
-Seminggu kemudian-
Prof Gema berada di ruang kerjanya mengenakan jas lab masih melakukan penelitian terhadap jamur yang diberikan oleh Riyan, yaitu jamur langka dan aneh yang didapat dari sebuah gua di pegunungan sapathawung. Berharap bisa mendapatkan unsur pelengkap untuk menyempurnakan serumnya, Prof Gema mencoba berbagai kombinasi yang cocok dengan jamur tersebut.
Sementara para pemburu dan pasukan dari organisasi NOZ terus menjaga dan memenuhi hutan Amerika utara, tempat dimana antelope langka yang sekarang diburu oleh hampir seluruh pemburu dunia pernah ditemukan.
Ditempat lain Pak Rudy dan Topan kehilangan kontak dengan para pemburu mereka, hal itu membuat mereka kebingungan untuk mendapatkan Antelope langka itu. Rencana mereka yang akan menggunakan antelooe itu untuk penelitian percobaan pembuatan obat terancam gagal. Jalan keluar satu - satunya yang bisa mereka pikirkan adalah dengan meminta bantuan dari Riyan lagi.
"Besok kita akan berangkat ke Muriya untuk membujuk Riyan " kata pak Rudy
*Sekolah Fajar Harapan*
Sekolah berjalan seperti biasa, hari ini kelas 2-4 giliran jadwal pelajaran olahraga selama 2 jam pelajaran di lapangan sekolah. Setelah pemanasan, untuk hari ini mereka mempelajari olahraga tolak peluru selama 1 jam pelajaran kemudian para siswa dibebaskan melakukan olah raga atau permainan yang mereka sukai.
15 menit sebelum jam pelajaran selesai, Riyan duduk disamping lapangan basket sambil meminum air. Tidak berapa lama Lisa mendekati Riyan dengan keringat yang bercucuran dan duduk disampingnya.
"Bagaimana prof Gema? " tanya Riyan
"Dia masih sibuk melakukan eksperimen dengan jamur darimu, apa kau tau saat ini kelompok Kurassha sudah mulai muncul kepermukaan " jawab Lisa
"Aku tahu " sahut Riyan
Riyan mengetahui dari berita di media dan pengalamannya di pemukimam kaki gunung sapathawung saat itu. Pergerakan Kurassha untuk melebarkan wilayah kekuasaannya sangat jelas, ditambah pengedaran narkoba dan kriminal semakin meningkat. Kepolisian kesulitan menangkap mereka karena selalu lolos dalam penyergapan maupun penyidikan.
Lisa memberitahukan kepada riyan untuk berhati - hati karena selain NOZ, mereka sekarang didukung oleh beberapa politikus dan pejabat yang ingin menggulingkan pemerintahan. Sungguh kombinasi yang sempurna untuk menjatuhkan suatu pemerintahan.
Para penjahat mengedarkan narkoba dan kejahatan untuk meracuni anak muda, pejabat melindungi mereka dari hukum dan menjauhkan penyelidikan, sedang politikus busuk melakukan pengalihan isu dengan menyebar hoax agar rakyat menjadi tidak fokus dengan masalah sebenarnya.
Cepat atau lambat Chaos akan terjadi dan disaat itulah pemimpin dari NOZ akan muncul sebagai pahlawan yang bisa meredam kekacauan yang berasal dari mereka dan kemudian mengambil alih kepemimpinan negara tersebut.
Cindy muncul dari belakang mereka dan duduk di samping Riyan, dia meminta Riyan untuk mengantarkannya pulang. Riyan pun setuju untuk mengantarkan Cindy karena ayahnya sedang tidak bisa menjemput disebabkan kesibukan atas pekerjaan.
