
*Disekolah*
Hari ini diadakan acara kelulusan untuk para murid kelas tiga. Setelah para orang tua murid pulang meninggalkan acara tersebut dan beberapa guru kembali ke ruangan mereka, acara hiburan dimulai.
Para murid berkumpul di lapangan sekolah didepan sebuah panggung yang sebelumnya adalah tempat sambutan kepala sekolah dan penyerahan hadiah. Beberapa siswa yang membentuk sebuah group band sedang membawakan lagu dipanggung tersebut.
Setelah acara selesai, Riyan mendatangi teman - temannya yang berada di atap sekolah.
Andre, Tony dan yang lainnya akan meninggalkan sekolah.Para sahabat tua yang membela Riyan, mereka tidak akan bertemu disekolah lagi.
Pergantian generasi pasti terjadi, peran Andre dan kelompoknya di sekolah telah selesai. Sekarang para murid baru akan datang mengisi sekolah itu.
"Kau sedih berpisah dengan mereka?" tanya Cindy kepada Riyan
"Kenapa harus sedih, mereka pergi bukannya mati. Selama ada ini maka tidak akan terasa jauh kan" kata Riyan menunjukkan Handphone.
"Aku dan teman - teman yang lain akan pergi ke Mall, kau ikut ya" ajak Cindy
"Baiklah, aku juga butuh hiburan sekali - sekali" kata Riyan
Merekapun pergi ke Mall bersama dengan teman - teman kelas Cindy dan Riyan mengajak Rifki dan beberapa temannya untuk menambah jumlah.
Mereka menuju lantai 3 yaitu arena permainan, kemudian menemani para wanita belanja dan berhenti di cafe untuk istirahat sambil makan - makan.
Saat berjalan menuju pintu keluar, Riyan bersenggolan dengan seorang gadis cantik berambut lurus sebahu dengan mata tajam bersama pria dewasa yang mungkin ayahnya.
"Maaf" kata Riyan
"Ya" kata gadis itu pergi mengikuti ayahnya
[Gadis itu, dia membawa material nano Tuan]
"Benarkah" kata Riyan kemudian melihat kearah gadis itu dengan seksama.
Cindy kemudian mencubit perut Riyan
"Fokus sekali melihatnya, cantik ya" kata Cindy sedikit cemburu
"Nggak lah, biasa aja" kata Riyan
Teman - temannya yang lain hanya tersenyum cekikikan melihat Cindy dan Riyan. Sambil menuju parkiran pulang, mereka kemudian menyarankan Riyan dan Cindy untuk jadi pasangan saja. Mendengar itu dari mulut teman - temannya malah membuat malu keduanya.
Seperti biasa Riyan mengantar Cindy pulang, mereka masih memikirkan perkataan teman - temannya. Keduanya memang saling menyukai, namun Riyan khawatir terhadap permusuhannya dengan pak Tirta malah akan mencelakakan Cindy.
Riyan kemudian pamit setelah keduanya hanya saling diam dan menatap. Diperjalanan dia menanyakan kepastian alpha mengenai kepemilikan material nano gadis itu.
[saya bisa mendeteksi keberadaan material nano dalam jalak 5 meter Tuan]
"Kalau benar gadis itu membawa material nano, berarti NOZ lebih dekat dari yang kukira, apa kerusuhan yang diberita itu ulah mereka?" kata Riyan
Sampai di rumah, Tari dan Mila sedang menyiapkan makan malam. Mencium aroma yang enak, Riyan langsung menuju dapur.
"Wah enak nih" kata Riyan mengambil sedikit makanan dimeja
"Cepat mandi dulu, ganti baju baru kesini" kata Tari
"Siap kapten" kata Riyan dengan tangan yang menirukan gerakan hormat.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Riyan bergabung bersama mereka dan mulai makan malam.
Bersantai di teras sambil melihat langit hitam berbintang, Riyan memikirkan tawaran pak Rudy untuk berangkat ke Amerika. Dia khawatir meninggalkan Tari dan Mila tanpa perlindungan.
