergi kekamar mandi untuk melihat cermin. Kaget bercampur senang dirasakan Prof Gema melihat dirinya di kaca, seluruh tubuhnya berubah menjadi besi putih.


"Lisaaa " teriak Prof Gema


Lisa segera menghampiri Prof Gema, berlari dari ruang tengah khawatir terjadi sesuatu kepada beliau. Lisa menuju kamar mandi setelah melihat tidak ada prof Gema di meja makan. Perasaan yang sama dirasakan oleh Lisa, terkejut, Kagum dan gembira melihat perubahan prof Gema.


Sejauh yang diketahui Lisa saat ini, serum prof Gema hanya menambah kemampuan dalam tubuh manusia seperti kecepatan, kekuatan dan lainnya yang hanya dimiliki manusia. Namun yang dilihatnya saat ini sesuatu yang benar - benar berbeda, dia seolah melihat mutan dari film X-Men.


"bagaimana bisa prof ? " tanya Lisa penasaran


"sepertinya reaksi serum baru itu tidak instan, mungkin karena penyesuaian sel dan genetik dari sel hewan. Aku harus memeriksanya nanti " jawab Prof Gema


"jadi itu kemampuan serum baru ? apa bisa berubah menjadi hal lain ? " tanya Lisa semakin penasaran.


Prof Gema kemudian memegang kaca didepannya, dia mencoba untuk membuat tubuhnya seperti kaca namun gagal. Tubuhnya tetap berwujud besi putih tanpa perubahan, prof Gema mulai khawatir jika perubahan fisiknya merupakan sesuatu yang besifat permanen.


Bahkan saat ini prof Gema kebingungan untuk mengembalikan wujudnya seperti semula. Melihat wajah kebingungan prof Gema, Lisa berusaha untuk membuatnya tenang.


"kau tidak bisa berfikir dalam keadaan lapar, perutmu haruslah kenyang untuk mengambil suatu pemikiran " kata Lisa


Prof Gema menuruti perkataan Lisa, dia menghabiskan makanannya ditemani oleh Lisa. Prof kemudian sedikit bersantai di kursinya sambil menatap langit - langit rumah. Tiba - tiba wujud besi prof Gema kembali menjadi normal.


"benarkan " kata Lisa yang duduk didepan prof Gema


"apanya ? " tanya prof Gema masih dengan posisi mendongak ke atas


"lihatlah tubuhmu " ucap Lisa


Prof Gema kembali senang melihat tangannya kembali dilapisi kulit manusia. Kemudian prof Gema seperti memikirkan sesuatu seolah mengetahui pemicu kemampuan barunya .


"apa lapar dan kenyang jadi pemicu kemampuan itu ? " tanya Lisa


"mungkin saja, itu bisa jadi berkaitan dengan keinginan mencari mangsa dan pertahanan diri, dan yang baru saja ku alami keinginan untuk makan " jelas prof Gema


Prof Gema kemudian mencoba memegang tembok dengan keinginan untuk bertahan dari serangan, seketika tubuhnya berubah menjadi beton keras. Kemudian setelah beberapa saat kembali normal lagi ketika dia tidak sedang memerlukan apa - apa.


"ternyata memang benar begitu, saat aku ingin bertahan atau makan ada semacam pergerakan seperti arus deras dalam tubuhku " Kata Prof Gema


"itu keren prof, apa ada hal lainnya ? " tanya Lisa semakin penasaran


"entahlah...tapi yang kutahu mimic octopus juga bisa mengubah bentuknya, akan kupelajari nanti " kata Prof Gema


"mimic octopus ? jadi yang kau gunakan kemampuan dari hewan ? " tanya Lisa


Prof Gema menjelaskan detail serum baru buatannya yang bisa menyalin sel dan genetika hewan, sehingga bisa menjadikan pemakainya memiliki kemampuan hewan tersebut.


"jadi itu dari hewan yang ada di dapur ya " kata Lisa


Lisa sangat senang mendengarnya dan ingin segera menggunakan serum baru itu. Akan tetapi prof Gema menolak keinginan Lisa. prof Gema kemudian meminta sedikit darah Lisa dan juga mengambil darah miliknya sendiri.


Satu serum yang berisi darah belut listrik di ambil sedikit dan di masukkan kedalam dua botol kecil yang terbuat dari kaca. Serum itu kemudian dicampurkan dengan darah Lisa dan Prof Gema. Beberapa saat kemudian Sebuah ledakan kecil terjadi menyebabkan kedua botol kaca hancur berkeping - keping.


"itulah sebabnya kenapa aku melarangmu meminumnya, aku masih belum punya cara untuk menggabungkannya " ucap prof Gema


"jadi kita harus mencari orang lain untuk menggunakan serum belut listrik itu ? " tanya Lisa


"entahlah, saat ini aku tidak memiliki orang yang bisa dipercaya " balas prof Gema


"bagaimana dengan Riyan " usul Lisa


Prof Gema teringat kalau Riyan adalah pengguna Nano System, sebuah system yang bahkan bisa menyatukan benda mati seperti nano material dengan mahkluk hidup. Dia berfikir mungkin Riyan adalah kunci dari penelitiannya.


"kau benar, kenapa aku tidak memikirkannya. kita membutuhkannya " kata prof Gema dengan sedikit gembira


"benarkan, kurasa dia calon yang cocok untuk meminum serum baru itu " kata Lisa