"Widiiw udah berasa disurga kayaknya nih diapit dua bidadari" ejek Fikri dari lapangan basket
"sikat yaaan " teriak temannya yang lain
Dan mereka semua tertawa ditengah lapangan, Riyan hanya tersenyum dengan candaan teman - temannya. Usai pelajaran olah raga, para murid mengganti pakaiannya diruang ganti maupun kamar mandi. Riyan yang mengganti pakaiannya di kamar mandi bertemu dengan Benny ketika keduanya sedang mencuci tangan. Dengan wajah memar dia hanya diam dan menundukkan kepalanya melihat Riyan. Tanpa ada satu kata keluar dari mulut keduanya, Riyan pergi meninggalkan Benny.
Sepulang sekolah Riyan menepati perkataannya untuk mengantarkan Cindy. Sebelum pulang, Cindy meminta untuk mampir ke minimarket untuk membeli cemilan dan kue kering.
"Lagi ada acara?" tanya Riyan melihat Cindy banyak membeli kue kering
"Kata paman hari ini kami mendapat tantangan dari perguruan lain, kalau tidak salah perguruan macan putih, nah ini buat waktu santai nanti" balas Cindy
Riyan pun mengerti karena terkadang memang diperlukan pertandingan persahabatan untuk menambah pengalaman bertarung dan saling mengenalkan satu sama lain.
*Rumah Cindy*
Tiba di gerbang rumah Cindy, sebuah mobil minibus dan beberapa buah motor terparkir di sana. Pemandangan yang biasanya hanya motor dari murid - murid perguruan Naga Petir, sekarang menjadi penuh.
Riyan yang sebenarnya ingin langsung pergi agar tidak mengganggu suasana di sana malah dipaksa oleh Cindy untuk ikut masuk. Ditambah Ibu Cindy dan kakeknya yang juga ikut menahan kepergian Riyan ketika sudah didalam.
Cindy dan beberapa murid perempuan perguruan naga petir mengantarkan minuman dan kue kering kepada para guru dari kedua perguruan yang berkumpul pada sebuah Gazebo. Begitu juga kepada para murid yang sedang menikmati waktu bersantai mereka di Gazebo lain.
Riyan dan Kakek Cindy duduk di kursi teras rumah sambil memperhatikan para pesilat itu bersantai. Mereka akan memulai pertarungan persahabatan pada waktu sore hari, sekitar setengah jam lagi. Cindy kemudian menghampiri Riyan dan kakeknya usai mengantarkan minuman dan kue, setelah itu dia pamit kekamar untuk mengganti pakaiannya.
"Apa saya tidak mengganggu kegiatan ini kek?" tanya Riyan kepada kakek Cindy
"Tidak apa, lagipula kita hanya akan melihat dari sini, mungkin saja bisa membuat nak Riyan tertarik belajar silat untuk melestarikan budaya negara kita " kata kakek Cindy
"Baik kek" sahut Riyan
"Apa itu karena waktu itu aku bilang belajar jeet kune do ke kakek ya" pikir Riyan
15 menit kemudian Cindy keluar dengan mengenakan pakaian silatnya, hal itu membuat Riyan tercengang dan bertanya apakah Cindy juga akan ikut bertarung.
"Tentu saja aku juga ikut" kata Cindy
Diapun pergi untuk bergabung dengan murid yang lain dan menuju halaman yang dilapisi rumput pendek seperti lapangan bola, dimana tempat itu biasa dijadikan tempat latihan silat.
"Tidak apa - apa kek?" tanya Riyan menunjuk Cindy
"Dia itu berbakat, jadi nak Riyan tenang saja " kata Kakek
Setelah pemanasan bersama dilakukan, pertarungan antar dua perguruan pun dimulai. Tiap perguruan menunjuk 7 orang murid pilihan untuk bertanding, dengan masing - masing murid akan mengambil nomer dari stick kecil yang sudah disiapkan untuk menentukan lawannya.
Riyan sedikit heran dengan yang dilihatnya, tidak ada pemisahan antara laki - laki dan perempuan. Kemudian dia menanyakan alasan hal itu kepada kakek Cindy.
