NANO SYSTEM

NANO SYSTEM
Episode 50 Rencana



Sehari sebelum acara pesta, di ruang Senator Negara bagian Nevada. Setelah petinggi CIA mengutarakan kecurigaan mereka terhadap keterkaitan NOZ dengan Yorgi, terjadi perdebatan antara petinggi CIA di kota itu dengan agensi intelegensi Amerika serikat yang lain.


"Kekuasaan Yorgi meluas secara tidak wajar, para pemilik kasino besar menyerahkan kepemilikannya kepada Yorgi kemudian pergi keluar negeri. Kami yakin ada yang mendukungnya dari belakang " ucap petinggi CIA


Petinggi NSA (National Security Amerika) mengatakan jika benar NOZ terlibat, dia menyarankan dua pilihan. Pertama, agar Senator tidak perlu menghadiri undangan dari Yorgi besok malam, mereka khawatir kalau orang itu akan melakukan tindakan yang berbahaya bagi Senator. Kedua, serangan langsung ke tempat Yorgi.


"Kita bisa langsung menyerbu tempat itu dengan tim SWAT, tidak perlu menempatkan senator dalam bahaya " balas petinggi NSA


"cara itu akan mempermalukan citra intelegensi negara kita, anda tidak perlu khawatir. Kami punya cara agar senator selamat " ucap petinggi CIA


Kemudian salah satu dari petinggi dari CIA yaitu Reihard Stone mengatakan kalau acara pesta peresmian kasino itu, adalah kesempatan untuk menemukan bukti keterkaitannya dengan organisasi NOZ. Dia akan mengirim beberapa agen terbaik mereka untuk menyusup tempat itu.


"baiklah, ku serahkan kepadamu " ucap senator Joseph


Setelah keputusan diambil, semua petinggi Intelegensi meninggalkan ruangan itu. Di luar ruangan, petinggi NSA meyakinkan kembali keputusan yang diambil oleh Reihard. Dengan percaya diri Reihard mengatakan dia sudah memiliki rencana yang sangat matang untuk operasi itu.


Reihard kemudian memerintahkan sekretaris yang ada di sampingnya untuk memanggil para agen yang sudah terpilih, mereka diperintahkan berkumpul di kantor Reihard untuk menerima tugas masing-masing.


"Rencana ini tidak boleh gagal" ucap Reihard


*Kediaman Yorgi*


Di samping tempat tidur, Yorgi yang masih mengenakan piyama sedang melakukan perbincangan melalui telpon ditangannya.


"kali ini taruhan ku sangat besar, aku bisa berakhir membusuk di penjara atau mati di sana. Aku oerlu bantuan kalian, besok malam semuanya harus berjalan sesuai rencana " ucap Yorgi


"tenang saja, kami akan mengirimkan beberapa orang termasuk Thomas dan beberapa paket. Kau gunakan lah dengan baik " balas orang di telpon


"baiklah, aku mengerti " kemudian Yorgi menutup telponnya.


Ketika meletakkan Handphonenya ke atas meja samping tempat tidurnya, Yorgi melihat sebuah amplop coklat besar di sana. Dia teringat kalau itu adalah amplop yang diberikan oleh Philip kemarin, amplop itu diberikan sebelum Thomas mendobrak pintu ruang rapat.


--Flashback--


Setelah Thomas pergi, Philip mengatakan akan mencari orang-orang yang ada didalam amplop itu untuk rencana mereka dua hari lagi. Yorgi kemudian mengambil amplop itu dan membukanya. Didalamnya terdapat 7 berkas profil pembunuh bayaran terkenal di dunia, Yorgi kemudian melihat berkas profil itu satu persatu.


"kau yakin bisa menemukan mereka dalam waktu satu hari ? " tanya Yorgi


"itu mudah, masalahnya kita tidak tau apakah mereka mau atau tidak " jawab Philip


"kalau begitu, tawarkan imbalan besar kepada mereka " balas Yorgi


--saat ini--


"tok..tok..tok " suara pintu kamar Yorgi diketuk,


"masuk " ucap Yorgi dengan nyaring


Seorang wanita pelayan Yorgi membuka pintu kamar itu, dan memberitahukan kalau Philip datang bersama beberapa orang.


