
Seperti seorang Jendral perang yang memimpin pasukannya, Andre berlari kearah David diikuti yang lainnya,,
"kenapa jadi begini" gumam David
Anak buah David sekarang terpecah,sebagian menghadang Andre dan kelompoknya dan yang lain masih berusaha menyerang Riyan dan menangkap adiknya.
David yang dari tadi hanya menyaksikan perkelahian saja sekarang harus ikut turun tangan.
Masing-masing dari kelompok Andre berhadapan dengan setidaknya dua orang, perkelahian ini sekarang terlihat seperti sebuah perang pasukan putih abu-abu melawan para preman.
"Klank..klaank""
"Buk...Buk.."
Suara benturan benda-benda keras yang ada di perkelahian serta pukulan tangan manusia memenuhi tempat itu.
"Nenek...nenek" teriak Mila kepada neneknya melihat kondisi neneknya yang makin lemah.
"Kakak..nenek kak"teriak Mila
Mendengar teriakan adiknya, ditengah perkelahian dengan Surya, Riyan menjauhinya dan mendekati Tony yang masih melindungi Adik dan neneknya yang semakin lemah.
"kau bisa menyetir mobil kan?"tanya Riyan sambil menyingkirkan preman yang mendekat.
"kenapa?" tanya Tony sambil menahan serangan preman yang mendekat dibawah perintah Alex.
"Nenekku, tolong antarkan dia ke rumah sakit, bawa Mila juga sekalian" Kata Riyan
"tidak masalah" kata Riyan
Merekapun sedikit demi sedikit membuka jalan untuk membawa nenek dan Mila mendekati mobil sedan berwarna hitam yang ada di sana sambil melawan para penjahat yang menyerang.
Setibanya di Mobil Hitam,Tony kesulitan membukanya.
"ini terkunci" pikir Tony
"hei..dimana kuncinya?" tanya Tony berteriak
"Aku tidak tau" Jawab Riyan
"kau ini, memangnya ini mobil siapa?" Teriak Tony
"kau ingin mencuri mobilku" Kata David yang mendekati Riyan dan Tony
"sekarang kita tau pemiliknya" Kata Riyan
"Alpha, dimana dia menyimpan kunci mobilnya?" ucap Riyan
[Pemindaian dilakukan....
Pemindaian selesai,kunci berada di saku jas sebelah kiri]
"aku akan mengambil kuncinya, tolong kau jaga nenek dan adikku dulu" kata Riyan pada Tony
"Baiklah" jawab Tony
Riyan bergerak mendekati David, Pertemuan mereka berdua ditengah perkelahian diawali dengan saling melepaskan senjata ditangan masing-masing.
disisi lain Alex yang terus berusaha mengambil Adik dan nenek Riyan berhadapan dengan Tony yang menjaganya.Sedang Andre menerobos mengalahkan setiap preman yang ditemuinya.
Tinju lurus dari tangan kanan David diarahkan ke wajah Riyan. Tangkapan tangan Riyan terhadap tinjunya membuat David semakin kesal dan kembali memukul dengan tangan kirinya kearah perut.
Riyan mundur untuk menghindari tinju itu kemudian melancarkan tendangan kanan kekepala David yang ditahan dengan pergelangan tangannya, hal itu menimbulkan jarak diantara keduanya.
Riyan merendahkan tubuhnya mirip seperti posisi awal berlari sprint,dia menarik nafas dalam dan "wooosh" dengan menggunakan sundang angin, tiba-tiba Riyan sudah ada di hadapan David dengan tinju tangan kirinya.
Reflek yang bagus dari seorah ahli beladiri sabuk hitam tingkat III membuat David menyilang kan tangannya untuk menghalau serangan dadakan Riyan.
Disaat yang bersamaan Riyan membentuk sebuah pisau kecil dari material nano ditangan kanannya dan menyobek saku kiri jas David sehingga menjatuhkan kunci mobilnya.
