Mysterious Wife

Mysterious Wife
92



"Brengsek!"


"Brengsek!"


Samuel merasa hancur hidupnya karena kini dia telah menjadi buronan internasional, semua bodyguardnya pasti telah tertangkap polisi. Samuel terpaksa harus bersembunyi agar tidak ada satu polisi pun yang dapat menangkapnya, dia harus segera pergi ke Indonesia.


Samuel memiliki ambisi yang tinggi, tidak ada yang boleh memiliki Hana selain dirinya, dia memilih lebih baik Hana mati ditangannya dari pada Hana harus hidup menjadi milik orang lain, apalagi orang itu Galvin.


Samuel menitikan air matanya, padahal selama ini dia sudah berusaha untuk menjadi kekasih yang baik untuk Hana, dia tidak pernah bersikap kasar padanya apalagi menyakitinya, perlakuannya dan perkataannya begitu lembut pada Hana.


"Tega sekali kamu mengkhianati aku, Hana. Kamu telah menyakitiku, padahal aku sudah mencintai kamu dan membiarkan kamu hidup. Kalau tau begini, seharusnya waktu itu aku membunuh kamu." Samuel menghapus air matanya yang mengalir.


Masih teringat jelas semua kenangan dia bersama Hana sebelum Hana masuk ke dalam kehidupan Galvin.


Flashback On...


Dulu setelah tragedi kebakaran rumah, perusahaan Tuan Edward di sita karena memiliki hutang yang begitu besar, membuat Hana dan Anya menjalani hidup yang penuh kesusahan.


Samuel hanya bisa memantau mereka dari kejauhan, dia masih bertanya-tanya ke dirinya sendiri apakah dia harus membunuh mereka atau tidak.


Namun terlintas dibenaknya untuk membalaskan dendam Mitha pada Galvin, apalagi dia tau Hana adalah cinta pertamanya Galvin, makanya dia berusaha menjadi orang yang terlihat baik dan ramah pada Hana.


Hana saat itu baru masuk kuliah sambil bekerja, dia harus memikirkan biaya hidup sehari-hari dia dan adiknya, termasuk biasa sekolah Anya. Hana kuliah karena mendapatkan beasiswa.


Samuel sengaja pindah ke Universitas yang sama dengan Hana, namun sayangnya tak bisa membuat Hana tertarik padanya padahal dia beberapa kali menyapa Hana.


Kemudian Samuel menyuruh seseorang untuk berbuat masalah pada Hana, sampai orang itu memaki-maki Hana karena bajunya basah, padahal dia yang menabrakan diri pada Hana yang sedang membawa satu gelas minuman di atas nampan.


Hampir saja Hana dipecat gara-gara orang itu, beruntung Samuel menolongnya, dia membela Hana kalau dia melihat sendiri bahwa Hana tidak bersalah.


Dari situlah Hana dekat dengan Samuel. Dan Samuel selalu ada untuk Hana, bahkan saat Hana tidak sanggup membayar biaya kontrakan, Samuel menyuruh Hana tinggal di salah satu rumah miliknya, karena Samuel memiliki lebih dari satu rumah, belum lagi apartemen.


Tidak ada pilihan lain bagi gadis yang masih berusia 18 tahun itu, apalagi dia tidak bisa membiarkan Anya tinggal dijalanan. Anya masih kecil waktu itu masih berusia 10 tahun. Hana menerima tawaran pria yang dua tahun lebih tua darinya itu untuk sementara, setelah dia punya uang dia akan mencari kontrakan lagi.


Selama itu pula Samuel selalu memperlakukan Hana dengan baik, bahkan sering mengirim makanan untuk Anya, membeli keperluan sekolah Anya. Membuat Hana tersentuh dengan kebaikan Samuel pada adiknya.


Makanya Hana tak bisa menolak saat Samuel mengungkapkan perasaannya, dia mencoba untuk menerima dan mencoba untuk mencintai Samuel dengan sepenuh hati. Karena baginya Samuel adalah pahlawannya.


Flashback Off...


Samuel sangat merindukan masa-masa itu bersama Hana, walaupun awalnya semua itu palsu, dan sekarang dia yang terjebak dengan permainannya sendiri. Dia sangat mencintai wanita itu dan tidak rela jika Hana menjadi milik orang lain.


"Shhhh...arrrggghhh!" Samuel meringis kesakitan, kakinya terluka, tapi dia tidak boleh lama-lama berada ditempat ramai.


Samuel memakai masker dan topi milik supir yang masih pingsan itu, dia memilih berjalan kaki walaupun harus terpincang-pincang, menyusuri gang-gang besar, dia harus mencari tempat aman agar tidak ada polisi yang menemukannya, dia yakin akses jalan raya sudah dikuasi kepolisian di Jerman sana. Dan berusaha menghindari CCTV karena CCTV begitu banyak terpasang dimana-mana. Tujuannya adalah Grunewald Forest, sebuah hutan yang ada di kota Berlin. Butuh kurang lebih dua jam jika berjalan kaki kesana.


Samuel mengganti nomornya agar tidak terlacak oleh polisi, karena dia memiliki banyak nomor, dia segera menelepon kenalannya di Jerman, karena dia begitu kesakitan untuk berjalan cepat, "Jack, can you help me please!"