
Kedatangan Riyan membuat Aldo dan teman-temannya berpaling kearah Riyan.
"Siapa kau ikut campur urusan kami?" kata teman Aldo
"bukannya tadi sudah kukatakan, aku teman mereka" Kata Riyan
"jadi apa kau mau membayar ganti rugi untuk mereka atau mau ikut kami hajar?" kata Aldo
"santai saja jagoan, persoalan ini akan lebih cepat jika kau berikan nomer rekening mu " Kata Riyan
Aldo sedikit meragukannya namun dia mengambil dompet dan menyebutkan nomer rekening yang tertulis di kartu ATM miliknya.
Riyan kemudian mentransfer 27 juta ke rekening milik Aldo melalui Handphonenya.
"Mudah kan, sekarang tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi " Kata Riyan sambil memperlihatkan bukti transaksi dari Handphonenya ke Aldo.
"Anak ini mentransfer uang sebanyak itu dengan mudah, apa dia juga anak orang kaya" pikir Aldo
"enak saja, cewek ini sudah menendang ku " Kata teman Aldo
"Lalu kau mau apa?Ribut" tanya Riyan dengan tatapan tanpa takutnya.
"sudahlah, dia sudah menggantinya jadi lupakan saja kali ini" kata Aldo kepada teman-temannya kemudian meninggalkan tempat itu.
"terimakasih atas pengertiannya" Kata Riyan kepada Aldo yang melintasinya
"hanya kali ini, jangan kau pikir aku akan melupakan mereka" Balas Aldo meninggalkan Riyan dengan senyum.
"Terima kasih yan, aku janji akan mengganti uangmu nanti" kata Fikri mendekati Riyan
"santai saja, tidak usah buru-buru " balas Riyan
"Kalian tidak apa-apa?" tanyanya lagi
"Ya...tidak apa, seram sekali kupikir akan berkelahi dengan mereka" Kata Putri
Riyan memperhatikan Cindy dan tersenyum, hal itu membuat Cindy salah tingkah.
Di tempat lain acara itu disebuah stand minuman dan makanan, Aldo dan temannya berkumpul.
"kenapa kau melepaskan mereka?" tanya salah satu temannya kepada Aldo
"Anak itu, yang mampu mengganti rugi uang sebanyak itu, dia pasti bukan anak biasa, kalau dia merupakan anak salah satu rekan bisnis ayahku, maka aku bisa kena masalah " jawab Aldo
"lalu bagaimana sekarang?apa kita biarkan saja?" tanya temannya lagi
"Tentu saja tidak, aku tidak akan melupakan tamparan cewek itu, kita akan menghajar mereka, tapi sebelumnya cari tau informasi tentang siapa yang mengganti rugi HP ku itu " Jelas Aldo
"Baiklah, nanti akan kuminta anak-anak mencari tau informasinya" Balas teman aldo
"aku tidak pernah melihat mereka, mungkin mereka dari luar kota" kata temannya yang lain
"benar juga, mungkin mereka siswa yang ikut olimpiade pelajar di kota ini" kata Aldo
Jam 10 malam Riyan dan yang lainnya kembali ke penginapan karena khawatir akan dimarahi guru pendamping jika pulang larut malam.
*Kamar nomer 36*
Riyan merebahkan tubuhnya di kasur, begitu juga Fikri yang berbaring di kasur satunya.
"Aku tidak tau apa jadinya jika kau tidak datang" Kata Fikri
"Paling kalian akan berkelahi kan" Kata Riyan
"mungkin saja, yang pasti sepertinya mereka tidak hanya ingin uang saja" kata Fikri
"mungkin kau benar " jawab Riyan
"ngomong-ngomong kau punya banyak uang, apa kau anak orang kaya?" kata Fikri
"tidak, kau tidak perlu memikirkannya" Kata Riyan
Beberapa saat kemudian Handphone Riyan berbunyi memunculkan notifikasi chat dari Cindy masuk.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cindy :
Terima kasih atas pertolonganmu tadi..
Riyan :
Tidak masalah 😊...
Cindy :
Kalau kau tidak datang, bisa berkelahi tadi..
Riyan :
Tapi tendanganmu tadi hebat kok,bisa menang tuh..😁
Cindy :
Malah diledekin😑...
tapi kau harus hati-hati, sepertinya mereka bukan tipe yang mudah melupakan..
Riyan :
Berarti sama kaya aku?
Cindy :
Maksudnya?
Riyan :
Aku juga bukan tipe yang mudah melupakanmu😊😊
Cindy :
Gombalanmu bikin ngantuk😃
Riyan :
yasudah tidur, besok kita harus lomba..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
*Keesokan paginya*
Perlombaan liga olimpiade akan dimulai, semua peserta berbaris sesuai mata pelajaran dan kota yang mereka wakili, total keseluruhan ada 28 Kota.
Dengan banyaknya jumlah peserta maka kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari dengan aturan main yang sama seperti pada liga tingkat kota.
