NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 35 Barium



Para pria melepaskan baju mereka dan hanya dengan celana pendek melompat ke kolam berwarna hijau tersebut. Para wanita juga ikut menyeburkan diri ke kolam dibawah air terjun tersebut dengan baju kaos dan celana.


Tubuh atletis Riyan dengan otot dan perut sixpack nya membuat para gadis disana sedikit terpesona dan kagum, dan teman prianya disana sedikti iri dengan hal itu.


"darimana kau tau tempat ini ? " tanya Fikri kepada Riyan


"aku mendengarnya dari penduduk lokal, kata mereka hampir tidak ada yang tahu tempat ini " jawab Riyan terpaksa berbohong untuk menutupi rahasianya


Mereka sangat menikmati berendam dan berenang disana. Beberapa ada yang naik dan melompat dari atas air terjun, kesenangan luar biasa dirasakan oleh mereka semua seolah melupakan hal lainnya.


Saat itu ketika teman - temannya terlalu senang, Riyan berjalan perlahan menuju gua dibalik air terjun besar itu.


"mau kemana ? " tanya Cindy mengagetkannya dari belakang


Karena sudah terlanjur ketahuan, Riyan mengajak Cindy untuk mengikutinya kebalik air terjun dan menuju mulut gua itu. Cindy memperhatikan lebar mulut gua yang diperkirakan 2 meter dan tinggi 3 meter.


"kau sebaiknya tidak usah ikut Cin, didalam mungkin bahaya " kata Riyan


Cindy mengatakan tetap akan ikut dan berencana mengajak yang lain namun Riyan mencegahnya, dia bisa melindungi Cindy namun apabila yang lain juga ikut dia tidak bisa menjamin keselamatan yang lain. Lagipula menurut Riyan mengajak mereka itu akan membuat keributan dan heboh.


"baiklah, tapi kita perlu senter kalau mau masuk kesana " kata Cindy


Riyan yang tidak terpikirkan akan hal itu, menggerakkan tangannya kebelakang pinggul dan menyuruh alpha membuat senter. Kemudian menunjukkan kepada Cindy seolah mengambil dari kantong belakang celananya.


"ini sudah aku bawa " kata Riyan menunjukkan senter di tangannya


"aneh juga, ternyata kau sudah bersiap ya " kata Cindy


"aku tidak sengaja melihat gua ini ketika berenang tadi, makanya langsung ambil senter " kata Riyan


Merekapun memasuki gua itu dengan sebuah senter. Semakin kedalam lorong yang mereka lalui semakin besar dan hanya ada bebatuan dan kelelawar yang menggantung di atas langit - langit gua tersebut.


10 menit mereka terus masuk semakin dalam. Cindy ketakutan dan berpegang dengan lengan Riyan, hingga sampai pada sebuah tempat dengan perkiraan ukuran 4 x 4 meter dan tinggi 3,5 meter. Terdapat bebatuan stalagmit dan lantai yang digenangi air.


Uniknya di tempat itu penuh dengan cahaya berwarna hijau dan biru pada langit - langit gua, lebih terlihat seperti langit pada malam hari yang dipenuhi bintang. Pemandangan indah itu membuat keduanya takjub dan terus memandang cahaya itu.


"Arachnocampa Luminosa " gumam Cindy


"cacing bawah tanah Glowworm ? " tanya Riyan


"benar, tapi aku tidak menyangka bisa melihatnya disini " kata Cindy


Glowworm ini dikenal tinggal di gua - gua dan di tepian terlindung di semak asli di mana kelembapan tinggi. Larva spesies ini bersinar untuk menarik mangsa ke dalam cincinnya. Cahayanya memiliki panjang gelombang maksimum 487 nm, cahaya ini dihasilkan sebagai hasil enzim luciferase yang bekerja pada molekul kecil luciferin.


Masih terkagum dengan keindahan cahaya tersebut, tanpa sengaja Cindy melihat sebuah lorong kecil yang hanya visa dilewati satu orang. Dia berjalan kesana diikuti Riyan dari belakang, dan disana terdapat ruangan berukuran lebih kecil dan rendah sehingga cahaya dari hewan itu lebih terang.


Diruangan itu terdapat akar dari pohon yang kemungkinan berada jauh diatas gua tersebut. Akar itu ditumbuhi banyak jamur yang juga bersinar, dan terdapat beberapa bunga diantara jamur -jamur itu yang berbentuk seperti bunga sepatu tetapi dengan tangkai hitam, kelopak hijau panjang bersinar dan benang sari yang memancarkan cahaya kuning emas .