Dengan cepat Riyan menghilangkan Pisau itu dan menangkap kunci mobil milik David.
"terima kasih" kata Riyan sambil tersenyum
David heran dengan kata terimakasih Riyan,
Sadar saku jasnya sobek dan kunci mobil ada ditangan Riyan, dia marah dan berusaha mengambilnya kembali.
"serahkan kunci mobilku?" kata David
"heh...kau mau ini" kata Riyan sambil memperlihatkan kunci mobil.
Lengah dengan tingkahnya, kunci itu diambil dari tangan Riyan oleh seorang anak buah David yang datang dari arah belakang.
orang itu Ingin lari, namun tangannya tertangkap oleh Riyan. Kemudian Riyan menarik tangannya yang berlanjut dengan sebuah tendangan hingga membuat jatuh preman itu, dan kunci mobil David terlempar.
Kunci itu melayang kearah David, dengan tangan terbuka dia bersiap mengambil kunci itu, akan tetapi didekatnya seorang dengan baju putih abu-abu melompat .
"Dapat" ucap seorang siswa bernama Andi
David yang marah karena gagal mengambil kunci itu kemudian melepaskan tendangan kuat kearah Andi.
Riyan yang melihat tindakan David dengan masih menggunakan sundang angin dia berlari kemudian melompat, dan "Buuuk" telapak kaki Riyan mendarat di dada David sebelum kakinya sempat mengenai siswa bernama Andi itu.
"Riyan, kunci ini diapakan?" tanya Andi
"Berikan kunci itu pada Tony" Ucap Riyan
Anak itu hanya mengeluarkan jempolnya kearah Riyan dan mengangkat alisnya dua kali. Andi berlari menuju Tony sambil menghindar dan terus melewati perkelahian, namun langkahnya terhenti oleh Surya yang menghadangnya di pertengahan jalan.
Tanpa kata-kata Surya melancarkan tinjunya,
Andi mencoba menahan pukulan itu dengan menyatukan kedua lengannya. Tinju Surya tertahan, namun bukan oleh Andi,
melainkan tangan Andre yang menangkap pergelangan tangan Surya. Melihat itu Andi kembali berlari meninggalkan mereka berdua.
Tiba di tempat Tony berada, di sana Nenek dan adik Riyan sedang berlindung dibelakang Tony yang bertarung melawan Alex didekat mobil sedan hitam.
Pukulan Alex mengenai wajah Tony, begitu juga balasan tendangan Tony juga berhasil mengenai Alex. Tony menyapuh hidungnya yang mengeluarkan darah, sedang alex terluka di pelipis akibat tendangan Tony.
Ditengah pertarungan itu Andi menyelinap mendekati nenek dan Mila, kemudian memberitahukan Tony kalau kunci mobil itu ada padanya.
"Kau bawa anak dan nenek itu ke RS" kata Tony
"Baik" jawab Andi yang kemudian membuka mobil itu membawa masuk Mila dan Nenek.
Tony meminta satu orang lainnya ikut menemani Andi.
"Bagaimana dengan kakakku?" tanya Mila
"saat ini khawatirkan nenekmu dulu, kita akan memikirkan caranya nanti menyelamatkan semuanya" kata Andi didalam mobil
Tanpa membuang waktu lagi, Andi segera menghidupkan mesin mobil dan tancap gas keluar dari tempat pertarungan itu.melihat mobil hitam itu keluar area perkelahian membuat Riyan tenang.
Riyan memasang kuda-kuda Jeet Kuno Do, perkelahian antara dia dan David berlangsung dengan saling pukul.
Pukulan dari David yang diarahkan keriyan mampu dialihkan dan dibalas dengan pukulan yang juga mampu ditahan David.
"Itu terserah padaku" kata Riyan menyerang dengan kecepatannya membuat David hanya bertahan dengan menyatukan kedua lengannya melindungi wajah.
Beberapa pukulannya mengenai David secara telak namun tidak memberikan efek banyak.