28 peserta akan dibagi menjadi 4 Kelompok yang terdiri dari 7 orang untuk bertanding tiap harinya, Pemenang dari tiap kelompok akan dipertemukan untuk memperebutkan gelar juara.
Stasiun TV daerah akan menyiarkan acara final tersebut, sehingga seluruh provinsi kalimantan tengah bisa menyaksikannya lewat Chanel TV daerah.
Hari ini yang merupakan hari pertama adalah untuk menentukan pembagian kelompok, setiap siswa akan mengambil nomer dalam sebuah toples yang berisi nomer 1 sampai 4.
Untuk yang mendapatkan nomer 1 akan bertanding hari ini,nomer 2 besok dan seterusnya, hingga pada hari ke 5 hanya akan tersisa 4 orang pemenang dari tiap kelompok untuk bertanding.
7 orang Panitia mulai berjalan membawa toples berisikan nomer ke barisan masing-masing mata pelajaran yang akan dilombakan dan mencatatnya.
Hasil dari perwakilan kota Muriya berbeda-beda,
Anto hari ke 1,
Fikri, Izhar dan Sari hari ke 2,
Riyan hari ke 4.
"sepertinya aku bisa santai sedikit karena baru bertanding hari ke empat"pikir Riyan
Dan untuk urutan jadwal perlombaan dari pagi sampai sore adalah Matematika, Akuntansi, Fisika, Kimia, Geografi, Biologi, dan Bahasa Inggris.
Hari pertama Anto tidak mampu mengalahkan point ke 7 peserta yang lain, hari kedua Izhar dan Sari juga tidak bisa masuk untuk final dihari kelima.
*dirumah Aldo*
Malam hari pukul 18.30 sebelum hari ketiga perlombaan liga olimpiade pelajar, beberapa temannya memberitaukan informasi yang mereka dapat selama dua hari ini mengenai Riyan dan teman-temannya.
"Jadi mereka perwakilan pelajar kota muriya bidang ilmu pengetahuan, pantas tidak ada di penginapan gedung olah raga. Kalau begitu mereka hanya berada disini 3 hari lagi" gumam Aldo
"Kau benar, itu sebabnya kalau mau membalas mereka, kita harus lakukan segera sebelum anak-anak itu pulang kampung " Kata salah satu teman Aldo
"Tapi kita tidak bisa terlibat masalah, kalau tidak kita akan didiskualifikasi dari liga" Kata Aldo
"Kalau begitu kita bayar saja beberapa preman untuk menghajar mereka" kata teman Aldo menyampaikan idenya.
"Bagus juga, kalau begitu besok kau cari orang yang mau melakukannya, aku akan urus pembayarannya" kata Aldo
Pada perlombaan hari ketiga, Cindy dan Putri gagal dengan perbedaan nilai yang tipis dengan peserta lainnya.
Dalam sebuah pertandingan kalah dan menang merupakan hal yang biasa terjadi. Meraih kemenangan tentunya menjadi sebuah tujuan dalam berkompetisi.
Bisa menerima kekalahan pastinya bukan perkara yang mudah. Apalagi jika kita sudah bekerja keras dan memberikan yang terbaik.
Cindy nampak kecewa dengan hal itu, dia termenung disebuah kursi panjang yang berada di depan aula perlombaan. Riyan mendekatinya dan mencoba untuk menghibur.
"tidak usah terlalu dipikirkan, kau hanya kalah cepat" kata Riyan
"tidak bisa membawa nama kota kita ketingkat Nasional membuatku sedikit kecewa" kata Cindy
"Jika kekalahan itu diperlukan untuk membuat kita menjadi lebih kuat, maka menerima kekalahan adalah hal yang bagus " Kata Riyan
"Kau juara umum disekolah dan disebut sebagai jenius oleh guru, tentu mudah mengatakannya" kata Cindy
"Apa kau mengenalku sebelum itu?andai kau teman sekelasku kau pasti tau apa yang sudah kulalui sebelum menjadi seperti sekarang" kata Riyan
Cindy heran mendengar perkataan Riyan, apa yang mengecewakan dari seorang juara umum yang dikenal pintar satu angkatan. Dia tidak mengetahui sebelumnya kalau Riyan merupakan bahan bulian.
"Apa maksudmu?" Tanya Cindy
"Tidak ada, ayo kita jalan-jalan malam ini,sedikit bersantai tidak apa kan!" Ajak Riyan
"Kau ini aneh sekali, besok kau harus bertanding kan, bukannya belajar malah mengajakku kencan" kata Cindy
"Kau sendiri yang bilang, aku ini jenius kan jadi tidak apa, hehehe" kata Riyan
Malam harinya Cindy dan Riyan berjalan keluar penginapan. Riyan menyewa sebuah kendaraan bermotor dan membawanya berkeliling kota dengan Cindy.
"sekarang kemana lagi?" tanya Riyan setelah keberbagai tempat
"kita cari nakan saja, aku lapar" jawab Cindy
Riyan berhenti di sebuah rumah makan pinggiran kota dengan dekorasi unik bertema retro kota eropa dengan dinding berwarna oranye, banyak anak muda makan di sana.
