
*Alun-alun Kota*
Pagi ini Alun-alun Kota Muriya dipenuhi oleh kerumunan yang terdiri dari siswa dengan seragam putih abu-abu,para guru dan orang tua murid. Baliho dan Spanduk besar bertemakan Olimpiade pelajar terpampang dan tergantung hampir di setiap penjuru Alun-alun.
Ya..hari ini adalah pembukaan Liga Olimpiade dan Olahraga Pelajar dimulai, banyak siswa dan siswi berkumpul baik peserta maupun penonton yang ingin memberi semangat. Mereka sangat antusias terhadap acara ini.
Diatas sebuah panggung, peresmian acara diawali dengan sambutan oleh walikota yang kemudian dilanjutkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Muriya sekaligus membuka acara.Pada pukul 09.00 kemudian dilanjutkan beberapa pertunjukan kesenian daerah oleh para siswa.
Riyan menoleh kanan kiri depan belakang mencari Cindy namun tidak terlihat, diapun berpikir mungkin Cindy terlambat datang. Setelah pertunjukkan kesenian selesai, suara panggilan dari panitia terdengar.
"Para peserta diharapkan berkumpul di depan panggung, untuk bidang olahraga sebelah kiri dan ilmu pengetahuan sebelah kanan" kata salah seorang panitia dengan memakai microphone yang terhubung ke speaker wireless.
Riyan dan seluruh peserta liga olimpiade pelajar bidang ilmu pengetahuan dari 9 sekolah berkumpul di sebelah kanan panggung, kemudian diatur kembali untuk berbaris berbanjar kebelakang sesuai sekolah masing-masing.
Riyan berbaris di posisi paling belakang dekat dengan kerumunan yang ada dibelakang para peserta.
"sepertinya sekolah kita akan mewakili kota lagi untuk liga provinsi" celetuk orang dibelakang Riyan
"Entahlah, tapi kalau dilihat disini sih memang mukanya biasa semua, hahaha" jawab siswa lain.
Tidak lama ada siswi yang mau melewati mereka, niat usil mereka muncul kemudian menghalangi siswi itu.
"Maaf, permisi aku mau lewat" suara yang dikenal Riyan dari arah belakang, itu suara Cindy
"Eiiit, bayar pajak kalau lewat sini" kata seorang siswa itu, kemudian keduanya membalikkan badan ke arah Cindy
"Ayoo Cepat Baris! Fajar Harapan cuma 6 orang??" tanya Panitia dengan pengeras suara
"Biarkan dia lewat" Riyan muncul dibelakang para siswa yang menghalangi Cindy
Siswa-siswa itupun membuka jalan agar Cindy dapat melewati mereka dan menuju barisan SMA Fajar Harapan.
"Owh ternyata dari sekolah dusun" kata Siswa itu.
"Sudah jangan ladeni mereka, ayo baris" ajak Cindy dengan menarik tangan Riyan membuat barisan SMA mereka menjadi lengkap dan panitia memulai arahannya.
Sesuai pengarahan oleh tim panitia, maka masing-masing akan ditujukan ke tempatnya sesuai perlombaan yang diikuti.
Liga Bidang olahraga dilakukan dengan sistem nilai atau poin, Kemenangan akan mendapat 4 poin, seri 3 poin dan kalah 2 poin. Untuk pelaksanaan dilakukan di gelanggang olah raga Kota Muriya.
Untuk bidang ilmu pengetahuan akan di lombakan didalam ruangan yang disediakan di Dinas Pendidikan. Seluruh peserta akan dikumpulkan satu ruangan, dan perlombaan akan dilaksanakan sesuai jadwal yang ditentukan.
Karena beberapa kendala teknis yang membuat pemisahan peserta lomba tidak jadi dijalankan, maka perlombaan diadakan dalam satu tempat yang sama. Panitia membawa para peserta menuju Aula dinas pendidikan yang tidak jauh dari alun-alun. Didalamnya merupakan ruangan yang sangat besar dengan ratusan kursi telah tersusun didalamnya.