"Bukankah akan merugikan bagi wanita jika berhadapan dengan pria?" tanya Riyan
"Dalam kehidupan nyata, penjahat tidak akan melihat kau wanita atau pria untuk diserang. Saat berhadapan dengan kejahatan jika wanita takut dengan pria jahat maka percuma dia belajar beladiri" jelas Kakek
"Itu benar kek " kata Riyan tersenyum memuji kakek Cindy
"Lagipula, apa kau pernah memukul wanita?" tanya kakek
"Kalau itu, tidak pernah kek" jawab Riyan sedikit ragu mengingat pernah bertarung melawan Lisa
"waktu itu aku memang tidak memukulnya kan, hanya sedikit menggores lengan gadis bar - bar itu dengan pedangku" pikir Riyan sambil menggaruk kepalanya
"Itulah maksud kakek, disisi lain pria sejati tidak akan memukul wanita jadi itu harusnya sebuah keuntungan bagi wanita" jelas kakek Cindy
Murid pilihan berdiri saling berhadapan dengan didampingi guru mereka. Meskipun disebut pertandingan persahabatan, Riyan merasakan atmosfir yang berbeda. Riyanpun menanyakan kembali kepada Kakek Cindy mengenai tantangan pertarungan persahabatan ini.
"Apa pertarungan seperti ini memang rutin ada kek?" tanya Riyan
"Tidak, meskipun disebut persahabatan, tujuan pertarungan ini untuk melihat perguruan mana yang lebih hebat dan kuat. Jika perguruanmu merasa mampu mengalahkan yang lain, kau bisa mengajukan tantangan" jawab kakek Cindy
Lima menit kemudian pertandingan persahabatan dimulai. Semua orang dilapangan itu duduk membentuk lingkaran, hanya murid yang akan bertarung berada di tengah - tengah mereka.
Dua orang asing berasal dari barat sedang duduk diruang tamu, Thomas dan Brian. Mereka berdua merupakan salah satu anggota pasukan inti NOZ yang sudah mendapatkan peningkatan dari serum Prof Gema. Beberapa saat kemudian bos Tirta datang menghampiri mereka dari ruang tengah rumahnya.
"Bukankah kalian akan datang satu bulan lagi?" kata Bos Tirta kepada dua orang asing diruang tamunya
"Kami datang tidak untuk mengurus lokasi baru itu. Ada tugas lain yang harus kami kerjakan" jawab salah seorang dari mereka
Tidak ada masalah komunikasi antara mereka karena masing - masing menggunakan alat penterjemah. Kedua orang itu kemudian meminta bos Tirta mengantarkan mereka ke kota bernama Muriya untuk mencari seseorang. Bos Tirta mengambil handphonenya dan menghubungi Mike dan menyuruhnya datang kerumahnya untuk membawa kedua orang asing itu ke Muriya.
"Kenapa buru - buru, sebaiknya kalian pergi besok pagi saja, karena malam ini ada pertunjukan bagus" kata bos Tirta
Kedua orang asing itu bingung dengan tawaran bos Tirta, pertujukan apa yang dia maksud.
"Kudengar selain mencari tempat, kalian juga mencari petarung yang kuat " kata bos Tirta
"Teruskan ! " perintah Thomas
Bos Tirta menjelaskan bahwa malam ini akan diadakan pertandingan antara juara petarung jalanan dari setiap daerah. Sebenarnya pemenang pertarungan ini akan dijadikan anggota pelindung kelompok Kurassha. Akan tetapi jika Thomas dan Brian berminat, maka bisa saja dijadikan sebagai pasukan organisasi NOZ.
Thomas dan Brian tertarik dengan usulan dari bos Tirta, mereka akan ikut menyaksikan pertarungan nanti malam dan menilai apakah bisa dijadikan pasukan NOZ atau tidak.
