
*Rumah Pak Tirta*
Pagi hari di teras rumahnya yang luas, Pak Tirta mengenakan setelan jas hitam bersiap memasuki mobil untuk berangkat.
"Aku akan pergi ke Bandung beberapa hari bersama Mike, kau jaga gadis itu" kata Pak Tirta kepada Ricky, seorang pria dengan brewok dan jenggot tipis dengan rambut pendek spike kesamping mengenakan setelan berwarna merah hati.
"Apa yang harus kulakukan dengan gadis kecil itu" tanya Ricky
"Kau jaga dulu jangan sampai dia kabur, aku akan memikirkannya nanti" perintah pak Tirta
Pak Tirta kemudian pergi meninggalkan rumah besarnya dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Ricky.
Di kamar belakang Rumah besar itu adik Riyan ketakutan, dia dikurung disebuah kamar berukuran kecil dengan satu jendela. Hanya ada tempat tidur kecil di sana tanpa ada perabot lain.
Seperti kemarin, Pagi ini seorang pembantu wanita berumur 32 tahun yang bekerja di rumah itu membawakan makanan kepada Mila. Perlakuannya sangat baik terhadap Mila namun karena ketakutannya terhadap anak buah pak Tirta membuatnya tidak berani untuk membebaskan Mila.
Selama dua hari ini dia menemani Mila pada malam hari dan selalu memperhatikan makan dan mandi Mila.
Pukul 14.00 suara motor Riyan terdengar di halaman rumah pak Tirta. melihat itu anak buah pak Tirta yang pernah bertemu Riyan melaporkan kedatangan Riyan kepada Ricky.
Dia memerintahkan beberapa pengawal untuk bersiap menghadang Riyan di pintu masuk, dia tidak mengira kalau Riyan akan datang sampai kesini.
"Seharusnya dia tidak tau kalau adiknya disini, apa ada semacam pelacak di tubuh adiknya" Guman Ricky
Riyan melepas Helm dan turun dari motornya, dia berjalan kearah rumah pak Tirta dengan sedikit cepat. Di depan pintu sudah ada empat orang pria bersetelan hitam menghadang Riyan
"Alpha, pindai rumah ini dan cari lokasi Mila, aku akan membersihkan sampah - sampah ini" kata Riyan
[ Siap Tuan ]
"mau apa kau kemari" teriak pengawal di depan pintu
"mencari Tirta" teriak Riyan sambil berlari kearah para pengawal itu dan menciptakan katana pendeknya lagi di tangan kanan.
"Takk..sreet...takk... sreet" tangkisan yang diikuti dengan tebasan katana Riyan ke tubuh para pengawal Pak Tirta membuat semuanya roboh hanya dalam hitungan detik.
[Mila ada di kamar belakang rumah ini Tuan]
"Terima kasih" Kata Riyan
Riyan memasuki rumah itu dan setelah diruang tengah dia berhenti, di sana Ricky duduk dengan setelan jas merahnya dikelilingi puluhan pengawal yang mengenakan setelan jas hitam memegang tongkat pendek yang terbuat dari besi.
"Aku tidak mengira kau kesini sendirian" kata Ricky dengan santainya di kursi.
Dengan sedikit isyarat dari Ricky, dia menyuruh bawahannya maju melawan Riyan. empat orang maju kearah Riyan untuk melawannya.
Hanya perlu 10 detik menjatuhkan keempat orang itu, pukulan yang mereka tujukan ditahan oleh Riyan kemudian membalasnya dengan tusukan dititik vital mereka.
Melihat itu didepan mereka, akhirnya semua orang - orang itu bergerak maju bersama menyerang Riyan. Berbeda dengan Ricky yang khawatir dengan situasi, dia pergi menuju kamar belakang ditemani tiga orang lain untuk menjadikan Mila sebagai sandera.
Menghadapi musuh sebanyak itu, Riyan kembali menggunakan armor dari material nano ke seluruh tubuhnya dan menggunakan jurus sundang sungai yang dimilikinya.
Dikamar itu Mila hanya sendirian karena wanita yang biasa menemaninya pergi menyiapkan makan siang untuk Mila.
Mereka memaksa mengambil Mila dari kamar itu, walau dengan perlawanan namun hal itu tidak ada artinya bagi seorang gadis SMP menghadapi tiga orang dewasa.
*Bandung*
Pada waktu yang bersamaan di kota Bandung, Kelompok Kurassha mengadakan pertemuan disebuah Gedung besar. Seperti biasanya para Ketua dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul termasuk Bos Tirta.
Kali ini Ketua kota Bandung yang menjadi tuan rumah acara. Menggunakan meja dengan ukuran sangat besar berbentuk huruf U dengan posisi Pimpinan di kelilingi para peserta.