Tari kemudian mengagetkan Riyan yang bingung. Dia meninggalkan Mila yang sedang menonton TV.
"Hei...apa yang kau pikirkan?" tanya Tari
"Aku berencana pergi jauh tapi aku khawatir dengan kalian disini" kata Riyan
"Memangnya kau pergi kemana?berapa lama?" tanya Tari
"Ke Amerika, mungkin sekitar satu atau dua minggu" kata Riyan
"Wah keren sekali keluar negeri, apa kau menghabiskan liburan di sana?" kata Tari
"Begitulah, ada seseorang yang mengajakku" Kata Riyan
Tari meyakinkan Riyan kalau dia bisa menjaga Mila, namun yang membuat khawatir Riyan adalah apabila terjadi penculikan kembali terhadap Mila.
Akhirnya Riyan menelpon pak Surya meminta bantuan untuk mencarikan beberapa Bodyguard yang hebat dan pandai menyamar untuk menjaga Adiknya dan Tari.
Keesokan harinya Riyan bertemu dengan pak Surya dikantornya untuk bertemu dengan beberapa pengawal. Karena pak Surya sudah tau kalau dahulu Riyan pernah berurusan dengan David, maka Pak surya mengerti alasan Riyan memerlukan bodyguard.
Di kantor pak Surya sudah hadir 4 orang pria berukuran sedang dengan tubuh atletis. Menurut biodata, mereka merupakan bodyguard handal yang ahli berbagai ilmu beladiri dan senjata api. Pak surya memberikan berkas biodata bodyguard itu pada Riyan. Dia membaca profil itu dan berjalan memandangi mereka semua satu persatu.
"Apa mereka boleh menggunakan senjata api" tanya Riyan kepada pak surya saat melihat profil mereka ditangannya
"Tentu saja, mereka ini pengawal dari perusahaan jasa pengawal yang legal, aku memakai jasa mereka kadang - kadang" jawab pak Surya
"Sempurna, berapa bayaran mereka?" tanya Riyan
"Rp.15.000.000 per bulan" jawab pak Surya
"Kalau kuambil semua itu bahkan hampir separuh dari bayaranku. Pak Rudy membayarku 70 juta untuk satu ekor Antelope unik itu, dan aku harus menangkap sepasang" pikir Riyan
Pak surya kemudian menanyakan keputusan Riyan, dan Riyan memutuskan untuk mempekerjakan mereka semua selama satu bulan.
"Uang bisa kucari, namun kalau kehilangan keluargaku, bahkan segunung emas tidak akan membantu mengembalikan mereka" begitulah pikir Riyan sehingga memutuskan membayar mereka semua.
Riyan mengatakan bahwa tugas pengawalan mereka tidak boleh diketahui siapapun. Kemudian Riyan menunjukkan kepada para pengawal itu rumahnya yang harus dijaga, serta memperlihatkan foto Tari dan Mila.
Kemudian membagi mereka menjadi kelompok dua orang untuk menjaga adiknya dan Tari saat keluar rumah.
Riyan memberikan informasi tempat kerja Tari dan sekolah Mila, untuk memudahkan para pengawal itu saat mengikuti mereka.
Berikutnya Riyan memasang CCTV di halaman dan pagar rumahnya, serta mengontrak sebuah rumah untuk para pengawal selama satu bulan. Riyan memilih rumah yang paling dekat agar para pengawal bisa cepat memberikan bantuan jika terjadi sesuatu.
CCTC itu dihubungkan ke HP nya dan sebuah Komputer di rumah kontrakan dimana para pengawal yang ditugaskan Riyan berada di sana. Dengan begini persiapan Riyan untuk pergi berburu ke Amerika dirasanya telah sempurna.
Riyan kemudian menghubungi pak Rudy tentang kesiapannya untuk pergi ke hutan Amerika melaksanakan pekerjaannya.
Dua hari kemudian pak Topan datang menemui untuk menjemput Riyan dengan berpakaian jas lengkap.