"aku belum pernah melihat jamur dan bunga seperti ini " kata Cindy


Sama halnya dengan Riyan yang juga belum pernah melihat tumbuhan seperti itu, Riyan kemudian menanyakan kepada Alpha. Setelah memindai bunga dan jamur yang ada disana, Alpha tidak menemukan kedua tumbuhan itu dalam databasenya.


Namun dari hasil pindai Alpha, kedua tanaman itu mengandung berbagai zat yang baik untuk tubuh, terutama Barium sulfat yang dapat menyerap panas pada siang hari dan memancarkan cahaya di malam hari. Akan tetapi dalam kasus ini tanaman jamur maupun bunga itu menyerap cahaya dari Glowworm, dan itu tidak lazim berdasarkan informasi Alpha.


Informasi dari Alpha membuat Riyan tertarik untuk membawa beberapa jamur itu untuk dimakan. Begitu juga Cindy yang tertarik untuk membawa pulang bunga cantik itu untuk memeliharanya.


Hanya saja mereka tidak membawa peralatan untuk membawanya, dan Riyan tidak mungkin membuatnya disaat Cindy sedang bersamanya. Akhirnya Cindy meninggalkan tempat itu tanpa membawa apapun namun berniat akan kembali lagi suatu saat nanti dan Riyan memutuskan mengambil beberapa jamur saja.


Riyan dan Cindy keluar gua dan menemui teman - teman mereka yang sudah berganti pakaian untuk pulang. Setelah Riyan dan Cindy berganti pakaian sebentar, mereka semua melanjutkan turun menuju pemukiman dan pulang.


Siang hari sekitar jam 3 mereka tiba dipemukiman kaki gunung sapathawung dan makan siang pada sebuah warung disana. Mereka merasa kagum dengan Riyan yang mengetahui air terjun dimana mereka bisa bersenang - senang disana.


Seusai makan siang mereka akan meninggalkan gunung sapathawung dan pulang kerumah masing - masing. Kecuali Riyan, mereka menaiki sebuah mobil tipe minibus yang khusus disewa untuk ketempat ini.


*Kota Malang*


Sebuah kantor dengan ruangan besar yang dilengkapi berbagai perabot mewah, disana pak Rudy dan beberapa orang karyawannya sedang mendiskusikan mengenai penangkapan antelope unik yang mereka inginkan.


Mereka telah mempekerjakan beberapa pemburu profesional yang baru untuk menangkap Antelope itu namun belum ada hasil. Bahkan sampai saat ini belum ada berita kalau antelope itu sudah berhasil ditangkap.


"bagaimana dengan orang yang dulu berhasil menangkap antelope itu pak ? " tanya salah seorang karyawan disana


"dia sedang tidak bisa saat ini " jawab pak Topan yang ada disana


Setelah pembahasan selesai, semua orang dipersilahkan pak Rudy meninggalkan ruangannya. Saat itu semua karyawan meninggalkan ruangan tersebut kecuali pak Topan.


"apa sebaiknya kita katakan yang sebenarnya kepada Riyan? mungkin dia mau membantu kita jika tahu kebenarannya " kata Topan


"kita mengenalnya belum lama, belum tahu pasti sifatnya. Aku khawatir malah akan mengacaukan segalanya " balas pak Rudy


"tapi sejauh ini hanya dia yang mampu menangkap binatang itu, kalau begini kita hanya bisa menunggu antelope yang kita bawa berkembang biak " kata Topan


Kedua Antelope yang berhasil ditangkap Riyan saat itu memang sekarang berada di peternakan yang jauh dari kota Malang untuk dikembang biakkan oleh pak Rudy.


Sebenarnya sewaktu dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk pembiakan kedua antelope itu, Dokter hewan menemukan suatu keanehan dengan genetikanya dan membawa sampel darah hewan itu ke laboratorium.


Hasilnya bahwa hampir keseluruhan bagian dari antelope itu bisa digunakan untuk penyembuhan berbagai penyakit, bahkan penyakit ganas seperti kanker dan leukimia. Hal itu kemudian dirahasiakan oleh pak Rudy dan hanya sebagian orang yang mengetahuinya.


Informasi ini akan membuat dunia kesehatan menjadi heboh, para analis yang terlibat memerlukan keseluruhan bagian antelope itu untuk proses penelitian lebih detail. Itulah sebabnya pak Rudy memerlukan antelope lain untuk dijadikan bahan penelitian.


