Mysterious Wife

Mysterious Wife
32



"Galvin? Kenapa kamu ada disini?"


Hana tidak mengerti mengapa Galvin tiba-tiba berada di dalam bus. Dia pikir Galvin sedang bersenang-senang dengan kekasihnya itu di rumah.


Galvin terpaksa membuka maskernya, dia tidak menjawab pertanyaan dari Hana, tapi malah menyuruh pria itu minta maaf pada Hana.


"Cepat minta maaf padanya!" suruh Galvin pada pria cabul itu.


"Sebenarnya ada apa ini?" Tanya Hana, dia tidak mengerti.


"Dia mau kurang ajar sama kamu." jawab Galvin, dia masih mencengkram kuat tangan pria itu.


"Maafkan aku mbak, sumpah aku belum sempat memotonya." Ucap pria itu sambil meringis.


Hana melihat ada ponsel yang tergeletak di bawah, dia memeriksa ponsel itu, rupanya ucapan pria itu benar, dia tidak sempat melecehkan Hana. Tapi dia melihat ada banyak foto-foto korban pelecehan dia. Pria itu sering memotret ke bagian rok yang dipakai wanita sehingga terlihat jelas ****** ***** dan selangk*ngan wanita.


Hana menatap tajam pada pria itu.


...****************...


Galvin dan Hana keluar dari kantor polisi, rupanya dia habis melaporkan pria cabul itu dan juga masalah Galvin yang kehilangan dompet. Walaupun Galvin tidak begitu mempermasalahkan dompetnya itu karena kartu-kartu tinggal dia blokir, uang cash juga gak dia bawa banyak, semuatnya saja di dompet.


Hana terpaksa membatalkan rencananya untuk datang ke apartemen Samuel karena kini dia sedang bersama Galvin.


Mereka berjalan kaki di atas trotoar, berjalan beriringan, Galvin tidak biasa berjalan seperti ini, mereka terlihat seperti sedang berkencan kelas bawah, tidak menggunakan mobil dan juga Galvin sama sekali tidak membawa uang.


"Biar aku suruh orang untuk membawa mobilku saja." ucap Galvin sambil meronggoh ponselnya di saku celananya.


"Gak usah, kamu aja sendiri."


Galvin menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celana, "Terus kamu mau naik bus lagi? Kamu gak ingat kejadian tadi?"


"Gak selamanya selalu begitu, aku aman-aman saja dari dulu naik bus. Lagian aku tidak mengerti, mengapa kamu tiba-tiba ada di dalam bus?"


Galvin bingung untuk menjawab pertanyaan Hana, tidak mungkin dia bilang kalau dia mengikuti Hana. "Emm... aku ingin pergi ke suatu tempat."


"Kamu punya banyak mobil, kenapa harus naik bus?" Hana seolah-olah sedang menginterogasinya.


"Hanya penasaran saja ingin naik bus, eh ternyata ada kamu disana, kebetulan sekali." Galvin menyatakannya sambil terkekeh.


Jawaban Galvin tidak masuk akal, apa mungkin Galvin mengikutinya? Tapi buat apa? Apa dia Galvin mulai tertarik padanya? Tapi melihat sikap Galvin yang selalu menyebalkan rasanya tidak mungkin Galvin segitu mudahnya jatuh cinta padanya. Walaupun itu adalah rencananya.


"Aku lapar sekali, teraktir aku makan." pinta Galvin sambil menatap restoran bintang lima di depannya. Dia memang tidak memiliki uang sama sekali saat ini.


Hana menghela nafas, "Itu akan menghabiskan satu bulan gaji aku. Kalau kamu mau makan, disana saja!" Hana menunjukkan sebuah kedai yang ada dipinggir jalan.


Hana tidak mendengarkan perkataan Galvin, dia memilih menyebrang jalan menuju kedai yang ada pinggir jalan itu.


"Hana!" Galvin terpaksa mengikutinya.


Galvin terpaksa harus memakan apa saja yang Hana kasih. Karena dia tidak tau menu apa yang enak disana.


Saat itu Hana hanya memesan gado-gado dan jus jeruk untuk mereka berdua.


"Istri yang pelit. Bukannya aku sudah memberikan kartu black card sama kamu untuk kamu gunakan selama satu bulan?" keluh Galvin begitu melihat makanan yang menurutnya sama sekali tidak berselera itu.


"Aku menyimpannya di kamar aku. Aku tidak pernah menggunakannya." jawab Hana sambil menikmati gado-gado yang dia pesan itu.


"Kenapa?"


"Gaji aku sudah cukup buat biaya hidup aku."


Galvin terdiam, apa selama ini dia salah menilai Hana, apa mungkin Hana ingin menikah dengan Galvin bukan karena mengincar hartanya.


Jangan terpedaya Galvin, mungkin saja itu siasat dia untuk meluluhkan hatimu. Galvin mencoba untuk memperingati dirinya sendiri.


Saking laparnya Galvin terpaksa memakan gado-gado dihadapannya dengan begitu malas, begitu gado-gado masuk ke dalam mulutnya, seketika dia membulatkan matanya menatap Hana. Rupanya makanan yang Hana pesan sangat enak. Walaupun awalnya menurut dia terasa aneh tapi ternyata begitu lezat di lidah.


"Bagaimana rasanya?" tanya Hana, begitu melihat Galvin yang nampak menikmati makan siangnya.


"Emm... biasa saja."


Hana tersenyum karena tau Galvin sedang berbohong, dari cara makan Galvin, dia tau Galvin sangat menikmatinya. "Mau nambah lagi gak?"


Galvin nampak malu-malu mengatakannya, "Ya sudah kalau kamu maksa."


...****************...


[Maafkan aku, aku gak bisa bertemu dengan kamu hari ini. Rupanya Galvin mengikuti aku. Tapi mengapa dia mengikuti aku? Apa mungkin rencana kita berhasil, dia sudah mulai tertarik padaku?]


Samuel membaca pesan dari Hana, padahal itu adalah rencananya, dengan Galvin tertarik pada Hana dan jatuh cinta padanya, dia bisa membuat Galvin patah hati gara-gara Hana entah itu dengan Hana yang mengkhianatinya atau Hana yang mati seperti Mitha. Intinya dia ingin membuat hati Galvin benar-benar terpuruk dengan rasa sakitnya seperti dia yang kehilangan Mitha, orang yang paling berarti dalam hidupnya.


Tapi entah mengapa dia merasa kesal begitu membaca pesan dari Hana itu. Bagaimana kalau Hana jatuh cinta pada Galvin?


Samuel segera membalas pesan dari Hana.


[Buat dia jatuh cinta padamu tapi kamu jangan jatuh cinta padanya. Hati kamu hanya milik aku sayang.]


Bagi Samuel, Hana hanya boleh mencintai dirinya. Hana adalah miliknya. Karena itu Hana tidak boleh jatuh cinta pada Galvin. Walaupun dia tidak memberikan hatinya pada Hana. Karena baginya Mitha adalah segalanya.