"kau kenapa bisa terlambat?" Tanya Riyan kepada Cindy sambil berjalan Menuju aula
"Itu karena ibuku, dandannya lama" jawab Cindy
"memangnya kamu tidak?" kata Riyan
"aku kan tidak dandan" jawab Cindy
"iya juga sih, enak ya kalau cantik bawaan lahir, jadi ga perlu dandan" kata Riyan
"mulai lagi Rayuannya" kata Cindy
Sesampainya di aula Dinas Pendidikan,
Sebuah panggung dengan tinggi sekitar 1,5 meter bisa terlihat dari pintu masuk, diatasnya terdapat 9 podium kecil dilengkapi bel dan papan score digital di depan podium kecil itu untuk peserta menghadap penonton dan 3 kursi dengan satu meja panjang untuk panitia menghadap peserta.
Para peserta dipersilahkan mengisi kursi yang berada didepan dan penonton bisa memilih kursi yang kosong dibelakang para peserta.
Setelah semua kursi terisi walau beberapa penonton ada yang berdiri didekat pintu maupun dinding aula, 4 orang panitia menaiki panggung dan 3 dari mereka duduk di kursi panitia, yang satunya memegang microphone dan membacakan peraturan setelah mengucapkan salam kepada semuanya.
Peraturan lomba ini sederhana, para peserta akan berdiri di podium masing-masing dan panitia akan mengajukan sebuah soal untuk dijawab oleh para peserta.
Ada dua babak yaitu pertama soal perorangan dan yang kedua rebutan. Untuk perorangan, masing-masing akan diberi 10 soal, jika jawaban benar nilainya 10 jika salah akan dilempar kepada peserta lain secara rebutan.
Untuk babak rebutan, siapa yang lebih cepat menekan Bel pada podium maka dia berhak menjawab lebih dulu. Poin jawaban benar 10 dan jika salah dikurangi 5.
Nilai akan di tampilkan langsung di depan layar yang ada di podium masing-masing, siswa dengan nilai akhir tertinggi adalah pemenangnya dan akan lanjut ke tingkat Provinsi mewakili kota Muriya untuk bertanding kembali dengan perwakilan dari kota lain.
"untuk yang pertama adalah perlombaan mata pelajaran Akuntansi" kata panitia pembawa acara.
9 orang siswa dari berbagai sekolah yang namanya dipanggil, kemudian naik ke atas panggung menuju podiumnya masing - masing. Dan perlombaan pun dimulai.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30, tiga mata pelajaran sudah dilombakan dan tidak ada satupun kemenangan bagi SMA Fajar Harapan, nilai mereka selalu paling bawah.
Saat ini peserta pelajaran Biologi yang ada di atas panggung. Nilai sementara SMA Fajar Harapan berada di urutan ke 3 dan hanya tersisa 5 soal rebutan dari juri. Begitu semua soal habis nilai SMA Fajar Harapan berada pada urutan ke 7 karena jawaban yang diberikan selalu salah membuat poinnya berkurang drastis.
Pukul 12.00 perlombaan dihentikan sejenak untuk istirahat selama setengah jam dan dimulai kembali pukul 12.30.
Riyan, Cindy dan peserta lain yang tersisa berkumpul di kantin Dinas Pendidikan untuk makan minum. Riyan menerima Chat masuk dan membacanya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mila :
Kakak sudah selesai lombanya?
Riyan :
Belum,,mungkin sekitar jam 2 baru giliran ku
Mila :
syukurlah berarti aku masih sempat lihat, pulang sekolah nanti aku ke sana sekalian ajak nenek.
Riyan :
ok..perlombaannya di Aula, kau masuk saja
Mila :
Ok kaka
Tengah mengobrol dengan yang lainnya, tidak jauh dari situ, meja yang berada dibelakang mereka diisi 7 siswa SMK Tunas Muda berbincang.
"Lumayan juga SMA dusun tadi tidak paling bawah, hahahahah" kata seorang siswa sekolah SMK Tunas Muda.