"terima kasih, aku akan menemui mereka " ucap Yorgi


"ternyata dia berhasil membawa para pembunuh itu " gumam Yorgi


Di ruang tengah rumah Yorgi, Philip bersama 5 orang lainnya sedang menunggu kedatangan Yorgi. Beberapa saat kemudian Yorgi tiba di ruang tengah itu dengan pakaian santai, dia mengambil rokok dan korek yang ada di atas meja.


"Jadi mereka yang kau ceritakan? " tanya Yorgi kepada Philip, kemudian menyalakan rokok dan duduk di sofa.


"benar, mereka adalah pembunuh bayaran. Seorang profesional di bidangnya dari berbagai negara. Bahkan jika orang dengan pakaian hitam itu muncul, dia tidak akan selamat " ucap Philip


"hanya 5 ? bukan kah ada 7 ? " tanya Yorgi kepada Philip


"dua orang lagi tidak bisa ku temukan " jawab Philip


Yorgi kemudian memandangi kelima orang yang dibawa oleh Philip. Beberapa terlihat garang tetapi beberapa orang lainnya terlihat seperti biasa saja, bahkan terdapat seorang gadis imut berkulit putih bersih dari Jepang. Gadis itu terlihat seperti remaja SMA, dengan postur tubuh mungil dan rambut lurus berponi khas remaja jepang.


Karena penasaran, Yorgi mendekati gadis itu dan menatapnya. Yorgi memegang dagu gadis jepang itu dan mengangkat wajahnya, gadis itu melemparkan senyuman manis kepada Yorgi. Philip yang melihat kalau Yorgi akan mencium gadis itu segera angkat bicara.


"aku tidak akan melakukannya jika jadi kau, dia adalah Rinko " ucap Philip


"Aku tau,, aku hanya ingin melihat Poison Lady Rinko yang cukup terkenal dari dekat. Aku tidak menyangka pesona mu sangat nyata, kau bahkan lebih cantik dari fotomu " ucap Yorgi di hadapan gadis itu


"terima kasih " balas Rinko lembut


Yorgi kemudian melepaskan tangannya dari wajah Rinko. Dia berpaling dan berjalan mendekati para pembunuh itu satu persatu, dengan adanya para pembunuh itu membuat Yorgi tertawa senang. Dia merasa kali ini rencananya tidak akan gagal untuk memaksa yang lain menyerahkan kekuasaannya, sekaligus misi dari NOZ untuk menghabisi senator Joseph.


"Aida Rinko, Gadis Racun yang membuat lawannya tidak berdaya. Yoshinori, seorang Ninja yang dilatih untuk membunuh dengan cepat. Don Larry, seorang penembak jitu yang tidak pernah meleset. James Murdock, seorang maniak bom yang selalu meledakkan targetnya. Serta Dasan Hania, seorang pembunuh yang ahli beladiri pisau Apache. Ditambah bantuan pasukan dari NOZ, kurasa tidak akan ada yang bisa menggagalkan rencana ku " ucap Yorgi


Mereka semua dibawa keruang rapat yang berada di sebelah kanan. Di sana terdapat meja bundar besar dan layar proyektor untuk menampilkan rencana mereka besok malam. Kelima orang itu duduk di kursi yang tersedia di sana, termasuk Philip. Mereka mendengarkan rincian rencana yang disampaikan oleh Yorgi.


"wow, apa kau tidak terlalu berlebihan dengan rencana mu? kita hanya perlu memaksa orang kan " ucap James


"aku harus memastikan keberhasilan pekerjaanku " sahut Yorgi


"Dengan adanya para pembunuh profesional ini, aku yakin tidak ada yang bisa menghentikan rencana kita" balas Philip


*pusat perbelanjaan kota Las Vegas*


Siang itu Riyan sedang membawa 3 tas belanjaan besar di tangannya, tas-tas itu berisi pakaian dan benda lainnya sebagai oleh-oleh ketika dia kembali ke Indonesia. Karena besok dia harus menjadi pengawal pribadi Luke Vargas, maka dia memutuskan membeli oleh-oleh hari ini.


Handphone Riyan berdering, itu adalah panggilan dari Jack. Dia mengatakan ingin menjemput Riyan untuk dibawa menemui Luke di rumahnya.