Bos Tadoki yang merupakan pimpinan tertinggi kelompok ini membuka rapat tersebut dengan memperkenalkan dua orang bersetelan Hitam metalik menggunakan Pin bertuliskan NOZ sebagai tamu mereka.
Kedatangan mereka untuk bekerja sama dengan Kurassha yang dijadwal kan 2 bulan lagi dipercepat karena suatu hal.
Bos Tadoki mengatakan kalau perwakilan NOZ akan memberikan sebuah senjata sebagai penunjang membuat kekacauan di Negeri ini nanti dan memasukkan orang - orang mereka nanti ke Indonesia.
Bos Tadoki mengambil sebuah jam tangan dari koper berwarna merah. Kemudian dengan mengetuk gelang tersebut sebanyak dua kali dengan telunjuknya, seketika jam tangan itu berubah bentuk menjadi Pistol senjata api.
Pada Pistol itu terdapat tombol kecil untuk mengembalikan ke bentuk jam tangan lagi. Para Ketua seperti tertarik dengan hal yang ditunjukkan oleh Bos Tadoki.
"ini hanya salah satu contoh senjata yang akan kita pakai, didepan kalian ada sebuat earphone, pakailah" kata Bos Tadoki
Setelah semua ketua mengenakan earphone yang ada dimeja mereka masing - masing . Kemudian Tadoki mempersilahkan perwakilan dari NOZ untuk berdiri ditengah para ketua.
"Perkenalkan, Nama saya Brian dan ini teman saya Andrew" kata Brian.
Brian adalah orang Inggris berambut pirang pendek, sedang Andrew adalah orang Amerika berkulit hitam dengan tubuh altletis.
"earphone yang kalian gunakan merupakan alat penterjemah untuk memudahkan kita berkomunikasi" jelas Brian
Setelah perkenalan itu, Brian menjelaskan maksud kedatangannya yaitu ingin memasukkan beberapa anggota NOZ ke berbagai tempat di Indonesia sehingga memerlukan bantuan para ketua untuk mempermudah langkahnya.
"Senjata yang ditampilkan tuan Todokori adalah senjata api yang terbuat dari material nano yang sudah diprogram menjadi jam tangan, dan kami akan membagikannya untuk kalian" kata Brian
Andrew membawa koper merah menghampiri semua Ketua yang hadir di sana untuk memberikan jam tangan tersebut sebagai hadiah awal persekutuan mereka.
"Pistol itu hanya sebagian kecil dari senjata kami, masih banyak yang bisa kami berikan kepada kalian jika bekerjasama dengan kami" jelas Brian.
*Kediaman Bos Tirta*
Riyan menghilangkan armor yang menutup kepalanya. Dari seluruh pengawal yang menyerang Riyan sekarang hanya tersisa Ricky yang memegang Mila dan tiga orang disampingnya.
Melihat semuanya sudah tewas, Ricky menodongkan pisau ke arah Mila untuk menyuruh Riyan melepaskan katana ditangannya dan berkata akan menyakiti adiknya jika dia mencoba melawan.
Riyan melepaskan katananya sampai kelantai sambil melangkah mendekat ke Ricky. Mila menangis histeris dan Ricky makin kencang memegang tubuhnya.
"Tidak apa - apa Mila, kau tutup saja matamu" bujuk Riyan kepada adiknya
"Jadi kau tidak ingin adikmu melihat kau dipukuli ya, hajar dia!" perintah Ricky kepada 3 orang yang disampingnya
"Kenapa seperti ini lagi kejadian dirumah ini" gumam Riyan yang teringat kejadian sebelumnya yang terjadi dengan Cindy di ruang latihan rumah ini.
Wajah kesal dan keinginan untuk mengahajar Riyan terlihat jelas di wajah ketiga orang yang mendekatinya. Dengan tongkat besi ditangan, salah satu orang itu mengangkat tongkatnya hingga diatas kepala dan mengayunkannya dengan sekuat tenaga kearah Riyan.
Dengan gerakan cepat memindahkan tubuhnya ke kiri Riyan menghindari pukulan itu, disaat yang sama ketika menghindar dia membuat pisau kecil berukuran 10cm ditangannya dan melemparkan kearah Ricky hingga tepat menancap diantara dua alisnya.
bahkan tidak ada suara yang keluar dari Ricky menjelang kematiannya. Ketiga orang didekat Riyan tertegun dan kaget dengan kejadian itu.
Mereka berniat lari dari situ namun kecepatan dan akurasi lemparan pisau Riyan tidak bisa mereka hindari hingga akhirnya membuat mereka kehilangan nyawa tanpa suara seperti Ricky.
