
Hana merasa heran pada Galvin dari tadi dia diam terus saat dirinya mengajak Galvin untuk berbicara denganya, dari saat dia ketiduran di bus, turun dari bus, bahkan sekarang pun setelah mereka berada di dalam rumah, Galvin masih diam seribu bahasa.
"Galvin, apa nanti malam kita berangkat bersama?" tanya Hana. Dia duduk di samping Galvin yang sedang menonton TV.
"Jangan dekat-dekat dengan aku. Kita boleh berdekatan minimal satu meter oke." Galvin malah menggeser posisi duduknya agar menjauhi Hana.
"Lho ko gitu? Bukannya waktu di dalam bus tadi kita duduk berdekatan?"
Berbicara soal bus, Galvin jadi teringat kembali saat dirinya tanpa sadar telah mencium bibir Hana. Ada perasaan aneh saat dia merasakan kedua bibir mereka menempel. Galvin takut dia tidak bisa mengontrol dirinya jika terus berdekatan dengan Hana, karena dia sendiri yang bilang tidak akan pernah menyentuh Hana.
"Kamu pikir hanya karena naik bus bersama hubungan kita ini mulai dekat, begitu? Gak sama sekali, jangan terlalu kepedean."
Hana tidak mengerti dengan sifat pria ini, kadang terlihat baik, kadang konyol, kadang sombongnya luar biasa. Tapi dia tidak ingin mengambil pusing tentang sifat Galvin kepadanya, dia ingin fokus ke misi balas dendamnya pada Galvin, tak peduli jika dia sudah beberapa kali sakit hati dengan sikap pria itu.
Bahkan saat Hana memasak, dia memotong wortel dengan begitu emosi, sampai memotongnya dengan begitu cepat. Dia pikir dia telah berhasil meluluhkan hati Galvin namun rupanya belum bisa.
tek tek tek tek tek...
Hana memotong wortel sambil menggerutu.
"Astaga, menyebalkan sekali pria itu. Ingin sekali aku heuhh..." Saking sebalnya, Hana tidak kuasa meneruskan perkataannya.
Sementara itu, Galvin pandangannya ke arah televisi tapi pikirannya tidak kesana, dia tidak bisa menghilangkan ingatannya saat dia mencium bibir Hana, ada yang berbeda saat dia mencium bibir Hana, padahal bagi dia ciuman itu bukanlah hal asing, dia sering melakukannya bersama para mantan, tapi entah mengapa ada sesuatu yang berbeda saat dia menyentuh bibir Hana.
...****************...
Malam itu, pesta ulang tahun Vixo telah berlangsung di salah satu hotel berbintang lima di kota ini, Galvin memilih berangkat lebih dulu atas permintaan dari kliennya itu. Bagi Galvin klien memang lah nomor satu. Dia tidak mungkin datang bersamaan dengan Hana, yang ada nanti orang-orang akan curiga mengapa datang ke pesta satu mobil dengan sekretarisnya.
"Namaku Veronika, aku pemilik perusahaan ATC," ucap salah satu kenalan Galvin, dia dan Galvin saling berjabat tangan.
"Galvin, CEO dari TVC Media." jawab Galvin sambil tersenyum menawan.
Veronika terdiam menatap Galvin, seakan tersihir dengan senyuman pria itu, Galvin memang selalu terlihat mempesona, banyak wanita yang terpedaya dengan pesonanya.
Lihatlah aku bisa berkenalan dengan banyak wanita cantik, lebih segalanya dari Hana. Jadi lupakan soal ciuman itu Galvin, ok! _ bisik hati Galvin.
"Galvin!"
Nikhita, CEO dari perusahaan Vixo itu tersenyum mengembang begitu melihat Galvin. Dia adalah wanita yang terkenal angkuh, namun baru kali ini dia begitu ramah pada klien. Tentu saja hanya pada seorang Galvin.
Galvin meninggalkan Veronika, dia memilih untuk menyapa sang tuan rumah.
"Oh Hai Nikhita, selamat uang tahun untuk Vixo, aku harap Vixo semakin berjaya di dalam dunia fanshion, aku yakin itu." Galvin mengulurkan tangannya pada Nikhita.
Dengan senang hati Nikhita meraih tangan Galvin, dia tersenyum manis pada pria idaman hatinya itu, "Terimakasih, aku senang sekali kamu bisa hadir kesini."
Bahkan wanita angkuh sekelas Nikhita pun bisa aku luluhkan, Hana tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengannya dan juga wanita yang hadir disini. Jadi jangan sampai terpedaya oleh wanita itu._ Galvin masih saja memberi peringatan pada dirinya sendiri.
"Tentu saja..." Galvin tidak meneruskan perkataannya saat melihat ada seorang wanita yang baru masuk ke pesta itu. Wanita itu terlihat sangat cantik dan elegan, membuat Galvin tak mengedipkan matanya.
"Ha-Hana?" Galvin membulatkan matanya saat menyadari rupanya wanita cantik itu adalah Hana, istrinya. Baru kali ini Hana berdandan cantik seperti itu, apalagi dia memakai gaun yang casual, sehingga dia nampak terlihat mempesona malam ini.