Jika penelitian itu berhasil menciptakan sebuah obat yang luar biasa, maka tentu saja keuntungan akan sangat berlimpah bagi mereka. Selain itu kekhawatiran lainnya bagi pak Rudy dan Topan adalah apabila ada orang lain yang mengetahui tentang manfaat antelope ini.


"kudengar saat ini tingkat kematian pemburu disana semakin meningkat dari kemarin, semoga orang - orang kita tidak apa " kata Topan


*Hutan pedalaman Amerika Selatan*


Sebuah laboratorium kelompok NOZ, dimana meja panjang berwarna putih yang dilengkapi dengan Botol dan gelas laboratorium dan cairan warna warni terisi didalamnya.


Ruangan itu dipenuhi para ilmuwan dengan mengenakan jas laboratorium putih yang sedang melakukan penelitian untuk organisasi NOZ.


Seseorang dengan jas hitam lengkap disertai dua pengawal memasuki ruangan itu dan bertanya kepada pimpinan penelitian disana, dia menanyakan mengenai kemajuan penelitian mereka terhadap antelope unik yang mereka dapatkan dari kelompok Riyan dahulu.


Pimpinan penelitian bernama Prof Ednewt menjelaskan bahwa secara sederhana, daging maupun darah antelope itu bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Namun bagi mereka, hal biasa seperti itu bukanlah tujuan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi kekurangan bahan dalam membuat serum kekuatan secara permanen yaitu unsur barium unik yang berbeda dengan barium biasa.


Saat ini darah antelope itu bisa diproses untuk meningkatkan durasi dari serum pemulihan luka. Sedang untuk bagian yang lain, para ilmuwan itu masih melakukan penelitian untuk bisa mendapatkan unsur pengganti dalam serum kekuatan permanen, bukan hanya sekedar penyembuhan.


Prof Ednewt memberikan kemungkinan jika Antelope jantan memiliki genetika yang lebih kuat dari pada betina yang mereka teliti. Sehingga Prof Ednewt menyarankan untuk segera mendapatkan Antelope unik jantan sebagai objek penelitian.


Kemudian Prof Ednewt memberikan kotak kecil berwarna putih dengan ukuran 30 cm, Pria bersetelan hitam membuka kotak itu dan terdapat 16 botol kecil serum peningkat kecepatan dan kekuatan.


"suruh anak buahmu memakai itu untuk menangkap Antelopenya " kata Prof Ednewt


"Baiklah, akan kuperintahkan beberapa orang lagi untuk menangkap antelope itu menggunakan ini " kata seorang bersetelan hitam kemudian meninggalkan laboratorium itu.


Didalam mobil, pengawalnya mengatakan kalau keberadaan antelope itu sekarang sudah diketahui banyak orang melalui media. Bahkan pemerintah Amerika juga ingin menangkap dan melestarikannya.


Beberapa anggota mereka menjadi sedikit terganggu dengan keberadaan pemburu lain. walau mereka sudah menyingkirkan para pemburu, namun pemburu lainnya muncul kembali untuk menangkap Antelope itu.


"tapi dari semua itu, saya lebih khawatir jika orang yang berhasil menangkap antelope itu kembali lagi " kata pengawal


"maksudmu orang yang menggunakan tali nano material itu ? kalau begitu kirim pasukan tambahan dan habisi saja siapapun yang ditemui di hutan itu, biarkan para pemburu kita fokus menemukan antelope itu " jawab Pria itu


Dengan turunnya Organisasi NOZ dalam perburuan antelope unik itu, sudah banyak pemburu baik dari pihak pemerintah maupun swasta yang terbunuh didalam hutan tersebut. Tidak perlu waktu lama hal tersebut membuat beberapa pemburu lain takut untuk memasuki area itu.


Termasuk pemburu yang dulu bekerjasama dengan Riyan berhenti bekerja dengan pak Rudy. Itulah sebabnya kenapa pak Rudy mempekerjakan pemburu baru yang tidak mengetahui informasi disana.


Informasi mengenai pembunuhan para pemburu dihutan Amerika Utara disembunyikan oleh pemerintah Amerika dengan memberikan berita bahwa kejadian itu disebabkan oleh binatang buas.


*Rumah Riyan*


Sore hari Riyan tiba dirumahnya, dia melihat sebuah motor yang dikenalnya yaitu motor milik Lisa. Penasaran dengan keberadaan motor itu dirumahnya, riyan turun dari motornya dan langsung masuk untuk memastikan.


Ternyata disana Riyan melihat seorang pria yang diundang oleh Tari untuk makan malam bersama sedang memasak dengan Tari di dapur.


