
Ceklek!
Hana dan Galvin di buat terperanjat begitu mendengar suara seseorang membuka pintu.
Hana segera duduk di samping Galvin, tidak boleh ada yang tau mereka habis berciuman.
Rupanya Morgan yang datang, dia main masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu dulu. "Hai brother!" sapa Morgan pada Galvin, dia bersikap sok akrab sekarang.
Galvin sangat geram menatap Morgan yang seenaknya masuk ke ruangannya begitu saja.
"Pagi cantik!" sapa Morgan pada Hana yang duduk disamping Galvin.
"Mau apa datang ke kantor gue?" tanya Galvin pada Morgan dengan nada ketus.
"Bukannya hari ini jadwal kita meeting, kebetulan manager aku lagi ada keperluan, jadi biar aku sendiri saja datang kesini."
Galvin menatap Hana, mengapa Hana tidak memberitahunya soal ada jadwal meeting hari ini dengan Morgan, yang kebetulan akan bekerja sama karena Morgan akan menjadi bintang iklan di TVC Media.
"Aku sudah mengatakannya tadi tapi Pak Galvin tidak fokus mendengarkannya." ucap Hana dengan nada kesal.
Mungkin karena pesona Hana mengalihkan dunianya, Galvin harus sadar diri yang harus jatuh cinta itu Hana padanya, bukan dia pada Hana.
Morgan tersenyum memandangi Hana, karena Hana lah membuat Morgan jadi ingin akur dengan Galvin. Agar cintanya pada Hana tidak terhalang dengan permusuhan mereka.
"Apa kamu sudah memiliki pacar?" tanya Morgan.
Melihat tatapan Morgan pada Hana membuat Galvin kesal. Rupanya rivalnya Galvin bukan hanya Samuel, tapi bertambah satu lagi, Morgan Xavier.
Malah Galvin yang menjawab, "Sudah, karena itu jangan berharap bisa dekat dengan sekretaris aku!"
"Hanya pacar kan? Tidak masalah, bahkan aku pernah berpacaran dengan wanita bersuami." Morgan terkekeh.
Rahang Galvin mengeras mendengarnya. Dia menatap tajam pada Morgan.
Hana mencoba mengalihkan pembicaraan mereka, dia memperlihatkan beberapa tempat yang akan dijadikan tempat syuting di Green Forest, melaui laptopnya.
"Ini adalah Green Forest, tempat ini sangat cocok untuk syuting iklan sepeda Speed disana. Kebetulan disana memang ada tempat khusus untuk bersepeda."
Morgan terpukau dengan keindahan pemandangannya, "Oke, berarti besok kita akan syuting iklan disana?" tanya Morgan pada Hana.
Morgan terkekeh, "Kamu sama sekali tidak berubah, selalu arogan. Makanya kamu tidak memiliki teman. Oh iya aku lupa, kamu punya teman ya dulu..."
"Apa kalian mau kopi?" Hana memotong pembicaraan Morgan, dia tidak ingin Morgan membahas soal Samuel pada Galvin, apalagi sampai bilang bahwa Hana menanyakan hubungan Galvin, Samuel dan Mitha kepada Morgan.
"Ya, boleh, kopi hitam saja." jawab Morgan.
"Aku mochaccino." jawab Galvin, dia memandangi Hana, Hana terlihat salah tingkah begitu mendengar Morgan yang hampir saja menyebutkan nama Samuel.
Apa mungkin Hana mendekati Morgan karena ada hubungannya dengan dia dan Samuel? Tapi kenapa harus mendekati Morgan? Apa yang Hana cari tau dari Morgan? Bukannya dia bisa tanyakan sendiri ke Samuel? Apa mungkin ada yang Hana ragukan dari Samuel?
Hati Galvin jadi penuh tanda tanya.
Drrrtt... Drrrtt....
Terdengar suara ponsel Hana bergetar. Hana segera meronggoh tasnya dan mengecek ponselnya.
Rupanya ada pesan dari Pingkan.
[Kak Hana, apa kita bisa bertemu?]
...****************...
Samuel memeriksa CCTV di hotel peninggalan ayah tirinya itu, dia waktu itu belum sempat memeriksa sepenuhnya CCTV saat kejadian dia membunuh Anya.
Ada sesuatu yang membuat dia terkejut saat dia memperhatikan rekaman CCTV itu , ada satu scene yang sangat menarik perhatiannya , dia melihat Pingkan membungkukan badan seakan sedang membawa sesuatu di dalam lift, Samuel memperbesar video tersebut, ingin tau apa yang dibawa oleh Pingkan.
Samuel tercengang begitu tau ternyata Pingkan membawa sebuah ponsel di dalam lift sana tepat saat Samuel sedang mengejar Anya.
Dia sangat marah karena ternyata Pingkan lah yang menyimpan ponsel Anya. Dia sangat merasa di bohongi oleh kekasih gelapnya itu.
Samuel sangat geram melihatnya, dia merasa Pingkan telah berani membohonginya, berpura-pura tidak tau soal ponsel itu, sangat membuat darahnya mendidih.
"Dasar j@l*ng!"
"Awas kau Pingkan!"
"Berani sekali kamu membohongi aku!"