"Pak Rudy tidak ikut?" tanya Riyan
"Tidak, dia ada urusan lain, aku yang akan mendampingimu menggantikannya" kata pak Topan
Setelah Riyan berpamitan kepada Tari dan Mila, mereka berdua berangkat menuju bandara untuk pergi ke Amerika.
"Teman kakakmu banyak orang tua?" tanya Tari kepada mila
"Aku juga tidak tau tante" jawab Mila
"Riyan ini sangat misterius" pikir Tari
*Bandara internasional Amerika Serikat*
Riyan dan pak Topan disambut oleh seorang pria yang bertugas untuk mengantarkannya ke perkemahan para pemburu yang dipekerjakan pak Rudy.
Riyan dan Topan menaiki mobil jeep hitam, diperjalanan pak Toni memberikan Photo dan catatan mengenai hewan yang akan mereka buru kepada Riyan untuk dipelajari.
"Tentu saja berbeda, yang akan kau buru ini adalah unik dan sepertinya spesies yang sangat langka. Selain itu, walau jenisnya sama namun seperti yang kukatakan dahulu, antelope ini berada di tengah hutan, dan itu tidak lazim untuk seekor antelope" jelas pak Topan
3 jam kemudian mereka sampai di perkemahan di tanah lapang tepi hutan, di sana terdapat 5 orang pemburu yang sedang memasak dialam terbuka.
Salah satunya kemudian menyambut pak Topan dan bertanya mana orang yang akan membantu mereka dalam perburuan. Pak Topan kemudian mengenalkan Riyan kepada pemburu itu.
"Maaf kupikir kau anak pak Topan" kata pemburu itu
"Tidak apa" balas Riyan
Kemudian Riyan dipersilahkan untuk beristirahat di sebuah tenda besar yang ada di sana karena besok mereka akan memasuki hutan untuk memulai perburuan. Pak Topan menyampaikan kepada Riyan untuk menghubunginya jika sudah selesai, dan dia akan menjemputnya lagi disini.
Setelah Riyan pergi ke tendanya, pemburu itu kemudian menyampaikan keraguannya terhadap Riyan yang hanya seorang bocah SMA kepada pak Topan.
"Aku juga sebenarnya ragu dengan anak itu, namun pak Rudy sepertinya sangat yakin dengan kemampuannya membuat jebakan. Dari sini dia adalah bagian dari kalian" kata Topan kemudian meninggalkan tempat itu
Malam hari Riyan keluar dan bergabung dengan pemburu lain di dekat api unggun. Mereka saling berkenalan di sana dan kemudian menanyakan kemampuan menembak dan pengalaman Riyan dalam perburuan.
"Aku hanya pernah menangkap rusa dengan jebakan tali ku, jadi belum pernah berburu yang sebenarnya" kata Riyan
Para pemburu sedikit kecewa mendengarnya dan mulai menceritakan mengenai keseraman hutan dan binatang buas yang ada didalamnya untuk menakuti Riyan. Riyan mengalihkan pembicaraan kearah antelope yang akan diburu mereka besok.
Terakhir kali mereka melihat antelope itu ada di sebelah utara hutan ini. Beberapa saat kemudian Riyan meningalkan mereka dan berjalan sendirian ke tepi hutan.
"Alpha, kau sudah memindai hutan ini?" tanya Riyan
[ya, dan ada bekas reruntuhan bangunan di utara hutan ini]
"Bagus, artinya perjalanan kita searah dengan perburuan, tampilkan tempatnya" kata Riyan
Kembali peta hologram muncul dan menunjukkan lokasi reruntuhan bangunan laboratorium. Tapi walaupun lokasi antara bangunan dan hewan yang diburu searah, Riyan harus memikirkan cara untuk memisahkan diri dari para pemburu itu nantinya.
Keesokan harinya seluruh pemburu mengenakan pakaian berburu mereka dan menyiapkan peralatannya. Sedangkan Riyan hanya mengenakan jaket tebal coklat dan celana panjang, dengan membawa Ransel sekolah punggungnya yang berisi makanan menunggu yang lain di depan hutan.
