
Drrrttt....Drrrttt...
Ponsel Galvin bergetar, rupanya ada pesan dari Morgan.
[Kamu benar, Justin itu Samuel, Dara adalah Hana. Lebih baik kamu bawa Hana pergi sekarang juga lewat halaman belakang. Biar aku yang mengelabui mereka.]
"Apa disekitar sini ada kamera CCTV?" tanya Galvin pada Hana, kemudian dia memerperhatikan ke sekeliling rumah bagian belakang itu.
"Tidak ada." jawab Hana, dia masih shock dengan apa yang dia lihat tadi.
Galvin harus bergerak cepat, dia terpaksa membuka daster panjangnya, kebetulan dia memang memakai pakaian lelaki di dalamnya, dan membuka rambut palsu, dia meraih tangan Hana, memegang erat tangannya, "Ayo kita pergi dari sini!"
Hana terdiam menatap Galvin, melihat bagaimana usaha Galvin untuk menemuinya sampai dia rela berada dalam bahaya demi dirinya dan juga sampai meruntuhkan harga dirinya menyamar menjadi seorang perempuan, apakah mungkin benar kalau pria ini adalah suaminya?
Zhoya tidak bisa meninggalkan Morgan sendirian, "Kalian pergi saja diam-diam melewati halaman belakang rumah. Aku harus membantu kak Morgan."
Galvin sangat mengkhawatirkan Zhoya, "Kamu ikut saja, biar nanti kak Galvin balik lagi untuk membantu Morgan."
"Gak ada waktu kak, kita harus sama-sama bergerak cepat. Biar aku dan kak Morgan mengelabui mereka agar tidak ada yang tau kak Hana pergi dari rumah." Setelah berkata begitu Zhoya segera meninggalkan Galvin dan Hana.
Galvin berada di posisi serba salah, tapi inilah salah satunya cara untuk membawa Hana pergi dari rumah, sebelum Samuel datang. Dia tidak ingin menggagalkan usaha Morgan dan Zhoya yang telah membantunya.
Galvin segera berlari membawa Hana pergi ke halaman belakang, namun sayangnya ternyata mereka ke pergok oleh tiga bodyguard yang lagi berjaga di belakang rumah. Apalagi sekarang Galvin sudah berpenampilan seperti laki-laki.
"Hei, mau kau bawa kemana nona Hana?" bentak salah satu dari mereka.
Bodyguard yang berkepala botak, dia mau mencoba menghubungi kepala bodyguard dengan walkie talkie, beruntung Galvin langsung menendang tangannya sehingga walkie talkie itu jatuh ke lantai.
Galvin menginjaknya sampai hancur. Kemudian dia menatap Hana, "Kamu diam disini. Biar aku yang hajar mereka."
Para bodyguard langsung berlarian untuk menghajar Galvin, sehingga terjadi perkelahian satu lawan tiga, Galvin sangat kewalahan menghadapi tiga bodyguard, sampai salah satu dari mereka berhasil memukul wajah dan perutnya.
Bugh....
Bugh...
Terdengar suara seorang polisi pria disana, "Yes, I am. What is the problem? Can I have your name?"
"My name is Da...emm... Hana. There has been a murder in the area of Kreuzberg, number 123, the city of Berlin."
Hana menutup panggilan telepon, begitu melihat ada salah satu bodyguard yang akan memukul kepala Galvin di belakang.
Handphone Hana terjatuh, dia berlari untuk menolong Galvin. Menendang pria itu sampai jatuh tersungkur. Dia baru sadar ternyata dia juga bisa berkelahi, sehingga Hana ikut bergabung dengan Galvin untuk menghajar ketiga bodyguard itu.
"Ini terlalu berbahaya, biar aku saja yang menghajar mereka!" Galvin tidak mengizinkan Hana berkelahi.
Namun Hana tidak menggubrisnya.
Saat itu Hana dan Galvin saling membelakangi dengan posisi punggung mereka yang saling menempel, lalu menyerang lagi para bodyguard itu.
Galvin melawan dua bodyguard, sementara Hana melawan satu bodyguard.
Sehingga akhirnya Galvin dan Hana berhasil melumpuhkan mereka. Mengikat mereka bertiga di bawah pohon.
"Akhirnya kita berhasil mengalahkan mereka!" Galvin dan Hana tanpa sadar saling high five.
Hana langsung melepaskan tangan Galvin, dia sangat grogi ketika pria itu menatapnya.
"Lebih baik kita harus segera menolong Morgan dan Zhoya, mereka pasti lagi mengelabui kelima bodyguard di depan." ucap Galvin pada Hana.
Galvin melihat ada sebuah mobil berwarna hitam disana, sepertinya mobil itu adalah mobil milik salah satu diantara ketiga bodyguard itu.
Galvin meraba-raba setiap saku celana dan kemeja mereka bertiga, membuat mereka kegelian, akhirnya dia menemukan kunci mobil di saku celana bodyguard yang berkepala botak itu.
Galvin mengusap kepala bodyguard yang botak itu, "Mas bro aku pinjam dulu mobilnya, nanti cari saja Galvin Bastian Adelardo buat ganti rugi. Aku bayar tiga kali lipat."
Faktanya mana mau dia datang menemui Galvin, yang ada nanti Galvin melaporkannya ke polisi.
Galvin menarik tangan Hana, membawanya masuk ke dalam mobil. Mereka harus menjemput Morgan dan Zhoya.