"kakak pulang tepat waktu, sebentar lagi kita makan malam " kata Mila keluar dari kamar mandi


Tari menengok kearah Riyan kemudian mengenalkan mereka berdua. Prof Gema kaget ketika mengetahui ternyata Riyan tinggal disini, begitu pula Riyan yang tahu kalau Tari kenalan Prof Gema.


"sebaiknya kau mandi dulu kemudian bersiap untuk makan malam sama - sama " kata Tari kepada Riyan


Saat makan malam semuanya berkumpul di meja makan. Tari menceritakan kejadian awal pertemuannya dengan Prof Gema dan hari ini seharian dia menemani Tari dan Mila jalan - jalan. Karena itu Tari dan Mila mengajaknya untuk makan malam dirumah.


Riyan mengetahui kalau Prof Gema memang bukan orang jahat, namun statusnya sebagai musuh dari organisasi NOZ membuatnya bisa membahayakan Tari dan Mila.


Seusai makan malam, sementara Mila dan Tari mencuci piring kotor. Riyan dan Prof Gema duduk diteras rumah berbincang - bincang.


"aku tidak tau kalau kau tinggal disini, apa dia ibumu? " kata Prof Gema


"bukan, dia kabur dari kelompok kurassha dan saya hanya menjaganya disini " jawab Riyan


"Lisa sudah menceritakan tentang kau dan kelompok itu, perlu kau ketahui kalau NOZ ada dibelakang mereka " kata Prof Gema


Riyan memang sudah curiga kalau kelompok itu didukung oleh organisasi besar, Berdasarkan cerita dari Lei, Kurassha saat ini sudah menguasai organisasi dunia bawah tanah di Indonesia.


Riyan kemudian merasa penasaran dan bertanya kepada Prof Gema. Dengan NOZ yang semakin memperlebar sayapnya, bagaimana Prof Gema dan Lisa melawan organisasi sebesar itu hanya dengan dua orang.


Prof Gema mengatakan bahwa dia sedang mencari dan mengumpulkan orang - orang yang melawan NOZ secara pribadi seperti Lisa. Selain itu, dengan semakin meluasnya organisasi itu, maka intelegen tiap negara dan Interpol juga pasti mengejar mereka.


"kalau kemampuan orang - orang dari NOZ seperti Lisa, kurasa bahkan Interpol tidak akan mampu berbuat banyak " kata Riyan


"aku tau, itulah sebabnya aku membuat serum kekuatan untuk melawan mereka. Tapi modal yang dibutuhkan tidak sedikit " kata Prof Gema


"kenapa tidak membuatnya untuk Interpol atau CIA waktu anda di amerika ? mereka pasti akan memberikan fasilitas kan " tanya Riyan


Prof Gema menjelaskan kalau hal itu masih tidak bisa dilakukan saat ini. Disamping mungkin ada mata - mata NOZ dalam Interpol ataupun CIA, bisa saja dia akan dituduh bekerja sama dengan ******* dan ditangkap.


Karena itu sebelum prof Gema memberikan bantuan kepada mereka, NOZ harus benar - benar sudah menunjukkan dirinya kepada Dunia, bukan hanya sekedar pemain dibelakang layar.


Setelah berbincang sedikit lama, Riyan teringat jamur yang dibawanya dari gua digunung sapathawung. Dia berlari menuju motornya dan mengambilnya dari plastik hitam yang menggantung di motornya.


"apa boleh buat, untuk sarapan besok saja " gumam Riyan berjalan menuju rumah


Hanya saja ketika melewati teras, Prof Gema menghentikan Riyan dan menanyakan apa yang ada didalam plastik hitam yang dibawa Riyan hingga memancarkan cahaya yang terlihat dari luar plastik.


Riyan menunjukkannya kepada Prof Gema, ketika jamur itu dikeluarkan dari plastik cahayanya redup. Melihat jamur itu membuat Prof Gema tertarik dan meminta kepada Riyan untuk dibawa pulang. Riyan kemudian memberikan 3 buah jamur kepada prof Gema dan melanjutkan meletakkannya kedalam kulkas.


Prof Gema menutupi jamur itu dari cahaya lampu dan segera cahaya terang memancar dari jamur tersebut.


"barium sulfat? tapi ini agak aneh, mungkinkah ini unsur yang kucari " gunam Prof Gema


Beberapa menit kemudian Prof Gema pamit pulang. Dia menjadi tidak sabar untuk menguji dan memulai eksperimennya kembali setelah mendapatkan jamur itu dari Riyan.