*Rumah Cindy*
Di lapangan rumah cindy sedang berlangsung pertarungan ke tiga, untuk sementara keunggulan dimiliki oleh perguruan Naga Petir dengan dua kali kemenangan. Di akhir pertarungan ketiga ini, murid perguruan Harimau putih dapat membuat murid perguruan Naga petir takluk.
Selanjutnya pertarungan ke empat, seorang pria dengan perawakan seperti Riyan dengan rambut pendek maju ketengah lapangan mewakili perguruan naga petir. Dia adalah Wisnu yang sempat sedikit mengganggu Riyan dengan menghadangnya bersama ke tiga temannya.
"Dia yang waktu itu menghadangku ketika mau pulang dari sini, dan memintaku menjauhi Cindy kan" gumam Riyan dalam hati
Wisnu bertarung dengan bagus, dia bisa menghindari serangan lawannya dan berhasil menjatuhkannya setelah 20 menit. Wisnu mendapatkan kemenangan bagi perguruan naga petir di pertarungan ke empat ini.
"Tidak buruk juga, pantas dia berani menghadangku" kata Riyan dalam hati
Pertarungan ke kelima giliran Cindy yang maju, kebetulan dia menghadapi sesama wanita sehingga tidak menjadi pemandangan yang canggung bagi Riyan. Diawali dengan sikap saling hormat, Cindy dan lawannya mulai memasang kuda - kuda dari jurus masing - masing.
"hiyat " hiyat " suara mereka seirama dengan gerakan serangan dan tangkisannya. Lawan yang dihadapi Cindy lumayan hebat, mereka berdua terlihat mempunyai kemampuan yang seimbang. Kali lawan Cindy merendahkan tubuhnya sampai sangat dekat ke tanah, tangan yang membentuk cakar mengais tanah dan kaki bergerak perlahan kesamping.
"Jurus itu seperti harimau sungguhan, murid yang sebelumnya menang juga menggunakan jurus itu kan" kata Riyan
"Kau benar, itu jurus tingkat atas mereka, bergerak seperti memiliki insting harimau. Tapi tidak usah khawatir, Cindy juga sudah belajar jurus tingkat atas" jelas kakek Cindy
Lawan Cindy melompat dengan terkaman seperti harimau, Cindy menghindar ke kiri. Begitu mendarat, lawannya langsung menggunakan tendangan kait untuk menjatuhkan Cindy. Semua tahu kalau dia sampai terjatuh maka serangan bertubi dari lawannya akan langsung diterimanya.
Untuk menghindari serangan itu, Cindy melompat agak tinggi. Seperti sudah direncanakan, tiba - tiba lawannya menerkam Cindy yang sedang berada di udara. Cakar lawannya bergantian kanan kiri menghantan perut Cindy. Serangan itu membuat Cindy mengalami luka dalam, dia terjatuh kemudian berguling kebelakang dan kembali berdiri.
Riyan, kakek dan paman Cindy khawatir melihat Cindy terkena serangan kuat itu. Guru perguruan harimau putih hanya tersenyum bangga kepada muridnya. Walau dengan luka dalamnya, Cindy mengatur nafasnya dan menggunakan posisi jurus tingkat atas yaitu Petir langit.
Keduanya saling menunggu lawan untuk menyerang. Cindy dengan cepat melompat rendah dan mengarahkan kepalan tangan ke arah bawah mengincar kepala lawan yang sedang berada pada posisi rendah. Lawan Cindy berguling kesamping untuk menghindari pukulan itu, kemudian dengan menggunakan cakarnya menyerang Cindy.
"Selesai sudah " gumam kakek Cindy
"Apakah Cindy akan dikalahkan" pikir Riyan heran mendengar perkataan kakek Cindy disampingnya.
Riyan mengetahui dengan pasti kalau Cindy bukan gadis lemah saat melawan preman suruhan anak bos Tirta waktu di Palangka Raya. Tetapi disini Riyan juga melihat lawan Cindy saat ini memang hebat.
