Mysterious Wife

Mysterious Wife
82



Sudah 4 hari Samuel pergi untuk kepentingan bisnis haramnya di Hamburg, karena kesepian Hana sering berkunjung ke rumah tetangganya.


Zhoya mengintip dari balik gorden, memperhatikan dua bodyguard yang berdiri di depan pintu gerbang rumahnya. "Astaga Kak Dara, emang Kak Dara betah ya dijaga seperti itu terus?" tanyanya pada Hana yang sedang menikmati rujak pemberian dari Zhoya. Dia memanggil Kak Dara karena usia Hana empat tahun lebih tua darinya.


"Betah gak betah, ya mau gimana lagi." Hana begitu lahap memakan rujak yang disuguhkan Zhoya itu, "Ternyata ada rujak juga di Jerman. Rujak nya enak banget, buatan siapa?"


"Mommy lah walaupun dia sudah lama tinggal di Amerika tapi masih suka masakan Indonesia, kemarin mama dan papa berkunjung kesini, mommy buat rujak yang banyak. Hanya sebentar, soalnya daddy harus syuting lagi di Amerika."


"Daddy kamu seorang aktor?"


"Ya daddyku aktor Hollywood, tau gak Roy Febrian?"


"Hmm... aku gak begitu mengenali artis ataupun aktor." Padahal Hana memang tidak ingat apapun, semua memorinya benar-benar terasa kosong, tak ada yang bisa diingat. "Kamu tinggal di Jerman, orang tua dan nenek kamu di Amerika, tante kamu di Indonesia. Wah keluarga mancanegara."


"Keluarga kami itu memiliki perusahaan Adva, memang Adva sudah memiliki banyak cabang di berbagai negara. Rencananya mau membuka juga di Jerman, setelah aku lulus kuliah nanti."


"Adva?" Hana merasa dia pernah mendengar nama perusahaan itu, tapi dia benar-benar tidak bisa mengingatnya.


Zhoya memperhatikan rujak buatan mamanya hampir habis dimakan oleh Hana, "Astaga Kak Dara kayak orang lagi hamil aja."


Hana terkekeh, "Ya gak mungkin lah, bagaimana bisa aku hamil sementara aku masih perawan."


"Ah yang benar? Padahal Kak Dara tinggal bareng lho sama kekasih Kak Dara itu." Zhoya malah menggoda Hana.


"Wah jarang-jarang disini ada yang begitu, kalau sepasang kekasih tinggal bersama pastinya mereka itu pada tidur bareng."


"Kami gak pernah seperti itu. Apalagi aku masih canggung dan hambar sama Justin soalnya..." Hana tak jadi meneruskan perkataannya karena Samuel melarang Hana untuk memberitahu orang lain kalau dia mengalami Amnesia, dengan alasan demi kebaikan Hana.


"Soalnya?" Zhoya menjadi penasaran.


"Emm... ah tidak apa-apa. Kami memang ingin melakukannya setelah menikah."


"Hmm... Coba kalau kak Dara masih single, aku kenalin kak Dara sama sepupu aku. Cuma dia itu duda mati, ditinggal istrinya pas lagi sayang-sayangnya. Padahal dulu itu dia si playboy cap nanggung."


Hana tertawa begitu mendengar kata playboy cap nanggung. "Hahaha....playboy cap nanggung. Hm... tapi pasti dia sedih banget di tinggal mati istrinya."


"Pastinya, tapi sayang sekali aku belum sempat bertemu istrinya, melihat fotonya juga tidak pernah karena mereka menikah secara siri gak sempat foto-foto. Padahal rencananya bulan kemarin mereka akan menikah secara resmi dan aku akan datang kesana, sayangnya istri kak Galvin harus meninggal secara tragis."


"Galvin?" Hana seakan tak asing dengan nama itu, bahkan dia merasakan tiba-tiba hatinya menjadi sakit mendengar nama Galvin. Hana memegang dadanya.


Pikiran Hana memang melupakan Galvin, tapi hatinya tidak. Apalagi sekarang jantungnya berdebar-debar mendengar nama itu.


"Rencananya sih dia mau datang ke Jerman, ada keperluan bisnis, tapi gak tau mampir kesini dulu apa tidak. Ini memang rumah Omah Fara, Omah sengaja membeli rumah disini karena sering pulang pergi ke Jerman-Amerika."


Omah Fara adalah neneknya Galvin alias ibu kandungnya mama Ghea.