"Dia bahkan tidak membawa senapan atau benda perburuan lainnya, anak ini bisa mati di hutan" kata salah satu pemburu
"Sudahlah, pak Rudy bilang dia seorang ahli perangkap, jadi mungkin saja ditasnya itu penuh perangkap, tapi kalau dia merepotkan nantinya, kita tinggalkan saja" balas pemburu lain
Beberapa menit kemudian pemburu lain sudah selesai menyiapkan barang bawaan mereka, termasuk makanan untuk 12 hari di hutan. Kemudian mereka masuk hutan dan dimulailah perburuan Antelope yang dinilai unik itu.
4 hari sudah berlalu, didalam hutan yang lebat itu belum dijumpai satupun antelope hingga membuat Riyan penasaran. Disela istirahat mereka pada malam hari ditengah hutan, Riyan menanyakan darimana asal informasi keberadaan antelope itu kepada para pemburu.
Mereka mengatakan bahwa sembilan bulan yang lalu ketika mereka berburu antelope pronghorn di padang rumput. Mereka melihat beberapa antelope pronghorn unik dengan tanduk hitam pekat saat diperjalanan melewati hutan sebelah utara, namun tidak bisa menembaknya karena banyak pepohonan.
Sejak saat itu mereka mencoba menangkap antelope unik itu namun larinya jauh lebih cepat dari antelope biasa.
"Aku sudah melihat photonya, tanduk hitam panjang dengan motif unik. antelope itu memang benar - benar berbeda dengan yang biasa" kata Riyan
"Aku akan memberi satu rahasia kepadamu, photo yang kami berikan itu palsu, itu hanya editan" kata salah satu dari mereka
Riyan heran kenapa mereka melakukan itu, kemudian mereka menjelaskan kalau saat itu pak Rudy tidak mempercayai mereka dan menyuruh agar tetap memburu antelope biasa.
Untuk membuat pak Rudy yakin dan mau membiayai perburuan mereka, maka mereka memberi photo itu kepada pak Rudy. Dengan adanya photo itu akan meyakinkan pak Rudy dan mendukung untuk perburuan hewan unik itu.
"Jadi itu sebabnya pak Rudy memintaku jadi pemasok daging rusanya, karena para pemburunya sedang sibuk dengan rusa uniknya" pikir Riyan
"Bukankah kalian sudah pernah melihatnya? kenapa tidak memberikan photo hewan yang asli?" tanya Riyan penasaran
"Kami hanya melihatnya dari jarak 50 meter, yang kami tau hanya tanduk antelope itu berwarna hitam. Selain itu kami ini pemburu bukan photografer, jadi tidak membawa kamera canggih. lagipula jika lebih dekat lagi maka hewan itu akan kabur, antara pendengaran atau instingnya sangat bagus" jelas salah satu pemburu.
Malam semakin larut dan mereka bergantian untuk tidur dan berjaga. Menurut para pemburu itu besok siang mereka akan tiba di lokasi dimana antelope itu berada.
Keesokan harinya mereka tiba dilokasi dimana antelope itu sering terlihat. Disana memang banyak terdapat pohon besar yang berdekatan, sehingga sulit menggunakan senjata bius.
"Baiklah kita tinggal mencari dimana hewan itu" kata seorang pemburu
Tidak lama seekor kepala antelope dengan tanduk hitam pekat terlihat dari jauh dibalik pohon besar. Dan benar saja, antelope itu lari ketika mereka mulai mendekat. Mereka terus mengejar ke arah lari antelope itu.
"Sial, kali ini harus berhasil mendapatkannya" kata seorang pemburu
"Benar, kali ini bekal kita lebih banyak dari biasanya jadi kita bisa bertahan lama disini" balas yang lain
"Bocah, bukankah kau ahli membuat perangkap? apa saranmu agar bisa menangkap mereka?" tanya seorang pemburu kepada Riyan
"Berikan aku peluru bius, aku akan menangkapnya" kata Riyan
Setelah menerima 5 peluru bius, Riyan mempercepat larinya mengejar antelope hingga meninggalkan para pemburu.