Bersamaan dengan lawannya yang bergerak menyambar kedepan, Cindy memutar tubuhnya. Tanpa berpindah tempat dia mengangkat kaki kanannya hingga lurus keatas, kemudian melepaskan tendangan lurus kebawah disaat lawannya sudah dekat hingga mengenai kepala lawannya.
Serangan dari Cindy lawannya pingsan dan membawa kemenangan kepada perguruan naga petir. Serangan itu juga sekaligus membuat Riyan kaget dan gembira.
"Jurus itu sangat keren kek" kata Riyan
"Itu tekhnik petir langit, serangan kuat yang mengincar bagian atas kepala lawan, seperti petir yang menyambar dari langit" jelas kakek Cindy
"Semua murid disini bisa seperti itu kek?" tanya Riyan
"Tidak semua, hanya ada 3 murid yang saat ini mampu menggunakannya. Itu adalah Bobi yang pertama bertarung, Wisnu dan Cindy " jawab kakek
Pertarungan ke lima dimenangkan perguruan Naga petir. Setelah dirawat sebentar lawan Cindy sudah sadarkan diri, jika tendangan itu dilakukan dengan kekuatan penuh kemungkinan lawannya akan gegar otak atau mati.
Dua pertarungan berikutnya dimenangkan oleh perguruan harimau putih, sehingga perolehan hasil akhir adalah perguruan naga petir dengan total 4 kemenangan dan 3 kemenangan untuk perguruan harimau putih.
Usai pertarungan, Perguruan harimau putih pergi dengan sedikit kekesalan dihati. Sayangnya perguruan harimau putih tidak terima dengan hasil tersebut dan menginginkan pembalasan.
Setelah mereka pergi, paman Cindy yang khawatir dengan keadaan keponakannya itu membawa Cindy ke teras rumah dan meminta kakek untuk memeriksa lukanya.
"Aku tidak apa - apa paman" kata Cindy sambil memegang perutnya
Kakek Cindy membawanya masuk ke dalam rumah untuk memeriksa keadaan cucunya. Kakek dan Cindy pamit masuk kedalam rumah dan minta maaf kepada Riyan karena meninggalkannya sendirian di sana.
"Bagaimana alpha?" tanya Riyan
[saya sudah memindai nona Cindy, tuan tidak perlu khawatir. Tidak ada yang berbahaya, hanya terjadi pembengkakan jaringan kecil dan memar dibawah kulit bagian perut]
"Syukurlah kalau begitu" gumam Riyan
Semua murid dibubarkan oleh paman Cindy dan diperintahkan untuk pulang. Disana Riyan melihat Wisnu menatap tajam kearahanya yang masih berada di depan pintu rumah Cindy. Tatapannya seolah memerintahkan Riyan untuk cepat pergi dari situ. Namun Riyan masih ingin menunggu sebentar lagi.
Beberapa saat kemudian Cindy keluar dan mengatakan kalau dirinya tidak apa - apa. Dia hanya perlu beristirahat selama 3 hari, untuk itu Cindy memberikan sebuah surat ijin kepada Riyan agar diberikan kepada guru. Paman Cindy mendekat dan lega mendapatkan informasi yang sama mengenai Cindy.
*Dijalan sepi antara rumah Cindy dan jalan rumah Riyan*
Wisnu dan 3 temannya berencana menunggu Riyan melewati jalan sepi ini untuk menghajarnya. Sambil terus jalan, mereka mencari lokasi yang tepat untuk menghadang Riyan.
"Kau yakin dia akan lewat sini?" tanya teman Wisnu
"Tentu saja, dia selalu lewat sini kalau mengantarkan Cindy" kata Wisnu
Tanpa mereka ketahui, perguruan harimau putih sudah terlebih dahulu bersiap melakukan pembalasan kepada perguruan naga petir yang melewati jalan ini.