Sekarang diruangan itu yang tersisa hanya Riyan dan Mila yang masih menutup matanya. Riyan mengembalikan semua pisau dari material nano kembali ke tubuhnya dan menghilangkan armor hitam ditubuhnya.
Riyan mendekati adiknya, kemudian dari arah belakang seorang wanita berlari melewati Riyan dan berdiri di depan adiknya untuk menghadangnya.
"Jangan bunuh dia" kata wanita itu
Mendengar suara yang dikenalnya, Mila membuka mata, dan benar saja itu adalah Pembantu rumah tangga yang memperhatikannya selama dikurung dikamar belakang rumah ini.
"Kenapa aku tidak boleh membunuhnya?" tanya Riyan terus melangkahkan kakinya
"Bibi..." kata Mila mencoba memberitahukan kepada wanita itu kalau Riyan adalah Kakaknya, namun wanita itu malah memotong perkataan Mila dan menyuruh Mila untuk lari tanpa menoleh kebelakang.
Begitu dekat dengan wanita itu dan Mila, Wanita itu mengambil pisau dari tangan mayat Ricky dan menusukkannya ke arah Riyan. Tangan wanita itu ditangkap oleh Riyan dan Riyan mengambl pisau yang ada ditangannya.
"Mila..ayo pulang" kata Riyan melihat kearah adiknya dan melepaskan pegangan tangan wanita itu.
"Terima kasih Bibi" kata Mila kemudian mengikuti Riyan keluar rumah itu.
Wanita itu heran kenapa Mila mengikutinya, diapun menanyakannya dan sekarang taulah dia kalau orang tersebut adalah Kakaknya yang datang menyelamatkan adiknya.
Riyan menanyakan mengenai wanita itu dengan Mila, dan kenapa dia sampai mau menghadang Riyan untuk melindungi Mila.
Mila menceritakan semuanya dan diketahui Wanita itu adalah Lestari dipanggil Tari, orang yang bekerja di rumah itu sebagai pembantu untuk mengurus rumah. Meski tidak suka dengan kelakuan orang - orang di rumah itu, dia terpaksa bertahan karena gajih yang besar untuk mengobati penyakit anaknya.
Tetapi 3 hari yang lalu anaknya meninggal, saat mau mengajukan pengunduran diri dia melihat Mila dimasukkan ke kamar belakang membuatnya mengurungkan niat untuk berhenti.
Mila sangat mirip dengan anaknya yang meninggal karena itulah dia setiap hari merawatnya.
"Apa karena itu juga dia berani menghadang ku" pikir Riyan
Sampai di motor Riyan, Tiba - tiba wanita itu datang mendekati mereka dengan berlari. Dia ingin berkata ingin tinggal dengan Mila.
"Tidak bisa, saat ini kami bahkan tidak punya rumah dan aku hanya anak SMA bagaimana menggajihmu" kata Riyan menolak
Namun Wanita itu bersikeras akan keinginannya, ditambah Mila juga membantu merayu kakaknya membuay Riyan tidak berdaya menolak keinginan keduanya.
"Huuh..lebih mudah menghadapi 100 preman dari pada menghadapi dua wanita" pikir Riyan
Karena hanya menggunakan motor, Riyan hanya memberikan alamatnya kepada Tari agar bisa mendatangi mereka jika sudah siap. Riyan dan Mila kembali ke Muriya, Riyan lega akhirnya bisa menyelamatkan adiknya.
"Tapi aku memang membutuhkan seseorang untuk merawat Mila karena sekarang nenek sudah tidak ada" pikir Riyan diperjalanan
*Bandung*
Disebuah kamar di hotel bintang 5, pemimpin Kurassha yaitu Todoki melakukan rapat intern terhadap para ketua. Sebagian dari mereka menganggap kerjasama dengan NOZ adalah kerugian sehingga memerlukan penjelasan dari pimpinan.
"Jika kita mengijinkan mereka memasuki wilayah kita, tidak menutup kemungkinan malah kita yang akan musnah" kata salah satu ketua
"Masalahnya lebih besar dari yang kita kira jika bermusuhan dengan mereka, senjata yang mereka berikan itu hanya mainan bagi mereka, NOZ terkenal memiliki tekhnologi hebat. Mereka mengumpulkan ilmuwan untuk membuat sesuatu hal yang hebat" kata Pimpinan
"Tapi bagaimana kalau mereka berkhianat?" tanya lainnya
"Itu juga perlu kita awasi, untuk sementara kita manfaatkan mereka mengalahkan kelompok lain terlebih dahulu, kalau sampai kelompok lain yang mendapat dukungan mereka maka kemungkinan kita yang akan hancur" Jawab Todoki.