Mysterious Wife

Mysterious Wife
52



Galvin mencium bibir Hana yang tubuhnya telah dia kunci di dinding kamar mandi, kemudian dia menatap intens kedua bola mata Hana, "Sekarang kamu sadar kan, kamu sudah membohongi aku. Rupanya malam itu kamu hanya menjebak aku. Kenapa malam itu kamu menjebakku, Hana?"


"Mengapa kamu ingin menikah dengan aku sampai menjebakku seperti itu?"


Galvin ingin tau apa Hana akan menjawabnya dengan jujur atau membohonginya lagi.


Hana jadi sedikit gelagapan saat menyadari dirinya telah ketahuan menipu Galvin, "A-aku..."


Hana tidak mungkin bilang dia menjebak Galvin karena akan balas dendam padanya, dia terpaksa harus berbohong sesuai apa yang dulu dia ucapkan pada Galvin, "Bukannya sudah aku bilang dulu bahwa aku melakukannya karena sangat mencintai kamu, aku ingin hidup dengan pria yang aku cintai, apa itu salah?"


Galvin hanya menyeringai, dia tau Hana pasti ingin membuat hatinya tersentuh, sayang sekali, dia sudah tau niat busuk Hana, dia yakin Samuel mengirim Hana padanya karena ingin menghancurkan hidupnya.


"Hmm.... tapi sekarang aku tidak ingin mencintai kamu lagi jika kamu tidak bisa membalas perasaan aku, karena itu jangan menyentuhku lagi sebelum kamu bisa mencintaiku."


Galvin merapatkan badannya, membuat Hana merasakan sosis berurat itu bergesekan dengan miliknya, membuat dia hampir mendes@h, namun dia mencoba untuk menahannya, sampai wajahnya memerah, Hana menggigit bibir bawahnya.


"Bukannya kamu sangat menikmatinya, bahkan aku sudah buat kamu beberapa kali mendes@h, akui saja!"


Hana mendorong tubuh Galvin, membuat jarak mereka sedikit menjauh, dia menghirup nafas dalam-dalam, dia tidak boleh terpedaya kembali oleh Galvin. "Hmm... ini sudah jam 7, jangan sampai kesiangan tiba di kantor."


"Kamu duluan saja, aku ada urusan."


Hana segera keluar dari kamar mandi, dia memukul-mukul kepalanya sendiri dan mengatai dirinya bodoh, mengapa semalam dia tidak bisa berontak padahal dulu dia bisa menghajar Galvin.


"Dasar bodoh, bodoh sekali kamu Hana!"


"Mengapa kamu membiarkan dia menjamah tubuh kamu?"


Sialnya Hana sangat menikmatinya, walaupun jujur saja semua sentuhan Galvin pada tubuhnya masih terasa, begitu membuat seluruh tubuhnya merinding mengingat sensasi dahsyat yang Galvin lakukan pada tubuhnya.


"Jangan bodoh Hana, jangan sampai kamu tidur lagi dengannya!"


Drrrtt... Drrrtt...


Ponsel Hana bergetar, rupanya dari Samuel.


[Sayang, bisa kan pagi ini mampir dulu ke kantor. Aku sudah membuatkan makanan kesukaan kamu.]


Hana menjadi merasa bersalah pada Samuel, padahal Samuel sudah memperingatkannya untuk tidak boleh membiarkan Galvin menyentuhnya. Namun Galvin telah berhasil menyentuh dirinya, bahkan lebih dari sekedar menyentuh.


Mata Hana membulat begitu dia melihat dirinya di pantulan cermin, banyak sekali mahakarya Galvin di lehernya, bagaimana kalau sampai Samuel melihatnya?


"Ah sial!"


Hana merasa telah mengkhianati Samuel, seakan dia telah berselingkuh dengan Galvin, suaminya sendiri.


...****************...


"Nama saya Galvin, CEO di TVC Media." Galvin memperkenalkan diri.


"Wah TVC Media ya, memang sangat familiar sekali, banyak selebriti yang menjadi bintang iklan disana, saya paling hapal itu mbak Renata dan Mas Roy, dulu."


Galvin terkekeh, "Hmm... iya dulu itu jadi masa kejayaan mereka."


Detektif Al mengulurkan tangannya pada Galvin, "Nama saya Detektif Al,"


Mereka berjabatan tangan sebentar.


Galvin tidak ingin basa basi, dia segera memperlihatkan foto Hana dan Samuel pada Detektif Al.


"Aku ingin kamu menyelidiki tentang mereka!"


Detektif Al menganggukan kepala, "Baiklah, akan saya lakukan. Walaupun jujur saja pekerjaan saya sangat banyak, karena banyak sekali klien yang menyewa jasa saya. Tapi saya usahakan secepatnya dapat menyelidiki tentang mereka."


"Hmm... iya aku harap secepatnya dapat informasi tentang mereka. Saya tertarik padamu karena dulu kamu pernah memecahkan kasus pembunuhan yang padahal sudah di vonis itu kecelakaan, selama 8 tahun pembunuhan itu tertutup rapat. Tapi kamu bisa memecahkannya, rupanya ternyata itu adalah sebuah pembunuhan yang sadis."


"Oh iya, dulu saya bekerja sama dengan Tuan Daniel dari DG Grup, yang ingin mengungkapkan kasus kematian ibu kandungnya Tuan Daniel, dan tersangkanya rupanya ibu tirinya, Ibu Miska."


"Hmm... nah iya itu dia. Kasus itu memang sangat viral saat itu."


Sebenarnya Galvin dulu selalu mengandalkan sekretarisnya untuk menghalau segala urusannya kesana kesini, tapi terpaksa harus dia tangani sendiri karena sekretarisnya sendiri yang ingin dia selidiki, pekerjaan Hana memang bagus, tapi soal kepercayaan, Galvin tidak bisa mempercayainya. Baginya Hana adalah seorang sekretaris sekaligus istri yang misterius.


...****************...


...Promo Novel...


...Semalam Dengan Istrimu...


Karena mabuk, Viona, wanita yang sudah memiliki suami itu melakukan cinta satu malam dengan pria tampan dengan sejuta pesona.


Viona, wanita berusia 25 tahun itu merasakan kejenuhan dalam rumah tangganya, awalnya hubungan dia dan suaminya begitu mesra dan harmonis namun tiba-tiba suaminya berubah menjadi sedikit tempramen dan jarang pulang, apalagi sudah dua tahun mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri lagi, tentu saja Viona sangat tersiksa dalam hubungan yang jenuh seperti ini.


Namun malam itu malah mengubah segalanya, dia seperti tesesat dan tak tau arah jalan untuk kembali, dengan pesona pria yang bernama Daniel Gilbert.


"Lupakan tentang semalam, anggap saja tidak terjadi apa-apa. Aku sudah memiliki suami."_ Viona Maharani.


"Itu pertama bagiku, karena itu kamu tidak bisa menyuruhku seenaknya untuk melupakan apa yang terjadi pada kita."_Daniel Gilbert.