"Kau menyerangku yang seorang sabuk hitam tingkat III dengan kekuatan seperti itu?ayolah keluarkan jurusmu yang kemarin malam" kata David membalas serangan Riyan.
Sebenarnya bukanya Riyan tidak mau, hanya saja jurus Sundang Sungai adalah jurus penyerangan yang menyerang siapapun didekatnya sambil menghindar tanpa kenal lawan atau kawan, itulah yang membuat gerakannya tidak bisa diprediksi dalam perang jaman dulu.
Dengan banyaknya teman-temannya disini dia takut akan melukai salah satu temannya.
David kembali menyerang Riyan dengan pukulan keras, Riyan hanya menggunakan pertahanan sundang gunung dan menghindar.
"sabuk Hitam tingkat III memang berbeda, selain tubuhnya keras, kekuatan tinjunya saja bisa menghancurkan Batako bertumpuk 5" pikir Riyan
Perkelahian sengit di sana sini, banyak yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri di tanah,csisanya dengan kondisi lelah, luka dan memar masih melanjutkan perkelahian.
Disisi lain Andre berhadapan dengan Surya yang merupakan sabuk hitam tingkat I sama dengannya.
Keduanya saling mengadu pukulan,
perut, bahu, kepala, dimanapun sasaran lokasi yang terbuka tidak disiasiakan kedua belah pihak. Hal itu membuat Baju mereka kotor,
tubuh kelelahan dan memar.
Walau usia mereka berbeda namun Kemampuan, kekuatan dan daya tahan keduanya seperti seimbang.
"Kau kuat juga bocah" ucap Surya
"cukup kuat untuk mengalahkan om om sepertimu" balas Andre
Kemudian pukulan tangan kiri mengarah kewajah Surya, dia menunduk untuk menghindarinya dan membalasnya dengan pukulan kanan ke perut Andre.
Ekspresi Wajah keras terlihat diwajah Andre menahan pukulan Surya diperutnya. Kemudian dia mengangkat tinju Tangan kanannya dan sekuat tenaga dilepaskan lurus kebawah mendaratkannya kekepala Surya.
Pukulan keras itu membuat Surya jatuh dan hampir pingsan. Andre menindihnya dan terus memukuli wajah surya.Tiba-tiba serangan dari belakang, pemukul bisbol mendarat dipunggung Andre.
Andre berpaling dengan wajah garang,
"wuuush" preman itu kembali mengayunkan pemukul bisbol ke arah Andre.
"Buuuk" pukulan Andre telak kewajah preman itu setelah dia menghindari pemukul bisbol,
pukulan yang keras dari Andre membuatnya terlempar.
Dibelakang Andre, Surya kembali bangkit dan menyapuh wajah yang penuh darah.
"Bocah kurang ajar" kata Surya mendekati Andre
"Dasar om om kampret" Gumam Andre berjalan kearah Surya
di depan pintu rumah tua itu Tony dan Alex tengah sama-sama kelelahan, namun tendangan Tony mengakhiri pertarungan mereka membuat Alex pingsan. Surya dan Andre tergeletak di tanah tidak bisa bergerak kehabisan tenaga mereka.
Setelah membuat David terhempas ke tanah dengan pukulannya, Riyan yang juga memar dan terluka akibat serangan David melihat disekitarnya banyak Teman-temannya yang terluka.
Kecuali Andre dan Tony, yang lain hampir tidak bisa bertahan menghadapi keroyokan preman.
"Hahaha walau kau kuat, tapi dengan luka-lukamu itu, kau dan teman-temanmu akan habis disini" kata David mencoba berdiri.