Setelah meninggalkan mereka, Riyan menggunakan jurus sundang angin dan armor hitam untuk mempercepat dan membuat gerakannya tidak bersuara. Riyan kemudian menaiki pohon dengan menginjak dari satu batang pohon ke pohon lainnya.
Dari atas pohon dia kemudian melompat dari dahan pohon satu ke pohon yang lain dengan cepat sambil mencari antelope unik yang dilihatnya.
Kemudian 30 meter didepannya ternyata ada 3 ekor antelope unik itu. Riyan meningkatkan kecepatannya dan dengan kemampuan beladiri pisau suku apache, dia melemparkan tiga peluru bius ke tiga antelope itu secara bersamaan.
[Antelope itu sepertinya terkena radiasi material nano sehingga mengubah bentuk fisiknya dari rusa normal]
"Kenapa bisa begitu" tanya Riyan
[komponen dari molekul-molekul sederhana rusa itu merakit diri sendiri dengan spontan melalui suatu interaksi untuk membentuk supramolekul yang baru ]
"Sederhanakan!" kata Riyan
[Rusa itu adalah rusa biasa yang terkena radiasi dari material nano yang terkena ledakan sehingga merubah bentuk dan DNAnya]
"Artinya saat laboratoriun Dr Albert diledakkan, di sana masih ada material nano, dan rusa ini berada disekitarnya" kata Riyan
[Benar]
Kemudian Riyan meminta Alpha menampilkan map lagi, ternyata sisa puing laboratorium itu sangat dekat dari tempatnya berdiri sekarang.
Setelah mengikat ketiga antelope yang pingsan itu, Riyan kemudian kembali kepada para pemburu yang tertinggal dibelakangnya. Dia memberitahu bahwa jebakannya berhasil dan meminta mereka mengikutinya untuk membawa antelope itu.
Para pemburu sangat senang melihat bukan hanya satu, tapi tiga antelope yang tertangkap. Mereka sekarang dapat melihat kejelasan keunikan antelope dihadapan mereka.
Selain tanduk hitam panjang, ukuran telinga dan tubuh mereka juga lebih besar dari antelop umumnya. Salah satunya memiliki surai seperti singa yang diperkirakan oleh mereka itu adalah jantan.
"Ini benar - benar langka, kau hebat Riyan" puji mereka
Riyan kemudian mengatakan ingin pergi sedikit lebih jauh, mereka boleh kembali lebih dulu jika mereka ingin. Beberapa dari mereka ingin mengikuti Riyan namun Riyan menghilang dengan cepat ketika terlindungi pohon.
Sesampainya dilokasi bekas laboratorium, di sana hanya tersisa puing - puing dari dinding dan 3 tiang besar yang dipenuhi lumut.
"Tidak ada yang tersisa disini, mungkin semua material nano yang tersisa habis terkena ledakan" kata Riyan
[Saya mendeteksi adanya material nano di tiang paling besar itu]
Riyan mendekati tiang besar setinggi 3 meter yang dimaksud Alpha kemudian meninjunya dengan sekuat tenaga namun tiang itu tidak hancur.
[Tiang itu adalah material nano. Letakkan tangan Tuan ditiang itu, saya akan mengekstraknya]
Riyan menuruti Alpha dan meletakkan telapak tangannya ketiang itu. Seketika lumut yang menutupi tiang itu berjatuhan dan tiang itu berubah seperti debu hitam yang berjatuhan dan masuk ketangan Riyan.
Setelah semua material nano di tiang itu masuk ketubuh Riyan, terlihat di bagian dalam tiang sebuah tabung setinggi 2 meter yang berisi pedang berwarna perak dan sebuah tombol didasar tabung tersebut.
Riyan menekan tombol itu kemudian hologram dari seorang yang mengenakan jas lab seperti Dr Albert muncul dihadapannya.
"Halo, nama saya Dr Rakesh Simra, salah satu ilmuwan yang mengerjakan Project Nano Technologi disini "