Mysterious Wife

Mysterious Wife
104



Akhirnya hari ini pernikahan Galvin dan Hana telah resmi di gelar.


Sebuah pernikahan yang sangat meriah dan megah dan tentunya banyak para pembisnis yang hadir, dari dalam negeri, maupun luar negeri.


Hana dan Galvin menyalami para tamu undangan yang hadir, walaupun sangat lelah, tapi rasa bahagia di hati mereka lebih menggelora. Mereka masih bersemangat untuk menyapa pada tamu yang terus menerus datang ke acara pernikahan mereka.


"Selamat ya bro, akhirnya kalian resmi menikah juga." Morgan menyalami Hana dan Galvin.


Kebetulan dia membawa calon istrinya hadir kesana, Laura. Laura adalah seorang anak pengusaha kaya raya dari V Grup. Pastinya dia juga mengenal Galvin.


Laura ikut menyalami Galvin dan Hana, "Selamat ya untuk kalian berdua."


Galvin dan Hana tersenyum begitu ramah.


"Iya sama-sama, Laura. Semoga kalian menyusul." ucap Galvin.


Laura tersipu malu.


"Sstttt... belum ada yang tau hubungan kami. Ini masih rahasia." bisik Morgan pada Galvin. Morgan memang belum siap untuk memberitahu media bahwa dia dan Laura akan segera menikah. Mungkin karena dia belum bisa mencintai wanita itu.


Zhoya memperhatikan mereka dari kejauhan, matanya berkaca-kaca melihatnya.


"Selama janur kuning belum melengkung, masih banyak kesempatan buat kamu dapatin dia." goda Ghisell, dia tau apa yang sedang diperhatikan Zhoya.


Zhoya menjadi salah tingkah dibuatnya.


"Ih apaan sih kak." Wajahnya memerah.


Haikal yang sedang menggendong Nicholas, dia ikut bicara, "Kak Haikal juga dulu bisa memperjuangkan kak Ghisell, padahal kak Ghisell satu minggu lagi akan segera menikah."


"Hmm... ya dengan mantan terindah." Ghisell tersenyum-senyum mengingat mantannya, tak lain adalah kakak iparnya sendiri.


Haikal malah cemberut mendengarnya.


"Tapi kamu suami terbaik, yang selalu ada dihati." Ghisell menambahkan perkataannya. Kata-kata Ghisell membuat suaminya sumringah.


Zhoya memilih pergi meninggalkan mereka, keluarga Adelardo kalau cinta sama orang memang suka bucin sampai lupa disana ada Zhoya.


Zhoya tak sengaja berpapasan dengan Morgan, kebetulan mereka sama-sama ingin pergi ke tempat hidangan makanan.


"Hai bocil!" Sapa Morgan.


Zhoya tidak menanggapinya, dia malah memalingkan muka, meninggalkan Morgan.


"Kenapa tuh anak." Morgan tidak mengerti dengan sikap gadis itu, tiba-tiba bersikap cuek padanya.


...****************...


Besoknya...


Galvin mengajak Hana berbulan madu di Prancis. Itu adalah keinginan Hana, dia ingin sekali melihat Menara Eiffel.


Malam itu Hana membukakan jendela kamar hotel. Dia bisa melihat jelas bagaimana indahnya Menara Eiffel walaupun dari jarak jauh.



Hana tersenyum memandangi keindahan malam hari di kota Paris. Malam ini dia hanya memakai lingerie saja, mereka belum sempat berhubungan badan lagi setelah Galvin terluka. Sementara Samuel sudah di vonis hukuman mati, sesuai dengan kesalahannya.


Hana merasakan ada tangan kekar memeluknya dari belakang, Galvin menciumi rambut Hana dengan lembut. Membuat Hana menghadap dirinya, kemudian mereka saling menatap.


Hana membelai dengan lembut wajah Galvin, "Aku mencintaimu, Galvin. Sepertinya aku belum pernah mengucapkannya secara langsung."


Galvin tersenyum penuh rasa bahagia, "Aku lebih mencintaimu, sangat mencintaimu."


Kemudian mereka saling berciuman dengan penuh rasa cinta. Saling membuka pakaian mereka, membuat mereka tak memakai satu helai kain apapun.


Galvin menggendong tubuh Hana, membawanya berbaring ke atas ranjang besar yang dipenuhi taburan bunga mawar merah.


"Eughhh..." Suara erotis memenuhi kamar hotel itu, apalagi saat Galvin mulai menjelajahi di setiap lekuk tubuh Hana.


Mereka sama-sama menganga penuh rasa nikmat saat merasakan penyatuan, Galvin melakukannya dengan hati-hati dia tidak ingin membuat Hana kelelahan, apalagi Hana sedang mengandung anak mereka. Galvin bergerak begitu pelan tapi sangat menghanyutkan.


"Ahhh... Galvin!" Beberapa kali Hana memanggil nama sang suami, memeluk punggung Galvin yang begitu gagah menghantam dirinya dengan penuh kenikmatan.


Kamar bernuansa serba putih itu menjadi saksi bisu bagaimana panasnya ranjang dua insan yang begitu saling mencintai.


"Terimakasih sudah mencintaiku selama ini, mari kita hidup selamanya sampai kita menua nanti bersama anak cucu kita." Hana mengucapkannya dengan tatapan teduh.


Galvin mencium bibir Hana sebentar, dia tersenyum manis, "Tentu saja, aku akan selalu berusaha menjadi suami yang baik untuk kamu."


Mereka pun berciuman kembali dan bercinta lagi dan lagi.


...TAMAT...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Zhoya Morgan nanti ada di novel baru 🙏...


Pemenang GA


Sebelumnya saya pernah bilang ada penambahan kategori, buat nama yang saya SS silahkan kirim no rek atau no HP nya. Satu orang satu kategori bagi yang beruntung.


Mohon maaf buat yang belum menang, semoga nanti ada kesempatan di novel lainnya.


1) GIFT TERBANYAK 1 - 4



50K


50K




2) Gift Terbanyak 5 - 15 (Kecuali 8) Pulsa 20K



3) Top Fans Pulsa 10K



4) Komentar Terbaik 50K


1.



2.



3.



5) Komentar Terbaik 4 - 10 Pulsa 20K


4.



5.



6..



7.



8.



9.



10.



6) Komentar Pilihan 10K