"Hosh...hosh" dengan nafas berat Riyan kemudian berlari membantu teman-temannya satu persatu dan mengumpulkan mereka, dari 50 orang hanya 15 diantaranya yang masih bisa bertarung, sedang Para preman itu masih tersisa 30 orang yang sanggup bertarung.
setelah seluruh teman-temannya berkumpul, Riyan memimpin dan menjaga mereka bergerak ke arah pintu masuk bangunan tua.yang masih kuat menggotong yang pingsan dan yang lain berjalan dengan sisa tenaganya.
David dan 30 anak buahnya yang masih kuat berjalan mendekati mereka.
"sepertinya kita akan habis disini" kata Tony sambil menggotong Andre yang kehabisan tenaga
"tidak, kita akan selamat" kata Riyan berjaga melindungi mereka dari serangan anak buah David
"lalu, sekarang bagaimana?" tanya Tony
"Kita akan masuk ke dalam bangunan tua itu dan menguncinya dari dalam, beristirahat dan menunggu Andi membawa bantuan" kata Riyan
"semoga saja" kata Tony
Begitu sampai didepan pintu masuk, Riyan menyuruh mereka semua masuk bersembunyi di dalam.
"silahkan saja kalian masuk, kami akan menabrak pintu itu, hahaha" teriak David.
seluruh anak buahnya berdiam diri seakan mempersilahkan Riyan dan teman-temannya masuk ke dalam, dan hal ini mengganggu Riyan.
Riyan menyerahkan Andre kepada Tony dan memintanya menjaganya, setelah semuanya masuk Riyan menutup pintu itu dan menghalangi pintunya dari luar dengan tongkat dari material nano.
Pintu bangunan ini merupakan pintu dengan dua daun pintu dengan gagang setengah lingkaran dikeduanya.Sehingga tongkat pendek bisa menghalangi pintunya terbuka.
*didalam bangunan tua*
Tony mencoba membuka pintu namun terhalang dari luar.
"Riyan bodoh, apa yang dipikirkannya,
melawan mereka seorang diri dengan tubuh seperti itu?" teriak Tony kesal
"Sudah ton, kita berdoa saja Andi datang membawa bantuan atau polisi" ucap seorang dari mereka.
*di luar bangunan tua*
Beberapa anak buah David mengambil galon berisi Bensin berniat membakar bangunan tua itu.
"sebenarnya kami ingin membakarmu di dalam setelah kau dikalahkan Safri dan Chandra, tapi ternyata malah kau yang keluar dari bangunan itu" kata David
"Jadi itu sebabnya kalian berdiam diri saat kami masuk kedalam" kata Riyan
"Kau benar, seharusnya kau ikut kedalam saja jadi kami tidak perlu menghajarmu lagi" Kata David
"Jangan terlalu berharap, aku yang akan menghajar kalian semua" kata Riyan
"hahahahaha kau melawak bocah" Ucap anak buah David dan mereka semua tertawa.
"baiklah, rencana berubah, kita hajar dulu bocah sombong ini lalu kita bakar teman-temannya didalam" kata David dengan lantang
Mereka semua meletakkan Bensin yang dibawa,kemudian mengambil pemukul bisbol dan berjalan kearah Riyan.
"dengan kondisi tubuh luka dan memar seperti itu, bahkan jika kau ahli silat aneh, aku ingin tau berapa lama kau bisa bertahan" kata David
"sebelumnya aku meminta Alpha agar tidak menggunakan pemulihan otomatis supaya tidak diketahui teman-temanku, melihat aku bisa sembuh sendiri mungkin saja mereka pikir aku mutan" ucap Riyan dalam hati dan tersenyum
"Luka?memar?yang mana?" Tanya Riyan
[Pemulihan otomatis diaktifkan]
David dan anak buahnya terhenti, kaget bercampur takut melihat seluruh luka dan memar Riyan tertutup dan pulih sepenuhnya. Bahkan pakaian SMA nya sekarang berganti menjadi pakaian hitam seperti ninja.
"bukankah kau ingin melihat jurus anehku kemarin malam?majulah akan kutunjukkan sekarang...David" Kata Riyan mengambil posisi jurus Sundang Sungai.