"Benar, biasanya tiap tahun langganan juru kunci di olimpiade ini" sahut yang lainnya
"seharusnya mereka tidak perlu ikut dan diam saja di dusun, hahhah" Semua dari mereka tertawa,
Mendengar pembicaraan itu, teriakan pun terdengar dari meja tempat Riyan berkumpul.
"jangan menghina sekolah kami ya" kata Fikri, siswa Peserta perwakilan Geografi SMA Fajar Harapan dengan nada kencang
"Eh ternyata Sekolah dusunnya ada dibelakang kita" kata siswa disitu.
"memang benarkan, SMA kalian selalu jadi juru kunci dan lokasinya di dusun dekat hutan, jadi apanya yang salah?" jawab mereka
"Betul, beda jauh dengan sekolah kami yang selalu jadi perwakilan kota ke kejuaraan provinsi, sepertinya yang sekolah di sana keseringan berteman dengan monyet" tambah mereka lagi.
Fikri tidak bisa menahan emosinya lagi dia berdiri dari kursinya namun Cindy menahan dan menenangkannya.
"Nona yang di sana, sebaiknya kau pindah saja ke sekolah kami" kata seorang dari mereka yang memakai kacamata memandang kepada Cindy
"terimakasih, tapi aku suka disini" kata Cindy
"Kau tidak lihat? sekolah kami sudah jelas mewakili 3 pelajaran, sisa 4 pelajaran lagi pasti juga akan kami menangkan lagi" jawab mereka
"kalian lebih baik mengundurkan diri itu daripada diurutan bawah lagi, hahaha" ejek mereka
Mendengar pembicaraan mereka dari tadi akhirnya Riyan bicara tanpa menoleh kepada mereka
"Kalian sepertinya yakin sekali kalau bisa mewakili semuanya" Kata Riyan sambil meletakkan minumannya
"tentu saja, dari awal sekolah kami hanya menerima siswa berprestasi, kau tidak akan bisa masuk jika nilaimu rendah" kata salah satu dari mereka
"jadi karena itu? kalian pikir sekolah kalian sudah memiliki semua orang-orang cerdas di kota ini ya" balas Riyan
"tentu saja, bahkan dengan murid paling pintar disekolah kalian tidak akan bisa masuk standar sekolah kami. Itulah kenapa sekolah kami menjadi Favorit di Kota ini" kata Siswa dengan Kacamata
"sombong sekali, kalau begitu akan ku pastikan kalian tidak akan bisa memenangkan semua mata pelajaran. Paling tidak untuk Fisika" Kata Riyan memalingkan tubuhnya kearah siswa - siswa SMK Tunas Muda.
"benarkah???apa kau mau bertaruh?" tantang siswa berkacamata dari SMK Tunas Muda
"Boleh, katakan saja" ucap Riyan
"Kau pasti bodoh, semua yang pernah ikut perlombaan kecerdasan di SMP pasti tau dengannya,dia itu juara lomba Fisika tingkat SMP dan nilai ujiannya kemarin di SMK Tunas Muda untuk Fisika adalah 90" kata siswa SMK Tunas Muda yang ada disitu dekat Riyan.
"Aku memang tidak pernah ikut perlombaan semacam itu jadi aku tidak tau, memangnya kenapa dengan nilai 90" jawab Riyan
"habislah kau" kata siswa SMK itu
"Jika SMK kami menang dipelajaran Fisika, kau harus berkeliling Alun-alun dengan merangkak dan menggongong sebanyak 3 putaran" ucap siswa berkacamata dengan wajah sombong
"bagaimana kalau SMA kami menang?" Tanya Riyan
"walau itu tidak mungkin, tidak perlu menang, bahkan jika SMA mu berada di posisi 4 nanti, aku akan bersujud padamu dan menjadikanmu bosku" Kata Siswa berkacamata.