"bukannya pesta itu besok malam ? kenapa menjemput ku hari ini ?" tanya Riyan


"benar, tapi ada yang harus diberikan dan dibicarakan kepadamu " kata Jack


Riyan kemudian memberitahukan tempat dia belanja agar Jack dapat menjemputnya di sana. Sambil menunggu Jack, Riyan makan siang di tempat restoran yang berada di seberang jalan pusat perbelanjaan. Restoran itu memiliki meja makan di tepi jalan, sehingga memudahkan Riyan melihat kedatangan Jack.


Begitu Riyan selesai makan siang, bersamaan dengan itu Jack datang. Riyan yang melihat Jack menoleh kanan kiri mencari-cari keberadaannya segera pergi menghampiri Jack. Kemudian, Jack melihat Riyan berjalan mendekatinya dari arah seberang jalan.


"belanjaan mu itu, taruh saja di kursi belakang ! " ucap Jack


Diperjalanan, Riyan menanyakan beberapa hal yang tidak dia mengerti kepada Jack setelah memikirkannya semalam.


"bukannya kalian sudah tau kalau orang bernama Yorgi itu ingin mencelakai tuan Luke? lantas kenapa harus pergi ke pesta itu dan repot-repot mencari pengawal? bukannya lebih baik untuk tidak datang ke pesta itu? " tanya Riyan


"pemikiran mu tidak salah, hanya saja ada beberapa hal kenapa Luke harus pergi, pertama karena semacam etika sebagai orang terhormat untuk tidak menolak undangan dari orang lain, dengan kata lain image, lagipula di sana juga akan hadir senator Joseph. Kedua, membantu Interpol untuk menangkap Yorgi " jawab Jack


"Interpol ?kenapa sampai mereka juga? " tanya Riyan


"entahlah, tiga hari yang lalu dua agen Interpol datang ke tempat Luke dan mereka berbicara secara tertutup dengan Luke. Kemudian begitu selesai, Luke hanya mengatakan padaku untuk membantu Interpol menangkap Yorgi "


"aku tidak mengerti, pasti ada hal lain yang disembunyikan. Sangat tidak logis untuk mempertaruhkan nyawa disaat bisa mempertahankannya " pikir Riyan


Melihat Riyan tertegun diam, Jack menyadarkan Riyan dari lamunannya dengan menepuk pundaknya.


"sudahlah, kau fokus saja melindungi sahabatku Luke " ucap Jack


"iya " jawab Riyan


*Kediaman Luke Vargas*


Sementara itu di kediaman Luke Vargas, beberapa manajer kasino milik Luke sedang berkumpul di ruang tengah bersama dengan Luke. Mereka mengetahui tabiat dari Yorgi yang ingin berkuasa dengan melakukan berbagai cara, maka dari itu para manajer menawarkan beberapa pengawal profesional dari perusahaan Iron Security untuk menjaga Luke.


Karena banyaknya kekacauan yang terjadi di Amerika saat ini, membuat perusahaan pengawal menjadi sangat banyak bermunculan. Salah satu perusahaan pengawal yang terbaik di negara itu adalah Iron Security.


Luke mengucapkan terima kasih dan menolak penawaran mereka, dia mengatakan kalau dia sudah memilih pengawalnya sendiri. Selain Riyan, Luke sudah memilih salah satu dari pengawal yang dipercayainya untuk ikut kedalam pesta besok malam. Dan sisa pengawalnya untuk tetap dirumah menjaga anak istrinya.


20 menit kemudian Jack datang bersama Riyan, mereka langsung menuju ruang tengah dimana para manajer dan Luke berada. Para manajer yang melihat Riyan merasa heran dengan anak yang dibawa oleh Jack.


"Jack, siapa anak ini ? " tanya salah seorang dari mereka.


"ini Riyan, dia yang akan menjadi pengawal Luke besok malam " jawab Jack


Semua manajer serasa tidak percaya dengan apa yang mereka dengar, seorang anak muda melindungi Luke Vargas.


"Jack, apa kau bercanda ? " teriak seorang manajer


"tidak, anak ini memang akan menjadi pengawal Luke " jawab Jack


"kau jangan main-main, nyawa tuan Luke dipertaruhkan disini. kau harusnya yang paling tau dengan Yorgi " balas seorang manajer lain


"maaf mengganggu, apa kalian meragukan ku ? kalian bisa mengujiku jika mau " kata Riyan memotong perdebatan mereka.