"wah keren tempatnya" kata Cindy sambil melihat sekitar ruangan
"duduk di sana yuk!" ajak Riyan menunjuk tempat duduk dengan bentuk ban mobil bertumpuk 3 dan meja berbentuk kap mobil.
"Kau yakin tidak perlu belajar untuk besok?" tanya Cindy
"iya tenang saja" jawab Riyan
"Kau ini sebenarnya memang jenius atau tidak ingin menang" kata Cindy
"kalau memang sudah takdirnya menang ya menang" kata Riyan
"perwakilan kita hanya tinggal kamu, jadi kau harus berusaha" kata Cindy
"kalau begitu kau beri motivasi saja kepadaku, bagaimana?" kata Riyan
"Motivasi apa?" tanya Cindy
"kalau aku berhasil mewakili kota kita ke tingkat Nasional kau jadi pacarku, bagaimana?" kata Riyan tersenyum
"bagaimana yaa...hmm" kata Cindy menepuk nepuk keningnya dengan telunjuk
"Sudah tidak usah dipikirkan, bilang saja 'iya' begitu" kata Riyan menggodanya
"eeh enak aja, kupikir dulu deh 10 tahun, hihihi" jawab Cindy
Diperjalanan pulang dijalan yang sepi mereka dicegat 4 orang preman menggunakan 2 buah motor mendekati mereka.
"turun kalian! sekarang giliran kalian" perintah salah satu preman
Riyan dan Cindy turun dari motor dan melepas helm mereka, tanpa basa basi preman itu menyerang mereka.
Riyan yang masih memegang helm menggunakannya untuk menahan pukulan preman dan memberikan pukulan keras ke wajah preman tersebut.
Riyan melihat kearah Cindy, di sana Cindy sudah menjatuhkan satu preman dan menghadapi satu lagi.
Serangan dadakan mengarah ke Riyan selagi dia melihat ke arah Cindy, dengan telapak tangannya Riyan menangkap genggaman preman tanpa mengalihkan pandangannya.
Tendangan Sapuhan Riyan kekaki membuat tubuh preman itu melayang jatuh dan sebelum tubuhnya jatuh, tendangan lurus berikutnya dari Riyan membuat orang itu terbang menghantam motor mereka.
Riyan mendekati Cindy yang sedang melawan satu preman yang tersisa. Begitu Riyan dekat, preman itu sudah dikalahkan Cindy.
"Kau memang hebat" kata Riyan sambil bertepuk tangan
"tentu saja, aku sudah latihan silat hampir tiap hari sejak SD" kata Cindy
Mereka melanjutkan ke penginapan meninggalkan para preman yang tergeletak di jalan sepi.
Sesampainya di penginapan, para guru pendamping berkumpul didepan menunggu mereka.
"syukurlah kalian tidak apa-apa" kata kepala sekolah mereka.
"ada apa pak?" tanya Cindy
"Hari ini teman-teman kalian dipukuli orang, bapak tidak tau kenapa, makanya bapak khawatir kalian juga mengalami hal yang sama" kata kepala sekolah
Riyan dan Cindy saling melihat dan menerka bahwa kejadian ini ada kaitannya dengan preman yang baru saja mereka lawan.
"sekarang bagaimana mereka pak?" tanya Riyan menanyakan kondisi teman-temannya
"Sari dan Mila ditemani Bu Sinta dikamar, Sedang Fikri, Izhar dan Anto sedang diobati sirumah sakit ditemani Pak Joko dan Pak Sulis" kata Kepala Sekolah
"Kalian sebaiknya jangan keluar penginapan dulu mulai sekarang, setelah perlombaan langsung kembali kesini saja" lanjut Kepala Sekolah
"baik pak" kata Riyan dan Cindy yang kemudian kembali kekamarnya masing-masing.
*Rumah Aldo*
"Kenapa malah kalian yang dihajar?" teriak Aldo kepada empat preman yang menghadang Riyan
"Maaf Bos, yang cewek sangat mahir silat dan yang cowok seertinya seorang ahli beladiri semacam kungfu" jawab salah satu preman sambil menundukkan kepala
"seperti dugaanku, cewek itu juga bisa silat, tapi yang satunya lagi aku tidak menduganya. Dua hari lagi mereka akan pulang, dan saat ini pasti guru pendamping mereka sedang waspada, ini akan sulit menggunakan para preman ini" pikir Aldo
"Kalian pergilah" perintah Aldo kepada para preman
Kemudian dia menelpon temannya karena sulit untuk para preman mendekati mereka saat ini, namun jika sesama siswa sekolah kemungkinan para guru pendamping tidak akan curiga.
"kita tidak bisa menggunakan para preman saat ini. Besok kita akan membalas sisa anak-anak yang kemarin, kau beritahu yang lainnya untuk bersiap" kata Aldo ditelpon