"Baiklah, setuju" kata Riyan
"kau punya nyali meskipun tidak punya otak, namaku Indra siapa namamu?" kata siswa berkacamata
"aku Riyan" jawabnya
"Semoga wakil Fisika dari SMA mu tidak mengecewakanmu" kata Indra kemudian meninggalkan tempat itu.
Jam istirahatpun berakhir, mereka semua kembali menuju aula dan dilanjutkan dengan Perlombaan berikutnya yaitu matematika.
Satu setengah jam kemudian SMA Fajar Harapan berada di posisi ketiga, SMK Tunas Muda di posisi kedua dan SMA swasta lain menjadi pemenang olimpiade pelajaran Matematika untuk mewakili kota menuju perlombaan provinsi.
"Kalian lihat, sudah kubilang kalian tidak akan bisa memenangkan semua pelajaran" kata Riyan kepada peserta SMK Tunas Muda.
"yang menang bukan sekolahmu kan, lagian posisi sekolahmu juga masih dibawah kami" jawab salah seorang dari mereka tidak mau kalah.
Pelajaran berikutnya adalah Kimia dan Cindy naik ke panggung menuju podium.
"eh bukan dia? kupikir gadis itu yang mewakili fisika" pikir Indra melihat Cindy naik ke podium
Babak pertama selesai dan nilai antara SMA Fajar Harapan dan SMK Tunas Muda sama. Babak kedua menjadi sengit,selisih nilai antara keduanya sangat kecil, dan pada saat soal kesembilan Cindy berhasil menjawab dengan benar membuat nilai kembali sama dengan SMK Tunas Muda.
Pertanyaan terakhir diberikan oleh panitia, SMK Tunas Muda menekan tombol lebih dulu dan mendapatkan hak untuk menjawab. Jawaban salah yang diberikan peserta dari SMK Tunas Muda membuat nilai mereka dikurangi dan otomatis kemenangan diraih oleh Cindy sebagai peserta dari SMA Fajar Harapan.
Untuk pertama kalinya SMA Fajar Harapan mendapatkan hak untuk mewakili kota Muriya untuk olimpiade tingkat Provinsi. Perlombaan berikutnya untuk pelajaran Geografi kembali SMA Fajar Harapan meraih juara.
Selanjutnya adalah perlombaan pelajaran Fisika, Riyan berdiri dan akan menaiki panggung setelah namanya dipanggil panitia pembawa acara.
"Jadi kau adalah peserta Fisika perwakilan sekolah dusun yang akan bersaing denganku" kata Indra kepada Riyan yang ingin menuju panggung.
Riyan hanya tersenyum, tanpa mengeluarkan balasan kata-kata dia meninggalkan Indra. Tidak lama kemudian nama Indra dipanggil untuk mengisi podium kecil di panggung.
Di atas panggung Riyan melihat adik dan neneknya duduk di tengah penonton, lambaian tangan Mila membuat Riyan tersenyum semangat.
Perlombaan dimulai, sepuluh pertanyaan dari panitia sepenuhnya dijawab oleh Riyan begitu juga dengan Indra. Nilai mereka meninggalkan peserta lain yang rata-rata hanya mampu menjawab 5 soal. Sekarang penentuan pemenang olimpiade sekaligus taruhan mereka ditentukan di babak kedua yaitu babak rebutan.
*disebuah rumah tua dikaki gunung jauh dari kota*
sekitar seratus orang berkumpul di rumah kosong, bangunan terbuat dari beton yang sudah sangat lama dengan Dinding yang dipenuhi tanaman rambat. David merencanakan untuk memancing Riyan ketempat ini dengan menculik adiknya.
"aku tidak menyangka ada bangunan disini, tempat ini cocok sekali untuk jadi kuburan bocah itu, Alex apa kau sudah mengurus bagianmu" kata David sambil melihat-lihat bangunan itu.
"menurut informasi adiknya sedang berada di alun-alun, saya sudah mengutus anak buah saya untuk mengikuti anak itu dan menunggu waktu yang tepat untuk mengurusnya" kata Alex
"Bagus, kali ini kita lakukan dengan benar" Kata David.