"sudahlah, teman-teman, aku yang meminta anak ini menjadi pengawal ku selama satu hari " ucap Luke berusaha mendinginkan situasi.


"tapi apa anda yakin dengan anak ini ?" kata seorang manajer kepada Luke.


"tidak apa-apa, sekarang ada yang ingin kami bicarakan. Kalian kembalilah ke kasino! " kata Luke kepada para manajer kasinonya.


Setelah mereka pergi, Riyan yang dari tadi masih berdiri dipersilahkan duduk. Luke meminta Jack untuk mengambilkan sebuah bungkusan yang ada di atas meja, kemudian menyerahkan bungkusan berisi tuksedo itu. Luke menyuruh Riyan untuk mengenakannya besok malam saat pergi ke pesta.


Setelah itu Luke meminta anak buahnya yang bernama Ken untuk masuk. Nama aslinya Shiori Kenzo, orang Jepang yang menjadi pengawal yang setia dan dipercaya oleh Luke. Dia diselamatkan oleh Luke saat tiba di Amerika 10 tahun yang lalu, dimana saat itu Ken masih berumur 15 tahun dan sangat kurus karena kelaparan di jalanan New York.


Luke merawatnya dan membawanya ke Las Vegas untuk menghindari petugas imigrasi di Amerika. Sekarang dia merupakan salah satu petarung tangguh penjaga rumah Luke. Dia mempunyai keahlian menggunakan katana dan sudah melatihnya selama 5 tahun terakhir.


Beberapa saat kemudian, Ken datang ke ruang tengah. Dia diperkenalkan dengan Riyan dan diberikan tuksedo yang sama dengan Riyan. Ken mendapat tugas khusus untuk menjadi pengawal Luke Vargas bersama dengan Riyan.


"jadi kami berdua akan mengawal anda ? " tanya Riyan kepada Luke


"bertiga, aku juga akan ada di pesta itu sebagai tamu " ucap Jack


"Riyan, kau boleh pergi, bersiaplah untuk besok " kata Luke


"anda mengatakannya seolah besok akan perang saja " kata Riyan


Riyan kemudian diantar kembali menuju hotel, namun kali ini bukan oleh Jack. Riyan menuju hotel bersama dengan Ken, dan diperjalanan mereka saling mengakrabkan diri satu sama lain. Dari cerita Ken, Riyan mengetahui kalau Ken merupakan keturunan samurai.


Sebelum menuju hotel, Riyan teringat sesuatu yang harus diketahuinya.


" Ken, apa kau tau dimana tempat pesta besok malam ? " tanya Riyan


"aku pernah mendengar tuan Luke menyebutkan nama tempatnya, Wallin Palace. Sekitar 15 menit dari sini " jawab Ken


"bisakah kita ke sana sebentar? aku ingin melihatnya " ucap Riyan


"baiklah " balas Ken


Ken memutar setirnya ke kiri di perempatan jalan. Setelah lima belas menit, mereka tiba pada sebuah bangunan yang akan dijadikan tempat pesta dan berhenti diseberang jalan bangunan itu. Riyan hanya melihat Bangunan warna putih yang sangat besar itu dari dalam mobil.


Di depan bangunan itu terdapat beberapa mobil yang diperkirakan milik anak buah yorgi. Dari jendela terlihat bayang-bayang manusia seperti seorang prajurit yang sedang berjaga.


"ayo kita pergi, kau sudah tau tempatnya kan " ucap Ken


"sebentar lagi " pinta Riyan


Dua menit kemudian Riyan menyetujui untuk meninggalkan Wallin Palace dan kembali ke hotel Newton. Setibanya di hotel Riyan pun langsung menuju kamarnya dan meletakkan semua belanjaan termasuk tuksedo dari tuan Luke ke atas meja. Kemudian Riyan merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur membentang seperti huruf X.


"kau sudah melakukannya? " tanya Riyan


[tentu saja tuan]


"tampilkan!" pinta Riyan


Kemudian hologram bangunan putih besar tempat pesta besok malam muncul di hadapan Riyan. Dia segera membangunkan tubuhnya dan duduk manis dengan melipat kaki. Riyan memutar- mutar hologram itu seperti mencari sesuatu, tidak lama kemudian Riyan tersenyum puas.


"Alpha, saatnya menyusun rencana kita "